Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
48. Suka Bersamaan dengan Duka


__ADS_3

Pagi ini Nayla dipaksa Orion untuk ikut ke perusahaan, ia mendapatkan ide dari mamahnya. Orion juga tak bisa selalu meninggalkan perusahaan karena keinginan pribadi terus menerus, untuk itu ia memutuskan mengajak Nayla ke perusahaannya.


"Sayang, ayo siap-siap." Setelah melaksanakan kewajiban, memasak dan sarapan Nayla bersantai di sofa kamarnya. Ia benar-benar merasa malas untuk ikut Orion ke perusahaan.


"Sebentar lagi, yah." Nayla sedang duduk di sofa kamar membaca buku kehamilan. Orion sangat gemas dengan Nayla yang serius membaca buku kehamilan, Orion pun mengganggu Nayla dengan memegang dagu dan membuatnya mengenadah ke belakang memberikan kecupan hangat dan lembut.


"Yah, sudah." Orion terus memberi kecupan-kecupan selain di bibir di kening, mata kiri kanan, hidung dan pipi kiri kanan Nayla


"Makanya siap-siap, sayang. Jangan bikin ayah betah di rumah dan nggak mah ke kantor."


"Iyaiya." Naylapun berlalu ke walk in closet mengganti pakaiannya, subuh tadi ia dan Orion sudah membersihkan diri bersama. Bukan membersihkan diri biasa, namun Nayla selalu mendapat serangan tiap kali mandi bersama Orion, untuk itu Nayla mager sekali setelah pergulatannya di kamar mandi sebelum subuh bersama Orion. Ingin rasanya Nayla tertidur kembali setelah Orion pergi ke perusahaan. Tapi sayangnya, Orion memaksa Nayla ikut ke perusahaan Orion.


Mereka pergi ke perusahaan tepat pukul 08.00 dan sampai lebih lama dari biasanya sampai pukul 09.00.


Orion dengan setelan jas navy dengan kemeja blue ocean dan Nayla yang menggunakan midi dress lengan panjang blue ocean dan hijab pashmina Navy berjalan di loby perusahaan Orion. Karyawan yang melihat mereka ke sekian kalinya berjalan beriringan berdecak kagum akan aura yang dipancarkan pasangan Orion Nayla ditambah aura kehamilan Nayla yang semakin memencarkan kecantikan alaminya.


Mereka sampai di lantai paling atas tempat ruangan Orion berada.


"Ki, jika ada hal penting telefon saya dahulu, jangan mengetuk pintu. Saya mengunci pintu dari dalam." Titah Orion kepada Kirana sekretaris Orion di kantor


"Baik, tuan. Untuk jadwal hari ini bagaimana tuan?"


"Ikut saya ke ruangan." Orion melangkah menuju ruangan dengan tangan yang tak lepas menggenggam Nayla. Kirana mengikuti Orion dan Nayla dari belakang.


"Sayang, duduk di sini dahulu ya." Orion menuntun Nayla duduk di sofa ruang kerja.


"Apa jadwal saya hari ini Kirana?" Orion bertanya kepada Kirana setelah duduk di kursi kebesarannya


"Untuk hari ini ada meeting bersama tim produksi dan pengiklanan untuk produk terbaru kita. Setelah istirahat ada meeting dengan klient di ruang meeting tuan. Hanya itu saja jadwal hari ini."


"Ok, persiapkan semua berkas yang dibutuhkan. Dan hubungi saya saat waktunya."


"Baik, tuan. Saya permisi tuan, nyonya." Kirana pamit kepada Orion dan Nayla


Orion hanya mengangguk. "Iya silahkan,” Nayla merespon ucapan Kirana dengan ramah.


Orion sibuk dengan setumpuk berkas kerja sama yang harus dipelajari dan berkas yang harus ia tanda tangani. Sedangkan Nayla sibuk membalas chat dari karyawan pusat dan cabang di Bandung.


Nayla terkejut saat Orion sudah berada di sebelahnya. Sayang kamu ngagetin.

__ADS_1


"Ayah kangen, sayang." Nayla memutar bola mata.


"Jarak kita dekat sekali loh, yah." Orion merebahkan diri di sofa dengan kepala bersandar di paha Nayla.


"Ini sudah waktunya istirahat, sayang."


"Oh sudah waktu istirahat ya, yah. Ayah lapar nggak?" Nayla melihat jam di tangan sudah menunjukkan pukul 11.45.


"Iya,sayang. Ayah sangat lapar, lapar ingin memakanmu." Orion berbisik di telinga Nayla dengan posisi sudah kembali duduk di sebelah Nayla.


"Ayah, ini di kantor." Nayla paham maksud dari perkataan Orion yang ingin memakannya. Orion membungkam protes Nayla dengan ciuman, ia menggendong Nayla ala bridal ke ruangan pribadi di dalam ruang kerjanya, tanpa melepas pangutan di bibir.


Makan siang pertama mereka dihabiskan dengan saling memberi kepuasan. Orion selalu membuat Nayla terbuai dengan sentuhan dan kenikmatan syurgawi yang diberikan. Ditambah hormon kehamilan Nayla yang membuat bagian-bagian tubuh tertentu menjadi lebih sensitif yang mudah merangsang Nayla menikmati sentuhan-sentuhan nakal Orion.


Mereka melakukan dengan ritme lembut namun singkat, karena hanya dilakukan selama 45 menit dibanding saat mereka berada di rumah bisa 1 hingga 2 jam dengan waktu jeda yang banyak. Nayla meminta Orion tak lama melakukannya karena ia tak mau menjadi penyebab jadwal pekerjaan Orion berantakan dan terganggu dengan keberadaannya di kantor Orion.


Setelah pergulatan selesai, Nayla yang kelelahan akan terlelap sayup-sayup mendengar ucapan Orion. "Terimakasih sayang selalu bersedia memberi kehangatan untukku, jangan pernah lelah menghadapi suamimu ini ya?" Nayla hanya mengangguk karena ia cukup lelah dan mengantuk.


"Ayah sangat mencintaimu Naylaku, istriku, ibu dari anak-anakku." Orion mengecup lama kening Nayla sebelum ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena setengah jam lagi ia akan meeting bersama klient di ruang kerjanya.


Nayla yang merasa lelah namun selalu terharu dan bahagia setiap kali mereka selesai bersenggama Orion selalu mengatakan rasa terimakasih dan cinta untuknya. Ia merasa keberadaannya sangat berharga dan berarti dalam hidup Orion. Nayla pun merasa menjadi ratu dalam hidup Orion. Orion selalu memberikan yang terbaik untuknya, memberi kebahagiaan yang sulit diungkapkan oleh kata-kata.


Sore harinya terdengar keributan di luar ruangan pirbadi Orion, Nayla yang baru selesai membersihkan tubuh mendengar keributan itu. Nayla segera berpakaian yang sudah disiapkan Orion dari paper bag yang dibeli sekretaris Orion.


Ceklek


Saat Nayla membuka pintu ia melihat Orion yang sedang menatap tajam ke arah wanita di hadapannya dengan rahang mengeras dan membentak.


"Kamu sudah tidak punyak hak apapun atas Arga, sekarang juga keluar dari ruangan saya." Orion menunjuk wanita itu dengan tatapan tajam


"Sayang," Nayla mendekat ke arah Orion, Orion dan wanita di hadapan Orion mengarahkan pandangan ke Nayla bersamaan.


"Oh wanita ini yang sekarang menjadi ibu sambung Arga, tipemu sudah berubah total Rion?" Ucap sarkas Belinda ibu kandung Arga yang memandang Nayla yang berhijab dari atas ke bawah


"Masuklah, sayang." Orion berucap lembut kepada Nayla dengan tatapan sendu mendamba kecantikan alami Nayla yang baru terbangun, walau sudah membersihkan diri tapi tanpa riasan make up


Nayla menggeleng.


"Hahaha pemandangan menjijikan macam apa ini, Rion? Wanita ini yang menyingkirkan posisi Hanum ternyata. Hey wanita baru kemarin hati-hatilah dengan Rion sayangmu itu. Mungkin ada hal yang di sembunyikan darimu."

__ADS_1


"Diam, wanita j**a*g. Keluar sekarang sebelum keamanan yang menyeretmu dari sini."


"Ok ok Rion, tidak ingatkah dahulu kamu pernah memberikan pandangan hangat untuk j**a*gmu ini seperti pandanganmu untuknya?? Kamu mencintaiku lebih dari apapun?"


"Keluar," Bentak Orion dengan tatapan tajam mengintimidasi


"Sayang," Nayla menenangkan Orion dengan mengelus dada Orion lembut. Orion menyentuh tangan Nayla yang memegang dada bidangnya.


"Ok, ok tenanglah Rion, aku hanya akan memberikan ini." Belinda melempar map coklat ke atas meja Orion dan pergi keluar ruangan Orion.


"Hey rubah kecil polos, kamu terlalu naif. Jangan dibutakan kasih sayang untuk melihat kesalahan yang di tutupinya." Ucap Belinda sebelum ke luar ruangan Orion dengan mendelikkan mata


"Dirga bawa dia pergi dan jangan pernah membiarkan muncul kembali di hadapan saya dan Nayla." Orion memberi perintah di telefon kepada Dirga yang berada di luar ruangannya. Dirga kecolongan saat Belinda masuk menerobos ruangan Orion.


"Baik, tuan." Saat Belinda keluar Dirga dan keamanan sudah siap menyeret Belinda keluar perusahaan


"Sayang, apakah itu ibu Arga?" Nayla bertanya dengan hati-hati


"Iya, masuklah. Aku butuh waktu sendiri." Orion menyuruh Nayla


"Sayang, izinkan ibu di sini. Ibu tak akan bertanya apapun." Orion yang melihat mata sayu sendu Nayla menganggukan kepala. Mereka duduk bersanding di sofa. Orion menghela napas berat, dan memijit pangkal hidung.


Nayla bersandar di bahu Orion dengan tangan mengelus lembut lengan kekar Orion. Nayla menahan diri untuk bertanya banyak hal. Nayla tak pernah tahu wajah dan semua tentang mantan istri pertama Orion yaitu ibu Arga. Bukan Nayla tak perduli, tetapi ia tak mau membuka luka lama Orion yang mungkin bukan hanya menyakiti Orion tapi menyakiti dirinya. Sama halnya seperti perkataan Belinda yang mengatakan Orion pernah mencintainya lebih dari apapun. Perkataan Belinda menusuk relung hati Nayla. Tapi Nayla enyahkan perasaan sakit itu. Yang harus..


ia lakukan sekarang memberi ketenangan untuk Orion, menjadi penyejuk hati Orion. Bukankah tugas seorang istri memang untuk menjadi penyejuk hati bagi suaminya dikala amarahnya meluap? Walau ini pernikahan pertama untuk Nayla, tapi ia belajar menjadi istri yang baik untuk Orion.


Orion pun membuka map coklat yang berada di meja depan sofa. Surat pengadilan permintaan hak asuh anak. Orion yang sempat ditenangkan Nayla, mengepal kertas yang dibukanya, rahang Orion mengeras dengan tatapan tajam ke arah depan.


"Sayang," Nayla mencoba menenangkan Orion kembali yang terdiam dengan tatapan tajam menahan amarah.


"Pulanglah lebih dahulu, Dirga yang akan mengantarkanmu."


"Engga, yah. Ibu mau di sini."


"Saya mohon, biarkan saya sendiri dahulu. Saya akan menyusulmu pulang. Beristirahatlah." Orion berusaha mengendalikan kemarahannya dengan menjaga nada selembut mungkin untuk Nayla, ia tak mau melampiaskan kemarahannya pada Nayla yang berakibat buruk untuk janin yang dikandung Nayla.


Lanjut ga niih???


miss saad euy dikit banget like, apalagi VOTE nya.. Kasih miss like dan VOTE dari voucher yang kalian dapat setiap minggunya atuh yaa, biar miss semangat up nih

__ADS_1


Miss tunggu like, VOTE dan jangan Lupa FOLLOW miss disini


__ADS_2