
Orion sampai siang hari di Belanda, setelah sampai Orion diantar ke hotel x yang sudah dipesan Dirga.
Ia akan menemui keluarga Belinda malam hari di ruang private room untuk makan malam.
Orion bersantai sejenak di sofa kamar suitenya, kamar yang mengaeah langsung ke pemandangan indah diluar membuat Orion melamun.
"Apa yang akan mereka lakukan? Jika aku dihadapkan harus memilih Nayla atau Arga sungguh sulit untuk memilih diantara mereka. Mereka sangat berarti untuk hidupku." Orion menghembuskan napas berat. Mendekat ke arah jendela membuka pintu menghirup udara sore di sana, Orion berada di kota yang sejuk dekat dengan kediaman orang tua Belinda yang memilih hidup di hari tua ditempat nyaman dengan lingkungan masih terjaga keasriannya.
Orion teringat jika ia belum mengabari Naina, ia kembali ke sofa mengambil gawai dan menghubungi Naina. Namun tidak ada jawaban dari telefonnya. Orion mencoba menghubungi Nayla berapa kali tapi masih sama. Orion pun mengirimkan pesan.
Sayang sedang apa? Ayah baru sampai di sini. Kamu jangan terlalu kelelahan ya. Orion memperhatikan gawainya hingga lima menit masih tidak dibaca Nayla. Untuk itu Orion menelefon ke kediamannya menekan extension ruangan kepala pelayan.
"Assalamu'alaikum...Hallo," suara kepala pelayan di sebrang sana
"Walaikumsalam, bu Nayla kemana? Saya menghubunginya tapi tidak diangkat dan dibalas."
"Nyonya muda sedang di gazebo besar bersama teman-temannya, tuan."
"Oh iya saya lupa jika sahabat-sahabat Nayla ke rumah. Ok, kalau gitu terimakasih ya bu. Saya tutup"
"Baik, tuan. Jaga diri anda di sana. "
"Terimakasih bu." Orion memanggil kepala pelayan sebutan ibu karena rasa hormatnya atas pengabdian puluhan tahun di keluarganya.
Malam pun tiba Orion turun ke private room untuk makan malam bersama keluarga Belinda.
Saat pintu dibukakan di dalam ruangan sudah ada ayah Belinda tuan Herdian, Belinda dan Ericko suami Belinda. Untuk ibu Belinda sendiri telah tiada empat tahun lalu.
"Duduklah, nak." Herdian mempersilahkan Orion duduk di hadapannya. Apa kabarmu, nak?
"Alhamdulillah seperti yang terlihat." Orion merespon dengan ekpresi datar yang biasa diperlihatkan kepada orang lain selain keluarganya.
"Apa kabar istrimu? Saya dengar istrimu sedang mengandung bayi kembar." Herdian bertanya untuk memastikkan informasi bahwa istri dan calon anaknya kelemahan Orion, untuk itu Herdian ingin mengetahui respon yang diberikan Orion.
Rahang Orion mengeras dengan tangan mengepal ia paham Herdian memancing dirinya dengan Nayla dan calon anaknya
"Masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan istri dan calon anakku. Apa yang anda mau?"
"Tenanglah, nak. Mari kita makan malam terlebih dahulu."
__ADS_1
Sebagai bentuk sopan santun Orion pun memakan makanannya. Mereka makan tanpa bersuara. Belinda dan Ericko tak memberikan suaranya karena rasa hormat kepada sang ayah. Setelah makan malam selesai. Herdian memulai obrolan serius.
"Rion saya meminta Arga dengan baik-baik. Serahkan Arga kepada keluarga saya dengan lapang dada. Saya pun memiliki hak untuk mendidik dan merawatnya."
"Jika saya tidak mau memberikan Arga kepada anda apa yang akan anda lakukan?" Orion ingin mengetahui apa yang akan dilakukan keluarga Belinda
Herdian yang pembawaannya tenang dari awal tersenyum smirk, mulai memperlihatkan sisi aslinya. Orion yang telah lama mengenal Herdian tahu tak semudah itu ia bisa lolos darinya.
"Jika tidak, istri mudamu akan mengetahui kebohongan yang kamu sembunyikan saat ini juga."
Deg
Orion terkejut dari mana Herdian mengetahui kebohongannya.
Herdian menyalakan sebuah layar di belakangnya. Menampilkan Nayla yang sedang berada di kamar hotel suite duduk seorang diri.
Apa yang akan kamu lakukan kepada istri saya??
"Seperti permintaan saya serahkan Arga atau lihatlah," tampilan berpindah ke sosok seorang wanita beroakian rapi di depan pintu kamar Nayla membawa berkas di tangannya. "Asisten saya akan memberikan berkas perceraian palsu kamu dengan Hanum,"
"Bagaimana Nayla bisa keluar dari rumah?" Batin Orion
Lamunan Orion terbuyarkan dengan pertanyaan Herdian
"Saya akan memberikan Arga dengan kesepakatan tertulis di atas hukum."
"Hahaha kamu pikir saya akan mengabulkannya?'
"Saya pikir anda tidak bisa menolaknya jika anda bersikukuh, Arga sendiri tak pernah sekalipun bertemu bahkan merasakan kasih sayang anda bahkan ibu kandungnya sendiri. Akan sulit untuk Arga menerima kalian yang tidak pernah ada di sisinya selama ini."
Herdian nampak berpikir dengan apa yang dikatakan Orion memang benar adanya, akan sulit juga untuk membawa Arga jika Arga sendiri yang menolak. Herdian membutuhkan Orion untuk membujuk Arga.
Ok, apa isi kesepakatan yang ingin kamu ajukan.
Orion membuka tas dokumen, memberikan dokumen di dalam map yang telah dipersiapkannya. Orion memikirkan ada benarnya kesepakatan yang dikatakan Nayla, malam itu juga Orion meminta Dirga melalui surelnya untuk membuat kesepakatan tertulis dan resmi secara hukum.
Herdian membaca kesepakatan di dalam dokumen berlabel resmi nasional dan internasional. Orion menyiapkan segalanya agar jika Arga tidak berada dalam negeri, ia masih memiliki kekuatan hukum.
Isi dari kesepakatan dokumen tersebut keluarga Belinda masih memberikan izin untuk Arga bertemu dengannya atau sebaliknya, Arga berhak tinggal dimanapun ia mau, untuk pendidikan Orion memiliki hak campur tangan akan pilihan keluarga Belinda, Arga tidak dibawah tekanan siapapun untuk keuntungan pihak yang memanfaatkanya dan jika dewasa kelak Arga menjadi pewaris utama keluarga Belinda tidak boleh memaksakan kehendak Arga untuk masih berhubungan dengannya, Orion tidak akan ikut campur akan urusan bisnis yang akan Arga pegang.
__ADS_1
Herdian memikirkan isi kesepakatan yang diberikan Orion. Bagaimanapun Orion tetap ayah kandung Arga dan yang merawat Arga selama ini.
"Seluruh isi kesepakatanmu saya terima, tapi saya akan menambahkan kesepakatan ini."
Herdian menambahkan isi kesepakatan yang meminta Orion boleh campur tangan atas pendidikan yang dipilih keluarganya tapi tidak mencampuri cara Herdian mendidik Arga. Orion berhak menemui Arga tanpa memberi pengaruh apapun untuk masa depan Arga kelak. Hak asuh Arga sepenuhnya di tangan keluarga Belinda.
"Kapan kamu bisa membujuk Arga untuk tinggal bersama kami?"
"Beri saya waktu satu atau dua bulan untuk membujuknya."
"Terlalu lama, cukup dua minggu sampai satu bulan Rion."
"Akan saya usahakan." Orion dan Herdian pun berjabat tangan tanda kesepakatan berakhir.
Setelah kesepakatan di terima kedua belah pihak yang tidak merugikan siapapun. Kedua pengacara dari pihak Orion yang sudah datang sedari tadi dan dari pihak Herdian kesepakatan ditanda tangani dan diresmikan secara hukum.
"Dimana anda menyembunyikan Nayla?"
"Tenanglah, Rion istri tercintamu aman di tempat yang nyaman. Dan akan diantarkan ke kediamanmu segera. Ternyata kamu sangat mencintainya Rion, hingga tak ingin siapapun menyakitinya. Berhati-hatilah, nak rivalmu mengetahui kekuatan sekaligus kelemahanmu."
Rahang Orion mengeras dengan tangan mengepal mendengar ucapan Herdian yang halus namun penuh makna tersirat. Herdian berlalu dengan menepuk bahu Orion. Belinda dan Ericko tersenyum penuh kemenangan melewati Orion.
Orion segera menghubungi Dirga untuk mengetahui keadaan Nayla setelah kepergian keluarga Belinda
"Dirga mengapa kamu kecolongan? Dimana Nayla sekarang?" Suara berat Orion menahan amarah di negeri jauh di sana
"Maaf tuan, anak buah tuan Herdian mengatasnamakam nyonya besar untuk menjemput nyonya muda. Saat ini nyonya muda dalam perjalanan menuju kediaman anda. Para anak buah menemukan lokasi nyonya muda dam mengikutinya di belakang."
"Pastikkan Nayla dan anak-anakku baik-baik saja."
"Baik, tuan."
Rencananya esok pagi Orion akan langsung pulang ke Indonesia. Orion tak ingin terlalu lama meninggalkan Nayla yang sedang mengandung kedua buah hatinya. Orion benar-benar merasa tidak tenang apalagi keluarga Belinda sempat menjadikan Nayla tahanan sementara untuk sebuah kesepakatan.
Mulai seru ga misstizen???
Jawb miss dengan ramein di komen ya
jangan lupa Like dan VOTE nya sayang-sayangnya miss. Miss tanpa misstizen apalah miss ðŸ¤
__ADS_1
Peyuk online dari miss 🤗