Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
157. Season 3 - Amarah Tak Jelas Fariz


__ADS_3

Keesokkan harinya Fiana harus masuk kerja kembali. Semalaman Fiana tak bisa tidur nyenyak memikirkan bagaimana ia menghadapi Fariz setelah hari di mana ia meragukan perasaan Fariz kepadanya. Dan Fariz memilih tak melanjutkan hubungannya. “Bisakah aku masih bekerja di sana?” Pikir Fiana


Mau tak mau Fiana harus tetap pergi ke Perusahaan. Bagaimanapun Fiana bukankah pengecut yang akan lari dari kenyataan. Ia akan menghadapi harinya dengan baik.


Meyakinkan diri bahwa semua baik-baik saja. Fiana pergi dengan mobil online, biasanya diantar jemput Fariz kali ini ia akan menggunakan mobil online agar tak menjadi sorotan karyawan lain jika diantar supir keluarganya.


Saat Fiana turun dari mobil online sebelah kanan bertepatan Fariz turun dari mobilnya sebelah kiri. Keduanya bertemu kembali setelah empat hari tak jumpa saling memandang namun tak lama Fariz memutus kontak mata dengan Fiana. Melewati Fiana begitu saja seakan tak mengenal Fiana.


Fiana jelas merasa sesak di hatinya, apalagi dengan tatapan datar dan dingin Fariz yang melewatinya. Kini ia pun harus menggunakan lift karyawan. Biasanya akan bersama Fariz menggunakan lift khusus direktur dan komisaris. Namun apakah daya ia sudah bukan siapa-siapa Fariz lagi. Fiana tahu diri.


Ketika di dalam lift, para penyebar berita menjadikkan Fiana gunjingan.


“Berhijab, cantik, pinter juga sih tapi kalau punya hati busuk menggoda atasan kita sama aja ya kayak cewek telanjang.”

__ADS_1


“Ketahuan busuknya kali ya sampe direktur memindahkan ruangannya nggak mau ketempelan bau busuknya kali.”


“Btw, jangan-jangan kemarin ada yang pake pelet deh sampe direktur kita buat dia satu ruangan. Kalau sekarang peletnya udah nggak mempan makannya dihempas pa direktur.”


Berbagai gunjingan membuat telinga Fiana sakit. Walau Fiana acuhkan namun hatinya tak bisa berbohong. Seperti ribuan jarum menusuk jantungnya. Tak paham apa yang digosipkan namun pembicaraan yang menuduhnya sebagai penggoda membuat hatinya semakin sesak. Hingga lift terbuka, Fiana berjalan menuju ruangan Fariz.


Fariz jelas sudah sampai terlebih dahulu. Liftnya hanya menuju lantainya. Berbeda dengan lift karyawan yang berhenti di setiap lantainya.


Fiana baru saja akan melewati meja sekretaris wanita Fariz, namun dirinya sudah ditahan oleh tubuh semampai nan seksi sang sekretaris baru, Wilona. “Fiana ruanganmu sudah tak bersama tuan Fariz, ruanganmu di sebrang ruangannya. Atas perintah tuan Fariz.” Ucap Wilona sekretaris baru berbicara dengan angkuhnya kepada Fiana. Ia tak tahu siapa Fiana bagi Fariz untuk itu ia merasa memiliki kesempatan untuk mendekati Fariz


“Ok,” Wilona menerima surat itu dengan senyum menyeringai tipis.


Fiana berjalan lunglai tanpa semangat ke ruangan sebrang Fariz. Baru saja mendudukan diri, telepon di ruangan Fiana berbunyi. Surat sakit Fiana memang diberikan kepada sekretaris untuk disampaikan kepada HRD dan atasan yang bersangkutan

__ADS_1


“Hallo nona, tuan memanggil anda.” Ucap Elang di ruangan Fariz. Fariz meminta Elang menghubungi Fiana


“Baik, Elang.” Setelah sambungan telepon ditutup Fiana menyebrang ke ruangan Fariz dan mengetuknya. Suara Elang mempersilahkan Fiana masuk


“Ada yang bisa saya bantu tuan?”


“Tak ada, harusnya saya yang bertanya apa ada yang ingin kamu katakan?”


“Mengenai hal apa tuan?”


“Hal apa? Hahaha. Menurutmu apa? Sudah mangkir empat hari dari tanggung jawab masih tanya hal apa.”


“Maaf tuan, barusan surat keterangan saya tak masuk sudah di..”

__ADS_1


“Percuma sudah berlalu. Saya tak peduli surat tak masukmu. Keluarlah melihatmu malah membuatku emosi.” Fariz memalingkan wajahnya.


KENCENGIN LIKE, 🌹 dan KOMENNYA misstizenku zheyenx miss up banyak nih 🤭🥰🤗🙏🏻


__ADS_2