Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
44. Jatuh Cinta Pada Orang yang Sama


__ADS_3

"Hey, sayang kenapa kamu menangis?" Orion mecoba melepaskan pelukan erat Nayla. Tapi tak bisa lepas Orion tak mau menyakiti Nayla jadi Orion membiarkan Nayla memeluknya erat, ia memberi elusan lembut di surai dan punggung Nayla. "Sayang, apa yang membuat kamu menangis? Apa ada ucapan ayah yang salah? Bu, hati ayah juga sakit jika ibu menangis seperti ini. Bicara sayang, ada apa? Apa yang ibu pikirkan?" Orion berusaha membujuk Nayla untuk jujur padanya dengan kelembutan dan cinta yang ia miliki untuk Nayla


Nayla merenggangkan pelukan, ia mendongakkan wajah berkata masih dengan tangisnya "Ibu pikir, ibu duri dalam pernikahan ayah, yah. Hiks..hiks.."


Deg, Orion terkejut dengan apa yang dipikirkan Nayla.


"Hey kenapa ibu berpikir seperti itu? Ibu tak pernah menjadi duri dalam rumah tangga, ayah dan Hanum. Kami berpisah karena dari awal pernikahan ayah memang sudah tak baik dan tak sehat, bu. Apakah ada seseorang yang mengatakan sesuatu pada ibu?"


Nayla tak menjawab pertanyaan Orion ia semakin terisak. Orion tak memberikan Nayla pertanyaan lagi, ia mencoba menenangkan tangisan Nayla dengan pelukkan erat dan kecupan-kecupan hangat di pucuk kepala Nayla. "Sayang, ayah sangat mencintai ibu. Jangan goyah hanya karena ucapan sampah siapapun itu. Ayah ada di sisi ibu. Ayah suami, teman, kaka dan pendamping ibu. Apapun yang dikatakan orang tak perlu ibu hiraukan. Keberadaan ayah, cinta ayah untuk ibu sudah cukup membuktikan tak ada apapun yang bisa menggoyahkan rasa cinta ayah ke ibu. Ibu tak perlu mengkhawatirkan apapun, hakikatnya ayah memang milik Allah. Di dunia ini ayah hanya milik ibu dan anak-anak kita. Ibu bukanlah duri dalam hidup ayah, ibu dan anak-anak anugerah terindah dalam hidup ayah." Nayla tak merespon sedikitpun ucapan Orion, ia hanya mengeratkan pelukannya. Tak berselang lama, Nayla melepaskan pelukkan mengubah posisi di telentang di sebelah Orion.


"Aaaauu, sakit yah." Nayla meringis merasa linu dan kram di perutnya. Orion langsung terbangun menyentuh perut Nayla.


"Kenapa, sayang? "


"Perut ibu sakit," Orion baru akan menggendong Nayla, Nayla menghentikkan Orion.


"Nggak mau yah, ibu nggak mau ke rumah sakit lagi." Nayla tahu Orion akan mebawanya kemana.


"Sayang tapi perut kamu sakit," Nayla memegang satu tangan Orion ia membawa tangan Orion ke perut bagian bawah,


"Tangan ayah yang meredakan sakitnya, yah."


"Sayang, ayah nggak bisa menyembuhkan perut ibu yang sakit."


"Ini hanya kram biasa, yah. Anak kita ingin sentuhan ayah." Orion mengelus lembut perut Nayla masih dengan kekhawatirannya. Nayla menikmati elusan tangan Orion. Nayla bisa menyimpulkan elusan tangan Orion bisa meredakan sakit kram di perutnya saat sore di atas rooftop. Nayla sudah merasakan linu dan kram walau tak sesakit malam ini, tapi karena elusan dan uselan wajah Orion meredakan rasa sakitnya.

__ADS_1


"Masih sakit, bu?"


"Nggak yah sudah mendingan. Anak ayah sekali ini, elusan ayah meredakan rasa sakitnya, yah." Nayla tersenyum dengan mata sembabnya


Orion yang lega mengecup bibir ranum Nayla. Dan berpindah mengecup lama kening Nayla dengan tangan masih mengelus perut Nayla. "Jangan berpikir macam-macam lagi, ya? Ingat apapun kata orang tak perlu ibu hiraukan, itu hanya akan merugikan diri ibu, dan menyakiti ibu sendiri dan anak kita. Ayah selalu mencintai ibu apapun yang akan kita hadapi di depan sana." Orion menatap hangat Nayla yang terbaring.


"Iya, yah maafkan ibu yang berpikir berlebihan."


"Nggak apa-apa sayang. Ayah paham hormon kehamilan ibu yang membuat ibu lebih sensitif. Ayah akan memberi hukuman untuk orang yang berani berbicara seperti itu kepada ibu."


"Yah, nggak ada ko yang bilang ke ibu."


"Bu, ayah tak bisa ibu bohongi."


"Tapi, yah jangan memberi mereka hukuman. Cukup teguran saja."


"Bukan begitu, yah. Ibu tahu ayah ingin melindungi ibu dan anak kita. Tapi ayah jangan selalu menggunakan kekuasaan ayah untuk menghukum seseorang yang tak sesuai keinginan kita, yah. Luka tak boleh dibalas luka yah. Balas mereka dengan kebaikan. Biarkan mereka malu dengan sikap mereka sendiri."


Orion merebahkan diri di sebelah Nayla kembali melingkarkan tangan besarnya di perut Nayla dari belakang.


"Ayah bersyukur memiliki ibu, dan ayah akan berterimakasih pada Hari karena dia, ayah bisa memiliki ibu. Kecantikkan hati ibu yang selalu membuat ayah jatuh cinta pada ibu. Tapi dengar bu, tak semua luka dibalas dengan kebaikan, ada hal yang harus ibu beri ketegasan agar tak terus melukai." Tanpa disadari Orion perkataannya akan menjadi boomerang untuk dirinya


Merekapun tertidur saling memberi kehangatan dengan memeluk satu sama lain. Aaahkan miss aja baper nulis ini, pengen di peyuuuk 🤭😚


****

__ADS_1


Pagi hari nya setelah melaksanakan kewajiban, dan aktifitas pagi Orion dan Nayla. Kembali ke kamar utama mereka kembali bersantai di ranjang king size mereka.


"Ayah ga ke perusahaan? Sudah jam segini loh yah."


"Ayah ke perusahaan siangan, bu. Ayah masih ingin berduaan dengan ibu."


"Ya ampun, yah udah semalam loh yah." Saat Nayla akan beranjak Orion mencekal lengan Nayla ia setengah berjongkok membalikkan Nayla yang sama dengannya setengah berjongkok.


Ia mencium Nayla dengan lembut. Nayla memegang tengkuk Orion untuk memperdalam ciumannya. Tangan kanan Orion mengangkat sedikit kaos oblong Nayla memperlihatkan perut yang mulai membuncit jelas, menyentuh dan mengelusnya dengan bibir yang masih bertautan.


Saat Orion merasa Nayla kehabisan napas, ia menghentikkan aktifitasnya. "Terimakasih istriku, mau mengandung anakku, merasakan semua kesakitan dan ketidaknyamanannya." Orion menempelkan wajahnya ke wajah Nayla dengan tangan yang masih mengelus perut Nayla.


"Ibu yang sangat berterimakasih pada ayah yang selalu mengerti ibu yang sering merajuk, mencintai ibu dan mau bersabar dengan ibu yang sedang cengeng-cengengnya akhir-akhir ini." Nayla terkekeh sendiri dengan sikapnya yang labil selama lebih dari tiga bulan. Kehamilan Nayla akan menginjak usia empat bulan. Seperti janji Orion ia akan membuat tasyakuran empat bulan Nayla dengan megah dan mewah sebagai rasa syukurnya memiliki anak pertama dari rahim wanita yang sangat ia cintai.


"Itu wajar sayang, karena ibu sedang mengandung anak ayah. Ayah paham sekali apa yang kamu rasakan, untuk itu ayah ingin selalu berada di samping ibu menemani dan menikmati masa-masa kehamilan anak pertama dari ibu, wanita yang ayah cintai."


Nayla menitikkan air mata harunya. "Kenapa menangis, sayang?" Orion menghapus air mata Nayla


"Ibu bahagia yah dicintai ayah sebesar ini." Nayla yang tak tau harus berkata apalagi memeluk erat Orion.


Eiiits bapeeer ga????


Seriuu miss nulisnya aja kayak orang giiils senyam senyum sendiri. Maafkan miss ya yang halunya suka kelewatan.


Realnya miss juga mau 🤭

__ADS_1


Tah tah miss kasih double up sok KENCENGIN LIKE & VOTE nya ntar miss kasih tau kenapa publik dan keluarga Orion bisa ketipu kalau Orion ternyate belum cerai tapi bisa nikahin Nayla.


Sok TINGGAL TEKAN VOTE dan LIKE nya misstizen peluk online dari miss nayla 🤗🤗🥰


__ADS_2