
"Ciieee..., ciiiee akhirnya bawa gandengan lu Riz?" Ucap Andra salah satu sahabat Fariz
"Alhamdulillah akhirnya bos muda ini normal bertahun-tahun sendiri sekarang sudah bawa gandengan." Ucap Hendri sahabat Fariz yang lain
"Syukurlah kamu move on dari wanita picik itu Riz. Dan memilih wanita yang pantas bersanding denganmu. Sepertinya kamu lebih muda dari Fariz ya?" Ucap Raisa kekasih Andra kepada Fariz dan ke arah Fiana
"Nggak usah bahas yang orang lain Sa." Ucap Raisa
Fiana sendiri merasa terganggu dengan ucapan Raisa. Siapakah wanita itu? Apakah Fariz pernah menjalin hubungan sebelum bersamanya? Wanita seperti apa yang membuat Fariz tak move on? Berbagai pertanyaan hinggap dipikiran Fiana.
"Ok..,ok.., sorry Riz."
"Perkenalkan ini Fiana. Kalian tahu dia yang selalu bersama Freya."
"Oh gadis imut yang bersama Eya. Serius ini Riz?"
"Pantas saja wajahnya familiar, tapi kamu terlihat lebih cantik tertutup Fiana." Ucap Raisa dengan tersenyum ramah
"Semua wanita memang semakin cantik ketika berhijab. Apalagi Fiana." Ucap Fariz dengan bangganya memuji kecantikkan Fiananya
__ADS_1
"Wah.., wah.., hati-hati Fiana lakimu ini kalau sudah bucin kelewatan bucinnya. Over banget." Hafiz bersua
"Iya Ana lelakimu itu bakal O V E R, Over posesif dan protektifnya. Sebelas dua belas dengan ayahnya."
Fiana hanya tersenyum menanggapi ucapan para sahabat Fariz
"Berisik kalian semua. Bilang saja syirik." Respon Fariz untuk para sahabatnya
"Ogah syirik sama lue Riz, kelewat bucinnya." Kali ini Hendri yang menimpali
"Aku setuju kali Fariz bucin sama dedek cantik ini. Daripada sama si mamak lampir." Viola kekasih Hafiz bersua
"Sudah..,sudah iih kalian jangan bikin anak orang kebingungan. Wanita yang dimaksud mereka itu mantannya Fariz, Fiana."
"Ekhm..,"Fariz berdeham memberi kode untuk tidak memberitahunya
"Parah lue Riz nggak kasih tahu dedek kita ini. Dia tetiba muncul baru tahu rasa lue kalau ngusik hidup lue dan Fiana."
"Saya yang akan memberitahunya. Bukan hak kalian. Saya ke sini karena undangan kalian bukan membahas yang lain." Fariz dalam mode serius. Para sahabat Fariz yang kenal Fariz tahu jika Fariz sudah mode serius mereka harus mengakhiri perbincangan yang membuat Fariz tak nyaman apalagi jika Fariz sudah menyebut dirinya dengan kata saya
__ADS_1
"Sorry Riz, Maaf Riz, Sorry bro." Ucap para sahabat silih berganti. Circle mereka memang anak-anak para pengusaha yang berattitude. Tahu cara meminta maaf, berterima kasih dan mengatakan kata tolong saat meninta bantuan. Untuk itu Fariz bisa bersahabat dengan Andra, Hendri, Hariz dan para kekasihnya
"Ok, ada apa kalian mengundangku ke sini?" Fariz yang merasa suasana menegang mencairkan suasana kembali
"Minggu depan resort baruku di Bali diresmikan. Kau dan Fiana datang ya Riz hitung-hitung quality time untuk kalian."
"Ok aku usahakan datang."
"Ya sudah ayo kita makan malam dahulu, sudah siap tuh makanannya." Mereka pun makan malam bersama di meja makan yang cukup besar. Membahas banyak hal terutama perkembangan bisnis masing-masing. Fiana hanya pendengar yang baik. Sesekali menimpali saat pertanyaan menghampiri dirinya. Fiana lebih banyak mengobrol dengan para kekasih sahabat Fariz.
**
Saat diperjalanan menuju mansion Fiana. Di mobil yang dikemudikan Fariz tak ada satupun yang memulai obrolan baik Fariz ataupun Fiana. Fariz sendiri merasa heran mengapa Fiana terdiam sejak tadi.
"Apa yang kamu pikirkan sayang? Katakan."
"Tak ada." Jawab Fiana singkat mengalihkan pandangan ke luar jendela mobil
Fariz menepikan mobil, memperhatikkan tempat ia menepi ada tanda dilarang berhenti kembali atau tidak. Setelah dirasa aman. Fariz memberhentikkan mobilnya.
__ADS_1