
Setelah Orion dan Nayla menghabiskan yang tadinya dua hari menjadi dua minggu bersama saljng memberi kehangatan satu sama lain di mansion, dan di beberapa hotel sesuai keinginan Orion. Hari ini Arga sudah bersama mereka di mansion baru Orion. Dan mereka kembali ke aktifitas utama Orion bekerja ke Perusahaannya dan Arga pergi ke sekolah. Selama dua minggu Arga bersama orang tua Orion yang memundurkan jadwal kembali ke Jerman. Itu semua terjadi karena pengertian ibu Orion kepada Orion yang ingin segera mengikat Nayla dengan kehadiran bayi di rajimnya.
"Ibu...," teriak Arga dari ruang makan
"Iya, sayang." Nayla yang berada di dapur mendekat ke sumber suara
"Aga, ingin pergi ke sekolah diantar ibu."
"Boleh, sayang."
"Ayah ga izinin ibu antar Arga." Suara Orion yang baru turun dari tangga
"Ayah ko gitu sih? Ya sudah Aga ga mau sekolah." Arga merajuk dengan wajah gemasnya
"Mas, Nay cuman antar Arga aja. Nay langsung pulang ko."
"Duh dua kesayangan ayah nih kompak bener. Maksud ayah, ayah ga izinin ibu antar Arga kalau engga sama ayah."
"Ooo." Nayla dan Arga merespon ucapan Orion dengan kompak.
"Tapi....," Orion belum selesai berbicara dipotong Arga.
"Tapi apa, yah?? Ayah selalu aja ada tapinya."
"Ayah belum selesai bicara, sayang. Ga baik memotong pembicaraan orang tua." Ujar Orion
"Maaf, yah."
"Iya tidak apa-apa, ga boleh dibiasakan ya?"
"Iya, yah, janji," ujar Arga dengan senyum menampilkan deretan gigi rapinya
"Setelah ayah bareng ibu antar Arga. Ibu ikut ke kantor ayah, ya?"
"Kenapa harus ikut, yah? Nanti Arga pulang di rumah ga ada ibu." Protes Arga
"Ibu, di rumah aja ya, yah? Biar nanti Arga dijemput ibu." Ujar Nayla
"Ga boleh sayang, apalagi kamu yang jemput langsung." Ujar Orion kepada Nayla
"Ayah mah jahat, Aga pengen kayak temen-temen Aga yang pergi diantar dan pulang dijemput orang tuanya." Ucap Arga dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Dengerin ayah, boy. Ibu nanti ikut ke kantor ayah, nanti waktunya kamu pulang ayah dan ibu jemput kamu lagi. Ok, boy?" Ucap Orion dengan lembut dan penuh pengertian
"Janji ya, yah? Ibunya jangan terus ditempelin terus ayah, sampe Aga ga boleh ketemu ibu. Aga juga kan kangen ibu. Jangan kayak kemarin dua hari Aga ga ketemu ibu." Bawel Arga dengan suara khas anak kecil
"Hahaha, siapa yang bilang ga boleh ketemu ibu?"
"Oma bilang Aga ga boleh ketemu ibu dua hari, lagi ditempelin ayah. Biar Aga punya adek buat temen main. Emang kalau ibu ditempelin ayah bakal ada adek gitu?" Ucap Arga dengan polosnha
Nayla yang mendengar itu tersipu malu dengan pipi yang sudah merona.
"Hahaha, iya Arga. Kalau ayah nempel sama ibu terus nanti di perut ibu ada adek buat kamu. Jadi kalau ayah lagi nempelin ibu Arga ga boleh dekat-dekat ibu." Goda Orion pada Arga yang tak paham ucapan Orion
"Mas, iih. Masa bilang gitu sama anaknya." Protes Nayla dengan menatap tajam Orion dengan pipi yang semakin memerah karena malu
"Emang benar bu kata ayah? Arga ga boleh dekat-dekat ibu kalau mau punya adek, kalau gitu Arga ga mau punya adek kalau harus jauh dari ibu." Ucap Arga dengan mata berkaca-kaca salah menangkap maksud Orion. Arga berpikir tidak boleh dekat Nayla jika mau memiliki adik. Berbeda dengan maksud yang disampaikan Orion, jika Orin sedang bersama Nayla tidak boleh didekati.
"Bukan gitu, sayang." Ucap Nayla kepada Arga dengan mengelus surai rambut Arga. "Mas anaknya masih kecil belum paham maksud mas." Ucap Nayla lagi kali ini kepada Orion
Orion mendudukkan diri di sebelah sisi lain Arga.
"Begini boy maksud ayah, kamu ga harus jauh-jauh dari ibu. Maksud ayah, kalau ayah lagi berdua sama ibu di kamar, kamu main ya tidak ganggu ayah dan ibu, biar adeknya cepet ada di perut ibu. Emang kamu ga mau punya adek?" Jelas Orion kepada Arga dengan posisi sudah di sebelah Nayla dan mengelus perut datar Nayla.
"Engga ko, sayang. Arga ga harus jauh seperti sebelumnya. Mulai sekarang Arga tinggal sama ibu dan ayah." Nayla menenangkan Arga yang hampir menangis
"Iya benar kata ibu, kita tinggal bersama di sini. Arga maukan?"
"Mau yah." Arga berpindah tempat dan menubruk memeluk Orion. Orion membalas pelukkan Arga dan tangan sebelah Orion merengkuh Nayla untuk masuk ke pelukannya.
Setelah drama di ruang keluarga, merekapun sarapan dibumbui drama kembali. Nayla memasukkan makanan yang akan disantap Orion ke piring Orion.
"Sayang, berdua ya." Ucap Orion dengan setengah berbisik tak mau terdengar Arga yang ada di samping kirinya. Nayla paham maksud Orion hanya menganggukkan kepala.
Setelah Nayla menyiapkan makanan untuk Arga dan Orion yang akan makan berdua dengannya. Ia mendudukan diri di sebelah kanan Orion. Nayla menyuapkan satu sendok makan ke mulut Orion.
"Ibu ko ayah disuapin? Arga juga mau."
"Arga makan sendiri aja." Goda Orion
"Ya, ayah yang harusnya makan sendiri. Ayah kan sudah besar."
"Gapapalah, ibu kan istrinya ayah."
__ADS_1
"Tapi ibukan, ibunya Arga, Arga anaknya ibu, harusnya Arga yang disuapin ibu."
"Ayah, Arga udah berdebatnya. Biar ibu suapin ayah dan Arga ya, lama berdebat nanti kesiangan nih." Nayla menengahi perdebatan anak dan suaminya. Dan akhirnya mereka makan satu piring bertiga dengan sesekali Nayla menyuapkan ke mulut Orion yang sibuk dengan hape di tangannya, ke Arga dan terakhir ke dirinya. Meskipun pada akhirnya lebih menyuapi Orion dan Arga.
"Makasih, sayang." Orion mengecup Nayla setelah sarapan selesai. Drama Arga dan Orion di rumahpun selesai
"Ibu dan Ayah antar Aga masuk sampai ruang kelas ya?" Pinta Arga dengan polosnya
"Memang kenapa harus sampai ruang kelas, sayang?" Orion bertanya
"Aga mau teman-teman Aga liat kalau Aga juga punya ibu."
"Apa ada teman Aga yang bilang Aga ga punya ibu?" Nayla bertanya dengan lembut mengelus surai rambut Arga yang ada dipangkuannya di kursi depan sebelah kursi kemudi Orion
"Iya, bu. Gilang, Erga, Haris selalu ejek Aga, katanya Aga ga punya ibu. Mereka bilang ibu Aga ga sayang Aga makannya ibu pergi. Kalau ibu ga akan pernah pergi ninggalin Aga kan? Ibu sayangkan sama Aga? Bawel Arga dengan puppy eyesnya
"Iya sayang, ibu ga akan pernah pergi. Ibu sayang banget Aga." Nayla memeluk erat Aga dan mengelus sayang punggung Aga.
"Aga juga sayang ibu sekali."
"Yaah Aga cuman sayang sama ibu aja, Aga ga sayang ayah ya?" Tanya Orion dengan terkekeh
"Aga juga sayang ayah." Ujar Aga yang ada dipelukkan Nayla menoleh ke arah Orion dengan senyum manisnya. Nayla mengelus punggung Arga dan mencium pucuk kepala yang ada di bawahnya.
Orion yang melihat interaksi istri dan anaknya tersenyum merekah.
"Terimakasih, sayang." Ia menggenggam satu tangan kanan Nayla dan mencium punggung tangannya.
Drama emang nih bapa sama anak ga ada abisnya yaa 😂
Suka ga part drama Arga dan Orion???
Kalau suka miss bakal selip-selipin drama ayah anak ini nih 🤭
Kalu skip yo wis siap siap menuju celah klimaks 😊
Eiiiits tapi please kencengin like, vote dan tinghalin komennya dong 🤭
Miss haus niiiih, haus akan support likenya 🤭✌🏼
Udin yees miss double up nih hari ini. Besok dan jumat kalau ga hilap miss up yaaa
__ADS_1