
Setelah Fariz berhasil meminta koki membuatkan klepos request Fiana walau harus merogoh kocek yang mahal tapi tak masalah baginya karena harga berapapun tak sebanding dnegan kebahagiaan wanitanya.
Jika di Jakarta dan Bandung bisa dibeli mulai dari harga sepuluh ribu di Pulau KRI yang dibuatkan langsung oleh chef profesional harganya ratusan kali lipat dari harga wajarnya. Sultan mah bebas beli klepon harga sejuta satu juga 😂🤣
“Ini sayang kleponnya,”
“ Wah terimakasih aa, chef profesional memang bisa diandalkan.” Mata Fiana sudah berbinar-binar menerima satu piring klepon buatan chef profesional, dengan antusias Fiana menyuapkan satu klepon cukup besar ke mulutnya
“Iya lah sayang chefnya mau dibayar mahal untuk makanan tradisonal seperti itu pasti rasanya lebih enak dari klepon dipasaran.”
Saat klepon sudah masuk mulut Fiana.
Huwoeek..,
Fiana memuntahkan kleponnya ke tisu yang ada di sana
“Ini rasanya aneh banget sih aa? Ko nggak kayak rasa klepon di toko kue di Jakarta dan Bandung aa.”
“Masa sih sayang?” Padahal Fariz sudah membayar mahal satu piring klepon buatan chef profesional yang tak diragukan lagi.
“Iya, coba deh sama aa.”
Fariz mengambil satu klepon dan dilahapnya
“Ini rasanya biasa aja ko rasa klepon sayang.” Fariz makin heran dengan kelakuak isyrinya. “Apa indera perasamu bermasalah?”
“Nggak ko, rasa steak ini masih rasa steak.” Keukeuh Fiana
“Ya sudah aa yang habiskan kleponnya. Bener ya nggak mau? Ini enak loh sayang, Rasa gula merahnya lumer banget.”
“Nggak aa tahu nggak rasa gulanya seperti apa?”
__ADS_1
“Apa sayang?”
“Kopi pahit, huoeek, bikin mual saja.” Fiana memang bukan wanita pecinta kopi
“Sayang sebelum ke perjalanannya selanjtnya kitaperiksa dahulu siapa tahu ada yang bermasalah dengan indera perasamu.”
“Apaan sih aa nggak mau aah. Kita lanjutkan saja. Memang berapa temoat lagi yang ingin dikunjungi?”
“Tiga negara lagi?”
“Satu munggu memang cukup.”
“Enggak, aa minta izin ayah satu minggu lagi.”
“Ko bisa? Nggak terlalu lama aa ninggalin kewajiban aa di Perusahaan? Hampir satu bulan loh aa.”
“Beneran ingin tahu alasannya? Tapi janji nggak marah.”
“Janji dulu sayang nggak akan marah.”
“Nggak aneh-anhekan?”
“Janji dulu.” Keukeuh Fariz
“Iya, janji nggak marah. Apa alasannya sampai ayah mengizinkan aa bisa honeymoon tiga minggu.”
“Aa bilang kamu ngidam ingin ke negara yang aa rencanakan.”
“Aa apa-apaan orang kita baru seminggu nikah juga. Siapa yang hamil, kalau tahu aa bohong aku nggak ikut-ikutan ya. Aku akan bilang sama ayah itu ide aa.”
“Sayang jangan giru dong, kita kan honeymoonnya berdua. Bisa jadi pulang dari sini kamulangdung hamil sayang.” Fariz dengan tak tahu malu mengusel-ngusel wajahnya ke ceruk leher Fiana yang berhijab. Walau private tapi ada pelayan yang siap siaga di tempat hal itu mmebuat Fiana malu
__ADS_1
“Aa iih malu liat ada waiters loh.”
“Janji dulu mau bantu aa bilang sama ayah nanti jika ketahuan berbohong.”
“Nggak.., sekali bohong nanti ada kebohongan lain.”
“Terus gimana dong masa dibatalin sih sayang. Kedua negara itu private juga loh. Negara ketiga paling lama.”
“Memang kemana sih? “
“Ya bukan surprise dong kalau bilang kamu.”
Fiana menghela napas
“Pokonya jujur aja ke ayah rencana aa mau seperti apa secara detail sampai butuh waktu lama di negara ketiga pasti ayah juga ngerti jangan berbohong aku ngidam. Aku aamiinkan ucapan aa tapi mustahil baru seminggu sudah tumbuh embrio.”
“Hey sayang tak ada yang tak mungkin jika Allah mengizinkan.”
“Iya aa aku tahu tapi aa berbohong nyatanya aku belum hamil. Jangan gini lah ayo bicara sejujurnya kepada ayah.”
Fariz mengusap wajah kasar
“Baiklah malam aa telepon ayah.”
LIKE, VOTE, BUNGA/KOPI nya dong misstizenku
Miss mau minta bantuan juga dong dukung dua novel miss di profil CEO KEJAM SANG PENOREH & PENYEMBUH LUKA
FREYA'S A TOUGH WOMAN
Makasih ya mistizenku 🤗
__ADS_1