Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
142.Spoiler Season 2 Freya's a Tough Woman


__ADS_3

MISS SPOILER lagi novel FREYA'S A TOUGH WOMAN lagi aaah


Yang mau tau kelanjutannya langsung KLIK PROFIL miss KLIK NOVEL BARU miss yang berjudul FREYA' A TOUGH WOMAN ok???


Dukung karya miss lainnya ya 🤭🥰


DISANA MISS CRAZY UP 🤭


“Sebegitunya Frey, saudara-saudaramu benar-benar posesif sekali. Tapi hebat sahabtmu Galang bisa diterme ketiga saudara lelakimu.” Wiliam tertawa lepas mendengar cerita Freya mengenai keposesifan ketiga sauadara lelakinya saat makan siang telah usai sebelum waktu istirahat habis. Dan ini adalah hari keempat William memakan masakan buatan Freya. Artinya masih ada dua hari kerja lagi untuk dirinya bisa memakan masakan buatan Freya. Freya memasak masakan rumahan bervariasi bahkan Freya selalu menawari Wiliam mau dimasakkan apa sudah seperri istri yang bertanya kepada suaminya. Tetapi William selalu menjawab apapun yang kamu masakan akan selalu dinikmatinya. Dan benar saja sampai hari keempat saat ini Wiliam selalu menghabiskan bekal buatan Freya tanpa sisa.


“Iya pak, bahkan waktu itu ada yang naksir aku di sekolah menengah. Dia itu tahu kalau aku punya bodyguard galak tapi nekad nembak aku di depan semua orang. Tahu nggak apa yang dilakukan ketiga bodyguard pribadiku?”


“Apa yang mereka lakukan?”


“Mereka nggak banyak ngomong, emang ketiga saudara lelakiku ini pada dingin pak ke orang yang nggak deket jadi terkesan cool padahal beuuh kalau sudah kenal baik dan ramah ko. Apalagi si bungsu kepedeannya sudah tingkat dewa. Aa Fariz ngasihin satu gulung kertas kecil ke temen aku, dan tahu pak apa isinya?”


“Ya saya mana tahu Frey.” Wiliam terkekeh dengan peryanyaan Freya


“Tuh kertas ngegulung kayak struk belanjaan, pas temen aku buka eeh listnya oanjang amat. Baru di baca sedikit dia sudah mundur.”


“Emang apa Frey isi tulisan di gulungan kertas panjang itu.”


“Nah sampai detik ini aku tak pernah tahu pak, ketiganya selalu merebut kembali dari tangan lelaki yang naksirku dan menyimpannya. Pernah nyoba nyari di sekeliling kamar ketiganya tapi nggak ada. Minta langsung juga mereka nggak ngizinin liat. Ya sudah daripada capek-capek pasrah saya pak.””


“Dasar ya ketiga saudaramu itu, bagaimana kamu mau ounya pasangan jika seperti itu. Eeh tapi gimana kamu bisa tanpa mereka saat ini? Kamu juga pernah bilang memberi ancaman konyol pada ibu ayahmu. Itu bagaimana?”


“Waktu itu aku nangis karena ketiga saudara lelakiku menyebalkan karena mereka terus keukueh mengikutiku saat study tour dengan kendaraan sendiri mengikuti bis sekolah. Dan di sana teman-temanku malah fokus dengan keberadaan mereka permainan yang sudah aku susun gagal. Sepulang study tour aku mengadu oada ayah ibu untuk tak memberi izin mereka mengikutiku kembali jika terus seperti itu aku mengatakan hal konyol yang nggak akan dan nggak pernah mau aku lakukan pak.”


“Apa itu Frey?”


“Hahaha bapak penasaran ya?”


“Iya saya cukup penasaran bagaimana seorang tuan Orion dan ketiga suadaramu bisa dengan lapang membiarkanmu tanpa penjagaan dan hidup sendiri?”

__ADS_1


“Aku nagis karena kesel dan bilang kalau ayah dan ibu terus mengizinkan ketiga saudara lelakiku mengikutiku jangan salahkan aku jika diam-diam aku melakukan hal yang dilarang ayah dan ibu. Tapi jika ayah dan ibu mengizinkanku mandiri tanpa mereka ayah dan ibu masih bisa mengawasiku dari jarak aman. Padahalkan aku tak pernah dan tak mau melakukan itu semua.”


“Hanya karena mengatakan itu kamu berhasil?”


“Oh tidak semudah itu pak, hampir saja gagal. Karena ibu sempat mengomeliku mengapa harus dijaga dan diikuti ketiga saudara lelakiku. Tapi aku memiliki ayah yang terbaikkan pak, jadi ayah membelaku dan memberi pengertian kepada ibu. Sudah waktunya aku dibiarkan memilih pilihan sendiri , ayah bilang ada saatnya mereka harus melepaskanku kepada lelaki yang akan menjadi imamku. Jadi ayah meminta ibu dan dirinya belajar melepasku dengan membiarkanku mandiri tapi masih dalam pengawasannya.”


“Syukurlah ayahmu mengerti dan berpikiran terbuka. Tapi ibumu juga tak salah karena cukup mengkhawatirkan anak wanita satu-satunya. Lalu pengawasan seperti apa yang ayah dan ibumu lakukan sedangkan kamu tinggal diapartemen?”


“Ayah mengawasiku lewat anak buahnya. Mereka mengikuti aktifitasku dalam jarak aman untuk menjaga keamanan dan keselamatanku. Tapi dilarang mencampuri urusanku kecuali hal berbahaya terjadi.”


”Lalu mengapa ayahmu mengizinkamu mengendarai motor pergi pulang bekerja jika tak mau diantar jemput dan tak memilih menggunakan kendaraan umum?”


“Aku Freya Hardiardjo anak perempuan satu-satunya ayah selalu memiliki cara merajuk kepada ayah untuk mengizinkan menggunakan motor dan meminta ayah membujuk ibu mengizinkanku juga pam.” Ucap Freya dengan puppy eyes nya tanpa sadar ia lakukan di depan William. Padahal biasanya ia lakukan saat merajuk kepada ayah, aa atau ibunya. Wiliam yang merasa gemas melihat ekpresi Freya mencubit hidung mungil Freya


“Kamu ini ya, bisa saja meyakinkan orang tuamu.” Wiliam tersadar dengan apa yang dilakukannya melepas cubitan di hidung Freya


Freya melongo dengan apa yang dilakukan Wiliam


“Maaf Frey spontan seperti yang saya lakukan ketika gemas kepada istri saya “ Wiliam meminta maaf karena mencubit gemas hidung Freya


“Terimakasih ya Frey untuk masakannya apapun yang kamu buat selalu teeasa lezat. Beruntung nanti lelaki yang menjadi suamimu Frey.” Ucap Wiliam ada tak rela dalam hati Wiliam saat mengatakan hal itu


“Bapak bisa saja, itu hanya makanan rumahan pak. Di warteg-warteg dan rumah makan biasa saja juga ada pak.”


“Iya memang ada api btidak seenak buatan kamu Frey.”


Blush


Berpaa kali ucapan Wiliam yang memuji dirinya membuat Freya tak bisa menyembunyikan pipu meronanya. Wiliam juga menikmati pemandangan menggemaskan di matanya saat wajah Freya merona dengan teesenyum.


“Memang bapak pernah mencoba masakan di warteg atau restoran masakan rumahan?”


“Ya saat saya merindukan masakan itu, terkadang saya mendatangi dengan sengaja namun tak ada yanv sesuai dengan selera saya. Tapi masakanmu semuanya sesuai dengan selera saya .”

__ADS_1


“Syukrlah jika bapak menyukainya.”


“Iya Frey tak terasa dua hari lagi kamu terbebas dari tugasmu memasakan makan siang untuk saya.”


“Waduh bapak bahasanya terbebas kesannya saya keberatan dan terbebani memasakan makann untuk bapak. Padahalkan pak saya senang saja jika ada yang menyukai masakan saya.”


“Kalau gitu Frey kenapa kamu tak membuka usaha restoran saja. Jadi saya akan selalu memesan masakan buatanmu Frey.”


“Hahaha bapak ini kalau lucu deh beecanda mulu. Cita-cita saya nggak ada pa jadi chef di restoran.”


“Iya iya Frey yang mau jadi wanita karir lah kamu ya?” Pernyataan berbalut pertanyaan yang Wiliam lontarkan dirinya semakin oenasaran demgan apapun tentang Freya. Setiap ucapan Wiliam memancing Freya unruk mengatakan tentang dirinya karena Wiliam ingin mengetahuinya walau dia tak tahu untuk apa tujuannya mengenal jauh Freya


“Enggak lah pak, saya memang suka dunia perkimiaan apalagi penelitian. Semua itu akan saya jalani untuk sebuah oengalaman saja sebelum waktunya cita- ita saya yang sesungguhnya terwujud.”


“Memang apa Frey cita-citamu?”


“Jadi macan ternak.” Freya teekekh dengan ucapannya sendiri


“Yang benar saja Frey cita-cita ternak macan.”


“Hahaha bukan asli ternak macan pak itu singkatan.”


“Memang singkatan apa Frey? “


“Macan ternak itu singkatan Mamah Cantik Nganter Anak, gitu loh pak. Iki pie toh pak.”


“Kamu ini ada-ada saja ya. Tapi cita-citamu sangat mulia Frey menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya kelak. Jadi kamu akan menjadi ibu rumah tangga?”


“Iya pak aku ingin seperti ibu walau sering mengomel karena menyayangi kami tapi ibu menididk kami dengan baik, dicintai ayah lelaki yang juga ibu cintai dan menjadi madrasah pertama untuk anak-anaknya.”


“Saya hanya bisa mendoakan semoga kamu mendapatkan lelai yang pantas dan tepat menyayangi, menghafgai dan mencintaimu Frey.” Ucap Wiliam dengan tulus walau ada peeasaan aneh sesak saat dirinya mengatakan hal itu


“Aamiin...aamiin yarobbal’alamin terimakasih banyak pak.”

__ADS_1


“Dan aku doakan itu kamu Wili.” Gumam seorang wanita paruh baya yang mengintip Freya dan Wiliam di balik pintu ruangan Wiliam


__ADS_2