
Satu hari pasca kesehatan membaik. Kedua bayi kembar Nayla melakukan sesi pemotretan oleh jasa foto untuk mengabadikan moment newborn. Menggunakan properti seperti hedband, pakaian couple, background pink dan biru, dan background bertema alam dilakukan di ruangan VVIP yang Nayla gunakan. Karena luasnya ruangan tersebut.
Dengan bantuan team foto newborn kedua bayi Nayla dan Orion di dandani sesuai dengan tema foto. Satu jam pemotretan pun selesai. Selama satu jam itu Nayla menyusui kedua buah hatinya secara bergantian . Orion tidak meninggalkan kedua buah hatinya sedikit pun setiap proses pemotretan ada dalam pantauannya langsung.
Setelah sesi pemotretan kedua buah hati Orion Nayla terlelap di box bayi yang berada di samping ranjang Nayla mereka sudah kenyang dengan ASI yang diberikan Nayla.
Tinggalah Orion dan Nayla yang masih terjaga.
“Sayang setelah pulang dari sini kita lakukan aqiqah ya, mungkin ini terlambat tapi lebih baik daripada tidak sekali.”
“Iya sayang, tapi jangan terlalu berlebihan mas. Sederhana saja, dan hanya keluarga dekat saja yang diundang.”
“Sayang mas ingin membuat aqiqah ini seperti pesta pernikahan kita. Selain karena aturan agama mas juga ingin mengenalkan kedua anak mas dari kamu. Agar tidak ada siapapun yang berani macam-macam kepada kedua anak kita ke depannya.”
“Ko kedua sih mas? Kan nanti ada anak-anak kita yang lain.” Nayla heran dengan pernyataan Orion yang hanya mengatakan hanya mengenalkan kedua anaknya saja ke dunia luar. Seakan hanya Fariz dan Freya saja anak mereka.
“Sayang sepertinya kita cukup memiliki Fariz dan Freya saja.”
“Kenapa mas berubah pikiran? Bukankah mas ingin memiliki anak yang banyak terlahir dari rahimku?”
“Sayang mungkin ketika awal mas egois ingin kamu mengandung banyak anak-anak mas agar keluarga kita ramai. Tapi saat pengorbanan dan perjuanaganmu melahirkan Fariz dan Freya, mas tidak mau egois sayang. Hanya demi mengandung banyak anak kamu mengorbankan nyawa kedua kalinya. Mas tidak mau kehilangan mas karena keegoisan mas sayang.”
“Mas jika itu yang kamu khawatirkan salah. Kodratnya kami para wanita memang melahirkan, syurga kami ada padamu sayang. Soal hidup dan mati tidak ada seorang pun yang bisa menghindarinya. Aku tetap ingin mengandung anak darimu mas. Membuat rumah kita ramai. Saat Fariz dan Freya meninggalkam kita bersama keluarganya nanti masih ada anak-anak kita yang lain. Aku mohon.” Nayla menangkup kedua pipi Orion menatap ke dalam mata Orion dengan tatapan memohon
“Sayang mengertilah, kamu sangat berarti untuk mas. Mas tidak bisa hidup tanpamu, sudah cukup mas melihatmu kesakitan dan tak sadarkan diri. Mas tak ingin itu terulang kembali.”
“Aku mengerti mas ketakutanmu, aku juga tak akan mengandung anakmu dalam dekat ini. Mungkin setelah Faris dan Freya aku sapih saat usia mereka dua tahun. Jadi masih ada waktumu untuk mempertimbangkannya mas.”
“Baiklah mas akan pertimbangkan. Untuk saat ini kamu jangan mengkonsumsi kontrasepsi berbentuk pil, karena kami masih harus menASIhi Fariz dan Freya, kamu ayudi saja ya. Setelah masa nifasmu berakhir sayang.”
“Iya mas, aku ikut mau nya mas.”
“Terimakasih sayang. Istirahatlah.”
__ADS_1
“Sebentar mas, kapan aku boleh pulang. Aku rasa sudah sangat membaik aku bosan dengan suasana rumah sakit.”
“Nanti saat dokter visit mas tanyakan ya, sekarang istirahatlah.”
“Aku ingin tidur dalam pelukanmu mas.” Ucap Nayla dengan manjanya
“Baiklah,” Orion tersenyum bahagia saat Nayla bermanja padanya. Karena jarang sekali Nayla bermanja jika bukan dirinya yang memulai. Orion naik ke ranjang Nayla yang cukup besar di ruang VVIP itu. Merengkuh Nayla dalam pelukannya, mengelus surai rambut Nayla dam mengecup pucuk kepalanya.
**
Keesokkan harinya Nayla dan kedua anaknya diperbolehkan pulang.
“Mas sangat bersyukur akhirnya kita bisa pulang bersama anak-anak kita.” Ucap Orion yang menggendong Freya di tangan kanannya dan tangan kiri melingkar di bahu Nayla. Sedangkan Nayla menggendong Fariz. Dari awal Nayla terbangun saat Fariz menangis bukan karena haus Nayla lah yang bisa menenangkannya dan saat Freya yang seperti itu Orion lah yang bisa menenangkannya. Untuk itu alasan mereka menggendongnya di mobil saat ini.
Mereka sampai di kediaman Orion Nayla yang berada di salah satu perumahan elit di Jakarta yang ditinggalkan selama tinggal di kediaman Wijaya. Setelah kelahiran kedua bayi kembar mereka Hendra mengizinkan mereka tinggal kembali di kediamannya lagi.
Saat pintu terbuka
Setelah sekian lama tidak bertemu Nadira kini sang tante yang sudah dianggap pengganti ibunya ada dihadapannya.
“Nay..,” Nadira merentangkan kedua tangannya
Nayla yang speachless dengan keberadaan sang tante yang dianggapnya ibu hanya bisa terdiam masih tidak menyangka dirinya berada di tengah orang-orang yang memaksanya melepas diri dari sang tante. Ada apakah semua ini? Bukannya keluarga Wijaya membenci Nadira dan marah akan Nadira yang memanfaatkan Nayla untuk mendapatkan warisan sang orang tua. Tapi kini Nadira bisa bersatu dengan keluarga Wijaya memberinya surprise akan kelahiran baby twinss mereka.
Nadira yang melihat keterdiaman Nayla mendekat dan mendekap tubuh Nayla.
“Ini mamah sayang, mamah sangat merindukanmu.” Ucap Nadira yang memeluk Nayla, mengusap lembut punggung Nayla. Nayla masih tidak menyangka dia tak membalas pelukkan Nadira karena masih sangat terkejut. Fariz yang sejak tadi berada di gendongan Nayla sudah berpindah tangan ke tangan Riani ibu Orion dan dikelilingi kakek, om-om nya, dan kakak beradik Arga Keyla.
“Mah,”panggil Nayla dalam pelukkan Nadira. Nayla memang memanggil Nadira mamah karena sebelum dan setelah kepergian kedua orang tua Nayla, Nadira lah sesosok wanita yang menggantikan peran ibu kandung Nayla yang meninggal karena kecelakaan.
“Iya sayang ini mamah, semua sudah baik-baik saja sayang. Kesalah pahaman antara mamah dan keluarga Wijaya sudah selesai.” Nadira mengerti keterdiaman Nayla dengan berbagai pertanyaan yang hinggap dalam pemikirannya dan menjelaskan semuanya.
Nayla pun membalas pelukkan Nadira. “Nay kangen mamah, maafkan Nay mah.” Cairan bening menetes begitu saja sebagai tanda rindu teramat akan sosok Nadira yang berwajah sama dengan sang ibu yang telah tiada. Nayla merasa menjadi anak durhaka karena dia tidak bisa menolak aturan keuarga Wijaya yang melarangnya bertemu Nadira saat kesalahpahaman terjadi. Nayla cukup tahu diri untuk melanggar aturan keluarga Wijaya karena perlakuan baik keluarga Wijaya yang mengganggap Nayla anak, dan adik bagi kakak-kakaknya.
__ADS_1
“Tidak sayang, tidak ada yang perlu dimaafkan. Sudah jangan menangis kamu sekarang sudah menjadi ibu, masa cengeng.” Nadira terkekeh dengan isakan Nayla
Mereka semua pun menikmati kebersamaan dengan pertambahan dua personil yang masih berumur satu bulan lebih. Menggilir menggendong Fariz dan Freya. Seperti biasa kakak-kakak Nayla menjadikan Nayla bahan candaan. Mereka tak sungkan melakukan itu di deoan Orion. Karena Orion sendiri sudah dianggap menjadi bagian mereka dan sering melakukan hal yang sama seperti kaka-kakak Nayla.
Masya allah hari KEMENANGAN TELAH TIBA 🥰🥰
Selamat hari idul fitri mistizenku mohon maaf lahir dan batin
Maafkan miss dengan segala kekurangannya membuat misstizenku kesel karna kadang ngegantungin cerita belum up, cerita ga sesuai ekpektasi bahkan masih minim pengetahuan🤭
Tapi miss nggak nyangka novel pertama miss di respon baik oleh misstizen, makasih banyak ya telah membersamai miss yang masih banyak belajar ini. Tidak sungkan memberi saran dan masukkan. Sekali lagi mohon maaf lahir batin ketchup peyul erat online dari miss untuk semua misstizenku yang berattiude dalam berkomentar, dan sabar menunggu Up miss 🤗🤗😘😘
Jangan lupa LIKE, VOTE, Hadiah 🌹 dan ramaikan komennya
Akan banyak episode lebih seru dan greget, jangan pikir setelah kelahiran baby twins adem ayem aja 🤭 Karna akan ada hal unik di keluarga kecil Orion setelah kehadiran dua balita menggemaskan. Kita lihat gimana si mantan DUREN menghadapi kehadiran dua balita menggemaskannya 🤭
BONUS GAMBAR KETIKA MATERNITY PHOTOSHOOT ORION NAYLA dan Baby Twins mereka
Ilustrasi ini diambil dari pinterest
__ADS_1