Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
62. Hanya Membutuhkanmu


__ADS_3

Sore ini Orion dan Nayla akan ke butik xx langganan mamahnya dengan menjemput Arga terlebih dahulu di sekolahnya.


"Ayah ibu..," teriak Arga yang melihat Orion dan Nayla di depan ruangan Arga dan memeluk tubuh Orion yang sudah berjongkok


"Anak ibu, gimana sekolahnya?" Nayla mengusap pucuk kepala Arga yang berada di pelukkan Oriom


"Alhamdulillah seru, bu. Ayah kapan pulang?" Arga mendongakkan wajahnya


"Barusan, ayo kita ke mobil." Orion mengajak Nayla dan Arga masuk ke mobil


"Kita mau kemana , yah?" Tanya Arga setelah berada di dalam mobil kursi penumpang.


"Kita mau ke butik xx, sayang." Jawab Nayla penuh dengan kelembutan dan senyum manisnya


"Aga ingin main ke mall, yah."


"Boleh sayang, setelah selesai di butik kita ke mall."


Hanya 35 menit mereka sampai di butik x langganan orang tua Orion.


"Selamat sore, ada yang bisa kami bantu." Sapa karyawati butik


"Riooon...," teriak seorang wanita dari dalam memotong ucapan karyawati tersebut.


"Tante Wanda," sapa Orion dengan datar


"Astaga semakin tampan saja kamu, Rion." Wanda yang setengah wanita alias cipika cipiki ke pipi Orion. Orion tanpa bisa menolak karena tubuh Wanda yang cukup besar untuk seorang lelaki. "Inikah istrimu yang cantik? Sering banget mamahmu cerita, Rion." Tanya Wanda melihat Nayla yang berada di samping Orion dengan tersenyum ramah


"Iya, tante perkenalkan ini Nayla istri saya." Orion menjawab pertanyaan Wanda


"Waah benar-benar cantik indo-chinese ini, sudah berapa bulan usia kandungannya?"


"Alhamdulillah sudah empat bulan lebih tante."Jawab Nayla tak kalah ramah


"Astaga gimana Rion nggak luluh, senyumnya aja bikin tante insecure, hahaha." Wanda tertawa terbahak merasa Nayla tak bisa mengalahkannya. "Btw, kandungan empat bulan cukup besar, ya seperti enam bulan."


"Alhamdulillah baby kami twins, tante." Orion merespon ucapan Wanda

__ADS_1


"Ya lord, astaga Rion sekali dapet daun muda langdung gol anaknya dua lagi. Emang pencetak bibit unggul kamu, Rion. Lihat Arga saja semakin tampan seperti papahnya, hahaha." Wanda melihat ke arah Arga. Arga hanya tersenyum. "Aduh maaf maaf jadi ikut seneng nih tante, ayo kita ke sana cantik. Rion sudah ngasih tahu tante pakaian yang kamu butuhkan. Tante pikir kandungan kamu single jadi oh baju hamil biasa, ternyata untuk perut yang akan semakin membesar karena si twins. Baru kali ini nih, Rion turun tangan cari pakaian untuk istrinya, kamu emang special cantik." Cerocos Wanda tanpa jeda dengan gaya ngondeknya saat bersama Nayla di dalam ruangan khusus ibu hamil, Orion sedang menemani Arga di luar ruangan.


"Masa, tante? Mas Rion tak pernah ikut ke mencari pakaian untuk istri terdahulunya?"


"Boro-boro, cantik. Rion mah sibuk banget sama kerjaannya. Kamu wanita beruntung dapetin cinta Rion sepenuhnya, rela turun tangan untuk hal-hal kecil kayak gini."


"Alhamdulillah, tante. Nay juga bersyukur mas Rion mencintai Nayla dan calon anak-anak."


"Tante kasih tahu satu rahasia ya, Rion kalau udah cinta bisa mengorbankan apapun termasuk hartanya yang nggak abis tujuh turunan. Pesan tante apapun nanti yang akan dihadapi, kamu bersabar ya hadapi sama-sama tetap di sisi Rion. Rion bukan laki-laki yang neko-neko."


"Insya Allah, tante. Do'ain saja pernikahan kami langgeng hingga ke jannahNya kelak, aamiin."


"Aamiin.., pasti tante do'ain tante juga bahagia Rion bahagia bersama kamu istrinya yang sekarang. Aura yang sempat redup bersinar kembali," Wanda tertawa kecil mengingat Orion yang kaku dan datar sebelumnya


Wanda pun memerinahkan para karyawatinya membawa pakaian hamil mulai dari midi dress tanpa lengan, lengan pendek, hingga panjang. Style atasan dan bawahan kulot, jumpsuit dan rok untuk ibu hamil. Nayla yang bingung dengan begitu banyaknya pilihan koleksi yang dikeluarkan Wanda memanggil Orion melalui gawainya. Orion dan Arga masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Yah, ibu pakai yang mana ya? Banyak banget pilihannya, buat ibu bingung ini." Nayla berucap kepada Orion sambil memilih pakaian yang cocok untuk tubuhnya yang mungil namun perut yang semakin membesar.


"Semuanya cocok di ibu, sayang. Tante sudah lihat sosial media Nayla kan? Bungkus dan kirim saja semua model-model yang cocok, terbaru dan nyaman untuk Nayla dengan ukuran saat ini."


"Yah, nggak semuanya juga. Ibu kan hamil hanya 9 bulan. Nanti sayang kalau nggak kepake semua."


"Tuh, kan sayang. Kalau tidak terpakai semua juga bisa kamu gunakan ketika menyusui."


"Baiklah, gimana baiknya ayah."


"Nah, gitu baru istri ayah. Orion merengkuh bahu Nayla dan mencium kening Nayla.


"Yah, iih malu." Protes Nayla dengan pipi merona malu karena perlakuan Orion di depan Wanda dan karyawatinya.


"Aah, tante envy iih. Rion kamu sweet juga, deh." Cerocos Wanda dengan suara kewanitaan yang heboh melihat perlakuan Orion kepada Nayla


Setelah selesai dengan kebutuhan Nayla di butik Orion membawa Nayla dan Arga ke mall yang letaknya tidak jauh dari butik x. Hari ini Orion benar-benar ingin menikmati waktu bertiga. Memenuhi keinginan Nayla dan Arga.


Seperti biasa saat Arga bermain di zona games Orion dan Nayla akan menunggu Arga di resto yang tak jauh dari arena permainan. Orion tak membiarkan Arga lepas dari pengawasannya. Anak buah Orion siap siaga di setiap titik yang tak akan disadari Arga ataupun Nayla memberi pengawasan untuk keamanan dan keselamatan mereka.


Dari keluar kediaman Orion sampai di mall, Orion telah memerintahkan Dirga mengerahkan anak-anak buahnya untuk mengikuti Orion, mengawasi dan menjaga keamanan dan keselamatan mereka.

__ADS_1


Orion dan Nayla duduk di kursi berbentuk sofa yang tersedia di resto itu tepat menghadap ke arena permainan. Nayla menyandarkan punggungnya ke dada bidang Orion yang badannya jauh lebih besar dari Nayla. Orion mengusap lembut perut Nayla.


"Ayah pasti capek ya?"


"Kalau ditanya capek, ayah capek. Tapi karena melihat ibu dan Arga bahagia, rasa capek ayah hilang. Ayah bahagia menikmati waktu bersama seperti ini. Apalagi nanti ditambah dua baby ini, sayang." Orion mengelus lembut perut besar Nayla, dengan mengecup pucuk kepala Nayla yang tertutup hijab pashmina milo.


"Maafkan ibu ya yah, selalu merepotkan ayah. Ayah selalu memprioritaskan kami, tapi sepertinya tak ada hal spesial yang pernah ibu lakukan untuk ayah."


"Ayah tak pernah merasa direpotkan, sayang. Ayah malah bahagia ibu selalu membutuhkan ayah, jadi kehadiran ayah berarti di hidup ibu, sama halnya dengan kehadiran ibu yang sangat berarti di hidup ayah." (Bisa ae si Rion 🤣)


Nayla tersipu malu dengan pipi yang memerah, "Ayah selalu aja bisa buat ibu terharu. Lalu apa yang harus ibu berikan untuk ayah? Untuk materi ataupun barang mewah ayah telah memiliki segalanya, ibu jadi bingung apa yang harus ibu berikan?"


"Ibu mau tahu apa yang harus ibu berikan?"


Nayla mengangguk.


"Tapi janji ya akan menepatinya?"


"Insya Allah ibu janji menepatinya, tapi nggak mahal-mahalkan yah?" Jawab Nayla dengan polosnya


"Hahaha," Orion tertawa terbahak merasa lucu dan gemas dengan kepolosan Nayla. "Sayang ayah nggak akan meminta sebuah materi dari kamu." Orion memeluk Nayla dengan gemas dari belakang dengan kepala bertumpu di bahu Nayla


"Terus mau nya ayah apa dari ibu?"


"Ayah hanya membutuhkan keberadaan ibu dan anak-anak di sisi ayah. Ayah mohon ibu selalu ada di sisi ayah, jangan pernah meninggalkan ayah Jika ayah melakukan khilaf jangan pernah menyerah untuk berada di sisi ayah, jadilah pengingat, penguat, dan penenang untuk ayah. Ibu janji?"


Nayla terdiam dahulu, Nayla merasa heran mengapa Orion berulang kali memintanya untuk tak pernah meninggalkannya. Walau ada rasa heran Nayla bukanlah wanita yang akan pergi tanpa alasan tak jelas, apalagi hanya suatu kesalahan tak berarti. Meski kenyataannya Nayla tak tahu kesalahan fatal Orion.


"Insya allah, yah. Ayah suami ibu, ayah dari anak-anak ibu. Ibu tak setega itu meninggalkan ayah dengan membawa anak-anak. Ibu dan mereka sangat membutuhkan ayah imam untuk mebimbing ibu dan mendidik anak-anak, sayang." Nayla membalikkan tubuh menatap ke dalam mata Orion yang sendu


"Terimakasih, sayang." Orion merengkuh Nayla dalam pelukannya


Kalem-kalem yaa misstizen part klimaksnya miss sendiri deg deg seer nih mau up klimaksnya takut di baledogan kalau kata bahasa belanda mah alias dilempari misstizen nih 🤣🤣🤣


Pokonya LIKE, VOTE & Ramaikan KOMEN ok


kali ini miss mau promo novel kedua miss yang miss lanjut up juga lihat di profil yaa "CEO KEJAM Penoreh & Penyembuh Luka" kalau di lapak orange "Jeratan Pesona Sang Duda" awalannya emang sama kayak yg novel kedua tapi isinya engga ko, tokoh dan ceritanya singkat ramaikan juga ya misstizen 🤭

__ADS_1



Nah itu dilapak orange RAMEIN ya misstizen 🤭🥰🤗


__ADS_2