
"Maaf tapi aku meragu padamu aa." Fiana mendundukkan wajah
"Jika kamu saja ragu padaku tak mempercayaiku untuk apa ini dilanjutkan?
Duar
Seperti bom meledak. Menyesal kalimat keluar dari mulut Fiana. Fiana pikir Fariz akan meyakinkannya namun jawabannya cukup membuat hati Fiana hancur lebur seketika.
Fiana mendongakkan wajah berbalik ke samping kemudi tempat Fariz berada. Fariz mengatakan hal yang menghancurkan hatinya dengan menatap lurus ke luar kaca tanpa melihat Fiana. Walau dirinya melihat respon Fiana dari ujung ekor matanya.
Pembahasan mantan memanglah sensitif. Jika kalian sudah menerimanya menjadi pasangan jangan pernah sekalipun membahas masa lalu apalagi hingga menguliknya. Jika wanita bisa mengendalikan perasaan saat membahas mantan beda halnya dengan seorang lelaki. Mereka lebih sensitif dan tak ingin membahas apa yang telah menjadi masa lalunya. Karena mereka lebih menggunakan logikanya dibanding perasaan, untuk itu mereka lebih realitas menatap masa depan bukan masa lalu. Jika sudah ada pengganti masa lalunya. Mereka memilihmu untuk meninggalkan masa lalu. Jadi berhentilah membahas hal yang bisa merusak hubungamu dengan sang terkasih. (NOTED misstizenku). Kembali pada mereka
"Baiklah jika aa tak ingin melanjutkan, aku pamit." Fiana membuka pintu keluar dari mobil Fariz. Fariz hanya menatap punggung Fiana yang keluar dari mobilnya. Rasa menyesal tidak lebih besar dari egonya yang merasa terusik oleh keraguan Fiana. Ia membiarkan Fiana keluar dan berjalan di pinggir jalan mencoba memberhentikkan taksi.
Beberapa kali taksi lewat tapi sudah terisi. Fariz yang mempertahankan egonya malah membiarkan Fiana. Dan menjalankan kemudinya melewati Fiana.
__ADS_1
Fiana hanya bisa menatap mobil Fariz yang semakin jauh. Waktu sudah pukul sembilan, namun nasib sedang tak berpihak pada Fiana. Mencoba memesan mobil online berapa kali ditolak, taksi yang lewatpun penuh. Setengah jam Fiana berdiri di pinggir jalan. Walau jalanan yang dilewati itu masih banyak hiruk pikuk, Fiana yang tak biasa pulang malam mulai merasa resah, gelisah dan ketakutan. Hingga suara petir terdengar, langit mulai menurunkan airnya berkeroyok. Malam semakin larut setengah sepuluh malam, hujan mengguyur Fiana. Air mata jatuh bersamaan air hujan yang mengguyur tubuhnya, menyatu karena saking derasnya. Tubuh Fiana lemas, bukan karena manja akan dinginnya air hujan. Namun memikirkan betapa teganya Fariz membiarkan diri di pinggir jalanan ibukota sendiri.
Sebuah mobil melintas, di hadapannya. Lalu tak lama memundurkan kembali.
"Fiana?" Suara sang lelaki di balik kemudi membuka jendela kursi penumpang
Fiana yang menunduk mendongakkan wajah "Harvey?" Harvey teman satu sekolah putih abu dahulu tak sengaja melewati jalan Fiana berada
"Ngapain kamu hujan-hujanan? Ayo masuk."
Fiana yang kedinginanpun terpaksa menerima tawaran Harvey.
"Kayak ke siapa aja kamu. Kenapa tadi hujan-hujanan pulang darimana kamu? Biasanya diantar supir?"
"Eeu tadi abis ketemu teman, terus lagi nunggu taksi tapi penuh terus." Bohong Fiana
__ADS_1
"Hatchi...,"
"Tahu kamu kehujanan dikit flu masih aja nekat nungguin taksi. Kenapa nggak menghubungi supir keluargamu?"
"Aku tak terpikir Vey." Fiana baru ngeuh menepuk jidatnya kenapa dari tadi ia tak menghubungi supir keluarganya. Itu semua karena rasa sesak dan syok akan perlakuan Fariz
Dua menit setelah kepergian Fiana dengan Harvey Fariz yang khawatir karena tiba-tiba hujan memutar kemudi kembali ke tempat pertama Fiana dan dirinya berhenti. Namun saat kembali Fiana sudah tak ada, bertepatan sampai ke tempat itu mobil Harvey berpapasan.
Namun Fariz tak tahu jika Fiana berada di mobil yang berpapasan dengannya. Sejenak memberhentikan mobil dengan menepi. Menelefon Fiana, namun tak diangkat. Fiana yang merasa gawainya bergetar merogohnya dari tas. Ketika membaca nama pemanggil "My King in My heart" Fiana memasukkan kembali dengan memode silent gawainya.
Harvey yang melihat gerak-gerik Fiana merasa ada yang tak beres membiarkan saja. Ia tak akan ikut campur saat ini. Fiana memang tipe wanita yang tak suka dicampuri ketika masalahnya masih hangat-hangatnya. Ia akan bercerita sendiri pada orang yang dipercayainya ketika beberapa waktu hatinya telah merasa tenang.
Ciieeee lagi ribut-ribut emesh niiih dua sejoli
Mau bikin miss pisahin dulu ga nih aa Fariz sama Fiana nya???
__ADS_1
Komen dong ðŸ¤
Jangan lupa kencengin LIKE, VOTE ,🌹 Nya misstizenku 🤗