
Pagi ini Orion ke perusahaan tanpa Nayla. Orion akan menyelesaikan pekerjaannya dan memperjuangkan Arga agar tak diambil alih hak asuh oleh Belinda.
Orion tidak akan melibatkan Nayla, bukan karena tak menghargai Nayla. Tapi Orion tidak ingin tanpa sadar menyakiti Nayla kembali.
Mudah saja untuk Orion membuka kasus perselingkuhan Belinda dengan Ericko. Tapi keluarga Belinda tak akan membiarkan semua terjadi begitu saja.
Sebelum Orion pergi ke perusahaan, ia sempat berat hati meninggalkan Nayla di rumah dengan keadaan tubuh Nayla yang kurang baik. Orion bermaksud memanggil dokter keluarga, tapi Nayla melarang. Ia hanya membutuhkan istirahat. Orion juga tidak bisa menemani Nayla, Orion harus segera menyelesaikan permasalahannya satu-satu.
"Sayang, ayah panggilkan dokter ya?"
"Enggak yah, ibu hanya butuh istirahat. Mungkin karena semalam kurang tidur."
"Maafkan ayah, ya. Ayah tak sadar menyakitimu dan anak kita. Ayah benar-benar terkejut dengan kehadiran Belinda yang menuntut hak asuh Arga."
"Iya, yah. Ibu harap ayah bisa menyelesaikan ini, dan Arga tetap menjadi hak asuh ayah. Ibu juga sangat menyayangi Arga, yah. Ibu nggak mau Arga terpisah dari kita, yah."
"Terimakasih sayang. Insya Allah ayah akan memperjuangkan Arga."
"Arga jadi pulang ke sini ketika tasyakuran empat bulan ibukan, yah?"
"Insya allah jadi. Ibu istirahat ya, jangan kelelahan. Enggak boleh masak-masak dahulu. Apalagi sampai turun tangan merawat tanaman ibu di belakang. Apapun yang ibu mau panggil kepala pelayan. Dan jika ibu mau ayah membelikan sesuatu jangan menahannya, hubungi ayah, ya?" Orion memeluk Nayla erat
"Iya, ayah sayang. Ayah semakin bawel iih." Nayla terkekeh dengan sikap Orion yang semakin posesif. Nayla membalas pelukkan hangat Orion untuk menenangkan kekhawatiran Orion
"Kita juga belum menengok baby sayang."
"Engga apa-apa ayah, nanti ketika tepat empat bulan saja ya. Jadi kita tahu jenis kelaminnya juga. Biar jadi kejutan, yah." Saat usia kandungan Nayla beberapa minggu, dinyatakan hamil pertama kali oleh dokter Elisa. Nayla baru sekali USG kandungannya hanya untuk memastikkan ia benar hamil atau tidak. Setiap bulan waktunya pemeriksaan Orion mengajak Nayla memeriksakan kandungan Nayla menolak. Nayla ingin pemeriksaan USG 4D ketika sudah waktunya janin terbentuk sempurna tepat ketika usia empat bulan kandungannya. Pada bulan kedua dan ketiga yang lalu hanya dilakukan pemeriksaan biasa oleh dokter Elisa yang datang ke kediaman Orion dan Nayla.
"Ya sudah jika ibu maunya begitu. Tapi janji jangan melakukan hal yang melelahkan ya?"
"Iya, ayah sayang. Ibu janji nggak akan melakukan hal yang bikin ibu lelah dan buat ayah khawatir kayak gini." Nayla mengecup bibir Orion gemas, karena tak berhenti mengkhawatirkannya.
"Sayang, mulai berani ya." Orion gemas dengan cara Nayla mengecupnya tiba-tiba. Orion menangkup kedua pipi Nayla yang semakin chubby dan mencium Nayla dengan lebih dalam. Dengan tangan yang tak tinggal diam. Namun saat semakin dalam Nayla mengigit bibir Orion agar berhenti. Nayla tak mau Orion menunda penyelesaian masalah Arga hanya karena memuaskan hasratnya yang berakhir di ranjang hingga siang hari.
"Sakit, sayang." Orion meringis
"Maaf, sayang. Kalau ibu ga gigit ayah tangan ayah yang ga mau diem itu malah nuntun ibu ke ranjang lagi." Nayla terkekeh dengan tangan mengusap bibir Orion yang basah dan memerah.
__ADS_1
Orion memeluk Nayla "jika urusan ini selesai siap-siap ya sayang. Ayah tak akan membiarkan kamu lepas." Orion mengeratkan pelukan pada Nayla. Orion ingin berduaan dengan Nayla tapi ia juga tak bisa mengikuti egonya.
"Iyaiya, ayah sayang. Ibu ga akan kabur, sudah ayo ke kantor, yah. Biar selesai dengan cepat." Nayla ketawa kecil mendengar ucapan Orion
"Ayah pergi, yah."
Cup Orion mengecup kening Nayla.
***
Tok...tok..tok
Dirga mengetuk pintu ruang kerja Orion
"Masuk," suara Orion dari dalam ruangan
"Tuan, sudah ada informasi mengenai maksud nyonya Belinda yang menuntut hak asuh tuan muda Arga."
"Apa informasi yang kamu temukan, Ga?"
"Kurang ajar, Belinda hanya akan memanfaatkan Arga."
"Kamu sudah menghubungj pengacara kita?"
"Sudah tuan, kemungkinan besar nyonya Belinda tidak bisa menang dalam persidangan jika kita memberikan bukti perselingkuhan nyonya Belinda dengan tuan Ericko penyebab anda bercerai di persidangan." Orion dan Belinda dahulu bercerai dengan damai ka4ena kesepakatan berdua yang tak akan mengganggu satu sama lain. Orion tidak mengangkat bukti perselingkuhan Belinda yang menghasilkan seorang anak perempuan yang bernama Ashilla saat persidangan perceraian dahulu. Walau Belinda mengkhianatinya Orion tetap memliki hati tak ingin nama Belinda rusak di mata publik. Biarlah kegagalan rumah tangga mereka yang sudah tak ada kecocokan yang publik ketahui.
"Kamu yakin Dirga? Tak mungkin keluarga Belinda tak memiliki persiapan apapun menghadapi pengadilan. Kamu pastikkan tak ada kelemahan saya yang mereka ketahui."
"Baik, tuan akan saya pastikkan mereka tak mengetahui perceraian anda dan nyonya Hanum yang belum terjadi." Dirga mengerti dan peka maksud dari ucapan Orion tanpa bertanya maksud Orion
"Bagaimana dengan calon perusahaan yang akan bekerja sama dengan kita di negara xxx, Ga?"
"Ada dua kandidat, tuan. Ini berkasnya." Dirga memberikan dua berkas perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan IT & Teknologi Orion.
"Perusahaan M bermitra dengan Rio?" Orion membaca berkas yang diberikan Dirga
"Benar tuan, dari data kemajuan perusahaan. Perusahaan M yang bermitra dengan tuan Rio dan memliki polularitas kedua di sana. Popularitas pertama diduduki perusahaan Z. Tuan Rio juga sedang berusaha menarik perusahaan Z untuk bermitra dengannya yang menjadi kandidat pertama kita."
__ADS_1
"Segera kirimkan proposal kerja sama untuk perusahaan Z, Ga. Lakukan sebaik mungkin."
"Baik, tuan."
Orion melihat jam di tangannya jam sudah menunjukkan pukul 12.10. Ia belum menghubungi Nayla semenjak pagi pergi dari kediamannya.
"Sayang, lagi apa?" Orion mengirim pesan pada Nayla
Nayla membalas pesan Orion dengan mengirimkan gambar di dalam mobil. Nayla masih mengetik pesan untuk Orion. Nayla salah menekan tombol kirim gambar sebelum ada keterangan dari gambar yang diberikan. Belum juga Nayla selesai mengetik pesan Orion langsung melakukan Video Call.
Nayla terpaksa menjawab panggilan video Orion.
"Sayang, kamu di mana?"
"Ibu lagi di mobil, yah"
"Iya ayah tau tapi kamu di mana?"
"Ini di halaman rumah, yah. Ib..," belum selesai Nayla menjawab Orion sudah memotong ucapan Nayla
"Mau kemana?"
"Ayah, izinin ibu jawab satu-satu jangan disela terus. Ibu enggak kemana-mana ibu hanya bosan di rumah. Ibu kangen naik mobil sendiri jadi ibu hanya mengelilingi rumah hahaha," Nayla tertawa dengan keinginan tiba-tiba nya yang aneh ingin mengendarai mobil mengelilingi rumahnya.
Orion bernapas lega, karena ternyata Nayla hanya di dalam halaman rumahnya yang sangat luas.
"Sayang, apapun yang kamu mau lakukan kasih tahu ayah dulu, ya sayang. Ayah ga mau kalau ada keinginan atau ngidam ibu yang aneh-aneh bisa membahayakanmu dan anak kita."
"Ya allah, yah ini juga tiba-tiba, sayang. Ayah nggak usah berlebihan ya. Ibu baik-baik saja ayah, suamiku tersayang." Nayla tersenyum dengan manisnya di sebrang video call
Udah nih double up VOTE, LIKE & RAMEIN KOMENNYA DONG ðŸ¤
Miss crazy up kalau rame
Jujur miss makin sini makin deg deg an nih sama misstizen yang komen jleb wkwkwkw
miss juga punya hati guys please utarakan dengan baik ya sayang sayangku
__ADS_1