
Setelah kepulangan Nayla sore hari ke kediaman. Orion masih berdiam di ruang kerja di perusahaan. Jam menunjukkan pukul 00.18 malam.
Orion tak habis pikir setelah sekian lama mantan istri pertama menuntut mengambil hak asuh Arga. Orion merasa ada yang tidak beres mengapa Belinda tiba-tiba meminta hak asuh Arga.
Bagi Orion Nayla dan Arga adalah kehidupannya. Ia tak bisa melepaskan Arga untuk siapapun, Arga lah pelita hidupnya saat ia harus dikhianati Belinda dan ketika ia harus merelakan Nayla demi bertanggung jawab kepada Hanum.
Walau Orion tidak selalu ada di sisi Arga setiap harinya, tapi ia selalu memberi keamanan dan kenyamanan untuk Arga. Ditambah keluarga Orion yang sangat menyayangi dan mencintai Arga yang merupakan cucu satu-satunya sebelum kehadiran bayi yang di kandung Nayla.
"Dirga, ke ruangan saya." Orion memanggil Dirga melalui sambungan telefon dari ruangannya.
"Baik, tuan." Tak berselang lama Dirga masuk ke ruangan Orion
"Dirga cari tahu apa yang sebenarnya diinginkan Belinda. Mengapa setelah sekian lama ia menuntut hak asuh Arga?"
"Baik, tuan. Tuan apa sebaiknya tuan pulang, sudah sangat larut. Mungkin nyonya muda menunggu tuan." Dirga mengingatkan Orion secara halus, Dirga sangat mengenal Orion disaat orang yang tersayangnya diganggu ia akan menaruhkan kehidupannya demi melindungi orang tersebut, yabg terkadang melupakan hal penting lain.
Ok, pergilah. Orion baru teringat ia belum menghubungi Nayla setelah kepulangan sore tadi. Ia tak memegang gawai sama sekali dari sore. Saat membuka gawai, ada beberapa pesan dari Nayla.
"Ayah jangan lupa makan malam, sayang."
Pesan pertama yang dikirim Nayla 18.00
"Yah, baru beberapa jam anaknya sudah kangen ayah saja." Nayla mengirimkan pesan kedua dengan gambar perutnya yang semakin membesar dengan posisi tiduran. Pesan kedua dikirimkan Nayla pukul 21.15. Nayla mengirimkan pesan lagi setelah jarak pesan pertama, ia mencoba memahami posisi dan perasaan Orion yang membutuhkan waktu, tapi Nayla juga tak tahan akan rindu yang menyiksanya. Perut Nayla yang terbiasa di elus sebelum tidur oleh Orion dan selalu tidur dalam pelukan Orion sangat merindukan sentuhan Orion. Untuk itu Nayla mengirim pesan kembali.
Jam menunjukkan 22.00 tapi Orion tak kunjung membaca pesan. Nayla mencoba menelefon beberapa kali, namun tak ada jawaban.
Untuk itu ia mengirim pesan ketiga.
"Ayah." Pesan ketiga
__ADS_1
"Ayah masih sibuk ya?" Pesan keempat
"Ayah sedang apa?" Pesan kelima
"Sayang," pesan ke enam
Karena tak masih ada jawaban Nayla yang sangat tersiksa merindukan Orion dikarenakan hormon kehamilannya yang membuat semakin sensitif, membuat Nayla menangis. Nayla pun mengirimkan voice note
"Ayah, maafkan ibu yang egois. Ibu mengganggu waktu ayah yang ingin sendiri dahulu. Tapi anaknya merindukan ayah hiks...hiks..., ibu juga sangat merindukan ayah hiks..hiks..." Nayla mengirim voice note kepada Orion dengan menangis, ia tak tahan dengan rindu yang menyiksa dan tangisannya pecah semenjak menahan tangisan dari sore ketika Orion menyuruh Nayla pulang. Nayla menahan rasa sesak di dada, walau Orion menyuruh pulang dengan halus dan lembut. Hati Nayla yang sangat sensitif di masa kehamilan merasa ucapan Orion menusuk relung hati Nayla. Nayla pikir Orion tak menginginkan dirinya di sisi Orion saat ia kesulitan.
Orion yang diingatkan Dirga baru membuka gawainya. Betapa banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari Nayla. Orion membaca satu-satu pesan dari Nayla dan terkahir mendengarkan VN yang dikirim Nayla. Hati Orion semakin sesak tanpa ia sadari sikapnya menyakiti Nayla. Orion bergegas membawa jas dan kunci mobilnya pulang ke kediaman tanpa mau merepotkan Dirga yang sudah setia menunggu hingga larut.
"Tuan, biar saya yang menyetir." Dirga menghalangi jalan Orion yang akan memasuki lift.
"Tidak usah Dirga. Pulanglah. Terimakasih sudah menunggu saya."
"Dirga, kemudikan dengan kencang. Mungkin Nayla belum bisa tidur masih menunggu saya. Saya melukai hatinya, Ga." Orion memijat pangkal hidung dengan menyandarkan kepala di kursi belakang kemudi Dirga.
Dirga hanya mendengarkan ucapan Orion.
"Nayla, anak kami dan Arga semuanya kehidupan saya, Ga. Saya tak mau berpisah dari mereka. Percepatlah kerja sama kita dengan perusahaan besar di negara xxx, Ga. Agar saya lebih leluasa melindungi Nayla dan Arga dari keluarga Belinda dan ancaman Hanum." Orion berpikir penuntutan hak asuh Arga atas permintaan keluarga Belinda, ia berpikirr seperti itu karena setahunya anak Belinda dari selingkuhan dulu seorang perempuan. Orion tahu karena enam bulan sebelum kelahiran bayi kedua Belinda ia menjaga Belinda dan bayinya.
Orion menceraikan Belinda karena ternyata Belinda selingkuh di belakangnya dengan salah satu CEO properti, yang merupakan teman satu universitasnya dahulu. Cinta pertama Belinda. ia mengandung anaknya. Untuk menutupi kesalahan Belinda mengatakan jika anak kedua yang dikandungnya adalah anak Orion. Saat Orion mengetahui kebenaran jika bayi kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan bukan anaknya dari hasil tes DNA yang diam-diam Dirga lakukan. Orion menceraikan Belinda, ia sangat hancur merasa dikhianati, setelah seluruh hati dan hidupnya ia curahkan untuk Belinda.
Orion berpikir keluarga Belinda menginginkan anak lelaki untuk menjadi ahli waris perusahaan keluarganya. Untuk itu Belinda menuntut hak asuh Arga.
Saat sudah sampai di kediaman Orion berlari memasuki rumah. Ia masuk ke kamar utama. Betapa kaget melihat keadaan Nayla
Menangis terduduk di atas ranjang dengan mengelus perut yang terbuka. Dengan rambut tergerai menutupi sebagian wajah Nayla. Sesak, sakit Orion melihat pemandangan menyayat hati tersebut, sebuah kebodohannya menyakiti hati wanita yang sedang mengandung anaknya. Orion tahu setiap malam Nayla merasakan ketidaknyamanan sebelum tidur karena anaknya yang dikandung sang wanita. Ia malah tak ada di sisi Nayla saat-saat Nayla membutuhkan kehadirannya.
__ADS_1
Orion langsung naik ke ranjang memeluk Nayla.
"Maafkan ayah, sayang." Orion merengkuh Nayla dalam pelukannya
Nayla mengeluarkan tangisannya. "Anak kita sangat merindukan, ayah hiks...hiks...,"
"Ibunya nggak merindukan ayah?" Orion mencoba mencairkan suasana dengan menggoda Nayla dengan terkekeh. Nayla memukul dada Orion yang tak berarti apa-apa untuk Orion.
"Ibu juga hiks..sangat merindukan ayah hiks...jangan tinggalin ibu lama-lama hiks..." Nayla mengutarakan isi harinya kepada Orion
"Maaf...,maafkan ayah sayang. Ayah janji ga akan seperti ini lagi. Ayah juga tersiksa sayang melihat ibu seperti ini. Maafkan ayah ya?" Orion merenggangkan pelukan menatap mata sembab Nayla. Nayla mengangguk tanda memaafkan Orion
Orion mengecup kening, mata kiri kanan, hidung dan terakhir bibir Nayla memberi ciuman dalam. Ia merindukan bibir kenyal, berisi Nayla setelah beberapa jam tak bertemu.
Nayla tiduran di paha Orion dengan Orion yang mengelus perut Nayla. Nayla yang merasa nyaman dan hangat dengan sentuhan Orion di perutnya akhirnya tertidur di paha Orion
Orion pun menatap lekat Nayla yang sedang tidur dipangkuannya.
"Maafkan ayah sayang, maafkan ayah ya baby buat ibu kamu bersedih." Orion meminta maaf kepada Nayla dengan mengelus surai legam panjang Nayla dan mengelus perut Nayla meminta maaf kepada bayi dalam kandungan Nayla
Bingung ga kenapa saya beri ilustrasi gambar perut Nayla yang baru jalan 4 bulan tapi udah kayak 6 bulan???
Tunggu kejutan setelah ini, beri mis LIKE & VOTE nya atuh jangan lupa ramaikan KOMEN juga.
Serius miss bakal double up perhati kalau LIKE & VOTE nya kenceng
cara VOTE dari voucher yang kalian dapat per minggu ya. Please dukung miss untuk double up ðŸ¤
Do'akan di real life miss nih diperlancar proses miss bersamanya miss juga ingin meyiit wkwkwk angger si miss nyaak curcor wae 😅🤣
__ADS_1