Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
78. Kelahiran Prematur


__ADS_3

Di kediaman Rio dan Hanum


“Apa-apain ini kenapa bisa saham persuahan K menurun anjlok?” Rio membentak sang asisten


“Saya belum mengetahui penyebabnya tuan,”


“Siapkan jet private sore ini. Kita akan menuju negara K.” Rio berlalu menuju kamar utama meninggalkan Indra yang sedang mengurus beberapa hal di macbooknya.


“Baik, tuan.”


“Honey, sore ini aku ke negara K. Saham perusahaan K anjlok, aku harus turun tangan melihatnya. Tidak apa-apa aku meninggalkanmu beberapa waktu di sini?” Rio berbicara kepada Hanum yang sedang bersandar di kepala ranjang. Di usia delapan bulan kehamilannya Hanum merasa sangat mudah lelah dan beberapa kali merasakan kontraksi.


“Mengapa bisa terjadi baby?”


“Entahlah honey, aku akan turun langsung ke sana. Jika ada apa-apa hubungi langsung aku. Semua keamanan siap siaga, jika kontraksi di perutmu semakin terasa jangan didiamkan berangkatlah ke rumah sakit. Jangan menungguku, aku khawatir kamu dan baby teins kita terjadi apa-apa.”


“Ok baby tidak perlu khawatir di sini banyak maid yang menemaniku. Pergilah dan selesaikan secepatnya. Kami menunggumu daddy.”


Rio menghampiri Hanum mencium dalam bibir Hanum dan mengecup perut besar Hanum. “Daddy pergi dulu kalian jangan membuat mommy kesusahan. Tenanglah di dalam sana.” Rio pun mengecup kening Hanum. Pergi menuju perusahaannya dahulu sebelum sore ke negara K.


Keesokkan harinya Hanum sendiri bersama para maid di kediamannya. Hanum diam-diam tetap mengawasi hunian Orion di b****y H***s.


Drt..drt..


Dering gawai Hanum berbunyi tampilan nama “Dius” muncul di layar gawai


“Hallo nyonya,” ucap Dius di sebrang sana


“Iya Dius, ada laporan apa?”


“Tuan Orion dan istrinya tidak berada di hunian b****y h***s. Kita kecolongan nyonya.”


“Apa????” Bentak Hanum kepada Dius yang ada di telefon. “Bagaimana mungkin anak buah kita tidak melihat mereka keluar hunian heuuh?” Bentak Hanum penuh emosi. Orion dan Nayla memang keluar dari hunian melalui jalan bawah tanah yang menghubungkan keluar melalui jalan utara pusat kota hunian, mereka menggunakan mobil bawah tanah tanpa ada anak buah siapapun yang tahu. Kecanggihan Teknologi dan IT Orion menangkap sinyal penguntitt dan pengawasan dari berbagai orang yang mengawasi huniannya. Orang-orang tersebut adalah orang suruhan Hanum dan Rio, orang suruhan Nadira dan Belinda. Mereka mengawasi hunian Orion dan Nayla dengan tujuan masing-masing.


“Kami mengawasinya setiap waktu nyonya. Kemungkinan hunian itu memiliki jalan lain yang tidak bisa kami awasi.”


“Bagaimanapun caranya temukan mereka, saya ingin dalam satu hari kamu menemukan keberadaan mereka.”


“Baik, nyonya.” Hanum menutup telefon begitu saja tanpa pamit


“Brengsek kamu Rion, mengapa kamu bisa lolos dari pantauan kami. Jangan-jangan menurunnya saham perusahaan suamiku kamu yang memainkannya? Baiklah Rion jika itu yang kamu mau.” Teriak Hanum bermonolog sendiri di kamar utama miliknya


“Auuuw...Ugh...ugh...,honeey sakiit.., perutku sakit sekali.” Hanum memegang bawah perutnya, terasa sangat sakit kontraksi yang semakin kuat. Hanum menekan tombol interkom kepala maid. Tak lama kepala maid datang.


“Nyonya, dari kaki anda keluar darah.” Kepala maid terkejut dengan keadaan Hanum yang terduduk di sisi ranjang dengan darah yang mengalir di kakinya. Kepala maid memanggil beberapa maid untuk mengangkat Hanum ke mobil menuju RS ibu dan anak.


Selama di perjalanan Hanum meringis kesakitan dengan menarik nafas. Kepala maid terus mencoba menghubungi Rio namun tak ada jawaban.


Hingga 20 menit mereka sampai di Rs yang sudah di booking oleh Rio sebelumnya jika terjadi sesuatu dengan Hanum. Hanum langsung di atasi oleh para medis yang sudah siap. Masuk ke ruang VVIP.

__ADS_1


Tidak lama dokter keluar ruangan.


“Adakah keluarga nyonya Hanum di sini?”


“Saya perwakilannya dok, ini saya sedang menghubungi suaminya. “Kepala maid sedang terhubung video call dengan Rio yang berada di negara K


“Bisa saya berbicara dengan tuan Rio.” Mau tidak mau sang dokter yang gugup harus berbicara dengan Rio


“Hallo selamat siang tuan.”


“Siang, bagaimana keadaan istri dan kedua anakku?”


“Nyonya mengalami pendarahan dan pecah ketuban sebelum waktunya. Kami harus segera mengoperasinya tuan.” Sang dokter setenang mungkin mengatakan keadaan Hanum, ia merasa terintimidasi dengan tatapan Rio


“Lakukan apapun yang terbaik untuk istri dan anak-anakku, selamatkan mereka. Jika kamu gagal menyelamatkan salah satunya lihatlah apa yang akan terjadi.”


“Baik, tuan. Untuk tanda tangan persetujuannya bagaimana?”


“Tanda tangani oleh kepala maid yang memiliki telefon ini.”


“Baik, tuan.”


Setelah penandatanganan selesai. Hanum memasuki ruang operasi. Walau Rio tidak bisa mendampingi Hanum yang berjuang antara hidup dan mati karena jarak mereka yang tidak dekat, ia meminta kepala maid tidak mematikkan sambungan VC nya. Rio yang berada di negara K langsung melakukan penerbangan ke negara x dengan Jet Private nya.


Operasi caesar yang biasanya membutuhkan hanya 30 menit ini lebih lama dari perkiraan. Operasi terjadi hingga 1 jam. Terdengar tangisan-tangisan kedua anak Hanum dan Rio dari ruangan operasi sana.


“Terimakasih Tuhan kedua anakku telah terlahir ke duniamu.” Ucap Rio dari VC yang di gawai kepala maid.


“Bagaimana keadaan istri dan kedua anakku?”


“Kedua anak anda terlahir selamat, sempurna, namun karena lahir di usia delapan bulan, mereka harus berada di ruang NICU karena keadaan tubuhnya yang masih sangat kecil dan memerlukan alat pernapasan.” Dokter terdiam sejenak dnegan wajah pucat karena takut akan yang dilakukan Rio terhadap diri dan Rumah Sakitnya


“Lalu istri saya??? Mengapa kamu diam brengsek?” Bentak Rio kepada sang dokter dengan emosi


“Nyonya masih tak sadarkan diri karena pendarahan. Untuk saat ini kondisinya sudah stabil hanya menunggu nyonya tersadar.” Sebisa mungkin dokter mengendalikan rasa takut dan gugupnya


“Pastikkan dia sadar jika tidak kamu tahu apa yang terjadi padamu dan Rumah Sakitmu.”


“Baik tuan,” Dokter mengembalikan gawai kepala maid


“Bawa saya melihat kedua anak-anakku,” ucap Rio yang meminta kepala maid memperlihatkan kedua di ruang NICU walau tidak bisa masuk kecuali orang tua anak yang ada dalam ruangan tersebut.


****


Di kediaman Orion


Orion seperti biasa menganggu aktifitas Nayla. Kali ini Nayla sedang merajut sweater keluarga untuk dirinya, Orion dan kedua anaknya yang belum diketahui jenis kelaminnya untuk itu Nayla memilih warna choco milo untuk keluarganya. Nayla baru selesai merajut manual milok kedua anaknya sebelum Orion mengganggu. Saat ini Nayla sedang merajut sweater milik Orion. Orion mengganggu Nayla dengan merebahkan kepala di paha Nayla.


“Sayang, jangan gini ibu lagi bikin sweater bagian ayah.”

__ADS_1


“Lanjutkan saja sayang, ayah hanya ingin seperti ini.” Orion dan Nayla berada di sofa lipat kamar mereka. Wajah Orion menghadap ke perut besar Nayla mengajak bayi-bayi di perut Nayla berkomunikasi dan sesekali menegcup perut Nayla dengan tangan kanan mengusap punggung belakang Nayla.


“Anak-anak ayah pasti tumbuh sehat ya di dalam perut ibu, perut ibu besar sekali, ayah gemes nih, Cup..cup...” Orion gemas dengan perut Nayla yang semakin besar dan membulat


“Bilang aja ibu tambah gendut, yah.”


“Engga gendut sayang, tapi seksi. Buat ayah mau ibu selalu.”


“Dasar mesum” Nayla memutar bola mata


“Mesum sama istri sendiri nggak apa-apa sayang. Asal jangan sama istri orang, kan?” Orion sengaja menggoda Nayla.


“Ayah berani gitu? Bye, jangan harap ketemu ibu dan anak-anak,” ucap Nayla dengan mendelikkan mata dan nada jutek


“Hahaha ibu kalau marah makin cantik deh, apalagi marahnya karena cemburu.” Ucap Orion bangun dari rebahannya, duduk di samping Nayla memegang dagu Nayla membalikkan menatap dirinya.


Cup


Cup


Cup, kecupan terakhir ******* dan menghisap bibir bagian bawah Nayla yang agak tebal


Nayla yang kesal menggigit bibir Orion.


“Aauuw.., ko gigit sayang.”


“Orang kesel malah dicium. Apa tadi mau mesum ke istri orang “


“Hahaha sayang, kamu nih yaa. Alhamdulillah ibu cemburu juga. Ayah kan Cuma bercanda sayang. Sudah ya marahnya?”


“Awad aja ya??” Ucap Nayla dengan tatapan tajam menatap Orion seperti itu untuk pertama kalinya


“Engga istriku, tersayang. Nggak ada kerjaan sekali mesumin istri orang. Istri sendiri aja sudah cantik, seksi dan baik begini.” Ucap Orion dengan terkekeh merengkuh tubuh Nayla dalam pelukannya dan mencium kening Nayla


“Ayah makin pinter ya ngegombalin ibu.”


“Serius sayang, ayah senang ibu bisa cemburu juga sama ayah.” Orion berulang kali mengecup kening Nayla


“Jangan bercanda gitu ibu nggak suka. Berawal dari ucapan nanti nggak sengaja di sikap. Nggak harus gitu aja ibu cemburu kalau ayah terlalu sibuk dengan kerjaan ayah.”


“Hahaha iya, iya ratu dalam hidupku. Sudah ya jangan marah.”


“Hmm..,” ucap Nayla sembarang


“Lah ko gitu jawabnya?”


“Iya ayah sayang, suami dan ayah dari anak-anakku.” Ucap Nayla mendongakkan wajah menatap Orion dengan puppy eyes nya


“Nah gitu dong, baru kesayangan ayah.” Orion mencium dalam bibir candu Nayla kembali

__ADS_1


Gimana gimana??? Makin seru nggak? Kasih miss masukan dan saran dong misstizen 🤭


Jangan lupa VOTE, BUNGA, LIKE dan ramaikan komennya misstizenku zheyenk 🤗🤗


__ADS_2