
Dari awal kehamilan Nayla yang tidak mengalami morning sickness. Di hari-hari menuju empat bulan Nayla merasakan lemas, tak bernafsu makan dan tidak bisa mencium aroma parfum yang biasa Orion gunakan. Padahal sebelumnya Nayla sangat menyukai wangi tubuh Orion bercampur dengan parfum manlynya. Tapi saat ini Nayla akan memuntahkan isi perutnya setiap kali Orion menggunakan parfum yang biasa dipakai.
Uwooek....uwoooek....
Orion mendekat ke wastafle kamar mandi di dalam kamar mereka, "sayang kenapa?" Orion membantu memijit tengkuk leher belakang Nayla
Uwoooek..uwoooek
"Jangan dekat-dekat, yah. Bau parfumnya ga enak bikin ibu mual."
"Ini parfum yang biasa ayah pakai, sayang."
"Nggak tahu yah, menjauh dari ibu."
Orion menekan tombol khusus untuk kepala pelayan.
Tak lama kepala pelayan masuk setelah mengetuk pintu dipersilahkan masuk oleh Orion
"Bu, tolong temani Nayla. Saya akan mandi kembali di kamar utama atas. Dan tolong pelayan lain singkirkan parfum x seri z dari kamar ini." Orion memilih mandi kembali di kamar atas untuk menghilangkan bau parfum di tubuhnya. Orion memanggil kepala pelayan dengan sebutan ibu, karena Orion menganggap sebagai ibunya. Sang kepala pelayan telah mengabdi pada keluarga Orion semenjak Orion masih kecil.
Orion hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk membersihkan diri kembali. Ia berniat tak akan pergi ke perusahaan untuk hari ini. Orion tak mau terjadi sesuatu pada Nayla.
"Sayang, masih mual?" Orion bertanya dengan posisi masih di ambang pintu, ia memastikkan dahulu jika kehadirannya tidak membuat Nayla muntah kembi
"Nggak yah, sini." Nayla melambaikan tangan menyuruh Orion mendekat ke sofa yang di duduki Nayla di depan ranjang king sizenya. Nayla sudah tidak mencium aroma parfum Orion, ia juga mengetahui jika tadi Orion sedang membersihkan diri dari kepala pelayan saat Nayla kembali dari kamar mandi
"Sayang kita ke dokter ya, sekalian cek kandungan."
"Seminggu lagi, ya yah. Nayla menunjukkan puppy eyesnya agar Orion luluh atas permintaannya.
Orion menghela napas berat. "Apa bedanya sayang? sekarang sudah memasuki empat bulan, ayah minta kita ke dokter sekarang, ya.
"Yah, please." Nayla memberikan ekspresi yang memelas
"Enggak, ibu mau memohon bagaimanapun ayah nggak mau ikutin kemauan ibu lagi untuk terus memundurkan pemeriksaan kandungan. Udah tiga bulan sayang kamu menundanya. Ayah nggak mau ibu dan anak kita kenapa-kenapa, sayang. Lihat wajah ibu pucat sekali."
__ADS_1
Nayla yang mengidam ingin ke salah satu pantai di Bali dari sepekan lalu tidak berani mengutarakan pada Orion. Untuk itu Nayla akan menjadikan permintaan Orion untuk memeriksakan kandungannya agar Orion bisa mengabulkan permintaan Nayla. Alasan Nayla tidak berani mengutarakan keinginan untuk pergi ke salah satu pantai di Bali, karena seminggu lalu saat keluarganya datang, kaka ke empat Nayla, Arvenio bertanya pada Nayla mengenai baby moon Orion menolak saran untuk babymoon di usia kandungan Nayla yang masih empat bulan. Untuk itu Nayla tidak siap dengan penolakan Orion.
Flashback On
"Nay, nanti sudah tasyakuran sekalian baby moon saja gimana?" Usul Arvenio kaka ke empat Nayla
"Iya dek, pake villa aa yang di Sanur, Bali." Anggara menimpali ucapan Arvenio
"Mau, aa." Nayla menjawab dengan mata berbinar
"Babymoonnya nanti saja Ven, Aang. Jika usia kandungan Nayla sudah lima atau enam bulan."
"Biar sekalian capek, Rion." Anggara kaka pertama Nayla memberi saran
"Untuk itu saya nggak mau Nayla kelelahan Aang. Setelah tasyakuran langsung ke Bali akan melelahkan. Apalagi baru menginjak trisemester kedua."
"Iya benar kata Rion, khawatir Nayla kelelahan dan berakibat buruk untuk kandungannya." Ibu Nayla menimpali ucapan Orion
Nayla yang sudah merasa senang akan saran kakanya harus menelan kecewa karena Orion menolak saran kakak-kakaknya.
Flashback Off
"Apa itu?"
"Janji dahulu dong, yah."
"Enggak bu, ayah nggak mau berjanji dahulu kalau belum tahu apa yang ibu mau. Kalau macem-macem apalagi aneh-aneh ayah sendiri nanti yang kecolongan." Orion berucap dengan tegas namun masih dengan lembut. Sekalipun Orion kesal pada Nayla, Orion akan tetap mengendalikan nada bicaranya. Semenjak Nayla hamil, Nayla semakin sensitif jika nada ucapan Orion tinggi sedikitpun akan membuat Nayla bersedih bahkan menangis.
"Ya sudah kalau ayah nggak mau penuhin keinginan ibu, ibu juga nggak mau ke dokter sekarang." Nayla merajuk mencoba cara terkahir agar Orion mah berjanji memenuhi kemauan Nayla
"Bu, jangan keras kepala. Jangan bersikap egois hanya memikirkan keinginan ibu, di perut ibu ada nyawa anak kita yang harus ibu jaga juga kesehatannya." Orion yang kesal dengan keras kepala Nayla tanpa Orion sadari menaikkan nada berbicaranya
Nayla kaget dengan ucapan Orion yang agak keras menyesakkan hatinya. Nayla yang sensitif meneteskan air mata tanpa ia mau.
"Ibu nggak egois, yah. Ibu hanya..." Nayla menutup wajah dengan kedua tangannya menangis terisak tidak meneruskan ucapannya.
__ADS_1
"Maaf, sayang. Bukan maksud ayah marah. Ayah hanya nggak mau kamu dan bayi kita kenapa-kenapa. Sudah jangan menangis, maafkan ayah, ya? Ayah nggak janji mengabulkan permintaan ibu, tapi ayah mau tahu apa yang lagi ibu mau?" Orion merengkuh tubuh Nayla dalam pekukannya
I"bu ingin ke pantai di Bali, yah."
Orion menghentikkan elusan tangan di punggung Nayla. Orion menarik napas pelan berusaha menurunkan ego dan amarahnya, sebelum merespon hal yang Nayla utarakan.
"Sayang, meskipun ke Bali hanya butuh waktu sebentar, tapi anak kita belum tentu bisa melakukan perjalanan jauh apalagi menggunakan pesawat.". Orion yang mengerti Nayla yang sedang sensitif berkata dengan hati-hati.
"Ayah jahat," Nayla menarik diri dari pelukkan Orion dan memukul-mukul dada bidang datar Orion dengan tangisan menyayat bagi siapapun yang mendengarnya. Orion yang merasakan sesak dengan Nayla yang menangis menghentikkan pukulan Nayla dengan memegang kedua tangan Nayla.
"Sayang, dengar ayah. Ibu mau kita ke pantai di Bali???"
"Iya, yah. Bukan ibu yang mau, tapi anak kita yang mau ke sana." Nayla berbicara dengan terisak
"Baik kita ke pantai tapi sebelumnya kita periksakan kandungan ibu ya, apa baik-baik saja jika melakukan perjalanan jauh dengan pesawat?"
"Benar, ya yah? Janji?" Nayla memastikkan kembali
ucapan Orion
"Iya, ayah janji kita ke pantai jika kandungan ibu baik-baik saja dan diperbolehkan melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat. Tapi jika tidak memungkinkan harus ke sana, ibu harus terima ya bagaimana hasil dari dokter."
"Iya yah ibu akan terima, makasih yah." Nayla memeluk Orion erat sebagai tanda terimakasih telah mau berjanji mengikuti keinginan Nayla ke pantai.
"Iya, sayang. Siang ini kita ke Rs, ya. Ibu istirahat dahulu."
"Iya, yah. Mau dipeluk dan dielus ayah perutnya." Nayla berkata dengan manja
Orion bahagia karena merasa sangat dibutuhkan menangkup pipi Nayla, "Istri siapa sih ini manja sekali." Ucap Orion dengan terkekeh
Nayla hanya tertawa kecil menanggapi ledekan Orion. Naylapun terlelap karena merasa lelah setelah memuntahkan isi perutnya dan memnguras energinya dengan menangis. Orion memeluknya dari belakang dengan mengelus perut Nayla.
Jangan lupa support untuk miss ya misstizen LIKE & VOTE nya ðŸ¤
Nih kan miss mah ga ingkar
__ADS_1
Up double sok atuh tinggalin LIKE & VOTE nya
Kalau sikit miss udahan aaah, pundung ðŸ¤