Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
166. Season 3 - Kejutan Untuk Fiana


__ADS_3

"Assalamu’alaikum.. selamat malam tante Dara.”


“Wa’alaikumsalam.. malam Faiz. Mau jemput Fiana makan malam di luar ya?” Andara sudah tahu karena Fiana memberitahunya


“Iya tante."


"Sebentar ya dari tadi anak itu sudah siap tapi masih saja bolak balik memandang dirinya di cermin.”


“Mamah..,” Fiana memperingati mamahnya dengan memutus ucapan sang mamah, baru saja muncul. “Ana pamit ya mah. Ayo aa.”


Fariz terdiam di tempatnya, ia masih terpana dengan dandanan natural Fiana dengan dress panjang maroon pilihannya dengan aksesories anting di selipkan ke hijabnya


“Aa ayo.”


“Eh iya, Fariz dan Fiana pamit tante.”


“Iya nak, hati-hati ya jangan pulang terlalu malam.


“Iya tan tolong sampaikan salamku pada om.”


“Iya Faiz, om mungkin sebentar lagi baru pulang.”


“Iya tante.”


Fiana Fariz mengucapkan salam bersama, kali ini Fariz membawa Fiana ke sebuah rooftop yang sudah didekorasi dengan bunga merah yang disukai Fiana. Fariz membuat makan malam istimewa untuk Fiana tanpa Fiana ketahui.


“Kita mau kemana aa?”


“Ke hotel.”


“Ngapain??” Ucap Fiana sewot


“Jangan mikir yang iya-iya sayang. Yang iya-iya itu nanti setelah kita halal.” Fariz tertawa kecil menggoda Fiana dengan mengelus pucuk kepala Fiana


“Apaan sih.” Fiana mmeutar bola matanya. “Aa tahu nggak hari ini aa menyebalkan sekali?”


“Oh ya? Aa nggak ngerasa tuh.” Lagi Fariz menanggapi ucapan Fiana tanpa dosa

__ADS_1


“Tuhkan Ya Allah, kenapa sih lelaki yang satu ini?”


“Nggak kenapa-kenapa sayang, aa baik-baik saja apalagi kalau ada kamu di sisi aa.” Ucap Fariz dengan percaya dirinya


“Terserah.” Kata pamungkas wanita saat Fiana tak tahu harus merespon ucapan menyebalkan Fariz


“Jangan manyun-manyun sayang. Aa sosor lagi nih."


Fiana membuang muka ke jendela


"Sudah sampai nih. Tunggu ya.” Fariz mengelus pucuk kepala Fiana, lalu turun memutar ke arah pintu Fiana dan membukakannya


“Ayo sayang.” Fariz mengulurkan tangannya dan disambut baik Fiana yang cemberut yang tak bisa membalas ucapan Fariz yang langsung turun. Fariz membiarkan saja, ia yakin rasa kesal Fiana akan berganti bahagia dengan kejutan yang dibuatnya


Mereka masuk ke hotel bergandengan tangan. Fariz dan Fiana menjadi pusat perhatian karena tampilan mereka yang mencolok ditambah wajah keduanya yang rupawan. Menaiki lift menuju lantai teratas.


“Sayang tutup matamu.”


“Mau ngapain?”


“Jangan mikir macam-macam terus bisa nggak?”


“Makannya nurut aja sayang. Jangan ngeyel terus. “


“Iya ..,iyaa..,tuan besar yang bawel.” Walau protes Fiana tetap memejamkan mata di dalam lift


Ting


Suara lift terbuka


Fariz menggenggam tangan Fiana menuntunnya tepat di rooftop, malam ini sungguh cerah. Cuaca mendukung kejutan dan rencana Fariz. Bintang-bintang berhamburan menjadi atap kedua insan lawan jenis tersebut.


“Buka sayang.”


Hal yang pertama Fiana katakan “Ini ngapain aa kayak mau ngelamar aja.”


Duaaar

__ADS_1


Efek PMS Fiana membuyarkan suasana romantis di rooftop dekorasi bunga mawar yang menjuntai merambat di sekeliling rooftop. Mawar-mawar merah mengelilingi kursi tempat makan malam mereka membentuk hati dengan lilin berselang-seling.


“Sayang ini kejutan untukmu. Kamu tak suka?”


Fiana juga tak tahu mengapa kalimat pertama yang ia lontarkan itu. Padahal ia sangat terharu dengan pemandangan indah di depan matanya.


“Aa menyiapkan ini semua?”


“Iya ini aa yang menyiapkan. Kamu nggak suka yang?”


Fiana memeluk tubuh tinggi atletis Fariz. “Makasih aa, aku suka. Maaf membuatmu kesal hari ini.”


“Akhirnya ngaku seharian menyebalkan.” Protes Fariz. Fiana malah memukul dada bidang Fariz.


“Kita makan malam dahulu sayang. “ Fariz mengusap lembut punggung Fiana


Mereka makan malam romantis dengan menu spesial dan diiringi para penyanyi yang tiba-tiba datang. Membuat Fiana terpana dengan suasana malam romantis.


“Fariz menggenggam tangan Fiana yang duduk di hadapannya. “Berdirilah sayang.” Fiana mengikuti maunya Fariz. Fariz mengajak berdansa diiringi alunan musik secara langsung.


“Kenapa sayang?” Tanya Fariz yang melihat Fiana berkaca-kaca


“Terimakasih aa telah memberikan hal indah ini.”


“Ini tak seberapa sayang dengan keindahanmu. Dan ada satu hal lagi yang ingin aku tunjukkan?”


“Apa itu aa?”


Tiba-tiba Fariz berlutut dan membuka kotak merah kecil


Semoga suka ya dengan jalan cerita couple Fariz Fiana miss lagi agak buntu buat ke nih


Coba kasih miss masukkan dan semangatin miss di komen buat cerita aa Fariz Fiana 🤭


Kencengin LIKE, VOTE dan Hadiahnya


Novel CEO KEJAM PENOREN & PENYEMBUH HATI MENNUJU KLIMAKS TUH 🤭

__ADS_1


VOTE dan BUNGA nya gapapapa di sana 🤭


__ADS_2