
Tak terasa kehamilan Nayla sudah menginjak 39 weeks dan HPL Nayla diperkirakan satu minggu ke depan. Orion yang posesif semakin posesif dengan apapun yang dilakukan Nayla. Saat kehamilan baby twins Orion hanya posesif akan apa yang dilakukan dan kemana Nayla pergi kali ini ke posesifannya meningkat dua kali lebih dari sebelumnya. Untuk turun ke bawah saja Orion selalu menggendong Nayla ala bridal walau sudah menggunakan lift. Nayla yang diperlakukan seperti itu terkadang protes namun Orion bukanlah Orion jika tidak ingin ditentang.
Fariz dan Freya pun sudah bisa mulai berbicara semakin jelas dan semakin aktif. Nayla ataupun Orion tidak khawatir saat mereka bermain karena ada Fariz yang menjaga Freya, Freya juga sangat patuh terhadap Fariz. Para maid dan baby sitter pun tak kewalahan saat mereka melakukan banyak permainan di ruang khusus bermain Fariz dan Freya. Fariz dan Freya termasuk anak yang patuh dan cerdas. Mudah memahami larangan dan nasehat Nayla ataupun Orion.
Dari usia kehamilan tujuh bulan Nayla sudah mengikuti kelas yoga dan Orion tidak pernah absen menemani Nayla meskipun sang coach yang datang ke kediaman mereka. Apalagi jika Nayla ingin berjalan-jalan ke mall. Walaupun dengan perut besar namun tatapan lelaki lapar akan lekuk tubuh Nayla yang seksi saat mengandung membuat Orion harus selalu mengosongkan mall. Karena Orion tak rela jika Naylanya di tatap oleh lelaki manapun. Padahal Orion memilihkan dress hamil yang cukup longgar tapi tetap saja aura ibu hamil semakin terpancar dalam diri Nayla.
Seperti saat ini Nayla dan Orion sedang berada di toko peralatan baby yang berada di dalam mall. Padahal hanya ke satu toko tapi Orion mengosongkan mall di lantai itu. Itupun atas bujukan Nayla, jika Nayla tak membujuk Orion bisa dipastikkan seluruh lantai di mall tersebut dikosongkan. Nayla sungguh merasa heran dengan apa yang dilakukan Orion padahal maksud hati Nayla bisa ke mall selain memiliki tujuan Nayla juga ingin melihat interaksi orang-orang di mall. Namun mau tak mau Nayla mengalah akan ke posesifan Orion daripada Nayla hanya terkurung di kediamannya saja.
“Sayang sudah ya? Apapun yang kamu butuhkan untuk anak kita bisa dikirim ke rumah.” Sudah hampir tiga jam Nayla dan Orion berada di store perlengkapan bayi. Kali ini Nayla ingin memilih semua kebutuhan bayi ketiganya sendiri dan Orion sendiri cukup merasa lelah karena Nayla banyak mempertimbangkan barang apa saja yang perlu dan tidak. Itu terjadi berulang kali. Mengambil lalu menyimpan kembali barang yang telah disentuh
“Mas lelah ya? Mas pulang duluan saja. Kalau mas yang siapkan semua barang dibeli kan mubadzir kalau nggak dipakai.”
“Bukan mas yang lelah, tapi kamu yang harus banyak beristirahat. Lihatlah kakimu membengkak sayang.” Orion sedikit berbohong karena memang dirinya lelah setelah dari kewajiban di perusahaan langsung menemani Nayla shopping namun Orion juga mengkhawatirkan Nayla.
“Mas tahu sendirikan aku lelah jika hanya berdiam diri” Ucap Nayla mengingatkan Orion ya semenjak usia kandungan Nayla tujuh bulan sudah tidak ada drama keras kepala. Namun Nayla cepat merasa lelah jika tidak ada hal yang dilakukan, Nayla tidak bisa diam selama kehamilan tujuh bulan hingga saat ini. Jika tidak memasak mencoba menu baru, Nayla akan ke mall hanya untuk berjalan-jalan. Karena seringnya Nayla tidak membeli apapun, Nayla hanya butuh udara di luar kediaman. Nayla tidak membutuhkan apapun karena semua kebutuhannya telah disediakan. Dan Nayla bukanlah wanita yang hobi berbelanja barang branded terbaru. Setiap Nayla ingin ke mall, Nayla diizinkan dengan syarat hanya boleh ke mall ditemani oleh Orion
“Tapi sudah tiga jam dan kamu hanya memilih sedikit kebutuhan baby kita sayang.”
__ADS_1
“Karena aku memilih yang sesuai kebutuhan mas.” Nayla memang membeli sesuai kebutuhan, Nayla tak ingin apa yang dibelinya mubadzir tidak terpakai. Kelahiran Fariz dan Freya telah memberinya pelajaran peralatan apa saja yang dibutuhkan dan masih digunakan di kediamannya. Beda halnya dengan Orion tanpa sepengetahuan Nayla hari ini Orion meminta Dirga dan anak buahnya mengganti kelengkapan bayi yang berada di kediamannya seperti storeller , box, bathub khusus balita hingga dekorasi kamar bayi telah diganti total, Kali ini Nayla dan Orion mengetahui jenis kelamin sang bayi. Orion masih pemenang utama untuk kedua kalinya, Orion junior lah yang sedang tumbuh di kandungan Nayla. Seorang bayi laki-laki yang termasuk besar dari berat badan terakhir pemeriksaan kandungan.
“Ya sudah sekarang cari apa lagi sayang?”
“Sudah ko,”
“Segini saja?” Tanya Orion lagi. Orion benar-benar tak habis pikir akan apa yang Nayla beli, Nayla hanya memenuhi satu keranjang besar saja untuk kebutuhan calon baby boy mereka. Uangnya tak akan habis walau membeli satu mall sekalian. Tapi karena kesederhanaan Nayla dan kecerdasan pengaturan keuangan Nayla yang termasuk hemat dalam memenuhi kebutuhan namun tak tanggung-tanggung saat melakukan aksi sosial ataupun mendonasikan hartanya.
Eits jangan pikir barang yang Nayla beli murah walau sederhana dan sedikit. Dalaman sang bayi dan anak-anaknya saja bebranded dan bisa dibandrol jutaan rupiah. Itu bukan keinginan Nayla namun siapa lagi sang tuan besar yang akan mengizinkan Nayla berbelanja dengan syarat hanya membeli keperluan anak-anaknya di store bebranded pilihannya. Padahal Nayla tidak mengutamakan barang tersebut berbranded atau tidak jika menurutnya bagus, nyaman dan menggemaskan pasti Nayla beli. Tapi lagi-lagi Nayla akan patuh akan permintaan sang pemimpin rumah tangga.
“Iya masku sayang segini saja.” Ucap Nayla dengan senyum manisnya.
“Masku tersayang, untuk apa membeli banyak barang namun tak digunakan. Lebih baik ditabung untuk masa depan anak kita dan sebagiannya kita berikan kepada yang membutuhkan.”
“Baiklah, jika itu maumu.” Orion pun mengalah akan keinginan Nayla. Namun tanpa Nayla ketahui lagi beberapa menit lalu Orion telah meminta Dirga menambah kebutuhan pakaian sang baby boy ke kediamannya. Soal Nayla marah atau tidak biarlah menjadi urusan nanti.
“Terimakasih sayang.” Nayla mengelus lengan Orion. Namun Orion malah melingkarkan tangan di pinggangnya dan mengecup kening Nayla. “Mas,” Nayla cukup malu dengan apa yang dilakukan Orion karena di toko itu banyak pelayan toko yang berada di sekitar mereka yang melayani.
__ADS_1
“Ayo, sekarang mau kemana lagi?”Orion menghiraukan larangan Nayla
“Ke wisata gua Maribaya Bandung,” ucap Nayla kesekian kalinya sengaja agar Orion sekali saja mengikuti keinginannya. Entahlah Nayla ingin masuk dan menjelajahi ke gua Maribaya yang menyambungkan gua Belanda dan Jepang
Orion menghela napas berat. “Enggak sayang, sekali tidak tetap tidak apalagi dalam keadaan kamu yang sedang mengandung. Mas janji akan mengajak kamu ke sana tapi setelah anak kita lahir, tentunya hanya kamu dan mas saja.”
“Tapi aku maunya sekarang mas.” Entahlah Nayla sering ingin ke tempat yang menguji adrenalin, bahkan Nayla pernah meminta untuk menaik motor offroad bersama Orion di arena Offroad di Lembang. Tapi Orion tidak menurutinya. Orion peka beberapa yang Nayla minta adalah ngidamnya di kehamilan saat ini, namun Orion tidak mau menuruti permintaan ekstrim yang akan mengancam keselamatan istri dan anaknya. Mungkin karena anak yang dikandung Nayla seorang laki-laki jadi permintaannya sering kali ekstrim dan ke arena atau daerah yang hanya biasa dilakukan laki-laki. Aneh bukan, Nayla yang sangat feminim menyukai hal ekstrim. Apa namanya jika bukan ngidam anak laki-lakinya
Waduh ada apa dengan misstizen nih???
dukungannya ga menambah tapi yang baca banyak 😢
miss yang lagi sibuk di real life jadi ga semangat nih buat Up
Dukungan 500vote pun belum nyampe nyampe nih gimana dong misstizen?
Ko jadi pada silent readers?? Baca tapi tak mendukung Sad nih miss 😭
__ADS_1
Ayo dong KENCENGIN LIKE, VOTE, dan RAMAIKAN KOMENNYA