
Sudah dua bulan berlalu dari pertama kali Nayla dan Orion melakukan hubungan intim tanpa pengaman. Setelah itu mereka rutin melakukannya namun Nayla masih belum menggunakan kontrasepsi apapun lagi. Hanya saja setelah kejadian itu Orion terus menggunakan pengaman tiap kali menyentuh Nayla atas permintaan Nayla.
Namun akhir-akhir ini sikap Nayla sangat manja dan mellow saat bangun tidur sebelum Orion ke Perusahaan dan sebelum tidur malam harinya. Waktu di luar itu sikap Nayla normal kembali.
Pagi ini saja Nayla yang biasa terbangun jam setengah empat tidak langsung bangun tapi malah menganggu tidur Orion dengan memberikan kecupan-kecupan di seluruh wajah Orion.
“Sayang mas ngantuk, hentikkan.” Nayla yang merasa ditolak tiba-tiba menangis terisak. Orion yang mendengar isakan Nayla membuka matanya seketika. “Sayang kenapa?”
“Mas sudah nggak cinta aku? Kenapa nggak mau dicium.” Ucap Nayla dengan terisak yang mendengar Nayla terisak seperti itu pasti terdengar sangat menyayat. Nayla menangis dengan isakan yang terdengar cukup menyakitkan padahal hanya karena Orion meminta menghentikkan kecupan bukan menangis karena KDRT. Orion benar-benar heran dengan ucapan Nayla darimana Nayla berpikir dirinya tak mencintainya lagi sedangkan setiap harinya Orion selalu saja menghubungi Nayla dan bahkan menyentuhnya jika ada kesempatan walau seringnya dengan waktu singkat karena sebelum ketiga anaknya memanggil mereka.
“Hey sayang, kenapa bilang seperti itu. Mas hanya mengantuk bukan tak ingin kamu cium.” Orion memegang kedua bahu Nayla menghapus air mata di pipi Nayla.
Cup..cup..cup..
Kali ini bukan Nayla yang mengecup tapi Orion memberikan kecupan-kecupan di wajah Nayla.
“Hentikkan yah ibu sudah tak mau.” Nayla mendorong dada bidang Orion. Nayla benar-benar membuat Orion melongo dengan peurubahan emosi yang drastis tadi menangis terisak dan sekarang tiba-tiba menolak kecupannya berlalu ke kamar mandi
“Sayang kamu baik-baik saja?” Tanya Orion dengan sedikit berteriak karena Nayla sudah masuk ke kamar mandi. Perubahan emosi Nayla sangat membuat Orion heran bin ajaib. Tadi menangis dan sekarang ketus. Entahlah Orion yang masih mengantuk melanjutkan tidurnya kembali hingga pukul lima saat sholat subuh berjamaah dengan Nayla.
Setelah Orion sudah siap dengan kemeja dan jasnya tinggal dipasangkan dasi oleh Nayla. Nayla menaiki kursi khusus saat memasangkan dasi dengan tiba-tiba memeluk Orion, mencium ceruk leher dan memberi tanda kepemilikan di sana. Lagi-lagi Orion melongo dengan apa yang Nayla lakukan.
“Sayang ayahkan mau pergi kerja, kenapa memberi tanda di leher. Hari ini ada meeting juga.”
“Jadi ayah nggak suka ibu kasih tanda kepemilikan? Bahkan ayah sering gitu sama ibu.” Ucap Nayla dengan ketus sambil memasangkan dasi tanpa menatap Orion
“Bukan gitu sayang, ayah malu karena ini kan klientnya wanita jika pria mereka pasti paham. Ayah lakukan ke kamu karena kamu menggunakan hijab jadi nggak mungkin ada yang lihat. Nah ayah terpampang jelas sayang.”
__ADS_1
“Oh ayah malu apalagi ini wanita? Jadi ayah nggak mau kalau klient ayah ini tahu bahwa ayah sudah punya ibu?”
“Ya Allah salah lagi.” Batin Orion. “Bukan gitu sayangnya ayah, ya sudah ayah pergi ya.” Orion yang serba salah daripada harus meladeni Nayla dan mengucapkan yang salah lagi dan berkahir perdebatan panjang memilih pergi. Soal tanda yang Nayla berikan biar Orion pikirkan di kantor. Orion seperti biasa memeluk dan mencium kening Nayla sebelum pergi.
**
“Ga, ada plaster ga?” Tanya Orion kepada Dirga yang sedang sibuk di depan macbook di sofa ruangannya sebelum meeting
“Ada tuan saya ambilkan.” Dirga bergegas ke pojok ruangan membuka kotak P3K. “Ini tuan.” Dirga tak bertanya untuk apa namun memperhatikkan apa yang dilakukan sang tuan. Orion memotong plaster sedikit dan menempelkannya di leher yang ada tanda kepemilikan Nayla. Dirga yang melihat itu hanya menahan senyumnya.
“Kalau mau tertawa tertawa saja Ga. Nggak usah ditahan “
“Maaf tuan.”
“Tidak apa-apa saya sedang heran saja dengan tingkah Nayla akhir-akhir ini. Kadang manja kadang mudah menangis kadang ketus.”
Dirga yang lebih tak pahampun hanya mendengar curahan hati sang tuan. Bagaimana Dirga paham jika dirinya saja masih menjomblo.
**
Suara deru mobil memasuki halaman rumah. Tanpa menunggu Orion masuk Nayla membuka pintu dan menabrak tubuh Orion yang baru saja turun dari mobil. Nayla tak menggunakan hijabnya hanya menggunakan midi dress rumahan lengan pendek. Di didalam kediaman saat malam hari Nayla memang tak menggunakan hijab karena tak ada keamanan laki-laki. Namun karena kerinduan Nayla kepada Orion Nayla tak sadar keluar dengan keadaan tanpa hijab. Sedangkan di halaman banyak keamanan yang semuanya laki-laki menjaga keamanan di shift malam.
Orion yang ditubruk tubuhnya membalas pelukan Nayla. Tapi masih dengan keterkejutannya dengan pakaian rumahan Nayla, ingin rasanya Orion marah namun tak sampai hati. Jadi daripada Orion marah kepada Nayla Orion lebih baik memperingati anak-anak buahnya.
“Tundukkan wajah kalian, jangan ada yang menatap istri saya dan hadapkan tubuh kalian berlawanan dengan keberadaan saya.” Titah Orion kepada seluruh keamanan yang berada di halaman yang melihat ke arah datangnya Nayla hingga berada dipelukannya. Orion membuka jasnya menutupi kepala Nayla yang tak berhijab dan jas besar Orion menutupi sebagian tubuh atas Nayla. Orion tak ingin siapapun melihat atau menikmati kecantikan istrinya. Orion menggendong Nayla ala bridal dengan langkah cukup lebar dan menutup pintu. Nayla yang berada di gendongan Orion malah menikmati harum tubuh Orion. Entahlah akhir-akhir ini Nayla menyukai harum tubuh Orion sepulang kerja. Orion menurunkan Nayla saat di kamar mereka..
“Sayang kenapa keluar dengan pakaian seperti ini? Ayahkan sudah bilang tidak usah menunggu ayah.”
__ADS_1
Nayla bukannya menjawab Orion malah memeluk kembali Orion dan menciumi harum tubuh Orion.
“Ibu suka wangi tubuh ayah saat pulang kerja.” Lagi-lagi Orion melongo dengan respon Nayla
“Sayang seharian ini ayah belum membersihkan diri. Lepas dahulu ya. Ayah mandi dahulu.”
“Enggak..nggak mau yah.” Nayla tetiba terisak kembali seperti pagi
“Sssuutt sayang kenapa menangis?”
“Ibu merindukan ayah, ibu ingin mencium harum tubuh ayah. Tapi ayah pulang terlambat.”
Orion pun memeluk Nayla mengelus surai dan punggung Nayla.
Ayah juga merindukanmu sayang. Sudah jangan menangis. Ibu kenapa sering menangis. Ayah nggak bisa lihat ibu menangis gini, sudah ya. Ayah nggak akan membersihkan tubuh dahulu yuk istirahat. “ Kali ini Orion merasa ada yang salah dengan perubahan sikap Nayla namun Orion akan mengingatnya setelah Nayla terlelap.
Kan miss ga boong CRAZY UP hari ini TRIPLE UPDATE loh 🤭
Tadinya mau bikin kejutan di episode ini eeh tapi kepanjangan miss bagi dua yaa
Tunggu updatenya
BTW miss mau nanya nih kalian mau miss buat novel skuel anak couple NARI (Nayla Orion) ga?
Kalau mau Fariz dulu atau Freya dulu????
Miss tunggu komennya ya ntar miss spoiler sedikit ceritanya 😂🤭🤣
__ADS_1
Eeh tapi KENCENGIN LIKE, VOTE, dan 🌹 dong misstizenku zheyenk 🥰🤗🙏🏻
Dan Ramaikan Novel kedua miss yaa "CEO PENOREH & PENYEMBUH LUKA" 🤭