Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
97. Syarat Berakhir Nikmat


__ADS_3

Seperti niatnya Orion, Orion menghubungi Hendra melalui gawainya.


“Assalamu’alaikum, yah.”


“Walaikumsalam bagaimana Rion dimana anak dan kedua calon cucuku?”


“Alhamdulillah mereka sudah bersama saya yah.”


“Dimana kalian berada?”


“Di Belanda yah.”


“Pulanglah ke Indonesia, setelah di sini akan ayah putuskan untuk kehidupan rumah tangga kalian selanjutnya.”


“Rion mohon yah, jangan pisahkan Rion dengan Nayla dan kedua calon anak Rion. Rion akan melakukan apapun perintah ayah asal tidak menyuruh Rion berpisah dengan Nayla.”


“Pulanglah terlebih dahulu. Agar ayah juga bisa berbicara bersama kalian berdua.”


“Baik yah.” Hendra mematikkan telefon sang ayah mertua


“Ada apa yah?”


“Ayah menelefon ayahmu sayang. Ayah Hendra meminta kita pulang ke Indonesia.” Orion meceritakan syarat yang diajukan Hendra kepadanya untuk menemukan Nayla. Nayla pun terkejut dan jelas dia akan meminta sang ayah untuk tidak memisahkan mereka jika ayah Hendra menyuruhnya berpisah dengan Orion.


“Kapan yah ibu sangat merindukan suasana di sana. Beberapa bulan ibu pindah ke beberapa negara tetap saja ibu merasa nyaman berada di Indonesia.”


“Baiklah sayang kita pulang besok.”


“Terimakasih ayah sayang.” Nayla memeluk tubuh atletis Orion.


Saat Nayla melepas pelukkan Orion. Orion memegang kedua bahu Nayla dan menatap intens wajah Nayla. “Ayah sangat merindukkan ibu, ayah menginginkanmu sayang. Bolehkah ayah menjenguk kedua anak kita?”


Nayla hanya mengangguk tersenyum tersipu malu ini bukan yang pertama bahkan sudah sering kali namun perpisahan satu bulan lebih membuatnya malu memulai berhubungan tubuh kembali.


Selama satu bulan lebih Orion tak menyentuh Nayla. Dia mencium Nayla dengan rakus, namun lembut. Nayla melenguh saat Orion mengelus punggungnya. Nayla yang menggunakan handuk kimono sudah polos tanpa apapun karena dengan cepat Orion melepas handuk Nayla. Membawa Nayla ke ranjang king di kamar tersebut. Orion menahan tubuhnya agar tidak menekan atau menindih perut Nayla.


Tangan Orion mulai tak tinggal diam. Menyentuh bagian antas, mengabsen seluruh tubuh Nayla memberi tanda kepemilikan teurutama di kedua mahkota atas Nayla yang semakin membesar. Nayla hanya bisa mendesah menikmati setiap sentuhan Orion.


Saat Orion menghentakkan miliknya di milik Nayla, Nayla dengan suara desahannya mengatakan “Sayang jangan di dalam.” Orion yang akan mencapai puncak tersadar dengan ucapan Nayla. Ia pun mengeluarkannya di luar.


Kegiatan saling menyalurkan kerinduan pun terjadi hingga beberapa ronde. Nayla yang telah lama tak disentuh Orion pun merasa sangat haus akan sentuhan-sentuhan lembut Orion. Ditambah hormon kehamilan Nayla membuat gairah Nayla hampir sama besarnya dengan Orion.


Orion sangat bahagia karena di kehamilan bulan terakhir ini Nayla bisa mengimbanginya walau sebentar-sebentar harus berjeda karena Nayla terkadang kesulitan dengan perut besarnya. Orion pun banyak membantu Nayla saat Nayla menginginkan di atas Orion.


“Terimakasih sayang, ayah sangat mencintaimu.” Orion mengecup lama kening lama setelah pergulatan lama yang tak dilakukan mereka.


“Ibu juga sangat mencintai ayah.” Nayla menenggelamkan wajahnya di dada bidang Orion yang bertelanjang. Mereka berpelukkan tanpa sehelai benang hanya selimut yang menutupi keduanya.


Tengah malam Nayla terbangun, mengubah poisis membelakangi Orion. Orion terbangun karena Nayla melepas pelukannya.


“Sayang kenapa memunggungi ayah?” Orion melingkarkan tangan dari belakang ke perut Nayla yang memunggunginya


“Tidur ibu nggak nyaman yah, engap (sesak) sekali. Mungkin karena kedua anak kita yang semakin membesar.” Orion bangun menyandarkan tubuh di kepala ranjang.

__ADS_1


“Sini bangun, Orion menyuruh Nayla bangun dari tidurnya Ikute menyandarkan tubuh di kepama ranjang dengan menutup tubuh polosnya dengan selimut. “Ibu mulai sesak tidur dengan posisi barusan?”


“Iya yah rasanyan engap sekali, punggung ibu juga mulai berasa pegal.” Nayla merasa semua posisi tidurnya sangat serba salah


“Sini ibu tidur setengah duduk bersandar ditubuh Ayah.” Orion menyuruh Nayla menjadikan tubuhnya sandaran dengan begitu posisi Nayla setengah tidur dan Orion terduduk. Orion menyarankan posisi itu agar Nayla tidak merasa sesak napas, dan membiarkan tubuhnya dijadikan sandaran Nayla.


“Ayah serius nyuruh ibu seperti ini? Nanti badan ayah pegal-pegal.” Nayla memastikkan kembali saran Orion


“Serius istriku sayang, Orion membawa tubuh Nayla bersandari di dada bidangnya dengan kedua tangan melingkar di perut Nayla yang masih polos tanpa sehelai benang, mengelus lembut perut Nayla secara sensual.”


Nayla melenguh dengan sentuhan sensual Orion di perutnya, Orion mengelus titik sensitif bagian bawah perut besar Nayla.


“Ayah hentikkan, ibu masih merasa lelah. Cukup elus bagian perut depan saja.” Nayla menahan kedua tangan Orion yang terus mengekus bawah perutnya secara sensual.


Karena Orion paham dengan kondisi Nayla yang masih kelelahan akhirnya Orion hanya memeluk Nayla dari belakang. Mereka tertidur dengan posisi setengah duduk


**


Pagi harinya Orion dan Nayla pulan ke Indonesia dengan jet pribadi milik Orion. Sebelumnya Nayla dan Orion berpamitan kepada keluarga Belinda dan Arga.


Orion dan Nayla sampai tengah malam di Indonesia. Mereka langsung ke kediaman yang berada di Jakarta. Karena Orion mengkhawatirkan kondisi Nayla untuk itu dia berencana mendatangi keluarga esok hari.


Orion dan Nayla sampai tengah malam di Indonesia. Mereka langsung ke kediaman yang berada di Jakarta. Karena Orion mengkhawatirkan kondisi Nayla untuk itu dia berencana mendatangi keluarga esok hari.


“Sayang istirahatlah, besok kita ke rumah ayah Hendra. Mereka pasti sangat merindukanmu.”


“Iya yah, ibu mau tidur seperri kemarin bersandar di tubuh ayah. Dengan begitu ibu bisa tertidur.,”


“Iya sayang, ayah membersihkan tubuh dahulu ya?”


**


Pukul sepuluh waktu indonesia barat Nayla dan Orion pergi menuju kediaman Wijaya. Hanya butuh waktu dua puluh lima menit mereka sampai.


Nayla dan Orion disambut hangat oleh Riani ibu Nayla.


“Sayang ibu kangen sekali denganmu, usia berapa kedua cucu ibu?” Riani memeluk Nayla erat


“Nay juga kangen sekali ibu, alhamdulillah hari ini telat delapan bulan lebih dua minggu bu.”


Nayla dan Iriani meleas rindu satu sama lain. Iriani tidak sama sekali denhan permasalah Nayla dan Orion. Hendra menyembunyikan segalanya.


Iriani pun disibukkan membuat makanan di dapur. Untuk itu ia mengizinkan Nayla dan Orion mengikuti Hendra ke ruang kerja.


“Duduklah kalian.”


Orion sudah sangat tegang akan hasil keputusan Hendra untuk kehidupan rumah tangganya dengan Nayla. Mereka duduk di sofa yang sama menghadap Hendra di hadapannya.


“Kamu sudah menyekesaikan segalanya Rion?”


“Sudah yah, semua sudah selesai.”


“Kamu yakin Hanum dan Rio tidak akan menganggu kehidupan rumah tangga kalian lagi?”

__ADS_1


“Saya yakin pah, Hanum telah menandatangai kesepakatan di atas hukum untuk tidak pernah menganggu ataupun muncul di hadapan kami.*


“Ok syukurlah, tapi tetap kamu telah membohongi kami. Kamu tetap saya beri hukuman.”


“Saya mohon yah jangan pisahkan saya dengan Nayla.” Orion berlurut di hadapan Hendra. Nayla yang melihat pemandangan itu spontan terkejut.


“Mas..,” panggil Nayla


Hendra sama terkejutnya dengan Nayla.


“Duduklah Rion, saya tidak akan membuat kalian bercerai hanya saja..,” belum selesai diucapkan Nayla memotong


“Hanya saja apa yah?” Nayla memoting ucapan Hendra


“Sebagai hukumannya kalian memiliki dua pilihan?”


“Saya akan melakukannya yah asal tidak memisahkan kami.” Orion berkata dengan kesungguhan


“Pilihan pertama kalian tinggal terpisah. Nayla di sini dan kamu Rion di kediamanmu atau kalian tinggal bersama tetapi di rumah ayah.”


“Nay lebih baik tinggal bersama di sini yah.”


“Jangan memotong terus ucapan ayah sayang.”


“Maaf yah,” Nayla menundukkan kepalanya


“Pilihan kedua kalian tinggal bersama di sini namun tidak boleh satu kamar dan bersentuhan hingga kamu melahirkan anakmu Nay.”


“Apa??” Keduanya terkejut


Orion sangat frustrasi mengusap wajahnya kasar, ia tidak bisa menahan diri setiap kali melihat Nayla. Ingin rasanya setiap hari menyentuh Nayla, Nayla sendiri entah mengapa saat dipertemukan dengan Orion kembali selalu menginginkan sentuhan-sentuhan Orion mungkin di akibatkan hormon kehamilannya.


“Yah Nay ingin melahirkan normal, dan doktee di negara x mendukung keputusan Nay, namun sarannya untuk mempercepat proses kelahiran, Nay dan mas Rion harus sering melakukan hubungan.” Nayla dengan susah payah memberanikan diri mengatakan itu kepada Hendra meski menahan malu karena wajah Nayla sudah seperti kepiting rebus. Orion pun tak menyangka Nayla akan mengatakan hal itu kepada Hendra.


“Benarkah harus seperti itu?*


“Iya yah, Nay tidak berbohong. Nay mohon yah. Nay dan kedua calon cucu ayah juga tidak bisa berjauhan dengan ayahnya. Tidur Nay sudah tidak nyaman jika tidak dielus dan dipeluk mas Rion atau tidak di sentuh mas Rion.” Orion semakin membelalakan matanya mendengar penuturan Nayla, karena Nayla mengutarakan isi hatinya yang termasuk ke hal privasi dengan dirinya kepada Hendra. Orion mengelus lengan Nayla untuk berhenti mengatakan hal yang privasi. Namun Nayla yang sudah kepalang malu untuk itu ia mengatakan hal yang dirasakannya.


Hendra menertawakan kepolosan Nayla.


“Nay..Nay.., kamu memang masih anak ayah yang polos. Ayah akan membiarkan kalian bersama namun harus tinggal di sini selama waktu yang ayah inginkan. Agar kamu Rion ada dalam langsung pantauan ayah. Dan satu lagi permasalahan kalian tidak diketahui ibu kalian, jangan biarkan ia tahu karena kondisinya tidak baik. Karena semua sudah selesai biarkan berlalu.” Hendra pun memahami keinginan Nayla dan memberikan keputusan bijaksana


“Terimakasih yah,” Orion mencium tangan Hendra masih dalam keadaan berlutut begitupun Nayla ikut mau berlutut namun di tahan Hendra.


“Jangan lakukan sayang, kasian kedua cucu ayah tertekan. Bangunlah Rion jangan biarkan Nayla mengikutimu” Hendra terlihat khawatir dengan keadaan perut Nayla yang sudah sangat besar dan Nayla memaksakan berlutut. Orion membantu mebangunkan Nayla dengan memegang tangan dan pinggang Nayla


Urusan dengan Hendra pun selesai. Mulai esok hari Nayla dan Orion tinggal di kediaman Wijaya. Mau tidak mau Orion tidak bisa bebas menyentuh Nayla di manapun. Mereka hanya bisa melakukannya di kamar mereka.


Setelah makan siang mereka pamit untuk kembali ke kediaman dahulu membereskan barang yang akan mereka bawa. Sebenarnya bisa saja para pengawal suruhan Orion membawakannya. Namun Orion dan Nayla yang tanpa berkompromi ingin kembali ke kediaman dahulu. Mereka tanpa berdiskusi saling menginginkan sebelum kebebasan hal yang diinginkan terbatasi.


Lanjut nggak????


Sekarang senin loh jangan lupa VOUCHER BACA yang kalian dapat gunakan untuk VOTE miss yaa, taukan caranya???

__ADS_1


Tekan TOMBOL VOTE beri VOTE untuk miss jika kalian suka novel miss atau ingin miss lanjut jika mau liat keseruan lainnya. Jangan lupa kencengin LIKE dan give miss 🌹🤭


__ADS_2