
Sudah hampir dua minggu Belinda bolak-balik ke kediaman Orion untuk mendekatkan diri pada Arga. Belinda sendiri tinggal di apartemen milik suaminya yang ada di negara x. Dan hari ini waktunya Belinda menjelaskan bahwa Arga akan tinggal bersama keluarganya dan adik tirinya anak dari suaminya saat ini. Sang suami pun sudah menerima Arga tanpa ada rasa ingin memanfaatkan karena Belinda sudah memberi pengertian bahwa Belinda ingin memberi kasih sayang yang selama ini tidak ia berikan kepada Arga.
Suami Belinda mendukung penuh keputusan Belinda. Bagaimanapun dia tidak bisa egois cukup dirinya dulu memisahkan Belinda dengan Arga.
“Sayang boleh mamah mengatakan sesuatu?” Tanya Belinda kepada Arga yang sedang membereskan buku pelajaran di meja belajarnya
“Boleh mah, katakan saja.” Arga pun menghentikkan aktifitasnya menatap Belinda yang duduk di sisi ranjang sebelah meja belajarnya
“Mamah ingin tinggal bersamamu, apakah kamu bersedia?” Tanya Belinda dengan hati-hati
“Maksud mamah Aga ikut bersama mamah?”
“Iya sayang, mamah ingin hidup bersamamu dan adikmu Keyla. Kita hidup bersama-sama.” Ucap Belinda. Keyla adalah adik tiri Arga
“Tapi mah, Aga juga tidak ingin berjauhan dengan ayah dan ibu. Apalagi beberapa bulan lagi Aga akan bertemu dengan adik-adik Aga.”
Ekspresi wajah Belinda berubah sendu dengan penolakkan Arga. Arga yang melihat itu peka bahwa sang mamah kecewa dengan jawabannya.
“Mamah tidak akan memaksa jika Arga tidak ingin bersama mamah dan keluarga baru mamah.” Ucap Belinda dengan sendu.
“Jika Arga hidup bersama keluarga mamah apakah Arga masih bisa bertemu ayah dan ibu?” Arga yang tidak tega dengan kekecewaan Belinda berpikir sejenak memang tidak ada salahnya jika dia harus hidup dengan mamah kandungnya.
“Tentu saja bisa, sayang. Kapanpun kamu mau bertemu ayah dan ibu Nayla kamu bisa mendatangi mereka.” Ucap Belinda dengan mata berbinar seolah ada harapan besar bisa hidup bersama Arga.
“Baiklah Aga akan tinggal bersama keluarga mamah. Apakah papah menerima Aga mah?”
“Tentu saja sayang, papah senang ketika mamah ingin hidup bersamamu.”
“Terimakasih mah,” Aga pun memeluk sang mamah. Belinda membalas pelukkan Arga dengan menitikkan air mata kebahagiaan akhirnya ia bisa hidup bersama satu-satunya anak laki-laki di keluarganya.
“Mamah akan temui ayah dan ibumu dahulu ya, sayang?" Tanya Belinda kepada Arga
“Sebentar mah, kita akan tinggal di mana? Apakah di Indonesia?”
“Tidak sayang, kita tinggal di Belanda bersama kakekmu juga. Kamu tidak perlu khawatir sayang untuk jarak tempuh setiap kali ingin bertemu ibu ayahmu, kamu bisa menggunakan jet pribadi milik kakekmu.”
“Apakah kakek mengizinkannya?”
__ADS_1
“Tentu saja sayang, kamu cucu laki-laki kakek satu-satunya. Kakek sangat menunggu mamah membawamu, sayang. Dia sangat merindukanmu.”
Belinda pun menuju ruang keluarga di sana ada Orion dan Nayla yang sedang bersantai. Posisi Nayla bersandar di dada bidang Orion dan Orion merangkul bahu Nayla. Karena hari ini hari sabtu, Orion ada di huniannya. Meskipun sebenarnya hari sabtu Orion harus tetap bekerja tapi ia memutuskan hanya bekerja hingga jumat. Waktu sabtu dan minggu akan Orion habiskan bersama keluarga kecilnya. Belinda sengaja tidak mengajak Arga bersamanya untuk berbicara dengan Orion dan Nayla. Karena Arga tidak mengetahui mengenai kesepakatan kedua belah pihak dan memang belum saatnya Arga mengetahuinya. Jika kelak ia sudah cukup usia dan bisa memahami keadaannya Belinda pasti akan mengatakannya.
"Rion, Nay," panggil Belinda yang baru memasuki ruang keluarga bersama Arga
Nayla melepaskan diri dari rangkulan Orion
"Iya mbak," jawab Nayla. Orion sudah mengetahui sebutan Nayla kepada Belinda. Nayla sempat mengatakannya kepada Orion
"Ada yang mau aku bicarakan," Belinda dan Arga duduk di hadapan Orion dan Nayla
"Iya bagaimana Belin?" Tanya Orion kepada Belinda.
Nayla menatap sendu Belinda, Nayla sudah mengira apa yang akan dikatakan Belinda kepada mereka.
"Sebelumnya aku sangat berterimakasih untukmu Rion menjaga Arga hingga saat ini dan terimakasih untukmu Nay sudah menganggap Arga seperti anakmu sendiri."
"Itu sudah menjadi tugasku, Belin. Bagaimanapun Arga juga anakku. Jangan berterimakasih untuk hal yang sepatutnya aku berikan." Ucap Orion dengan datar Orion cukup tersinggung dengan ucapan Belinda. Nayla mengusap lembut tangan kokoh Orion
"Ok, Rion maafkan aku bukan maksudku menyinggungmu. Tapi aku cukup sadar diri telah mengabaikan Arga selama ini. Sudah saatnya aku melakukan peranku sebagai ibu untuk Arga. Memberikan kasih sayangku yang cukup terlambat ini. Aku sudah mengatakannya pada Arga bahwa aku ingin hidup bersamanya."
"Alhamdulillah Arga mau hidup bersama keluarga baruku. Bolehkah aku membawa Arga malam ini ke Belanda, Rion?" Tanya Belinda kepada Orion. Waktu saat ini menunjukkan pukul 1 siang.
"Apa ini tidak terlalu cepat, Belin?"
"Aku sudah cukup meninggalkan kakek, suami dan anakku di sana selama 2 minggu, Rion. Aku juga ingin Arga bisa beradaptasi dengan keadaan di sana bersama papah, kakek dan adiknya."
"Apa tidak menunggu besok pagi saja mbak? Nay ingin meminta waktu bersama Arga." Tanya Nayla kepada Belinda dengan mata berkaca-kaca menatap Orion sekilas.
"Baiklah esok pagi aku akan menjemput Arga."
"Terimakasih banyak mbak."
Belinda pun berpamitan pada Orion dan Nayla untuk mempersiapkan kepulangannya besok. Nayla meminta waktu untuk berduaan dengan Arga kepada Orion. Orion pun memberi ruang untuk Nayla dan Arga untuk berbicara. Orion memilih ruang kerjanya untuk memberi ruang Nayla dan Arga. Orion memilih mengecek email yang masuk di macbooknya.
Ceklek
__ADS_1
Nayla masuk ke kamar Arga. Arga terlihat sedang memainkan game di gawainya. Duduk santai di sofa yang berada di dalam kamar.
"Sayang, apa ibu mengganggu?"
"Tidak, bu." Nayla pun duduk di sebelah Arga
"Sayang, maafkan ibu ya?" Nayla memegang kedua bahu Arga menatap dalam mata sipit yang sama persis dengan Orion. Ya Arga duplikat wajah Orion kecil.
"Maaf untuk apa, bu? Ibu tidak pernah melakukan kesalahan apapun."
"Maafkan ibu belum bisa menjadi dan memberikan yang terbaik untukmu. Semua yang kamu miliki telah diberikan ayah."
"Ibu kenapa berbicara seperti itu, Aga sangat bahagia bisa bertemu ibu. Aga mendapatkan kasih sayang seorang ibu dari ibu. Aga bisa merasakan semua hal yang dirasakan teman-teman Aga dari ibu. Kasih sayang ibu sangat berarti dari apapun di dunia ini. Terimakasih banyak bu, masuk dalam kehidupan Aga. Maafkan Aga yang selalu merepotkan ibu. Walau ibu bukan ibu kandung Aga tapi Aga sangat menyayangi ibu melebihi mamah Belin." Aga cukup bijak dan tegar menghadapi situasi saat ini, walau dirinya masih belum sepenuhnya menerima Belinda yang tiba-tiba datang kembali di hidupnya. Tapi Arga akan berusaha menerima semua kenyataan yang ada.
"Terimakasih sayang, Aga anak laki-laki pertama ibu yang cerdas, kuat dan tangguh. Ibu sangat menyayangimu, ibu yang sangat berterimakasih karena memiliki anak sepertimu, yang mau memahami keadaan kedua orang tuanya. Memaafkan mamah Belin dan menyayangi ibu seperti ibumu. Satu hal yang perlu Aga ingat. Bagaimanapun masa lalu yang dilakukan mamah Belin itu adalah masa lalu. Kamu tidak perlu menengoknya kembali itu hanya akan melukai hatimu, memaafkan berarti kamu mau menerima kesalahannya. Menerimanya saat ini dan ke depannya. Bahagiamu adalah bahagia mamah Belinda. Mamah Belinda sangat menyayangimu, demimu mamah Belin meninggalkan papahmu dan adikmu di negeri Belanda. Ibu harap Aga menyayangi mamah Belin seperti rasa sayang Aga pada ibu bahkan melebihinya." Ucap Nayla dengan lembut walau hatinya teriris karena harus ikhlas melepaskan Arga anak yang ia sayangi seperti darah dagingnya.
"Baik, bu Aga akan berusaha menerima mamah dan keluarganya. Aga akan sangat merindukan ibu dan ayah. Ibu jaga kesehatan ya, agar adik-adik Arga juga sehat. Aga janji akan sesekali menengok ibu, ayah dan adik-adik."
"Iya sayang ibu sangat percaya Aga pasti bisa. Kamu juga di sana jaga diri baik-baik. Sayangi Keyla seperti adikmu sendiri ya?"
"Iya bu, jika ibu melahirkan adik-adik Aga jangan lupa kabari Aga ya. Hari itu juga Aga akan datang dengan jet milik kakek." Ucap Aga dengan tertawa kecil walau dirinya belum yakin apakah semudah itu sang kakek memberi izin pergi dengan jet pribadinya.
"Kamu ini, ya. Pasti dong sayang ibu akan mengabarinya."
Merekapun berpelukkan dalam diam dengan pikiran masing-masing. Nayla ataupun Arga menahan tangisnya mereka berdua sama-sama tak ingin saling mengkhawatirkan dengan air mata perpisahan.
Kalau Arga udah pergi artinya?????
Jeng....jeng...jeng....
siap-siap misstizen dibuat keheul alias kesyeeel
Miss kayaknya ga bisa nepatin janji crazy up sebelum puasa nih.
Real life miss lagi sibuk sibuknya. Kemarin aja bolos up yaa, maafkan ya misstizen 🙏🏻😊
Oh ya btw kalau buka puasa kamu tim kolak atau gorengan???
__ADS_1
Kalau tim gorengan cus cek instagram KERABAT Miss di @sambalseuhah.andriana seperti namanya BANYAK FROZEN FOOD yang pedes2 tapi di pedesnya bisa ditakar jadi bisa buat kamu yg ga suka pedes. Tuh frozen Homemade banyak selebgram, polwan, pemain tv juga jajannya di situ. Cus ke instagramnya ya SOAL RASA, KEHIGENISAN PRODUKSI DAN HARGA Daebaak pokonya. Nyetok frozen food dari sekarang biar gampang langsung goreng anget-anget sebelum buka.
Jangan lupa Like, Vote miss dengan memberi hadiah bunga pakai poinmu atau voucher setiap hari senin dan ramaikan Komen