
Setelah kejadian malam pertama kembali Orion mengeluarkan benihnya kembali ke rahim Nayla tepatnya tujuh minggu lalu. Orion sudah tidak khawatir. Seperti biasa jika ada kesempatan Orion akan menyentuh Nayla dan mengeluarkan benihnya di rahim Nayla tanpa rasa khawatir karena para ahli medis meyakinkan Orion bahwa kemungkinan hamil dengan pemasangan ayudi sangatlah kecil., Walau setiap ada kesempatatan menyentuh Nayla harus sesingkat mungkin karena Nayla selalu disibukkan oleh kedua buah hatinya. Seperti saat ini, Orion sengaja pulang saat jam makan siang. Orion tahu jam tidur kedua anaknya, jadi dia sengaja pulang untuk menyentuh Nayla dengan jam yang singkat sebelum kembali ke kantor.
“Assalamu’alaikum...,”ucap Orion saat memasuki ruang makan. Jam makan siang biasanya Nayla memang ada di meja makan.
“Wa’alaikumsalam,” ucap Nayla yang sedang memakan buah mangga mudanya yang sempat diminta ke maid. Orion mendudukan diri di sebelah Nayla. Nayla mencium punggung tangan Orion dan Orion mencium kening Nayla
“Sayang ko makan mangga muda? Itu asam, kamu memang sudah makan siang?”
Nayla menggeleng, “belum mas lagi mau aja.”
“Sudah hentikkan nanti asam lambung kamu naik jika belum diisi nasi, sudah makan mangga muda.” Orion menghentikkan suapan Nayla yang sangat lahap memakan mangga tersebut.
“Mas aku masih mau, cuman sekali ini ko.” Orion mencoba menyuapkan satu potong mangga ke mulutnya untuk mencoba mangga tersebut karena heran Nayla memakan lahap mangga tersebut tanpa keasaman
“Astagfirullah sayang ini asam sekali, indera perasa kamu nggak apa-apakan? Nggak salah makan mangga asam seperti ini dengan lahap?”
“Masa sih asam, ini segar loh mas. Nggak terlalu asam.”
“Ada yang nggak beres dengan indera perasa kamu sayang, sebaiknya kita ke dokter yuk?”
Deg
Nayla tidak mau Orion mengetahui dahulu sekarang biarlah Orion menyadarinya sendiri. Beberapa hari lalu Nayla yakin bahwa dirinya sedang mengandung walau belum mengeceknya dengan testpeck atau ke dokter. Tapi Nayla mengingat bahwa dirinya belum menstruasi kurang lebih dua bulan. Ditambah dirinya ingin makan mangga muda beberapa kali tanpa Orion tahu.
__ADS_1
Tapi berbeda dengan hari ini, Orion tidak biasanya pulang makan siang, jadi cukup membuat Nayla terkejut karena dirinya sedang memakan mangga muda yang digemarinya beberapa hari ini. Dan cukup nikmat dikonsumsi siang hari.
“Apaan sih mas, indera perasaku baik-baik saja. Nggak usah berlebihan. Aku nggak mau sedikit-sedikit ke dokter. Padahalkan sehat.”
Orin menghela npas berat, akhir-akhir ini Nayla cukup keras kepala. Biasanya Nayla akan mengalah demi dirinya. Namun akhir-akhir ini Orion lah yang harus mengalah demi kebaikan juniornya. Karena sempat Nayla tak ingin disentuh Orion karena Orion tidak memenuhi keinginan sepele Nayla. Suatu sore sebelum Orion pulang Nayla hanya meminta Orion berhenti di salah satu taman kota yang ada jualan gerobak seblak.
Orion menolak mentah-mentah bukan karena dia gengsi namun Orion tidak mau Nayla mengkonsumsi sembarangan makanan. Bahkan Orion menyarankan Nayla untuk meminta salah satu maid membuatnya saja. Tapi Nayla kekeh ingin memakan seblak yang berasa dari pedagang kaki lima di taman itu. Tapi Orion tetap bersikeras tidak mengikuti kemauan Nayla. Hingga malam tiba Orion yang ingin menyentuh Nayla ditolak mentah-mentah. Nayla mengancam akan tidur di kamar tamu jika Orion berani menyentuhnya. Apalagi penyebabnya jika bukan karena seblak. Kembali ke saat ini.
Dirasa Nayla sudah cukup mengkonsumsi mangga mudanya. Orion menggendong Nayla ala bridal ke kamar utamanya.
“Mas mau kamu sayang,” Nayla hanya mengangguk dengan rona merah di pipi yang selalu ada setiap kali Orion meminta. Padahal hal itu sering kali dilakukan tapi tetap saja Nayla tersipu malu.
Siang itu Orion dan Nayla menuntaskan hasratnya di terik siang yang panas semakin panas. Bagaimana tidak Nayla bisa lebih agresif dari Orion. Entah karena keinginannya atau hormon kehamilan yang belum Orion ketahui. Dan hal itu disambut hangat oleh Orion. Orion menikmati ke agresifan Nayla yang jarang terjadi. Namun saat pergulatannya Orion yang beberapa kali mengecup dan mengelus setiap tubuh Nayla merasa heran dengan keadaan perut Nayla. Perut Nayla terasa kencang, keras dan agak menyembul. Namun tak ditanyakan kepada Nayla. Karena setelah oergulatan Nayla yang kelelahan terlelap. Dan Orion harus segera kembali ke perusahaannya. Orion pikir mungkin sepulang kerja, malam hari ia akan menanyakan berbagai pertanyaan yang mengisi kepalanya.
Karena ancaman sang majikan cantiknya para pengawalpun mengizinkan Nayla keluar rumah dengan diikuti dua buah mobil para pengawal dari belakang. Bukan berlebihan namun Nayla keluar tidak sendiri dia membawa kedua baby twins dan kedua baby sitternya. Nayla rasa anaknya yang usianya hampir satu tahun harus mulai mengetahui dunia luar dan mencium udara di sore hari.
Berbeda dengan Orion yang khawatir dan gelisah dri tadi di mobilnya yang menuju taman yang dimaksud para pengawalnya. Setelah mendapat laporan tersebut Orion langsung pergi menuju taman yang dimaksud dengan disupiri Dirga.
“Ga apakah saya mulai kurang tegas kepada Nayla hingga dia mulai berani melanggar aturan yang saya buat demi keselamatannya?” Tanya Orion kepada Dirga
“Maaf tuan saya akan mengatakan ini , saya rasa ada sikap nyonya muda yang berbeda tuan. Nyonya Nayla menjadi keras kepada dan selalu keinginnnya ingin anda turuti. Seperti dahulu nyonya mengidam. Maaf saya lancang mengatakan ini, ini hanya penadangan saya saja tuan. Maaf jika saya salah.”
“Ngidam? Astagfirullah Ga hampir dua bulan ini...,” Orion tak melanjutkan ucapannya kepada Dirga karena itu terlalu privasi Nayla, Orion melanjutkannya dalam hati. “Saya tak melihat Nayla berhalangan, apa mungkin Nayla hamil kembali, apa ada benih saya yang tumbuh karena sering dikeluarkan di dalam?” Batin Orion dengan berbagai pertanyaannya. Orion mengusap kasar wajahnya dengan frustrasi
__ADS_1
Orionpun sampai di taman tersebut. Setelah mendapat laporan dan sebelum kedatangannya Orion meminta Dirga, melarang para pengunjung umum tetap berada di sana. Mengosongkan taman tersebut dan jangan membiarkan orang lain mendekat di arena keberadaan istri dan anak-anaknya. Hal itu Orion lakukan bukan karena tak ingin berbaur dengan masyarakat namun Orion menjaga keluarga kecilnya dari kemungkinan kejahatan musuh dalam bisnisnya yang mengetahui keberadaan istri dan anaknya diluar.
“Sayang, “panggil Orion yang baru saja sampai dan mendekat ke pedagang bakso yang sedang Nayla konsumsi. Nayla yang sedang memakan lahap bakso tersebut menengok ke sumber suara.
“Mas ko ada di sini?” Nayla heran dengan keberadaan Orion yang tiba-tiba. Ditambah saat memperhatikkan sekeliling taman sudah terlihat sepi tak ada pengunjung lain lagi selain dirinya, Orion dan rombongannya. Nayla baru menyadari itu setelah kedatangan Orion. Nayla sangat menikmati baksonya dan saat ini adalah mangkok keduanya. Para pengawal yang ikut dan baby sitter kedua baby twins sudah ditawari untuk makan bersama. Namun mereka menolak karena tak ingin sang tuan murka menerima tawaran sang nyonya muda yang belum izin keluar.
“Mas yang harus tanya kenapa kamu ada di sini tanpa meminta izin mas?”
Nayla hanya cengengesan walau hatinya dag dig dug seer melihat tatapan dingin dan datar Orion. “Aku ingin bakso di sini mas, cuman sebentar ko. Kan jarak dari rumah ke sini dekat banget, jadi kayaknya mas nggak masalahkan?” Nayla membuat pertanyaan yang jawabannya sudah ia tahu
Orion tak menanggapi ucapan Nayla, “Cepat habiskan dan kita pulang. Udara sore tidak baik untukmu, Fariz dan Freya.” Ucap Orion masih dengan suara datar dan tatapan dinginnya
Nayla sudah tidak berselera karena kedatangan Orion dan tatapannya.
“Aku sudah selesai mas, yuk kita pulang.” Ucap Nayla dengan setenang mungkin karena Nayla tahu setelah ini Orion akan memarahinya atau mungkin mendiamkannya kembali.
Penasaran lanjutannya???
VOTE dulu aah sekarang SENIN ada VOUCHER BACA kamu gunakan ya untuk VOTE miss sayangkan ga dipake.
VOTE MISS jika kamu SUKA CERITA miss.
jangan lupa LIKE, ramaikan KOMEN dan hadiah 🌹nya sayang 🤭 Mengapa sikit sekali nih padahal readersnya banyak
__ADS_1