Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
83. Berbahagia di Atas Kekacauan


__ADS_3

Nayla dan Orion masih menikmati hari-harinya. Terkadang Nayla yang sedang memasak dibantu Orion, walau yang terjadi hanya kekacauan. Karena Orion tidak bisa memasak sekali. Seperti saat ini Nayla yang ingin membuat macaroni schotel bakar yang biasanya hanya memerlukan waktu 30 menit menjadi 1 jam. Karena Orion salah mencampurkan bumbu hingga keasin manisan.


“Stop yah jangan sentuh apa-apa lagi, biar ibu yang bikin.” Orion menyentuh saus barbeque buatan Nayla yang masih setengah jadi. Nayla sangat menyukai schotel bakar dengan saus barbeque homemade resep buatannya.


“Ayah hanya bantu sayang biar ibu nggak kelelahan.” Orion berkata tanpa dosa melihat kekacauan dapur yang seperti kapal pecah


Nayla memutar bola mata malasnya. “Ayah sayang, coba ayah lihat sekelilingnya?” Nayla meledek Orion dengan tersenyum kecil mengedarkan pandangan ke sekeliling dapur yang berserakkan. Susu tumpah, irisan bawang bombay berjatuhan, telur pecah dalam jumlah banyak ke lantai karena tersenggol Orion.


“Enggak apa-apa sayang ada maid yang bisa bersihin ini semua.” Ucap Orion tanpa bersalah tersenyum lebar kepada Nayla


“Ya Allah yah nggak gitu juga, dikit-dikit panggil maid. Selama ibu bisa kenapa harus panggil mereka. Ini kan karena ayah yang susah dibilangin ibu bilang nggak usah bantu nggak usah. Malah gini jadinya. Biasanya hanya bersihin sedikit ini malah seperti kapal pecah.” Nayla mengomeli Orion yang dengan tanpa bersalahnya meminta maid


“Ayah bayar mereka kan untuk itu sayang. Sudah jangan ngomel-ngomel lagi. Sudah selesaikan? Yuk kita bersihin tubuh dahulu bersama.”


“Enggak titik, sana ayah aja yang bersihin diri. Ibu nanti saja.”


“Eits ko nolak??? Dosa loh sayang.”


“Astagfirullah yah, mesum mulu. Ibu selesaikan buat bumbu barbaquenya dahulu. San gih mandi. Biar sudah bersih kita bisa menikmati schotelnya.”


“Tapi janji jangan ibu yang bersihin ini semua.”


“Iya om-om bawel,” ucap lirih sembarang Nayla karena kesal


“Bilang apa tadi sayang?”


“Enggak bilang apa-apa ayah sayang.” Kilah Nayla dengan terkekeh bersyukur Orion tidak mendengar ucapan Nayla.


“Ayah mandi ya,” pamit Orion dengan tersenyum kecil saat berbalik, Orion mendengar ucapan Nayla ingin marah namun tak bisa saat melihat ekpresi menggemaskan Nayla yang meledeknya.


“Iya ayaj jangan lama-lama.” Nayla melanjutkan membuat saus.


Setelah semua siap Nayla menyusul Orion membersihkan diri bergantian. Nayla tak mau ada drama dicekal mandi bersama dan berakhir di ranjang. Dan Nayla bisa lolos dari hal itu.


Mereka berduapun menikmati schotel buatan Nayla. Ditambah kesukaan Nayla akhir-akhir ini berbagai variant es krim. Sudah hampir satu minggu Nayla tak bisa tanpa es krim dan mau tak mau Orion menyediakan berbagai es krim di kulkas mereka. Orion sempat melarang Nayla mengkonsumsi tiap hari namun yang ada Nayla yang sesnsitif malah menangis. Mau tak mau akhrinya Orion menuruti permintaannya.


“Ayah mau nggak?” Nayla mengulurkan tangan berisi es krim ke Orion setelah makam schotel ia memakan es krim kesukaannya


“Mau sayang,” Nayla semakin mendekatkan es krim ke Orion namun Orion malah mendekatkan wajahnya ke wajah Nayla dan Cup Orion menghisap bibir seksi Nayla melewati es krim yang Nayla ulurkan.


“Ayah..,”bibir Nayla mencebik karena Orion masih sempat-sempatnya mencium dirinya saat es krim masih ada di mulutnya


“Lebih manis es krim yang ada di bibir dan mulut kamu sayang.” Orion tersenyum nakal


Nayla hanya memutar bola mata malasnya, Nayla malas menanggapi ucapan Orion.


“Hey istri cantik ayah jelek sekali kalau cemberut, senyum sayang.”


“Engga mau sebel sama ayah.”


“Sebel apa sebel,” Orion semakin menggoda Nayla dengan menusuk-nusuk telunjuk ke pipi chabby Nayla

__ADS_1


“Ayaaah, diem nggak tangannya.”


“Enggak mau, senyum dulu sayang. Atau ayah paksa makan ibu nih.”


“Ya Allah yah, lagi nikmat kali nih makan es krim.”


“Hahaha, ibu sekarang gitu ya. Sayang lebih nikmat kenikmatan yang ayah buat daripada es krim di tangan kamu itu.” Bisik Orion di telinga Nayla


“Enggak tahu aah, pokonya ibu mau makan ini dahulu sampai habis.” Nayla semakin kesal karena Orion terus mengganggunya meminta hak walau tak berbicara secara langsung tapi Nayla paham maksud Orion menggodanya terus.


Setelah Nayla menghabiskan beberapa es krim, oa rehat sejenak karena perutnya terasa sangat begah kekenyangan padahal Nayla hanya memakan sedikit schotel dan beberapa es krim ukuran kecil. Karena usia yang menginjak enam bulan membuat Nayla mudah kenyang namun mudah lapar juga.


“Kita ke kamar ya sayang?” Ajak Orion ke Nayla


“Perut ibu engap yah, rasanya kenyang sekali.”


Orion mengusap wajah frustrasi dengan mengendalikan rasa kesalnya, ia tak mau emosi hanya karena hormon ibu hamil di sampingnya yang menguji kesabaran junior dibawah yang telah bangun dari tadi.


“Sebentar lagi ya ayah sayang?” Tanya Nayla ke Orion dengan senyum termanis


Orion yang gemas dengan sikap Nayla yang berubah-rubah kadang membuatnya kesal bahkan menggemaskan membuat Orion memeluknya dari samping.


“Ya Allah gimana ayah bisa marah, di beri istri semenggemaskan kamu sayang.”


“Mulai gombalnya, udah tua juga.” Nayla terkekeh mengatakan hal tersebut


“Enggak apa-apa tua juga selama ibu sayang ayah?”


“Ya ayah memang yakin kenyataannya seperti itu, buktinya ibu mau mengalami ketidaknyamanan mengandung kedua anak ayah.” Orion melepaskan pelukan menatap intens mata Nayla


Nayla hanya tersenyum menanggapi ucapan Orion karena kenyataannya memang benar apa yang dikatakan Orion


“Iya kan sayang?” Orion memastikkan pernyataannya


“Kalau ayah udah tahu ngapain nanya lagi.” Nayla tersenyum dengan tatapan penuh kekaguman terhadap Orion yang membuat Orion mengartikan tatapan Nayla sebagai godaan.


“Tuhkan malah memberi tatapan mata itu, jangan salahkan ayah sayang jika sekarang ayah mau kamu.” Tanpa menunggu jawaban Nayla Orion menggendong Nayla ala bridal style menuju lift untuk ke kamar utama lantai dua mereka.


Saat sudah sampai Orion tidak menurunkan Nayla di ranjang melainkan membawa Nayla ke kamar mandi, Orion ingin mandi bersama di kolam mini yang baru satu minggu direnovasi bagian kamar mandi di lengkapi fasilitas kolam renang mini. Hobi Orion saat ini selain selalu menginginkan Nayla ia ingin bercinta di kolam renang. Jika mereka melakukan di kolam renang belakang walaupun membersihkan semua maid agar tidak ada di sekitar itu tetap membuat Nayla tidak nyaman.


Untuk itu Orion membuat kolam renang mini di kamar mandi kamar mereka, memperluas kamar mandi ke samping. Menjadikan ruangan sebelah yang kosong kolam renang terhubung ke kamar mandi.


“Lagi yah?” Nayla bertanya kepada Orion yang menurunkannya di kursi dekat kolam renang mini di dalam kamar mandi. Nayla bertanya seperti itu karena ini ketiga kalinya Orion mengajak bercinta di kolam renang mini teesebut. Sekelilingnya dibuat seperti taman hidup dengan rambatan daun, membuat kesan kolam renang outdoor bertemakan lingkungan hidup.


“Iya sayang. Bolehkan?” Orion selalu meminta persetujuan Nayla dahulu karena ia tak ingin memaksakan kehendak jika Nayla tak suka atau tak nyaman dengan pilihan atau keputusannya.


“Iya boleh yah,” Orion pun membantu Nayla bangun dari duduknya, Nayla mulai kesusahan sat terbangun dari duduk karena perutnya yang semakin membesar. Orion menuntun Nayla turun melalui tangga kolam renang dengan kedalaman 1.5 meter. Sebelum turun Orion menurunkan midi dress Nayla bersisa dalaman Nayla saja. Sedangkan dirinya sudah melepas pakaian menyisakan boxer saja.


Orion mengajak duduk di tangga terakhir sebelum turun ke air. Mendudukan Nayla di pangkuannya memulai dengan sentuhan-sentuhan di bagian sensitif Nayla merangsang Nayla. Nayla yang sensitif mulai terangsang. Mereka bercinta di pinggir kolam renang dengan posisi berdiri Orion memangku Nayla seperti menggendong seperti anak-anak berhadapan dirinya. Orion tahu setiap kali ia menghujam milik Nayla, kaki Nayla lemas untuk itu ia menggendong Nayla menahannya ke dinding kolam renang tersebut. Orion merasakan sensasi berbeda saat bercinta di air. Untuk itu ia menikmatinya dan Nayla juga terbuai dengan cara Orion membuat dirinya nyaman bercinta di kolam renang mini tersebut.


Orion dan Nayla menikmati setiap waktu bersama. Mulai dari aktifitas terkecil memasak bersama, merawat tanaman, menemani Nayla merawat diri walau home service hingga berakhir bersama di ranjang atau di tempat yang Orion inginkan.

__ADS_1


Beberapa hari setelah itu Dirga datang kepada Orion membawa laporan terkini hal yang terjadi di Indonesia dan hunian di negara x.


“Tuan keluarga Wijaya mendapatkan dokumen pemalsuan surat perceraian anda dan nyonya Hanum dengan informasi lain bahwa anda menalak nyonya dalam keadaan hamil kembar. Dalam dokumen yang bisa anak buah kita salin informasi tersebut berisikan foto nyonya Hanum mengandung dengan perut besar.”


“Saya tahu ulah siapa ini Dirga, Rio telah mengibarkan bendera perang.”


“Benar tuan saat dilacak darimana paket tersebut dikirimkan oleh anak buah tuan Rio.”


“Lalu apa yang dilakukan keluarga Wijaya?”


“Mereka mengacaukan hunian di negara x tuan mencari nyonya Nayla, mencabut berbagai kerja sama dengan perusahaan anda dan menggoyahkannya.”


“Atasi perusahaan kita oleh Iyas, Dirga. Selama mereka tidak mengetahui perusahaan-perusahaanku yang berpengaruh besar, perusahaan yang papah Herdian goyahkan tetap aman.” Orion yang sudah lama berkecimpung di dunia bisnis IT dan Teknolog memiliki perusahaan besar lainnya dengan atas nama orang kepercayaan namun sebagai pemilik sah di belakang layar yang tertera di atas hitam putih berkekuatan hukum internasional. Perusahaan-perusahaan atas nama orang kepercayaannya tidak diketahui siapapun hal itu untuk menghindari hal seperti ini jika beberapa perusahaan goyah Orion masih memiliki perusahaan-perusahaan yang berpengaruh besar untuk kelangsungan bisnisnya.


“Baik, tuan. Apa langkah yang akan anda ambil untuk mengatasi keluarga Wijaya?”


“Biarkan mereka melakukan hal yang mereka inginkan, sekarang tugasmu buat perusahaan tersembunyi Rio di negara S kolaps, akusisi sahamnya. Hari ini harus ada hasil, jadi esok atau lusa dia tidak ada di negara L. Saat hari dia pergi kita datangi Hanum memulai rencana kita. Perketat keamanan di sini selama aku tidak berada di sisi Nayla.”


“Baik, tuan. Jika nyonya ingin berjalan-jalan seperti biasa bagiamana tuan?”


“Tempat ini tidak ada yang mengetahuinya, biarkan Nayla melakukan keinginannya dengan keamanan yang diperketat namun tanpa sepengetahuan Nayla. Aku tak ingin Nayla curiga dengan kepergianku dan keamanan yang diperkekat.”


“Baik tuan, saya akan menjatuhkan saham milik tuan Rio terlebih dahulu “


“Lakukan Ga.” Orion pun berlaku dari ruangan kerja menuju kamar utama. Saat memasuki kamar Orion melihat Nayla sedang merajut syal untuk keluarga kecil mereka di sofa depan ranjang king size mereka.


“Sayang, kamu nggak lelah?”


“Enggak lah yah, ibu senang malah. Ibu malah bosan kalau nggak ngapa-ngapain.”


Orion menghampiri Nayla seperri biasa rebahan dengan kepala di paha Nayla. Tangan Orion melingkar ke bagian belakang Nayla mengusap lembut punggung Nayla dengan mengecup peurt besar Nayla


“Kenapa harus bikin sayang? Kita bisa beli apapun yang kamu mau untuk keluarga kecil kita. Tidak perlu capek-capek membuat sendiri. Berapapun insya allah ayah bisa beli untuk keluarga kita.


“Iya-iya ibu tahu sultan mah bebaa mau apa saja harga berapa saja bisa beli. Satu kalimat perintah orang tuh barang ada di depan mata.” Ucap Nayla dengan meledek Orion


“Bukan begitu sayang, ayah hanya tidak mau ibu kelelahan karena membuat seperti ini. Usia kandungan ibu sudah enam bulan sayang pasti makin merasa nggak nyaman.”


“Ayah sayang dengar ibu, ayah sudah memberikan banyak hal untuk ayah dan anak kita. Materi apapun telah ayah miliki untuk itu ibu nggak bisa memberikan hal yang telah ayah miliki. Jadi ibu membuat barang-barang untuk keluarga kecil kita dengan usaha tangan ibu, walau harganya tak seberapa tapi ibu menuangkan rasa cinta kasih ibu untuk ayah dan anak-anak kita. Ibu juga buat untuk Arga yah. Ayah kan janji jika urusan di sini selesai kita jenguk Arga.”


“Terimakasih banyak sayang, ada kamu dan kehadiran anak-anak saja sudah membuat hidup ayah lengkap. Aah ditambah istri ayah nih memberikan barang spesial dengan buatan tangannya jelas ayah sangat senang. Untuk Arga insya allah jika nanti waktunya sudah luang ya. Terimakasih istriku, bidadariku.” Orion bangun dari rebahan mencium lembut Nayla dengan menekan tengkuknya


Wiiih mayan panjangkan miss buat part ini 🤭


sok atuh jangan ragu untuk tekan tombol VOTE, LIKE, dan hadiah Bunga nya kaka 🤭


miss double up nih


lagi shaum nih sok beramal dengan memberi Like, vote, hadiahnya kakak 🥰


Miss mau ingetin lagi CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA hanya Imajinasi miss saja jika ada kesamaan latar, tempat atau tokoh itu KETIDAK SENGAJAAN ya misstizenku sayang 🤗

__ADS_1


please apresiasi karya miss pertama ini yes. karna akan ada kejutan yang sangat mengejutkan dj akhir cerita ini. Miss rencananya bikin skuel anak Orion dan Hanum yang ga kalah seru tapi ga akan seruwet novel ini 🤭


__ADS_2