
Fariz ingin melamar secara resmi Fiana. Tapi ia akan membuat kejutan dengan datang ke kediamannya bersama sang ayah, Orion dan sang ibu, Nayla.
"Tumben anak ibu satu ini manggil ayah dan ibu ke ruang kerjamu. Pasti ada maunya ya?" Tatap selidik Nayla
"Begini ayah ibu, mungkin ini terdengar tergesa-gesa. Fariz juga masih berusia 23 tahun. Tapi itikad dan tekad Fariz sudah yakin akan keputusan Fariz. Fariz ingin menyampaikan kepada ibu dan ayah. Fariz ingin melamar Fiana menjadi pendamping hidup Fariz."
"Serius kamu nak?" Tanya Nayla dengan mata berbinar-binar, usahanya menyatukan Fariz dan Fiana berhasil secepat itu. Analisis Nayla tepat bahwa Fariz memang mencintai Fiana terhalang gengsi sejak masa remaja mereka
"Serius bu."
"Jika kamu yakin akan keputusanmu lakukan dengan benar. Buat lamaran secara resmi nak.
"Iya yah Insya Allah Fariz yakin dengan keputusan Fariz. Fariz tak ingin menjalin hubungan pacaran. Fariz ingin segera menghalalkan Fiana. Fariz seorang lelaki normal, tak ingin melebihi batas jika godaan datang. Untuk menghindari hal yang diinginkan."
"Ralat tak diinginkan Fariz." Nayla mendelik dengan ucapan Fariz yang di buat bercanda
"Hahaha iya iya bu yang tak diinginkan."
"Kamu ini lagi bicara serius masih saja bercanda." Orion geleng-geleng kepala dengan tingkat anak pertamanya dari Nayla yang kadang membuat lelucon saat serius
"Maaf maaf yah ibuku sayang. Intinya Fariz meminta restu ayah dan ibu. Fariz ingin melamar Fiana secara resmi walau hanya keluarga kita saja. Setelah melamar secara resmi baru Fariz ingin ayah ibu dan kedua orang tua Fiana yang menentukkan tanggal lamaran dan pernikahan secara resmi dan terpublikasi."
"Baiklah nak, kamu ingin kita datang kapan menghadap keluarga Fiana."
"Lusa saat Weekend yah. Fariz ingin membuat kejutan tanpa Fiana tahu. Fariz juga ingin meminta tolong ibu untuk sampaikan niatan Fariz ke tante Andara tanpa Fiana tahu."
"Baiklah nak. Ibu akan menghubungi tante Andara. Semua yang dibutuhkan perlu ibu bantu."
Fariz menggeleng. "Tidak usah bu, Fariz ingin mempersiapkannya dengan tangan Fariz ini baru melamar secara keluarga kecil kita saja. Belum lamaran resmi. Jadi tidak terlalu banyak persiapan."
"Baiklah nak. Ayah dan ibu hanya bisa merestui, mendukung dan mendoakan itikad baikmu." Ucap Orion dengan bijak
"Freya gimana dia kan masih di Jepang."
"Biar Fariz yang hubungi Freya yah, bu. Nanti Fariz siapkan jet pribadi untuk Freya datang ke sini jika ia bisa menghadiri."
"Baiklah nak. Ibu serahkan semua padamu."
__ADS_1
"Terimakasih yah bu telah merestui dan mendukung niat baik Fariz."
"Iya sayang." Nayla memeluk tubuh atletis Fariz
**
Keesokkan harinya
"Elang ke ruanganku." Suara bariton Fariz dari telepon ruangannya
"Baik tuan."
"Mengapa pekerjaan Fiana banyak sekali hari ini aku belum melihatnya. Kenapa dia yang harus ke lantai 104?"
"Nona Fiana mengantarkan dokumennya langsung ke masing-masing direksi untuk rapat sore ini tuan."
"Panggil dia ke ruanganku sekarang juga. Aku menggajinya untuk ada di ruanganku. Mengapa tugas hal seperti itu saja dia turun tangan. Apa gunanya staff lain?"
"Baik tuan." Elang meminta resepsionis memanggil Fiana untuk segera datang ke ruangan Fariz.
"Apa yang kamu lakukan di luar ruanganku?"
"Aku mengirimkan dokumen kepada direksi-direksi untuk rapat sore ini aa."
"Kamu mau aku memecat staff yang bertugas melakukan hal yang kamu lakukan?"
"Maksud aa?"
"Tugas yang kamu lakukan sudah ada bagiannya. Mengapa kamu harus turun tangan melakukan yang bukan tugasmu?"
"Ya ampun aa, kerjaanku sudah selesai. Aku hanya bosan, jadi aku bantu staff membagikan dokumen sambil berkeliling kantor. Selama aku di sini aku belum keliling perusahaan ini. Jadi sekalian."
"Sudah kelilingnya, memang apa untungnya kamu keliling? Ini kantor bukan mall. Cukup hari ini kamu keluar ruangan jika tidak bersamaku."
"Maksudnya?"
"Seperti yang aku katakan pada Keyla kamu sekretaris pribadiku. Dan kamu Elang cari sekretaris satu lagi untuk tugas utama seorang sekretaris. Apapun yang berhubungan langsung denganku cukup melalui kamu. Dia tidak diizinkan masuk ruanganku."
__ADS_1
"Aa kalau aa cari sekretaris baru terus tugasku apa?" Tanya Fiana yang kesal dengan sikap Fariz
"Tugasmu hanya melayaniku, sudah ku bilang kamu sekretaris pribadiku."
"Coba katakan apa tugas sekretaris pribadimu." Tanya Fiana
"Keluarlah Elang, laksanakan tugasmu mencari sekretaris baru." Fariz merasa malu harus menjawab pertanyaan di hadapan Elang tapi dengan wajah sedatar dan sedingin mungkin untuk mempertahankan wibawanya.
"Baik tuan. Permisi." Elang menunduk pada Fariz dan Fiana. Setelah Elang keluar barulah Fariz melanjutkan perdebatannya dengan Fiana
"Tugas sekretaris pribadi cukup layani kebutuhanku, queendy. Kamu tak perlu bekerja terlaku keras. Cukup melayaniku, mengatur pemasukkan dan pengeluaran keuanganku."
"Apaan itu tugas seorang istri bukan sekretaris!"
"Memang, aku memberimu kesempatan untuk berlatih menjadi nyonya Fariz."
"Ya Allah aa berlebihan sekali. Apa kata karyawan lain kalau tahu tugasku seperti tugas seorang istri ? Kalau begitu aku nggak usah bekerja."
"Iya memang kamu tak usah bekerja. Cukup duduk cantik menemaniku bekerja, melayani kebutuhanku, atur keuanganku dan nikmati hasil dari kerja keras lelakimu ini" Ucap Fariz dengan gayanya dan senyum yang selalu terlihat di hadapan Fiana saja. Karena Fariz sebelas dua belas dengan Orion hanya memperlihatkan sikap hangat dan senyumnya kepada orang-orang terdekat saja.
"Nggak mau aa pokoknya aku nggak mau. Aku pasti bosan aa."
"Nggak akan sayang. Aa kasih kamu kerjaan bantuin aa deh. Gimana?"
"Memang bantu apa?"
"Bantu energi aa selalu on?" Fariz menaik turunkan alisnya sebelah
Fiana mengernyitkan dahi. "Apa sih aa nggak jelas?"
"Sudahlah lupakan. Pokoknya kamu harus selalu ada di sisi aa. Jika aa ada meeting kemanapun kamu ikut."
Miss ngemis poinnya nih buat hadiah 🌹 sok atuh geuraa 🤭 please 😅🙏🏻
KENCENGIN LIKE, VOTE dan ramaikan komennya juga 🤭
Yang mau lihar reels pertama Nayla Orion di inst*agr*am follow akun Ig miss -> missnayla93 ok 🥰
__ADS_1