
"Ciiee yang mau ngelamar besok santai banget” Freya yang masuk ke kanar Fariz yang sedang asyik bermain game di ponselnya sambil rebahan
“Ya harus santai lah dek. Nggak usah dibawa tegang.”
“Iyaiya tahu ko yang sudah bulat tekadnya jadi imam mantan penguntit yang dulu ditolak-tolak sekarang bucinnya sebelas dua belas sama ayah.”
“Syirik bilang bos.”
“Ngapain syirik B aja kali.
"B aja B aja sekarang aja masih sendiri, adalah ya sedikit iri mah dek."
"Malesin iih," Freya memutar bola matanya. “Lagi proses kali aa.”
“Proses apa dek? Proses menunggu dudanya?” Canda Fariz yang tanpa sengaja mengingatkan Wiliam. Freya sudah dua bulan bekerja di perusahaan RND di Jepang
“Apaan udah lupa tuh.”
“Yakin lupa?? Kalau takdir mempertemukan lgi gimana sok?”
“Ya Eya akan nempertahankan prinsip Eyalah. Kalau aa sudah menikah berkurang dong bodyguard Eya nih. Sudah nggak bisa curhat,-curhat lagi dong.” Freya memindah alihkan bahasan tak ingin terus membahas Wiliam
“Ya enggalah dek, bedanya anak laki-laki dan perempuan itu kewajiban dan tanggung jawab laki-laki lebih besar dek.
__ADS_1
Anak laki-laki masih harus bertanggung jawab atas adik perempuan, kakak perempuan dan orang tuanya walau sudah menikah.
Beda sama anak perempuan yang sudah menikah di dibawa suaminya. Harus menuruti suaminya. Kecuali jika suaminya masih ridho istrinya masih campur tangan atau bertanggung jawab terhadap keluarganya ya nggak masalah dek.
Nah kalau sudah tak mengizinjan ya harus nurut toh syurganya ayah ketika anak perempuannya sudah menikah yaitu anak perempuannya menuruti perintah suaminya selama itu dalam koridor hukum aturan pedoman kita dek.”
“Terus kalau lelaki memang tak hatus mendapat izin dari istrinya untuk tetap bertanggung jawab atas orang tua dan saudaramya.
“Ya enggalah, wanita sudah harus paham dan mengerti kewajiban dan tanggung jawab suaminya terhadap diri istri tersebut atau keluarga lelakinya. Tapi aa sebagai lelaki juga harus terbuka akan kewajiban dan tanggung jawab aa sebagai lelaki.
Dari tugas kewajiban dan tanggung jawab seorang suami terhadap istri dan keluarga suaminya kesabaran, ketabahan, kikhlasan seorang istri diuji. Mau sabar, tabah dan ikhlaskah? Dimana ketiga hal itu ada dalam diri seorang istri insya allah jaminannya syurga. Adek sering lihatkan kalau perempuan kebanyakan dibawa keluarga lelaki?”
“Iya sih aa. Sekarang adek paham. Untung aa menikahi Fiana yang sudah mengenal keluarga kita. Jadi ia juga mengerti akan kewajiban dan tanggung jawab aa sebagai anak, kakak dan suami untuknya.”
“Iy dek aa bener-bener bersyukur akan menikahi wanita seperti Fiana. Walau kelewat polos dan lugu kayak kamu tapi dia wanita yang insya allah bisa menjadi ibu dari anak-anak aa dan mendampingi aa yang sering egois dan emosional ini.” Fariz menaik turunkan alisnya
“Kurang asem kamu dek ngehujat aa.”
“Lah emang kenyataan. Semoga Fiana kuat hidup bareng aa yang menyebalkan ini.”
“Fiana mah pasti kuatlah, aa cemburuin buta bahkan ga sengaja nyakitin dia masih mau memaafkan aa.”
“Jangan mentang-mentang Fiana pemaaf, melakukan kesalahan yang sama lagi dong aa. Inget adek aa juga perempuan, emang aa mau Eya merasakan rasa sakit yang Fiana rasain?”
__ADS_1
“Ya enggalah sayang. Insya allah aa nggak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Aa juga nggak mau atuh bertengkar apalagi amit-amit sampai kehilangan Fiana.”
“Ya syukur aa punya itikad itu.”
“Iya dek. Btw si pa Wili kamu tuh masih rajin menghubungi.”
“Sudah dua bulan nggak sih aa. Seperti dugaan aa dia hanya kesepian. Eya hanya rumah singgah untuknya jika Eya merespon.”
“Baguslah kamu tak meresponnya. Mulailah buka hatimu dek. Kamu sudah lulus dan belerja. Ingat-ingat lagi cita dan cintamu jangan terlalu sibuk dengan karir, kamu wanita dek.”
“Iya aa adek sedang berusaha mulai membuka hati. Seperti cita cita Eya, Eya tak ingin menjadi wanita karir. Eya hanya perlu usaha dan menunggu lelaki yang akan Allah takdirkan untuk Eya.”
“Iya dek jangan berhenti berdoa apalagi meremehkan dari sebuah doa. Do’a itu seperti kita mengayuh sepeda terus dikayuh berulang hingga akhirnya sampai ke tujuan.”
“Iya aa Eya tak pernah berhenti berdoa dan berharap hanya kepada Allah.” Jawab Freya.
“Dan dalam setiap doaku selalu ada namanya bukan untuk bersanding denganku tapi untuk selalu ada dalam lindungaNya.” Batin Freya. Di salah satu do’a Freya setelah sholat ia selalu menyisipkan do’a unruk Wiliam agar selalu ada dalam lindungan sang pencipta. Hanya do’a sebagai sesama manusia yang spontan menjadi kebiasaan Freya.
Namun tanpa Freya tahu Allah telah memberikan jalan terbaik untuk takdirnya kelak di novel Freya’s a though Woman. Cus meluncur ke sana 🤭
KENCENGIN LIKEnya ya
BTW miss masih belum sreg nih buat nama Coule Fariz Fiana apa dong selain yang di rekomendasikan misstizen di komen
__ADS_1
Makasih saran namanya ya. Tapi kalau masih ada yang mau nyaranin miss masih nampung nih
UNTUK VOTE da Hadiah bunganya silahkan KENCENGIN di novel miss yang CEO KEJAM PENOREH & PENYEMBUH LUKA atau FREYA'S A TOUGH WOMAN" Yayaya????