
POV NAYLA
Malam ini mas Rion meminta haknya padaku, sungguh jantungku berdegub sangat kencang. Sudah dua kali ia mencoba menggagahiku tapi selalu gagal karna ia lupa jika aku sedang berhalangan. Tapi sepertinya rasa saat ini berbeda, karna ini malam pertama kali kami setelah berbagai banyak drama yang kami lewati.
Aku tau dia selalu menahan gairahnya saat bersamaku, dia pria normal yang melihatku menggunakan kemeja kebesaran tanpa bawahan saja bisa membuatnya bergairah, apalagi saat ini aku menggunakan lingerie maroon yang ku tutupi dengan kimono handuk.
Ya rabb pikiranku sudah travelling kemana-mana, jujur di usiaku yang ke 27 tak pernah sekalipun aku menonton BF, bahkan video yang dikirimkan Reyhan sahabatku tak pernah ku buka. Karna aku termasuk wanita yang mudah jijik melihat sesuatu yang tabu di hidupku. Jika hanya soal ciuman, itu sudah biasa aku lihat di drama korea kesukaanku. Tapi untuk pertama kalinya ciuman yang sesungguhnya ku rasakan saat pertama mas Rion menciumku, aaarghhh rasanya aneh tapi memberi rasa yang tak mampu ku ungkapkan.
Oh ya, aku putuskan membuka kunci sangkar yang ku gembok saat satu bulan lalu di dinner kami malam itu. Aku sungguh tersentuh dengan sikap dan kejutannya. Aku semakin yakin akan perasaan mas Rion terhadapku, selama satu bulan kami hidup bersamapun sesibuk apapun dia, ia selalu menyempatkan diri pulang siang hari hanya untuk memakan masakanku. Lelaki matang, dengan wajah tampan blasteran, walau sudah tua tapi tubuhnya tetap atletis, kulit putih, hidung mancung, selalu romantis, rajin beribadah dan memperlakukanku seperti ratunya. Lelaki idaman sekalikan?
Sungguh aku mendapatkan hadiah terindah dari luka-luka yang pernah aku rasakan. Saat dulu pernah dikhianati sang calon suamiku sebelum aku menerima perjodohan dengan mas Hari dan ditinggalkan di hari pernikahanku oleh mas Hari. Alhamdulillah aku bersyukur memiliki mas Rion, lelaki yang aku impikan menjadi imamku. Malam itu dalam hatiku ku serahkan hatiku sepenuhnya untukmu lelakiku, mas Rionku.
Tapi untuk ketiga kalinya drama malam pertamapun menghampiri lagi. Berawal dari telponku yang berdering. Aku merasa aneh untuk kedua kalinya pada mas Rion, ketika nomor dari luar menghubungiku dia merampas hapeku dan mematikkannya.
Aku tau dia khawatir jika nomor yang mengubungiku memiliki modus lain seperti penipuan. Tapi hatiku berkata tidak, nomor yang menghubungiku seperti ingin membicarakan sesuatu. Tapi entahlah.
Kecurigaanku bertambah ketika mas Rion mengembalikkan hapeku, riwayat telpon dari nomor tadi sudah tak ada. Mengapa mas Rion menghapusnya? Dan seingatku tadi ada pesan juga yang masuk, tapi tak ada satupun pesan yang masuk.
Ditambah dengan Dirga yang tak lama menelepon mas Rion dan ada hal mendadak. Meskipun mas Rion berkata kepentingan pekerjaan yang mendadak, tapi feelingku mengatakan ada sesuatu, dan entahlah apa itu.
Aah aku tak mau berpikir berlebihan tentang hari ini. Aku juga sedikit kecewa sih ketika mas Rion disibukkan kembali dengan pekerjaannya. Bukan karna aku tak tahan dengan kebutuhan batinku, tapi aku sudah berharap yang sama dengannya. Berharap akan ada malaikat kecil di rahimku, yang akan menambah kebahagian keluarga kecil kami. Hari ini tepat satu hari setelah aku selesai berhalangan di bulan ini. Jika Allah berkehendak mungkin benihnya akan tumbuh di rahimku, sesuai dengan masa suburku. Aaah pikiranku sudah melayang jauh.
Ada malaikat kecil, mas Rion junior atau aku junior hidup di rahimku. Mengandung adalah salah satu mimpiku juga. Dulu aku berharap menikah muda di usia 23 tahun. Dan hamil di usia muda. Tapi qadarullah Allah tak mengizinkanku menikah di usia muda.
Jujur ada kebahagiaan sendiri sejak dulu aku melihat wanita-wanita yang sedang mengandung dengan perut yang buncit. Terlihat lucu, dan seksi saja terlihatnya. Aaah kan pikiranku melayang terus akan hadirnya junior di rahimku.
Sudah banyak hal yang akan aku lakukan saat ada junior di rahimku. Aku ingin merekam semua moment saat aku mengandung kelak, dan jelas selalu di dampingi mas Rion ku. Heuuh jauh sekali yaa pikirku melayang. Tapi ya memang ini yang aku pikirkan sekarang. Tak pernah sedikitpun aku bercerita pada siapapun impianku tentang sang anak. Mungkin jika momentnya tepat aku akan menceritakan mimpiku ini kepada mas Rion. Meskipun sudah ada Arga di tengah-tengah kami, tapi aku juga ingin merasakan mengandung malaikat kecil di rahimku sendiri. Indah sekali bukan peran seorang ibu.
POV NAYLA END
Drt...drt..drt..
Lamunan Nayla terganggu oleh panggilan video grup para sahabatnya.
"Heeey naaaaaylaaaa" Teriak Dinda
__ADS_1
"Bocaaaah." Suara berat Reyhan
"Pengantin baruuu sombong euy." Teriak Ella
"Yang udah belah duren ga berkabar nih." Suara Ardiyanto yang paling kalem
"Ya allah kalian berisik amet iih, tumben pada mau VC biasanya malem-malem sibuk sama pasangan sendiri, haha." Tawa Nayla meledek
"Eeh bocah salah siapa ga ada kabar, keasyikan berduaan mulu ya sama mantan duren hahhaha."
"Apaan sih Rey, iih. Kesal Nayla memutar bola ke kanan."
"Iya nih kamu Nay mentang-mentang udah tau rasanya belah duren, lupa sama kita-kita, ga pernah nongol di grup."
"Iih bukan gitu, emang benaran lagi agak hectic aja gitu."
"Aaah ga usah malu-malu gitu Nay, terlalu menikmatikan pesona mantan duren haha. Gimana nyesel ga nikah umur segini?? Rasanya nikmat bangetkan ya???" Tawa Adinda yang terbahak-bahak di sebrang sana
"Apaan iih kaliaaan pada gilaaaaa." Teriak Nayla yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. Ia mematikkan Vc nya sepihak karna saking malunya membahas hal tabu baginya
***
Saat suara adzan subuh berkumandang Nayla terbangun dahulu. Seperti biasa tangan besar Orion memeluk pinggang Nayla dengan erat. Ia memindahkan perlahan tangan Orion agar tak membangunkan. Nayla beranjak menuju kamar mandi. Tapi dering telpon Orion menghentikkannya.
Dari tampilan layar hape Orion ada panggilan masuk dengan nomor tanpa nama berawalan +17. Nayla terkejut dengan nomor itu karna samar-samar ia mengingat nomor yang menghubunginya kemarin.
"Apa aku angkat saja ya? Nomornya mirip seperti yang kemarin menghubungi nomorku." Gumam Nayla
Baru saja tangan Nayla akan memegang hape Orion, tangan lain sudah menggapai hape lebih dulu, siapa lagi jika bukan Orion.
"Telpon rekan bisnis, sayang. Mas angkat dulu ya." Tanpa Nayla bertanya Orion menjelaskan. Orion berlalu ke luar kamar hotel dan berpindah ke kamar hotel sebelahnya yang sengaja di pesan Orion semalam, untuk menghindari pembicaaraan penting dengan Dirga dari pendengaran Nayla. Walaupun kamar itu memang conecting room dengan kamar Orion dan Nayla.
"Rekan bisnis? Tapi ko kayak ga boleh ke angkat aku sih. Apa emang ada yang mas Rion sembunyiin dari aku ya?" Nayla bermonolog sendiri dengan segala terkaannya. Lalu ia melanjutkan niatnya untuk ke kamar mandi. Sedangkan Orion ke kamar hotel sebelahnya dan mengunci pintu yang menghubungkan kedua kamarnya agar Nayla tidak masuk secara tiba-tiba.
"Apa yang kamu mau Hanum?' Tanpa basa-basi Orion memberi pertanyaan
__ADS_1
"Hahaha kamu tau ini aku mas???" Sedikit terkejut Hanum yang berada di negara xxx tertawa dengan pertanyaan Orion yang langsung mengetahui siapa yang menelepon
"Langsung pada intinya Hanum? "
"Aku tak ingin bercerai dengan kamu mas."
"Heuuh kamu tidak salah??? Secara agama kamu bukan lagi istri saya, saya sudah menalak kamu." Orion membentak Hanum dengan rahang mengeras. Suara Orion tak akan terdengar ke kamarnya bersama Nayla karna conecting room yang Orion pesan kedap suara.
"Ya secara agama saya bukan istri kamu, tapi secara hukum saya masih istri pertama kamu mas. Dan wanita kecilmu itu hanya istri kedua, istri kedua mas ingat itu."
"Ok secara hukum dia memang istri kedua tapi tidak di mata saya. Dia istri dan wanita saya satu-satunya."
"Hahahaha ternyata dugaan saya benar Nayla mu itu saat ini adalah titik kelemahanmu mas. Uuh so sweetnya, hahaha"
"Jangan pernah sekali lagi kamu berani menghubunginya Hanum."
"Astaga takut....mas Rionku kena virus bucin istri keduanya. Hahaha. Aah aku tak bisa membiarkan kamu bahagia mas apalagi ternyata dia wanita idamanmu sejak dulu. Oh no, sungguh ironis kamu mas, mendapatkannya setelah waktu cukup lama, tapi tak lama lagi juga dia akan meninggalkanmu, mas Rionku sayang. Hahaha."
"Ini bukan lelucon Hanum, saya pastikkan kamu menandatangani surat perceraian kita. Dan jangan pernah sekalipun kamu menyentuh Nayla, jika sekali saja kamu mencoba menyentuh sehelai rambutnya, saya pastikkan akibat yang setimpal untuk kamu."
"Oh ya??? Silahkan temukan saya jika kamu mampu mas."
Tanpa menunggu jawaban Orion, Hanum mematikan telponnya
Tut..tut...tut
"Kurang ajar." Orion geram
Ada yang bisa menerka ga??? Nayla bakal kepo pake banget ga buat cari tau siapa si penelepon???
Apa yang bakal Orion lakukan ke Hanum???
Udah bikin greget ga sih?????
Kencengin LIKE, VOTE dan tinggalin komennya dong biar miss ceazy up nih ðŸ¤
__ADS_1