Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
116. Menahan Diri


__ADS_3

Orion tidak memberi jawaban atas permintaan maaf Nayla. Karena sampai malam pun Orion masih berdiam diri di ruang kerjanya.


Tok...Tok..Tok..


Nayla mengetuk pintu ruang kerja Orion. Walau dirinya sedih karena merasa bersalah, tapi Nayla jauh mengkhawatirkan Orion yang malah mengurung diri di ruang kerja sampai waktu makan malam. Orion melewati makan siang. Sedangkan dirinya mewanti-wanti Nayla memakan makanan bergizi melalui maid.


“Mas..,mas.., bolehkah aku masuk? Aku mohon, Mas boleh marah, mas boleh membenciku tapi anaknya membutuhkan kamu.”


Nayla tahu Orion tidak akan pernah tega jika anaknya yang membutuhkan dirinya. Walau sebenarnya Orion juga tidak tega memperlakukan Nayla seperti ini, hanya saja Orion masih membutuhkan waktu untuk sendiri. Orion pun membuka kunci dan pintu untuk Nayla.


Ceklek


Orion hanya membukakan dan masuk kembali diikuti Nayla dari belakang yang membawa nampan makan malam untuk Orion.


“Makan dahulu mas, kamu melewatkan makan siang.”


“Saya tidak lapar, apa yang mau kamu katakan?”


“Bolehkah saya dan anak-anak menginap beberapa hari di rumah ayah Hendra?”


“Tidak bisakah satu hari kamu tidak melakukan hal yang membuat saya emosi? Kamu mau menghindar?”


Nayla sudah menahan air matanya sejak tadi, menguatkan diri untuk tidak cengeng di hadapan Orion. Menarik napas dan mengendalikan rasa sesak di dada dengan perkataan Orion yang selalu keras.


“Aku bukan menghindar mas, aku tahu kamu membutuhkan waktu sendiri. Mungkin dengan kehadiranku malah membuatmu semakin marah seperti saat ini.” Nayla memberanikan diri untuk mengatakan isi hatinya walau terasa menyakitkan ditambah hormon kehamilan yang membuatnya semakin berperasaan. Nayla berkata dengan kepala menunduk.


“Saya tidak akan mengizinkanmu kemana pun. Diamlah di rumah. Saya memang membutuhkan waktu untuk sendiri tapi bukan berarti membiarkanmu dan anak-anak kita di luar kediaman. Kembalilalh ke kamar dan beristirahat. Jangan bangun malam saat anak-anak terbangun, biarkan baby sitter yang memberikan ASI stokmu dengan botol minumannya.” Orion mulai melembutkan suaranya, walau masih diselimuti kecewa Orion tetaplah Orion lelaki yang mencintai dan mengkhawatirkan Nayla ibu dari anak-anaknya.


“Aku akan kembali ke kamar jika mas makan malam yang aku bawakan.”


Orion menghela napas berat, mendekat di sofa yang Nayla duduki dan duduk di sebelah Nayla. Dengan terpaksa memakan makanan yang Nayla bawa agar Nayla bisa segera beristirahat. Dan Orion bisa berpikir langkah apa yang akan Orion ambil untuk menyambut anak ketiga namun kehamilan kedua bagi Nayla.


“Sudah selesai, kembalilah ke kamar dan beristirahat. Jangan banyak berpikir, saya tidak mau kamu dan anak kita kenapa-kenapa.” Walau Orion tidak mengganti panggilan dirinya namun nada bicaranya sudah melembut dan memberi kecupan di kening Nayla sebelum Nayla keluar dari ruangan kerjanya.


“Hallo Ga kamu sudah mendapatkan informasi yang saya minta?” Sebelum Oeion membawa Nayla ke rumah sakit Orion meminta Dirga menyelidiki apa saja yang dilakukan ibunya dengan Nayla di hari mereka ke rumah sakit perawatan kecantikan. Dengan teknologi dan informasi perusahaan Orion untuk mengecek dan menyelidiki hal itu tidaklah sulit.


“Sudah tuan, maaf saya mengatakan ini. Nyonya besar dan Nyonya muda tidak masuk ke ruangan praktek estetika melainkan masuk ke ruangan obgyn di rumah sakit J. Itu terlihat jelas dari rekaman CCTV rumah sakit. Nyonya muda juga telah melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk itu nyonya memerlukan waktu cukup lama di rumah sakit.”


“Apa hasil dari pemeriksaan kesehatan Nayla?”


“Tidak ada masalah untuk kesehatan nyonya tuan, nyonya dalam keadaan baik-baik saja. Kesehatan dan rahimnya memang dalam keadaan sehat dan mampu mengandung kembali.”


“Ok, mulai esok hari hubungi dokter gizi untuk mengatur makanan yang masuk ke tubuh Nayla. Dan pemeriksaan kandungan Nayla jadwalkan dua minggu sekali konfirmasi kepada dokter Elisa.” Kehamilan kali ini Orion tidak ingin Nayla mengalami kejadian yang sama untuk itu segala sesuatu yang dibutuhkan untuk Nayla akan diberikan sesuai aturan dokter, Orion juga berniat tidak akan menuruti semua ngidam Nayla jika itu membahayakan Nayla dan bayinya. Berlebihan namun Orion lebih takut kehilangan Nayla.

__ADS_1


“Baik, tuan.” Orion mematikkan sambungan telefon dengan Dirga.


**


Malam hari jam menunjukkan jam satu lewat sepuluh menit Nayla terbangun dengan tangan besar yang melingkar di pinggangnya. Siapa lagi jika sang suami Orion yang memeluknya dari belakang.


Nayla melepaskan kedua tangan Orion secara perlahan agar tidak terbangun. Nayla terbangun karena merasa sangat lapar rasanya ingin memakan mie instan ditambah telur.


Setelah Nayla berhasil melepaskan tangan Orion, Nayla keluar dari kamar dengan menutup pintu secara perlahan. Turun dengan lift dan menuju ke dapur untuk mencari mie instan, seingat Nayla ada beberapa maid yang suka memasak mie instan, kemungkinan stoknya ada di salah satu lemari dapur. Setelah menemukan mie instan di salah satu lemari betapa bahagia dan berbinarnya mata Nayla seperti menemukan harta karun.


Semenjak menikah dengan Orion, Nayla belum pernah memakan mie instan lagi padahal dahulu ketika kuliah hingga memiliki workshop sendiri Nayla selalu memakan mie instan terkadang 1 atau 2 minggu sekali.


Saat Nayla akan memasukkan mie ke dalam rebusan air di panci tangan besar mencekal pergerakkan Nayla. “Siapa yang mengizinkanmu memasak mie instan?” Tangan besar itu milik Orion yang terbangun karena tidak ada Nayla di sampingnya. Sehingga Orion mencari Nayla hingga ke dapur karena terdengar suara orang menggunakan peralatan masak. Dan benar dugaannya Nayla sedang memasak di dapur.


“Ini keinginan anakmu mas.”


“Dengar sayang, mas tidak akan selalu mengikuti permintaanmu. Walau itu kemauan anak kita. Jangan memakan makanan tidak sehat seperti mie instan ini.” Orion mengambil alih mie instan yang telah terbuka dari tangan Nayla dan membuangnya ke tempat sampah.


“Tapi aku mau sekali mie instan mas. Lagian sudah lama tidak mengkonsumsi mie instan.”


“Sekali tidak tetap tidak, mas akan masakkan untukmu katakan apa yang ingin kamu makan tapi tidak dengan mie instan.”


“Enggak aku lebih baik nggak makan.”


“Jangan mulai keras kepala, pikirkan bukan hanya kamu yang membutuhkan nutrisi tapi anak kita juga sayang.” Orion memang telah kembali melembut namun lebih bertindak tegas untuk menghadapi Nayla. Orion tetap memasakkan makanan untuk Nayla. Nayla yang tidak bisa membantah duduk didepan meja kitchen set memperhatikkan Orion yang memasak.


“Mas nggak ikut makan?”


“Enggak lihat kamu makan, sudah membuat mas kenyang.” Nayla pun melanjutkan makannya. Setelah selesai Orion dengan sigap membersihkan alat makan bekas makan Nayla.


“Mas biar aku saja,”


“Duduklah, diam. Biar mas saja. Melakukan hal seperti ini bukan hanya tugasmu. Mas juga bisa.”


“Terimakasih mas.” Nayla masih duduk menanti Orion menyelesaikan kegiatannya


“Sudah kita beristirahat lagi.” Orion mengenggam tangan Nayla.


**


Saat ini usia kandungan Nayla sudah menginjak hampir empat bulan. Perut Nayla sudah terlihat mulai membesar. Selama dua bulan juga apapun yang Nayla makan sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan dirinya dan anaknya yang diatur oleh dokter gizi. Nayla juga masih mengASIhi kedua anaknya. Meski terkadang tidak secara langsung menyusui dari payu*daranya melainkan melalui botol dot. Susu yang telah diperah dimasukkan ke dalam botol dot dengan tutup dot yang mirip dengan ****** sehingga kedua anak Nayla mau meminumnya.


Terkadang malam hari Fariz dan Freya yang menangis masih Nayla yang menjalankan peran. Tapi sering kali saat Orion ikut terbangun, Orion selalu melarang Nayla, Nayla harus beristirahat cukup. Setiap kegiatan Nayla sangat diatur dan diawasi. Dan hal itu terkadang membuat Nayla ingin marah namun tak bisa karena ini sudah janjinya kepada Orion menerima konsekuensi dari keputusannya untuk mengandung kembali.

__ADS_1


Tapi Orion tidak lepas tangan, Orion sering turun tangan mengurusi kedua anaknya. Di saat Nayla menyusui langsung pun Orion sering duduk di belakang Nayla untuk menyangga tubuh Nayla dan kedua bayi yang sedang Nayla susui.


Berbeda dengan kehamilan sebelumnya, Orion jarang menyentuh Nayla karena dia menahan diri agar Nayla tidak kelelahan. Berbeda dengan Nayla yang terkadang menangis seorang diri di dalam kamar mandi. Seperti malam ini.


“Kenapa mas Rion jahat, apa yang aku inginkan tidak boleh sama sekali ditambah jarang menyentuhku. Apa tubuhku mulai terlihat jelek, hiks..hiks..,” Nayla menangis terisak duduk di atas closet yang tertutup. Dia tak ingin disaksikan Orion dari CCTV saat menangis.


Orion yang selalu mencuri waktu memperhatikkan CCTV kegiatan dan keberadaan Nayla di rumah merasa heran hampir satu jam Nayla tidak keluar dari kamar mandi. Karena khawatir Orion langsung menyambar kunci mobil dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, tanpa menunggu Dirga.


Hanya dua puluh menit Orion sampai di kediamannya. Selama di perjalanan Orion terus memperhatikkan CCTV yang terhubung ke gawainya namun tanda-tanda Nayla keluar dari kamar mandi belum terlihat. Orion yang terselimuti khawatir hingga lupa untuk menghubungi kepala maid untuk memeriksa keadaan Nayla sampai sebelum dirinya sampai.


Setelah berada di depan gerbang Orion melempar kunci ke satpam dan berlari masuk menuju kamar utama.


Tok...tok...tok..


“Sayang apa kamu baik-baik saja? Mas pulang lebih cepat.”


Nayla tertegun dengan suara Orion yang berada di depan pintu kamar mandi. “Kenapa harus pulang cepat bagaimana dengan mata sembabku,” Nayla dalam hati. Nayla memang lebih menyembuyikan perasaannya saat kehamilan kedua ini kepada Orion. Nayla yang sekarang menjadi Nayla yang overthingking dan tidak terbuka. Hormon kesensitifannya membuat Nayla berpikir sendiri, menangis sendiri dan merasakannya sendiri. Nayla pikir karena ini keputusannya jadi dia tidak boleh egois dengan menangisi keadaannya di depan Orion. Nayla membersihkan wajahnya dengan air agar tidak terlalu terlihat sembab.


Ceklek


Orion yang di depan kamar mandi mendongakkan wajah memperhatikkan Nayla dari bawah ke atas. Nayla menggunakan dress rumah tanpa lengan lengkap dengan mata sembab.


“Mas pulang cepat? Tumben sekali.” Nayla bertanya setenang mungkin


“Kamu kenapa? Apa yang kamu lakukan di kamar mandi selama hampir satu setengah jam?” Orion yang khawatir tidak merespon ucapan Nayla namun memberikan banyak pertanyaan untuk Nayla


“Hanya sakit perut.”


“Kita ke dokter, nggak wajar sakit perut sampai selama itu dan dengan mata sembab. Apa perutmu sakit sayang hingga membuatmu menangis?”


“Enggak mas, aku hanya ingin beristirahat. Aku nggak mau sedikit-sedikit dokter. Sudah cukup makanan yang diatur dokter gizi dan pemeriksaan setiap dua minggu sekali mengunjungi rumah sakit.”


“Kamu tidak terima dengan yang mas lakukan?” Orion bertanya dengan ekpresi datar dinginnya kembali


Nayla yang sudah menahan air matanya agar tidak menetes akhirnya cairan bening tersebut memenuhi pipinya. Nayla menghela napas berat.


“Perlakuan apa yang tidak aku terima mas? Saat aku menginginkan A, B sampai Z pun yang dilarangmu aku terima, menahannya, tidak menjadikan anak kita alasannya. Makanan yang aku mau kamu larangpun aku menurut hingga urusan ranjang yang jarang kamu lakukanpun aku terima. Tapi aku manusia biasa mas. Walau menahan diri untuk keinginan tidak memakan A, B, C membuatku tersiksa, membuatku ingin menangis karena tak bisa merasakannya dan hatiku sakit saat kamu jarang menyentuhku apa karena tubuhku mulai berubah dan jelek hingga membuatmu tak ingin menyentuhku.” Akhirnya Nayla mengeluarkan keluh kesahnya yang ditahan selama hampir dua bulan. Nayla berbicara dengan cukup lantang tanpa terisak namun cairan bening terus menetes di pipi chubby nya


Orion cukup tertegun dengan apa yang dirasakan Nayla. Orion sadar dirinya salah mengatur dan melarang apapun keinginan Nayla. Orion terselimuti rasa takut dan khawatir kehilangan Nayla hingga mengabaikan perubahan yang dialami seorang ibu hamil. Yang lebih sensitif dan berperasaan.


Orion mendekat ke arah Nayla yang masih berdiri, merengkuh tubuh mungil Nayla.


Zheyenknya miss kenapa vote dan hadiah 🌹 nya tidak bertambah ya tapi pembacanya banyak 😢

__ADS_1


Nih miss Up nya hampir 2ribu kata 😢


Kencengin Like, VOTE, Hadiah 🌹 dan ramaikan komennya dong jika mau miss lanjut


__ADS_2