
Keesokkan harinya Belinda menjemput Arga ke hunian Orion dan Nayla.
“Ayah ibu Aga pamit ya,” Ucap Arga menyalami Orion kemudian ke Nayla
“Iya sayang, ibu akan sangat merindukanmu.” Mata Nayla berkaca-kaca menahan tangis agar tak memberatkan Arga untuk pergi meninggalkannya
“Patuhi mamah dan papahmu, nak. Jadilah lelaki yang tangguh.” Pesan Orion saat memeluk Arga
“Iya, yah insya allah Aga akan menjadi anak kebanggaan ayah dan ibu. Bu jangan bersedih kita bisa video call setiap hari. Kasian adik-adik Aga jika ibu bersedih. Ucap Arga kepada Orion lalu ke Nayla mengelus lembut perut Nayla lalu mengecupnya
Belinda dan Argapun pergi ke bandara b*********, jet pribadi kakek Balinda telah menunggunya. Mereka membutuhkan waktu perjalanan kurang lebib 10 jam 30 menit.
***
Di kediaman keluarga Belinda sang kakek telah menunggu Arga dengan suka hati. Menanti cucu laki-laki satu-satunya. Suami dan anak Belinda Keyla yang tiga tahun lebih muda dari Arga juga sudah menunggu Arga. Keyla sangat bahagia ketika Belinda memberitahunya jika kakak laki-lakinya akan pulang. Belinda belum menjelaskan kepada Keyla bahwa ia dan Arga adalah saudara tiri. Masih terlalu kecil bagi Bekinda menjelaskan itu kepada Keyla yang manja. Biarlah Keyla hanya mengetahui kakak laki-lakinya selama ini tinggal bersama keluarga lainnya di Indonesia karena ingin tinggal di sana.
“Selamat datang cucuku, Arga Alfath Hardiardjo.” Sapa sang Kakek Herdian menghampiri Arga memeluk tubuh Arga
“Hallo kakek,” sapa kembali Arga yang telah terlepas dari pelukan sang kakek
“Kak Aga..,” panggil si kecil Keyla yang berada di belakang kakek dengan malu-malu karena untuk pertama kalinya bertemu sang kakak.
“Hallo Key, kemarilah.” Keyla menghampiri Arga dan memeluk Arga yang sudah melebarkan kedua tangannya. Kakek, Belinda dan suami Belinda tersenyum melihat pemandangan hangat tersebut
Arga diantar maid ke kamarnya dengan Keyla yang mengikuti Arga. Sedangkan Belinda dan sang suami mengikuti pak Herdian ke ruang kerjanya.
“Apa yang ingin papah lakukan untuk Orion, Belin?” Tanya Herdian kepada Belinda. Satu hari sebelum kepulangan Belinda dari negara x ia menghubungi kakek dan suaminya. Meminta bantuan untuk membantu Orion tentu tanpa sepengetahuan Orion. Ini hanya inisiatif Belinda agar rumah tangga Nayla dan Orion utuh.
“Papah sudah tahukan rahasia terbesar Rion, selama dua minggu Belin di sana Belin lebih mengenal Nayla. Bagaimana kasih sayang Nayla pada Arga. Belin ingin papah membantu Rion menyelesaikan urusannya dengan Hanum.”
__ADS_1
“Apa maksudmu mau membantu Rion, Belin?” Tanya Ericko suami Belin
“Dengar dahulu, mas. Aku ingin membantu Rion menyelesaikan masalahnya dengan Hanum sebagai tanda terimakasihku karena Rion dan Nayla telah menjaga, merawat dan mengasihi Arga selama ini. Tidak ada maksud apapun mas, hanya sebagai membalas jasa saja. Aku telah menganggap Nayla sebagai adikku, aku tidak ingin keutuhan keluarga adikku dihancurkan oleh ketamakan Hanum. Dan satu lagi pah, aku rasa Hanum memiliki hubungan dengan Riogardo.”
“Jika itu maksudmu, mas mendukunya. Tapi semua bagaimana keputusana papah, pah.” Ericko mengembalikan keputusan kepada Herdian
“Papah akan membantunya, akan papah pikirkan bagaimana membantu Rion. Karena yang kita hadapi Riogardo yang sedang bekerja sama dengan perusahaan IT & Teknologi terbesar ke-2 di negara x. Kita tidak bisa gegabah.”
“Baik, pah aku harap papah bisa membantu mereka secepat mungkin.”
“Iya nak, papah akan mencari celah kelemahan Rio dan memanfaatkan kelemahan itu agar Hanum tidak dibawah kendalinya jika hubungan mereka cukup dekat.”
“Sepertinya tidak bisa, pah. Hanum tinggal bersama Rio di negara yang sama dengan Rion.”
“Papah akan mencari tahu lebih dalam hubungan ketiganya seperti apa, agar papah tahu langkah apa yang bisa diambil untuk membantu Rion.”
“Baik pah, terimakasih banyak.”
Di hunian b****y h***s Orion dan Nayla. Orion menenangkan Nayla yang bersedih. Beberapa hari setelah kepergian Arga setiap malam Nayla yang sensitif menjadi lebih melow sering menangis mengingat Arga.
"Sayang sudah jangan menangis, kasian anak-anak kita. Jika ibu mau bertemu Arga nanti mudah, kita bisa ke sana menggunakan private jet ayah." Posisi Nayla tiduran di ranjang king menyamping dengan Orion yang melingkarkan tangannya dari belakang ke perut Nayla mengusap lembut perut Nayla
"Benar ya, yah."
"Iya sayang, nanti jika pekerjaan ayah sudah agak longgar ya."
"Memang ibu nggak boleh ibu ke sana tanpa ayah? Lagian kan mbak Belinda juga sudah menganggap ibu adik yah. Jadi nggak perlu khawatir"
"Nggak boleh sayang. Harus bersama ayah. Walau Belinda sudah menganggapmu adik tapi ayah khawatir saat di perjalanan menuju sana. 10 jam 30 menit bukan waktu yang sebentar, sayang."
__ADS_1
"Ya udah ibu nurut baiknya ayah saja."
"Istriku memang selalu penurut." Ucap Rion mencium surai rambut Nayla dengan tangan membalikkan tubuh Nayla.dengan perlahan "Sayang, bolehkah malam ini menengok anak-anak kita?"
Nayla hanya mengangguk dengan pipi bersemu merah, Nayla juga menginginkannya karena hampir dua minggu lebih Orion tak menyentuhnya karena Arga selalu tidur bersama mereka. Bukan karena Arga yang manja ingin tidur bersama melainkan Nayla yang meminta Arga tidur bersama mereka. Orion pun mau tak mau mengikuti keinginan Nayla yang tidur bersama Arga sebelum mereka berpisah.
Orion mulai mencium bibir tebal seksi Nayla dengan ******* dan hisapan lembut. Dengan tangan melepaskan seluruh dress tidur Nayla dengan sentuhan-sentuhan sensual merangsang kesensitifan Nayla. Nayla selalu terbuat dengan sentuhan Orion. Dan ada hal berbeda setelah dua minggu tidak berhubungan. Setiap sentuhan sensual Orion, bibir yang sesekali mencium Nayla, Orion selalu membisikkan isi hatinya dengan suara serak berat bergairah. "Ayah sangat mencintaimu, sayang."
"Aaah, yah.., sayang.."Orion memainkan dua buah dada Nayla membuat Nayla semakin mendesah.
"Sayang ayah sangaat sangat mencintaimu Nayla Chaira Hardiardjo, aakh..," Orion pun mencapai puncaknya bersamaan dengan Nayla. Ia membuang cairannya diluar tak ingin membahayakan kedua bayi di kandungan Nayla. Orion hanya melakukannya satu ronde, walau sebenarnya Orion masih menginginkan Nayla. Tapi Orion sadar diri bahwa ia tidak bisa egois. Orion memeluk tubuh polos Nayla dari belakang. Mengelus perut besar Nayla.
"Apa ayah menyakiti mereka, sayang?" Ucap Orion setelah pergulatan itu terjadi
"Nggak, yah. Perut ibu baik-baik saja." Ucap Nayla dengan pelan tapi masih terdengar Orion. Satu ronde memuaskan Orion saja sudah membuatnya kelelahan. Efek dari kandungan baby twins yang semakin tumbuh besar.
"Sayang, maafkan ayah." Ucap Orion
"Maaf untuk apa, yah?" Nayla bertanya dengan sisa suara yang mulai mengecil karena mulai mengantuk
"Maafkan ayah jika ada hal yang belum ibu ketahui." Ucap Orion dengan lirih namun tak ada respon dari Nayla. Orion sedikit bangun melihat ke wajah Nayla yang membelakanginya ternyata Nayla sudah terlelap. Ingin rasanya Orion mengungkapkan segalanya malam ini. Namun keadaan Nayla yang kelelahan mengurungkan niatnya kembali.
Miss bener-bener sad nih Votenya sangat sedikit sekali. Padahal sekarang senin ada voucher baca yang bisa kalian gunakan dan di hari selasa-minggu kalian bisa Vote miss dengan memberi hadiah dari poin yang kalian miliki.
Sepertinya miss akan slow Up sebelum VOTE, LIKE dan KOMEN nya ramai
Maafkan miss yaa misstizen
Jujur miss tuh suka nyempetin waktu ngetik sekalimat-sekalimat di sela sela kesibukkan real life miss demi bisa up untuk misstizen tapi sayangnya sedikit sekali yang support miss
__ADS_1
***Maafkan miss ya miss bakal SLOW UP sebelum ramai. Apalagi bentar lagi klimaks nih. Sad asli miss nih 😭 Yang lihatnya banyak yang VOTE dari voucher atau hadiah bunga dengan poin sikit sekali 😭 Please harga karya missnya ya 🙏🏻 Jika masih mau miss up
Marhaban ya Ramadhan, Mohon maaf Lahir & Batin misstizen 🙏🏻***