Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
42. Mewaspadai Pelaku Utama


__ADS_3

Dirga yang ditugaskan untuk mengetahui siapa pelaku utama di kediaman Orion melihat CCTV tersembunyi. Ia memundurkan setiap gerak-gerik pelayan yang mencurigakan.


Ia menemukan sesosok pelayan baru yang mencurigakan. Dari CCTV yang tertangkap pelayan tersebut menjauh dari kerumunan pelayan lain dan ia mengangkat telefon di halaman belakang di sela-sela pohon palem rjndang yang menghubungkan rumah para pelayan.


Di rekaman lain pelayan yang sama menelefon seseorang menjauh dari kediaman para pelayan. Di tempat yang sama seperti ia mengangkat telefon.


Di rekaman CCTV hari insiden Nayla, ia tak melihat pelayan yang mencurigakan. Hanya dalam satu bagian pelayan yang selesai membersihkan ruang keluarga terlihat tegang dari body languagenya saat berpapasan dengan Orion dan Nayla yang akan ke ruang keluarga.


Dirga menscan wajah kedua pelayan mencurigakan itu di sistem CCTV yang terhubung dengan data pribadi setiap pelayan yang bekerja di kediaman Orion dengan sandi keamanan yang kuat.


Data lengkap pelayan terbuka, tertulis atas nama Gina pelayan kediaman utama dan Mira pelayan baru di luar kediaman utama. Tidak ada yang mencurigai dari latar belakang keluarga, yayasan penyedia pelayan dan pendidikan terakhir mereka.


Drt...drt...


Hape Dirga berdering panggilan dari Orion


"Hallo, tuan."


"Apa yang kamu dapat Dirga. Ada dua pelayan yang mencurigakan tuan."


"Laporkan ke surel pribadi saya, bersama CCTV yang merekam hal mencurigakan." Surel pribadi Orion memiliki tingkat keamanan lebih tinggi oleh kecanggihan IT dan Teknologi perusahaannya.


"Baik, tuan saya kirimkan ke surel pribadi anda."


"Saya, tunggu." Orion mematikkan sambungan telefon dengan Dirga


***


Jam menunjukkan empat sore hari. Gina yang sudah selesai bekerja shift pagi tidak seperti biasanya, ia berdiam diri di kamar khusus untuk pelayan yang tinggal. Biasanya ia akan berkumpul dengan pelayan lain di gazebo khusus kediaman pelayan. Ia mondar mandir di dalam kamar, Gina sangat gelisah karena perbuatan yang ia lakukan Nayla masuk ke rumah sakit.


"Ya Rab ampuni saya, apa yang terjadi dengan nyonya muda. Semoga dia dan calon anak dalam kandungan baik-baik saja. Aku tidak tahu akan seperti ini. Apa tujuan nyonya besar yang tidak saya ketahui menginginkan nyonya Nayla dan bayi dalam kandungan celaka." Gina bermonolog sendiri, ia ingin menelepon dan melaporkan yang terjadi tapi ia masuk cukup gugup , ia tidak mau sesama teman pelayan melihat kegugupannya.


Di rumah sakit, Nayla tersadar mengerjapkan mata.


Sayang, apa ada dada kamu masih sakit?


Nayla menggeleng, ia merasa pusing, mual dan ngilu di bagian perutnya. Jadi ia tak menjawab pertanyaan Orion. Orion yang peka terhadap Nayla yang meringis memegang perutnya.


Kenapa, sayang? Apa perut kamu sakit?


Nayla masih belum bisa menjawab ia hanya menganggukkan kepala dengan lemah.


Baru Orion akan menekan tombol memanggil perawat, tangan Nayla mencekal tangan Orion.

__ADS_1


"Jangan, yah." Nayla bersusah payah mengatakannya dengan menggeleng lemah. Nayla membawa tangan Orion ke perut bawahnya. "Cukup tangan ayah yang mengelus perut ibu," Orion mengikuti keinginan Nayla


"Apa seperti ini lebih baik, sayang?" Orion mengelus lembut bawah perut Nayla


"Iya, yah. Hangat." Hanya itu yang dikatakan Nayla. Ia memejamkan mata menikmati elusan tangan Orion di perut.


Orion mengecup kening, kedua mata, hidung dan bibir Nayla. Ia menyatukan hidung mancungnya dan hidung mungil Nayla. "Maafkan ayah, sayang belum bisa menjaga kamu dan calon anak kita dengan baik."


Nayla membuka mata, mereka bertatapan sejenak "Nggak, yah. Ayah sudah sangat menjaga ibu dan anak kita dengan baik." Ucap Nayla dengan lirih.


Orion tak merespon ucapan Nayla, ia memejamkan mata mencium lembut bibir Nayla yang selalu membuatnya candu. "Terimakasih, sayang." Orion mencium hangat kening Nayla.


Orion menyuapi makan malam Nayla yang disediakan rumah sakit, seperti biasa Nayla tidak mau makan jika Orion tidak makan. Merekapun makan saling menyuapi. Setelah makan malam, Nayla tertidur kembali setelah diberi obat yang disuntikkan lewat selang infus. Orion duduk di sofa memangku laptopnya, ia membuka surel pribadi.


Orion mempelajari data pribadi dua pelayan yang mencurigakan dan melihat rekaman CCTV menggunakan headset karena ia tidak mau mengganggu tidur Nayla.


Orion mengirimkan pesan melalui surel pribadi kepada Dirga, karena waktu sudah malam. Isi surel tersebut perintah kepada Dirga untuk membiarkan Gina tetap di posisinya dan memberi test untuk pelayan baru untuk memasuki kediaman utama. Memastikkan pelayan bernama Mira lolos untuk menjadi pelayan utama. Awasi setiap gerakkan dua pelayan tersebut dan aktifian suara CCTV tersembunyi. Tujuannya agar Orion mudah menciduk mereka saat melakukan kejahatan kembali dan siapa dibalik orang yang ingin mencelakai Nayla.


***


Esok harinya Nayla sudah diizinkan pulang, keadaan Nayla sudah membaik. Orion semakin protektif dengan apapun yang ada di sekitar Nayla. Terutama makanan yang akan masuk ke tubuh Nayla.


Karena hari ini koki utama yang memasak untuk makan mereka, Nayla masih tak diizinkan memasak oleh Orion.


"Apa ini, sayang?" Orion bertanya makanan jenis apa yang Nayla perlihatkan


"Ini lumpia basah, yah. Itu loh sayuran seperti bengkuang, toge, telur pake sambel dilipat pake kulit lumpiah besar."


"Kita minta koki bikin, ya?"


"Nggak mau, yah. Ibu pengen yang di depan sebelum masuk gerbang. Waktu itu ibu liat ada jajanan pinggir jalan."


"Nggak sehat, sayang. Itu di pinggir jalan banyak debu yang berhamburan."


"Tapi ibu maunya yang di sana, yah. Ayah tega anaknya ileran," mata Nayla sudah berkaca-kaca


"Ya sudah boleh tapi kali ini saja ya." Nayla mengangguk dengan mata berbinar.


Ayo, yah.


Biar dibelikan saja, sayang.


Nggak mau, yah. Ibu pengen ke sana sama ayah.

__ADS_1


Orion pasrah dengan keinginan Nayla, ia pergi ke depan gerbang bersama menggunakan motor. Mereka menjadi pusat perhatian orang-orang sekelilingnya. Orion bersabar menunggu lumpiah yang sedang dimasak, mereka duduk di kursi yang disediakan. Orion refleks melingkarkan tangan di pinggang Nayla mengelus perut Nayla.


Ayah, lepas. Malu dilihatin.


Nggak apa-apa, sayang. Orion cuek dengan keadaan sekitar. Keinginan mengelus perut Nayla sudah kenjadi kebiasaan selama Nayla hamil, hanya saja kebiasaan itu tak pernah mengenal tempat. Bahkan posisi mereka terlihat sangat intim. Tangan Orion yang melingkar di pinggang mengelus perut , satu tangan lagi menggenggam tangan Nayla mengecup punggung tangan Nayla berulang. Orion tak memperdulikan tatapan orang yang iri kepada Nayla yang mendapatkan sikap romantis dari seorang laki-laki tampan.


Setelah mendapatkan apa yang di mau Nayla mereka pulang. Orion dan Nayla masuk ke kamar utama. Baru saja Orion akan mendudukan diri ke ranjang king, ia mendapatkan telepon urgent untuk datang ke perusahaan.


Mau tidak mau ia pergi ke perusahaan, menyelesaikan hal urgent. Ketika di depan pintu Nayla mengantarkam kepergian Orion, Orion merasa tak tega meninggalkan Nayla untuk pertama kalinya.


"Sayang, ayah nggak bisa ninggalin kamu. Ikut ayah ke kantor ya?"


"Nggak, yah. Ibu di rumah aja. Ibu ingin istirahat."


Orion menghela napas, ia benar-benar merasa berat meninggalkan Nayla.


"Sudah sana pergi, yah. Kasian Dirga nunggu lama."


"Iya, sayang. Kamu baik-baik di rumah. Jangan melakukan hal berat dan tidak boleh memasak dahulu, ya?"


"Iya ayah, sayang." N1ayla mengecup punggung tangan Orion dan Orion mencium lama kening Nayla dengam melingkarkan tangan di pinggang Nayla.


"Ayah pergi, ya." Lalu Orion mensejajarkan kepalanya di perut Nayla. "Anak ayah anteng di perut ibu ya. Ayah pergi sebentar, jaga ibu ya."


"Iya, ayahku sayang." Nayla menjawab seperti suaran anak kecil


Orion pun pergi ke perusahaan, selang tiga jam dari kepergian Orion satu pesan masuk ke hape Nayla.


Ibu, sedang apa? Pesan Orion kepada Nayla. Di kehamilan tiga bulan ini Nayla senang berdandan dan mengganti style rambutnya. Ia membalas pesan Orion dengan sebuah gambar


"Ibu lagi coba-coba baju, topi dan anting ini, ayah. Suka nggak, yah? Nayla berfoto dari samping memperlihatkan perutnya yang masih kecil. Pesanpun terkirim. Tak lama Orion membalas pesan Nayla


"Dari samping aja istri ayah ini cantik. Apalagi dari depan, kamu selalu cantik pakai apapun, sayang 😘🙏🏻 Apalagi yang bebahan tipis 🤭." Pesan balasan Orion


"Dasar ayah mesum 🤭😅." Balasan pesan Nayla. Orion belum membaca pesan Nayla. Ia disibukkan dengan urusan perusahaan.


Nayla melanjutkan kembali hobi barunya. Bergonta ganti pakaian dengan berdandan dan akan memotret dirinya sendiri. Ia mulai senang mengabadikan perutnya yang semakin menonjol.


Setelah bab ini mau miss bahas apa dulu hayo??? langsung empat bulan Nayla? Nayla merajuk? Orion merajuk? Masa lalu Orion dengan ibu Arga? Atau masa lalu Orion dengan Hanum dan Rio???


Komen yaa.


Jangan lupa kencengin VOTE dan like. Kalau kenceng miss janji up minimal dua bab sehari.

__ADS_1


Cus misstizen semangatin miss 🤭🥰


__ADS_2