
"Udah..udah sayang. Ayah ga ngapa-ngapain ibu." Nayla menghentikkan pergerakan tangan mungil Arga dengan memeluknya. Walau usia Arga sudah 10 tahun tapi wajah baby face putih, hidung mancung, pipi gembil blasteran dari ayah Orion, ia masih sangat manja, layaknya anak usia 7 tahun. Hal itu karena Arga anak dan cucu satu-satunya di keluarga Orion. Ia sangat dimanjakan, namun tak sombong.
Orion tersenyum dengan sikap Arga yang menurutnya posesif kepada Nayla seperti melihat dirinya dalam diri Arga. Ia bersyukur Arga menyayangi dan menerima Nayla menjadi ibu sambungnya.
"Ibu, lihat tuh kenapa ayah senyum-senyum?" Ujar Arga dengan suara lucunya menunjuk Orion yang sedang senyum-senyum dengan posisi tubuh bersandar di kepala ranjang.
"Ayah, iih kenapa?" Ujar Nayla menyentuh lengan Orion. Orion tersadar dari lamunannya masih dengan senyumnya.
"Kenapa, kenapa apanya? Ayah gak apa-apa, sayang. Udah yuk pada ambil wudhu. Kita sholat subuh berjama'ah."
"Ayo ibu." Arga menarik tangan Nayla
Merekapun sholat subuh berjama'ah. Setelah menunaikan ibadah, Nayla bergegas turun ke bawah menuju dapur. Ia berniat membantu pelayan menyiapkan sarapan. Arga membersihkan dirinya di kamar mandi miliknya. Dan Orion sibuk mengecek email di laptopnya.
"Bi, masak apa?"
"Eeh, non Nayla. Ini bibi cuman mau masak sayur kesukaan den Arga dan rendang kesukaan tuan Orion."
"Sini bi, biar Nayla bantu. Nayla mengambil afron lain yang tergantung di tempatnya."
"Aduh non, jangan ga usah nanti nyonya marah sama bibi. Ngebiarin non masak."
"Ga akan bi, saya yang akan tanggung jawab. Bibi tenang aja. Bibi bantu cuci sayur-mayur dan dagingnya aja ya. Biar Nayla yang masak." Ujar Nayla dengan ramahnya
"Iya, mangga atuh, non." Bi Eni pelayan di rumah Orion menjawabnya dengan senyum. "Alhamdulillah tuan Orion dapet istri yang baik, ramah, cantik sekarang mah ga kayak ibu Arga dan ibu Hanum." Dalam hati bi Eni.
Ketika Nayla sedang memasak hampir selesai, seperti biasa tangan besar milik Orion memeluk Nayla dari belakang.
"Mas, iih kebiasaan. Lepas lagi masak nih."
"Iya gak apa-apa. Adek masak aja, mas lagi mau peluk kamu,. Arga terus yang peluk.
"Ya allah mas cemburu sama anak sendiri. Nay gak leluasa mas buat gerak, nanggung nih sedikit lagi. Ga malu apa tuh di lihat bibi?" Ujar Nayla melihat ke arah bibi
"Tidak apa-apa non." Ujar bibi dengan senyum kikuknya melihat pemandangan Orion dan Nayla. Bibi yang peka dengan keadaan, tanpa pamot undur diri dari dapur.
Tanpa rasa malu Orion mengeratkan pelukkannya dan menelusupkan wajahnya ke ceruk leher Nayla, menghirup aroma tubuh Nayla. Orion tau leher adalah salah satu bagian sensitif Nayla, ia sengaja menelusupkan wajahnya ke sana. Nayla yang merasa geli menahan tak mengeluarkan suara d**s**n.
"Mas iih, jangan gini." Nayla berusaha menggerakkan kepalanya agar wajah Orion berhenti menghirup dan mencium ceruk lehernya.
"Mas iih nanti kalau ada yang lihat gimana? Adek maluuuu." Nayla merengek agar Orion berhenti dengan aktifitasnya.
__ADS_1
"Ayaaaah.....," teriak Arga dari ruang sekat antara ruang keluarga dan dapur
Orion yang mendengar teriakan dengan refleks berhenti dengan aktifitasnya dan Nayla dengan cepat mendorong Orion.
"Ayah kenapa sih ganggu Ibu Aga aja. Aga kan udah laper nunggu ibu. Eeh ayah malah ganggu ibu masak." Rengek Orion dengan lucunya dan pipi chubby yang digembungkan.
Orion yang merasa gemas dengan celetohen Arga, mendekat ke arah Arga dan menggendongnya. .
"Ayah lepasin, kenapa Aga digendong, Aga mau ke ibu."
"Engga boleh, kamu sama ayah duduk di sini. Tunggu ibu selesai masak, yang ada nanti ga selesai-selesai masaknya kalau kamu nempelin ibu terus." Orion membawa dan mendudukkan Arga duduk di meja makan menunggu Nayla selesai memasak.
Tak menunggu lama Nayla menyajikan hidangan sarapan pagi ini.
"Mas, Nay belum liat ibu. Ibu masih di kamar?"
"Engga, sayang. Ibu ke bandara dianter supir jemput ayah tadi dari subuh."
"Ya ampun mas kenapa ga mas aja yang jemput ayah. Kasian ibu subuh-subuh harus ke sana."
"Mas udah menawarkan diri, tapi ibu keukeuh mau jemput ayah, sayang." Ujar Orion dgan lembut "Dek, ko marah-marah terus sih? Kayak lagi PMS aja." Orion mengataknnya sambil terkekeh, melihat wajah Nayla yang terlihat kesal
"Emang kalau adek lagi behalangan kenapa mas?" Nayla merespon ucapan Orion dengan senyum memperlihatkan giginya, merasa puas dengan ekpresi Orion yang tiba-tiba berubah.
"Sedih amet mas, hahaha." Nayla tertawa kecil melihat wajah Orion yang terlihat kecewa.
"Serius dek, kamu halangan?"
"Hahaha belum mas untuk bulan ini." Naynia menjawab pertanyaan Orion dengan senyum manisnya. Ekpresi Orion langsung berubah menjadi bahagia.
"Ayah sedih kenapa? Ibu ga ngapa-ngapain ayah juga pake sedih." Ucap Arga yang sibuk dengan makanan di piringnya.
"Ayah sedih, karena semalam ada yang ganggu tidur ayah dan ibu." Jawab Orion dengan terkekeh mengelus rambut Arga yang makan di sebelahnya.
"Biarin, ayahkan sebelumnya berduaan dulu sama ibu. Arga baru kemarin ketemu ibu."
"Mas, udah aah." Nayla menghentikkan perdebatan ayah dan anak tersebut. "Udah ya, pada makan jangan sambil bicara, makan yang lahap ya sayang." Ujar Nayla dengan mengelus kepala Arga
Tanpa ada yang berbicara lagi, mereka sarapan dengan tenang. Hanya suara garpu dan sendok yang terdengar. Setelah sarapan mereka duduk di ruang keluarga. Bersantai dengan dessert puding buatan Nayla.
"Sayang, jam 10.00 mas mau ajak kamu dan Arga ke suatu tempat ya?"
__ADS_1
"Kemana mas?"
"Rahasia, sayang."
"Ayah mau ajak Aga dan jalan-jalan??"
"Ada tempat yang pengen Aga kunjungi?"
"Ada, yah?"
"Dimana itu?"
"Dufan yah, Aga pengen kesana. Temen-temen Aga di jogja bilang mereka suka main ke Dufan kalo ke Jakarta. Aga sering di sini di rumah oma opa tapi ga pernah ke sana." Adu Arga dengan cerewetnya.
"Ok, kita ke dufan ya"
"Asyiiik, makasih ayah." Arga memeluk Orion yang sedang duduk di sebelahnya
"Serius mas, mas mau ajak kita ke dufan?"
"Iya, sayang. Mas tadinya mau ajak ke suatu tempat
tapi karena Arga mau kita ke dufan, mas pikir sepulang dari sana mas ajak kamu dan Arga ke tempat itu."
"Memang ga akan kemaleman mas?'
"Engga akan insya allah."
"Ya sudah ayo sayang kita siap-siap." Nayla mengajak Arga untuk bersiap-siap
Pasti kesel yaa sama miss??? Kapan part malam pertama couple NaRi nih??? Katanya miss bertele-tele
Miss pernah bahas ko kenapa miss ga bisa up bab malam pertama di bab dekat-dekat ini. Karena memang ada aturan yang tidak memperbolehkan jarak bab 21 plus plus berdekatan.
Ditambah missnya kan pemula banget nih, masih belajar nih tentang aturan-aturan bikin novel
Jadi mohon maaf yaa, mohon dimaklum missnya masih banyak salah-salahnya.
Jadi mohon nikmati alurnya ya, semua cerita bab mengalir begitu saja.
Biar otak miss ga mentok nih tinggalin LIKE, VOTE dan kasih komen masukkannya juga dong 🤭
__ADS_1
Btw makasih loh kalian nungguin bab per bab novel miss dan masukkannya 🙏🏻🥰🤗
Love gedee dari miss nayla yang belum berkeluarga 😘😘😘