Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
111. Ide Gila


__ADS_3

Keesokkan harinya Nayla mulai mau berbicara dengan Orion. Nayla pun seharian kemarin memikirkan jalan terbaik untuk mereka. Eits jangan dipikir Nayla mau tetap mengikuti keinginan Orion, hanya memiliki dua anak. Nayla memikirkan bagaimana caranya Orion mau tak mau menerima keinginan Nayla.


Orion yang mendapat perlakuan Nayla seperti biasapun akhirnya meminta maaf.


“Maafkan mas ya sayang. Mas benar-benar tak ingin kehilanganmu. Mari kita kesampingkan dahulu tentang menambah momongan. Kita nikmati masa-masa bersama Fariz dan Freya.” Ucap Orion memeluk Nayla dari belakang yang sedang menyiapkan pakaiannya di ranjang mereka.


“Baiklah mas, ayo segera bersihkan tubuhmu nanti terlambat.”


“Tapi sayang kamu maafin mas kan? Mas boleh menyentuhmu? Mas khilaf berkata seperti sebelumnya. Mas tak bisa tanpa menyentuhmu, mana mas tahan.” Orion berkata dengan sendu dan bermanja dengan kepala di bahu Nayla mengecup ceruk leher Nayla masih dengan memeluk dari belakang


“Iya masku sayang, aku memaafkanmu. Aku juga minta maaf ya. Aku hakmu mas, jadi kapanpun kamu mau sudah kewajibanku. Mas harus lebih menjaga ucapan mas ya lain kali jangan karena emosi membuat mas sendiri tersiksa.”


“Iya sayang, terimakasih mau mengerti mas dan selalu mau mengalah.” (Bukti lelaki selalu benar setelah pernikahan, wanita selalu benar hanya saat berpacaran Cius sok perhatiin di real lifenya mostizenku 🤭)


**


Di kantor Orion


“Om Rion nya ada?”


“Nona Lisa,”sapa Dirga di meja depan ruangan Orion


“Ada nona, namun tuan...,” belum juga Dirga melanjutkan Lisa menerobos masuk ke ruangan Orion tanpa mengetuk pintu


“Sudah saya bilang, saya tidak ingin diganggu Dirga.” Ucap Orion dengan emosi. Orion sedang menyelesaikan setumpuk dokumen yang dilewatinya beberapa hari. Saat melihat siapa yang dihadapannya


“Ada apa kamu kemari Lisa?” Tanya Orion dengan ekpresi datar dan dingin


“Tuan maaf nona Lisa menerobos masuk,” ucap Dirga yang berada di belakang Lisa


“Ok Ga, pergilah.” Dirga pun undur diri dari ruangan Orion. Tinggallah Orion dan Lisa.


“Om Rion aku ingin membicarakan sesuatu yang penting denganmu.”


“Bukankah urusan kerjasama sudah Dirga yang menghandlenya, kamu tidak perlu repot-repot datang sendiri kemari apalagi menemuiku. Karena aku tak mengurusi kerja sama denganmu secara langsung.”


“Om ini bukan tentang kerja sama. Ini tentang masa depan om dan aku.”


“Apa maksudmu Lisa?”


Lisa pun duduk di sofa ruangan Orion.


“Aku dengar om tak ingin Nayla mengandung anakmu lagi, aku bersedia menjadi madumu om untuk mengandung anak-anakmu yang lain. Bukankah kamu ingin memiliki banyak anak?”


Brak


Orion menggebrak meja dan Lisa terkejut dengan gebrakan meja Orion

__ADS_1


“Saya tidak tahu dari mana kamu tahu tentang privasi saya. Kamu sangat lancang dan tidak berhak masuk dalam urusan pribadi saya. Walau saya menganggapmu seperti seorang keponakan, kamu tidak memiliki hak apapun. Sampai kapanpun Nayla hanya satu-satunya wanita, istri dan ibu dari anak-anak yang saya cintai. Jangan pernah sekalipun kamu lancang kembali. Keluar saat ini juga.”


“Om Rion jahat, aku hanya memberikan solusi terbaik untuk memenuhi keinginan om.” Ucap Lisa dengan terisak mengeluarkan jurus wanita ularnya berpura-pura menangis untuk mendapat simpati Orion


“Saya memang ingin memiliki banyak anak tapi itu hanya dari rahim Nayla, bukan wanita lain. Keluarlah Losa sebelum saya menghubungi keamanan, hapus air mata kebohonganmu.” Orion tahu pergaulan Lisa tergolong liberal karena sering kali Orion melihat Lisa keluar masuk club saat dahulu masih bersama Hanum dan dia melakukan meeting dengan klient di sebuah resto dilengkapi klub malam.


“Hallo Dirga, awasi setiap pergerakan Lisa jangan sampai dia berbuat macam-macam kepada Nayla dan kedua bayiku.”


“Baik tuan.”


Di kediaman Orion Nayla mendengar semua ucapan Orion dan Lisa. Dari mana Nayla tahu? Dari CCTV dilengkapi audio transparan yang boleh diambil Nayla dari ruang kerja Orion jika sewaktu-waktu Nayla membutuhkannya atas perintah Orion. Nayla yang sempat curiga karena Orion tak ingin dirinya mengandung benihnya kembali, sengaja memasang CCTV transparan tersebut di pulpen yang selalu Orion bawa dan gunakan kemanapun. Saat berbicara dengan Lisa posisi pulpen berada di saku kiri kemeja yang Orion gunakan dan pas menghadap Lisa.


Nayla pun yakin dengan keputusannya saat memikirkan jalan keluarnya kemarin. Nayla mengambil gawai di nakasnya.


“Hallo assalamu’alaikum mah?” Nayla menghubungi Riani ibu Orion


“Hallo Waalikumsalam Nay, apa kabarmu sayang?”


“Wa’alaikumsalam mah. Alhamdulillah baik mah. Mamah dan papah bagaimana?”


“Alhamdulillah sehat nak, insya allah besok mamah papah pulang ke Jakarta.”


“Alhamdulillah kebetulan sekali mah, ada yang ingin Nay bicarakan tanpa mas Rion tahu.”


“Ada apa sayang? Apa kamu dan Rion bertengkar?”


“Sempat mah karena hal yang ingin Nayla bicarakan.”


“Baik mah terimakasih banyak.”


“Sama-sama sayang.” Nayla mematikkan gawai setelah mengucapkan salam


**


Esok harinya Riani sampai di Jakarta pukul 12 siang. Sang suami langsung ke perusahaan sedangkan dirinya langsung menuju kediaman Orion.


Hanya 20 menit sampai kediaman Orion.


“Assalamu’alaikum...di mana cucu – cucu oma sayang?” Tanya Riani saat memasuki rumah Orion. Nayla sudah menantikan di ruang tamu sejak tadi setelah Riani mengabari sudah berada di bandara Soetta.


“Waalikumsalam, baru saja tidur mah.”Jawab Nayla sambil menyalami dan cipika cipiki dengan Riani


“Istirahat dulu mah, pasti lelah.”


“Ah kamu mamah hanya dari Singapore ga melelahkan. Mamah sudah sangat penasaran ada apa sayang yang akan kamu bicarakan.”


“Kita ke rooftop yuk mah, di sana tidak ada CCTV

__ADS_1


“ Ucap Nayla dengan sangat pelan namun terdengar Riani


“Ok sayang ayo.” Nayla dan Riani pun ke rooftop dengan lift,


Di rooftop Nayla menceritakan segalanya kekhawatiran dan ketakutan Orion hingga pertengkaran dan pembicaraan dengan Lisa. Nayla memilih membicarakan masalah ini kepada ibu Orion karena bagaimanapun masalah ini ada karena Orion. Jadi Nayla pikir lebih baik membicarakannya dengan sang ibu suami, karena jika membicarakan kepada keluarganya belum tentu keluarga Nayla menerima dan membuat keadaan semakin keruh.


“Jika hasil rekam medis kamu baik-baik saja dan dokter menyatakan rahim kamu sehat kenapa tidak. Rion yang memang anak tunggal memiliki keinginan banyak anak sayang. Dia tak ingin anak-anaknya merasakan hal yang sama dengannya. Untuk itu dia sempat menaruh harapan padamu wanita yang dicintainya untuk mengandung benih-benih cinta kalian hingga beberapa.”


“Lalu apa yang harus aku lakukan mah?”


“Ok pertama kemungkinan hamil kembali saat ayudi terpasang memang kecil, tapi jika Allah berkehendak kenapa tidak. Mamah punya beberapa ide.”


“Apa itu mah?”


“Pertama Orion selalu menggunakan k*n*d*m kan?”


“Terkadang mah, kalau pun tidak mas Rion selalu mengeluarkannya di luar.”


“Ok, kamu buat alat pengaman Rion bocor, bocorin aja semua. Karena ketika itu bocor Rion tidak akan ngeuh, akan ada cairan benih Rion yang masuk.”


“Kalau mas Rion ngeuh bagaimana?”


“Ide kedua mamah akan mencampurkan obat p****a*g ke minuman vitamin yang biasa Rion konsumsi. Dan kamu juga harus meminumnya agar prosesnya mudah. Lakukan di masa suburmu. Ini juga kemungkinan kecil jika ayudi masih terpasang itupun menurut ilmu medis kecuali takdir Allah yang berkehendak.


“Hari ini aku baru selesai mah, dan sudah mandi besar.”


“Ok bagus. Ide ketiga ini cukup gila sih, kamu diam-diam lepas ayudi. Dan lakukan itu ketika masa suburmu tanpa Rion tahu.”


“Mah itu terlalu beresiko, bagaimana aku bisa keluar dan ke rumah sakit untuk melepasnya jika semua bodyguard mas Rion mengikutiku dan melaporkan semua kegiatanku.”


“Tenang sayang, itu bisa mamah atur. Kamu mau pilih ide yang mana?”


“Yang paling memungkinkan ide ketiga mah, tapi bagaimana jika mas Rion tahu mah? Dan dokter yang melepasnya melaporkan kepada mas Rion.”


“Selama kita tidak menggunakan dokter obgyn pilihan Rion aman. Kamu mau melakukan ide ke 3?”


“Mau mah, jika bisa kita lakukan sekarang selagi masa suburku. Mas Rion juga ingin malam ini menyentuhku “


“Hahaha Nay..Nay.. kamu tuh polos amat sih bilang begini ke mamah, jika Rion tahu dia akan malu setengah mati.”


“Memang apa yang salah mah memang kenyataannya.” Ucap Nayla dengan polosnya tak paham akan apa yang lucu


“Haha sudah sudah skip saja.”


"Ayo kamu bersiap, dan mamah akan meminta izin kepada Rion."


Misstizenku ko ga ada yang komen di episode sebelumnya setelaj ini mau miss lanjut novel "CEO KEJAM SANG PENOREH DAN PENYEMBUH LUKA? Atau buat cerita pendek baru tapi di k*b*m app yg sama seperti ini. Miss akan buat hanya singkat dibawah 100 tapi pasti kalian suka karena miss bikin ceritanya sesuai dengan peofesi miss 🤭

__ADS_1


Kalau mau yaaa 🤭 KOMEN dong misstizenku sayang 🤗


JANGAN LUPA LIKE, VOTE & BERI MISS HADIAH 🌹🤭


__ADS_2