Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
54. Pengakuan Nayla


__ADS_3

Seperti janji Orion besok ia akan memenuhi janjinya untuk ke salah satu pantai di Bali. Kepergian mereka lengkap bersama Arga.


Tapi sebelum keberangkatan mereka Orion mendapat pesan penting dari Dirga melalui surelnya. Apapun yang berhubungan dengan permasalah Orion, Orion meminta Dirga menghubungi lewat surel milik pribadi yang dibuat oleh aplikasi perusahaannya, agar tak ada yang bisa menyadap percakapan mereka.


"Tuan, keluarga nyonya Belinda ingin bertemu anda secara pribadi."


"Katakan pada mereka kita akan bertemu tanggal 10 Maret."


"Apa tidak masalah tuan di waktu satu hari setelah acara empat bulan nyonya Nayla?"


"Lebih cepat, lebih baik Ga. Siapkan jet pribadi saya untuk kepergian di tanggal 10 Maret. Saya tidak ingin meninggalkan Nayla terlalu lama." Orion akan mendatangi keluarga Belinda di Belanda dengan jet pribadinya agar Orion bisa pulang pergi dengan cepat.


"Sayang," Nayla yang baru masuk kamar utama memanggil Orion yang sedang memangku macbook di sofa kamar mereka.


"Iya, sayang kenapa?" Orion menjawab panggilan Nayla sambil menutup macbooknya.


"Kita cuman tiga hari yah di Bali? Sebentar banget."


"Iya, sayang. Ayahkan sudah bilang agar ibu tidak kelelahan nanti di acara tasyakuran. Agar ada hari untuk isrirahat dahulu. Ingat sayang di perut kamu ada dua baby."


"Iyaiya ayahku sayang, mau peluk," pinta Nayla dengan manja. Dengan senang hati Orion memberikan pelukkan setiap kali Nayla meminta dipeluknya. Orion sangat bahagia dengan perubahan sikap Nayla yang manja beberapa hari ini.


Orion berbaring di samping Nayla mendekap tubuh mungil Nayla dari belakang dengan perut yang membulat sempurna.


"Sayang,"


"Iya, yah."


"Setelah acara tasyakuran ayah ada perjalanan bisnis ke Belanda." Orion berbohong kepada Nayla agar Nayla tidak khawatir tentang pertemuannya dengan keluarga Belinda.


"Maksud ayah di hari yang sama setelah tasyakuran?"


"Enggak, sayang. Maksud ayah besoknya."

__ADS_1


"Kenapa mendadak yah? Memang ayah membuka perusahaan cabang di sana juga?"


"Kemungkinan, ayah akan bertemu teman bisnis selagi ia memiliki waktu."


"Harus ayah yang ke sana ya?"


"Iya, sayang. Insya allah secepatnya ayah pulang. Hanya beberapa hari."


"Anak-anak ayah yang sholeh sabar, ya. Jangan buat ibunya menangis merindukan ayah." Orion mengajak bicara kedua bayi dalam perut Nayla dengan mengelus perut Nayla. Orion mengatakannya dengan terkekeh.


"Ko, ibu sih yah? Ya anak-anaknya lah yang selalu ingin di elus dan dipeluk ayah."


"Bener nih ibunya enggak? Siapa yang nangis pas ayah sampe larut malam di kantor? Bilang anaknya yang kangen eeh ga lama ibunya nggak tahan nangis kangen ayah." Orion meledek Nayla mengingatkan Nayla saat Orion kalut dengan masalah Arga


Nayla membalikkan tubuh memukul pelan dada bidang Orion, dan menelusupkan wajahnya ke dada Orion. Nayla cukup malu untuk mengakui kebenaran yang diucapkan Orion.


Orion tertawa dengan tingkah Nayla yang masih malu-malu mengekpresikan perasaannya. Orion mendekap tubuh Nayla erat.


"Hahaha, ibu..ibu.., kenapa masih malu sih buat bilang sayang dan cinta sama ayah. Coba ayah mau dengar, sayang."


"Hey, sayang." Orion merenggangkan dekapan dari tubuh Nayla memundurkan tubuhnya agar bisa melihat wajah Nayla yang bersembunyi di dada Orion dengan menusuk-nusuk telunjuknya ke pipi Nayla agar merespon permintaannya.


Nayla yang tak memiliki tempat persembunyian menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Eeh, ditanya malah gitu. Bilang nggak, sayang? Kalau nggak, ke pantai nggak jadi ya?" Orion pura-pura merajuk.


"Jangan, yaaah." Nayla sedikit berteriak dan membuka wajah dari tangan yang menutupi mukanya.


"Ya sudah coba ayah dengar??" Nayla mendudukan diri bersandar ke kepala ranjang. Ini juga waktu yang tepat untuk mengatakan perasaannya sejak dahulu.


Orion pun ikut bersandar di kepala ranjang. Nayla menyandarkan kepala di bahu Orion,


"Ayah dengar dahulu ya, nggak boleh komentar apapun sebelum ibu selesai bicara."

__ADS_1


"Iya, sayang. Coba ayah dengar."


"Sebenarnya ibu telah lama memendam perasaan pada ayah, tapi ibu sadar diri ayah itu dulu suami tante Hanum dan rekan bisnis ayah. Jadi ibu mengabaikan dan menolak perasaan ibu sendiri. Saat ibu tahu ayah menjadi suami pengganti ibu ada rasa sangat bahagia yang ibu rasakan, walau ibu masih membatasi perasaan ibu untuk membuka hati kembali pada ayah. Ibu sempat tidak yakin dengan perasaan ayah, ayah yang pernah menikah dua kali, tidak menutup kemungkinan masih mencintai mantan istri ayah. Tapi sikap dan ucapan ayah yang satu frekuensi membuat ibu yakin untuk membuka kembali hati untuk ayah, suami, imam dan ayah dari anak-anak ibu. Terimakasih ya, yah mencintai ibu sebesar ini hingga saat ini dan semoga selamanya hingga maut memisahkan dan hingga kita dikumpulkan kembali di jannah-Nya, aamiin."


Orion yang cukup dibuat kaget dengan pengakuan Nayla bahwa Nayla juga memendam perasaan sejak dahulu padanya Orion merengkuh Nayla dalam pelukannya.


"Terimakasih sayang, ayah tidak menyangka ibu memiliki perasaan yang sama pada ayah. Ayah akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu dan anak-anak kita. Tapi ayah belum dengar ibu bilang cinta ayah." Pembicaraan yang cukup serius Orion mencairkan suasana dengan menggoda Nayla. Tanpa Nayla bilang pun Orion sudah paham jika Nayla juga mencintainya.


"Iih ayah nyebelin, lagi serius-serius tetep aja." Nayla memukul pelan dada bidang Orion


"Hahaha, ya ayah mau dengar sekali saja kata cinta dari ibu."


"Kalau ibu nggak cinta sama ayah, ibu nggak mau mengandung anak-anak ayah di rahim ibu. Baby kita ini juga bukti ibu mencintai ayah." Nayla membawa tangan Orion ke perut bulat Nayla


"Iya, iya sayang. Ayah juga tahu ibu mencintai ayah hingga mau mengandung anak-anak ayah dengan merasakan segala ketidaknyamanannya. Terimakasih wanitaku, istri dan ibu dari anak-anakku."


Iya yah, ib.., belum juga Nayla menyelesaikan ucapan. Orion membungkam bibir Nayla dengan ciuman. Sejak Nayla menyelusupkan wajah ke dada Orion, Orion menginginkan tubuh Nayla yang terlihat semakin seksi. Malam ini diakhiri dengan pergulatan mereka. Saling memberi kehangatan dan kenikmatan syurgawi. Nayla selalu terbuai akan sentuhan-sentuhan Orion yang meningkatkan gairahnya. Orion melakukannya dengan hati-hati agar tidak menyakiti bayi dalam kandungan Nayla. Hormon kehamilan Nayla membuat Nayla lebih agresif, bahkan dalam ronde kedua Nayla meminta ia yang berada di atas Orion mendominasi pergulatan malam ini. Saat puncak percintaan mereka dengan posisi Nayla sudah dibawah kembali Orion yang terus memacu miliknya mengatakan cinta pada Orion "Sayang ibu sangat mencintai ayah, sangat..sangaat aah..aah.., yah sayang."


Orion sangat bahagia mendengar pengakuan Nayla saat percintaan mereka, suara Nayla terdengar lebih seksi saat mengatakannya. Tubuh Nayla semakin membuat Orion candu. Orion ingin menggempur Nayla hingga beberapa kali, tapi Orion tidak mau egois dengan membuat Nayla kelelahan. Apalagi mereka besok akan ke Bali.


Dibeberapa episode miss menghapus gambar ilustrasi,. karena miss ndak mau kena hak cipta walau sudah menyebutkan sumber.


Btw yang mau baca cerita pendek miss dua satu plus bisa dilapak orange episodenya hanya sekitar 20-30 an masih on going


miss kasih visual Nayla Orion nih



pengambilan gambar dari pinterest


misstizenku tersayang jangan lupa ya beri miss dukungan dengan KENCENGIN LIKE, & VOTE dari voucher yang kalian dapat setiap minggunya.


Sikit amet nih yang vote & like nya sepertinya miss mau menamatkan saja di episode 70/80 an dari niat awal 100 episode karena sikit sekitar segitu ya? Tadinya miss mau buka rahasia-rahasia satu satu yang belum terungkap. Karena sikit sekali dukungannya miss mau percepat aja deh 🤭

__ADS_1


Rela nggak berpisah dengan COUPLE NARI (Nayla Orion) secepat itu? Kalau nggak rela komen nya ya miss tunggu sebagai pertimbangan


__ADS_2