
Mau tak mau Nayla mengikuti keinginan Orion pergi ke mall diiringi para keamanan. Orion yang khawatir dari semalam mengizinkan Nayla keluar seperti janjinya. Boleh keluar rumah dengan syarat para pengawal keamanan mengikuti kemanapun Nayla pergi.
Hanya 30 menit Nayla sudah sampai di pusat perbelanjaan tengah kota. Nayla berniat memasuki toko peralatan ibu dan anak. Nayla meminta pengawal mengawalnya di jarak aman ia tidak mau jadi bahan perhatian dan hanya kepala maid yang berada di sisinya.
Saat Nayla sedang melihat-lihat Nayla mencari celah kemana ia akan pergi tanpa mata-mata pengawasan para pengawal. Nayla melihat ruang ganti yang dekat dengan pintu karyawan pun memlih ke sana dengan membawa beberapa set pakaian ibu hamil.
“Eila biarkan aku mencoba pakaian di sana. Kamu tunggu di sini ya?”
Eila sang kepala maid yang usianya tidak jauh dari Nayla lebih tua tiga tahun pun mengizinkannya karena tidak ada hal yang mencurigakan.
Saat Nayla memasuki ruang ganti,ia mengganti pakaiannya dengan pakaian lain yang ia bawa di tas gendongnya. Lalu membuka tirai melihat sang kepala maid sedang melihat ke arah berlawanan. Nayla pun masuk ke ruang karyawan.
“Nona apa ada jalan untuk keluar dari sini leqat ruangan ini?” Tanya Nayla kepada salah satu pegawai yang baru saja mau keluar ruangan
“Ada tapi anda dilarang lewat sini, ini hanya khusus untuk pegawai.”
“Nona saya mohon bantu saya, saya dari tadi dibuntuti orang, saya takut.” Nayla berbohong agar ia bisa lolos dari pengawasan para pengawal suruhan Orion. Pegawai yang melihat Nayla dalam keadaan hamil besar memberi izin mengantarkan Nayla ke pintu keluar toko tersebut. Karena toko tersebut berada di lantai satu pintu keluar harus menuruni tangga untuk ke basement menuju luar mall.
“Terimakasih banyak..” Nayla menjabat tangan pegawai tersebut menyelipkan tips karena telah membantunya
“Nyonya tidak perlu,” pegawai mengembalikan tips yang Nayla berikan
“Ambil saja untuk keluarga di rumah. Sekali lagi terimakasih.” Nayla tersenyum manis, walau matanya tertutup kaca mata hitam untuk menutupi sembab di matanya.
Saat Nayla berjalan ke arah basement yang sepi tak ada siapapun di situ.
Bruk
Suara gawai Nayla yang terjatuh ke lantai. Nayla di bekam dari belakang hingga pingsan oleh lelaki berbaju hitam bertopi di bawa ke salah satu mobil terparkir di sana.
Mobil melaju meninggalkan basement mall, tanpa disadari sang pengemudi mobil pengawal Belinda mengikuti mereka.
Sekitar satu km jarak dari mall mobil yang membawa Nayla. Nayla tersadar dari pingsannya. Nayla mengerjapkan mata.
“Siapa kalian?” Nayla bertanya dengan ketakutan melihat dua orang laki-laki di depan bertubuh besar memakai setelan hitam dengan wajah ditutup kain penutup tanpa bisa melihat wajah mereka.
__ADS_1
“Tenang nyonya, kami akan membawamu ke tempat yang aman. Suamimu yang akan menjemputmu nanti.” Ucap laki laki yang membekam Nayla berada disebelahnya, ia hanya menggunakan topi dan kacamata hitam tersenyum menyeringai
Nayla tak menanggapi pernyataan si lelaki di sebelahnya. Banyak pertanyaan berkumpul di kepala Nayla namun tak bisa Nayla katakan. Dia urungkan karena ia merasa perutnya menegang dan tak ingin berdebat dengan ketiga orang yang tidak dikenalnya. Biarlah ini terjadi karena Nayla sadar tak bisa melakukan apapun dengan keadaannya sekarang. Nayla hanya bisa berdoa. “Ya Rabb lindungilah kami dari orang-orang yang berniat tidak baik terhadap kami. Jika memang ini akhir hidupku biarkan kedua anakku tetap hidup.” Pikiran Nayla sudah liar kemana-mana karena salah satu lelaki didepan Nayla memainkan pisau tajam
“Fi ada mobil yang mengikuti kita di belakang.” Ucap lelaki dibelakang kemudi
“Kurang ajar siapa yang berani mengikuti kita, percepat lajunya. Ambil jalan berlawanan agar mereka tak mengikuti lagi.”
Sang supir melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata. Mobil pengawal suruhan Belinda terus mengikuti mereka. Susul menyusul terjadi. Dengan kecepatan yang tidak wajar membuat peruta Nayla menegang dan terasa ngilu.
“Kuat sayang, kalian kuat ya di dalam perut ibu.” Batin Nayla dengan mengelus lembut perutnya yang menegang dengan tangan kanan dan tangan kiri berpegangan ke pegangan di atas kiri Nayla
Mobil pengawal Belinda berniat menghadang mobil yang membawa Nayla, namun lajunya semakin kencang.
Cekiiit...
Mobil yang membawa Nayla dihadang oleh mobil pengawal Belinda dan merem mendadak, membuat Nayla maju ke depan dengan kepala membentur kursi depan hingga Nayla tak sadarkan diri.
Selama tiga puluh menit Nayla tak sadarkan diri. Saat Nayla terbatuk karena aroma terapi yang didekatkan ke hidungnya dan mengerjapkan mata Nayla merasa heran dengan keberadaanya.
"Alhamdulillah Nay akhirnya kamu sadar."
"Mbak Belin." Nayla terkejut karena ada Belinda di hadapannya
"Iya sayang ini mbak."
"Kenapa mbak bisa di sini mbak? Ini di mana?"
"Kita di jet pribadi milik papah mbak Nay. Kamu bisa berada di sini karena..."
Flashback On
Saat Nayla tak sadarkan diri, bersamaan mobil berhenti di hadapan mobil pengawal Belinda. Para lelaki berbaju hitam turun dari mobil dan dilumpuhkan oleh pengawal Belinda yang ternyata bukan satu mobil melainkan ada dua mobil lain mengikuti. Mereka bertiga dibawa ke suatu tempat untuk di interogasi dan diberi pelajaran.
Nayla yang tak sadarkan diri digendong ala bridal oleh pengawal Belinda ke mobil lain untuk dibawa kepada Belinda yang menunggu mereka di hotel terdekat dengan bandara.
__ADS_1
"Siapkan jet pribadi sekarang, bawa Nayla ke sana tidak usah ke hotel." Telefon Belinda kepada salah satu pengawal yang membawa Nayla. Belinda berniat membawa Nayla sampai keadaan aman. Saat sampai di negara tempat tinggalnya Belinda akan menghubungi Orion agar tidak khawatir akan keberadaan Nayla.
"Baik nyonya."
Flashback Off
"Terimakasih banyak mbak sudah menyelamatkanku dan anak-anakku."
"Tidak perlu berterimakasih sayang, kamu adik mbak." Ucap Belinda dengan lembut
"Aku tetap berterimakasih mbak, karena jika mbak tidak menemukanku mungkin aku dan anak-anakku sudah..." Ucapan Nayla di potong Belinda
"Sssttt jangan bicara sembarangan Nay. Yang penting kamu dan anak-anakmu sehat, aman dan nyaman."
"Iya mbak, lalu siapa yang menculikku?"
"Mbak sedang menyelidikinya,"
"Untuk keamanan dan keselamatanmu, mbak membawamu ke Belanda. Untuk Orion sesampainya di sana mbak akan menghubunginya agar Orion tidak khawatir."
"Jangaaaan mbak, " Nayla berteriak melarang Belinda menghubungj Orion
"Kenapa jangan sayang? Orion berhak tahu keberadaanmu. Apakah kamu memiliki masalah dengan Rion?"
"Aku membutuhkan waktu mbak, jika aku merasa sudah tenang akan aku katakan mbak."
"Baiklah sekarang kamu istirahat ya. Jika sudah sampai mbak bangunkan kamu."
"Baik mbak, sekali lagi terimakasih."
"Sama-sama sayang." Nayla beristirahat selama diperjalanan menuju Belanda
Miss mau minta saran nih kan lagi puasa misstizen kesel kan ga dilanjut berapa episode gitu kalau dalam sehari
Nah gimana kalau miss up nya weekend tapi langsung beberpa bab, tapi kalau tiap hari ya resikonya penasaran tiap hari misstizen
__ADS_1
Sok pilih yang mana? Komen yaa