
Fiana keluar dari kamar dengan bathrobe dan handuk melilit di kepalanya. Sudah tiga puluh menit Fariz menunggunya.
“Sini biar aa yang keringin.”
“Sudah punya wudhu aa.”
“Baiklah,” Fariz yang beranjak bangun dari sofa duduk kembali membiarkan Fiana mengeringkan rambutnya di depan meja rias. Menahan gairah yang sudah ia tahan
Fiana pun berusaha biasa saja padahal dirinya sangat grogi untuk malam ini. Malam yang dinantikan seluruh pengantin baru setelah acara yang sakral dan indah.
“Sudah aa mau berjamaah dahulu.”
“Iya sayang.” Fariz berdiri memulai sholat berjamaah di ruangan sebelah kanan walk in closet, ternyata ada ruangan khusus untuk musholla. Mereka berjamaah, berdoa bersama dan mengaji sebentar. Lalu saat Fiana melipat mukena mengembalikkan ke tempatnya. Fariz yang sudah melepas sarungnya. Langsung melingkarkan kedua tangan di perut Fiana memeluk dari belakang.
“Sayang aku menginginkanmu malam ini, siapkah?” Tanya Fariz berbisik di daun telinga Fiana
Fiana hanya mengangguk. Fariz mulai menarik tali bathrobe di bagian perut Fiana, melepaskannya begitu saja. Membalikkan tubuh Fiana. Pakaian yang Fiana gunakan membuat mata Fariz terbelalak.
Fariz tak berpikir Fiana berani menggunakan lingerie di hadapannya ternyata Fiana pintar membuat dirinya menelan salivar karena tubuh rampingnya memiliki bagian bola dada yang cukup berisi dan lekuk tubuh yang menggodanya.
Fiana sendiri menundukkan pandangannya karena jujur ia sangat malu Fariz menatapnya intens seperti itu dengan pakaian yang tak pernah sekalipun ia gunakan.
Lingerie yang ia gunakan adalah pakaian yang disiapkan oleh sang mamah mertua Nayla dan mamahnya Andara. Saat Fiana mau membawa pakaiannya di koper semua isi pakaian di koper berubah menjadi lingerie. Tak satupun pakaian miliknya berada. Terpaksa Fiana mengenakan itu.
Fariz yang tak tahan melihat keindahan tubuh sang istri yang memiliki kulit khas Indonesia kuning langsat bersih dan mulus berlekuk tubuh sempurna di matanya dengan dua bola berisi menantang pandangannya. Dengan perlahan mendekatkan wajah ke wajah Fiana yang menunduk dengan dagu di angkat oleh satu tangannya.
__ADS_1
Cup
Dua bibir saling bersentuhan. Walau beberapa kali mereka lakukan sebelum menikah, namun efek sengatan yang dirasakan setelah ikrar terucap sangatlah berbeda.
Desiran hangat di hati keduanya membuncah menginginkan hal lebih. Fariz me* lum* at, me* nye* sap, menjelajahi seluruh mulut Fiana dengan rakus. Kali ini Fiana tak memberontak apalagi menolak ia membiarkan Fariz melakukan ciuman yang sangat dalam, menikmatinya. Dan mulai membalas pangutan Fariz dengan mengalungkan kedua tangan di leher Fariz.
Kedua tangan Fariz bermain di punggung Fiana memberikan sentuhan asing yang membuat Fiana melenguh di tengah pangutannya. “Aah aa..,” suara merdu Fiana yang tak tahan dikeluarkannya walau sudah ditahan saat tangan Fariz meremas gunakan sintal bo* k* ongnya.
“Kamu sek *si wanitaku.” Ucap Fariz menyatukan keningnya, keduanya sedang menghirup oksigen di sekitarnya setelah ciuman yang menggairahkan
“Aah aa..,” Wajah Fiana memerah merasakan hal asing yang semakin membuncah karena sentuhan kedua tangan Fariz dibelakang tubuhnya. Fiana sampai mengenadahkan kepalanya karena rasa sentuhan itu membuat ia melayang
Fariz menjadikan kesempatan itu untuk mengecupi leher jenjang Fiana yang telah menggodanya sejak tadi. Menghirul aroma di leher jenjang, mengecupi ,dan memberi tanda kepemilikan. Hal itu semakin membuat Fiana mengeluarkan suara merdu yang membangunkan burung Rajawali milik Fariz. "Aah..,aah..,"
Apa yang dilakukan Fariz di dua bola sintalnya membuat kaki Fiana mulai melemas dan sangkarnya mulai basah. Fariz sengaja melakukan pemanasan dalam keadaan berdiri untuk merangsang tubuh Fiana yang pertama kalinya melakukan hal intim. Fariz menggendong Fiana yang sudah polos ke ranjang. Menurunkan secara perlahan dan menindihnya.
“Kamu cantik sayang.” Ucap Fariz dengan tersenyum hangat, Fiana hanya terseyum menundukkan pandangan tak ingin menatap manik mata Fariz yang berbeda. Sorotan mata mendamba dan menginginkannya
“Aah.,,aa...,” Fiana mendesah dengan perlakuan agresif Fariz di dua buah bola dadanya menyesap bergantian dengan bibirnya dan kedua tangan tak tinggal diam memainkan bo*kong dan pangkal pahanya. Sang sangkar semakin basah. Fiana juga merasakan selaras panjang yang mengeras di pangkal oahanya menggesek gesek pahanya
“Sayang aku ingin..”
Fiana hanya mengangguk menyetujui apa yang Fariz inginkan kedua tangannya mengarahkan selaras panjang si burung rajawaki ke sangkarnya.
Jleb saat sang rajawali memasuki sangkarnya Fiana mencengkram punggung Fariz, Fariz membuat Fiana nyaman dengan mengulum bibir seksinya.
__ADS_1
“Aah aauuw..,” Fariz tahu hal itu yang pertama untuk Fiana dan dirinya, ia merasakan cairan merah keluar dari sangkar Fiana yang meremas miliknya
“Aah sayang milikmu sangat sempit..aah meremas kuat milikku..aah sangat nikmat sayang.” Fariz memaju mundurkan miliknya
Fiana sudah mencapai puncaknya lebih dahulu sedangkan Fariz masih memaju mundurkan miliknya dengan bibir dan tangan yang tidak tinggal diam membuat Fiana tak berhenti mende* sah karena ulah agresifnya, bahkan mulai terdengar sangat parau serak dan mulai lemah. Fariz melakukan beberapa kali hingga mencapai puncak beberapa kali. Mengeluarkan lahar hangat di rahim Fiana.
“Aaah..," mereka mencapai puncak bersama. Fariz mengeluarkan lahar hangatnya ke sekian kali dalam rahim Fiana. Fiana pun merasakan kehangatan sang lahar dari rajawali Fariz.
“Terimakasih sayang kamu menjaga kehormatanmu hanya untukku. Aku mencintaimu Fiana Arsyila Hardiardjo."
Fiana yang sudah dibuat kelelahan hanya mengangguk dengan tersenyum hangat. Fariz memnbawa tubuh polos Fiana ke dekapannya. Walau keringat membasahi keduanya namun dekapan Fariz membuatnya semakin nyaman dan terlelap.
“Aku tak akan berjanji untuk menjadi orang yang sempurna untukmu, tapiku pastikan kamu bahagia hidup bersamaku. Tak kan ku biarkan kamu menangis karena kesedihan akan ku buat kamu menangis karena bahagia bersamaku. Wanitaku, istriku dan calon ibu anak-anakku. Semoga benihku segera tumbuh di rahimmu.” Fariz mencium pucuk kepala Fiana dan mengelus surai legam panjangnya
Gimana gimana malam syurgawi Aa Fariz dan Fiana cukup ada peningkatan dari malam pertamanya pasangan Nayla Orion kan??
Kurang feelnya kah? Pasti lebih suka yang di novel CEO KEJAM PENOREH & PENYEMBUH LUKA yaa???
Kenapa coba beda? Karena di sana tak menyebutkan keyakinan couple Dania 🤭
Coba komen pembaca setia miss 🤭
Jangan lupa kencengin LIKE, VOTE, BUNGA nya dong 🤭🙏🏻
Follow instagram miss juga di @missnayla93
__ADS_1