
Saat ini Orion merenung berada di kamar hotel Dirga setelah mereka bertemu di loby hotel. Dua minggu setelah pernikahan mereka Orion cukup terkejut dengan kenyataan pahit yang harus diterimanya setelah lima tahun berlalu ia mengetahui hal yang menyakiti harga dirinya.
Flashback On
"Rioooon." Seorang wanita memanggil Orion yang hendak berjalan ke kasir restoran. Orion dan Dirga berada di meja sebelum kasir, setelah bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya
"Triana????" Orion memastikkan teman semasa SMA nya atau bukan.
"Iya aku Triana temen SMA dulu."
"Iyaya saya ingat."
"Gile ya kamu Rion makin tua makin ganteng aja, jangan-jangan dapet daun muda nih, haha." Triana tertawa dengan asal ceplosnya
"Haha tau aja kamu na."
"Serius Rion?? Jadi kamu udah cerai sama Hanum?"
"Ya begitu."
"Kamu cerai apa karna Hanum aborsi anak kalian ???"
"Aborsi?? hanum aborsi??? Maksud kamu apa ana???"
"Aduuh, sorry sorry Rion aku ga tau loh kalo kamu ga tau Hanum pernah aborsi."
"Ana, saya benar-benar ga tau. Bisa kamu jelaskan?" Orion meminta penjelasan kepada Triana
"Serius lu Rion ga tau??" Triana bertanya memastikkan satu kali lagi dengan bahasa Jakartanya
"Saya serius, ana bisa kamu jelaskan."
"Okok Rion, tapi sebelumnya sorry ya bukan maksud gue campurin urusan lu. Lima tahun lalu gue lagi berkunjung ke klinik temen gue. Bisa di bilang tuh klinik kandungan dan aborsi ilegal. Karna gue sama-sama dokter kandungan, jadi temen gue ngenalin gue ke Hanum salah satu pasiennya. Mungkin waktu itu dia ga inget gue temen lu, jadi gue juga ga nyapa atau sekedar mengingatkan. Karna jujur gue penasaran ngapain istri lu ke klinik temen gue kalo cuman mau memeriksa kehamilannya. Karna siapapun yang datang ke klinik temen gue tujuan mereka cuman satu ya aborsi."
__ADS_1
"Berapa usia kandungannya?" Orion bertanya dengan ekspresi datar
"Ketika di usg sebelum aborsi kandungannya masih berusia tiga minggu."
"Apa teman kamu masih membuka kliniknya??"
"Eiits tunggu dulu mau ngapain lu Rion??? Jangan bawa temen gue ke permasalahan lu. Mata pencaharian dia ancur kalo lu libatin."
"Saya tidak akan melibatkannya saya hanya butuh riwayat dan rekaman Hanum pernah mengaborsi. Klinik teman kamu akan aman."
"Janji ya Rion, jangan lu libatin dia. Nih kartu nama kliniknya, bilang aja atas rekomendasi gue."
"Ok, terimakasih banyak infonya, Na."
"Sama-sama Rion, oh ya seinget gue dia juga dianter cowok yang perawakannya mirip lu. Gue ga jelas sih ngeliat wajahnya."
Orion mengepalkan tangannya, ia sudah bisa menduga siapa lelaki bersama Hanum dulu siapa lagi jika bukan Riogardo, rivalnya dari dulu.
"Ok thanks, Na."
Setelah pertemuan tak sengaja dengan Triana Orion benar-benar menyibukkan diri dengan pekerjaannya, ia menghindar setiap malam agar birahinya tahan untuk tak menyentuh Nayla. Bukan karna ia tak mau menyentuh Nayla. Ia hanya masih kecewa dengan apa yang dilakukan Hanum. Bukan karna tak mau melakukan hubungan intim dengan Nayla tapi hatinya masih cukup kecewa dengan kenyataan yang ada, ia tak ingin saat berhubungan dengan Nayla pikirannya masih melayang pada darah daging yang belum pernah ia tau. Ya tak bisa dipungkiri dahulu Orion pernah mengharapkan malaikat kecil untuk mempererat hubungannya dengan Hanum. Orion egois bukan???
Disaat Nayla mulai menerima Orion, ia menghindarinya tanpa membuat Nayla curiga. Hingga waktu dua minggu, tepat satu bulan pernikahan dengan Nayla ia membulatkan tekad, jika ia harus menerima kehilangan darah dahing yang tak pernah ia ketahui. Menjalani masa depannya dengan Nayla dan takkan membiarkan Nayla meninggalkannya. Ia bertekad akan segera menanam benihnya di rahim Nayla. Tak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaannya saat ini bersama Nayla.
"Hanum, kamu bermain api denganku?? Takkan ku biarkan kamu merusak kebahagiaanku kembali. Setelah melenyapkan darah dagingku, kamu mau membuat Nayla meninggalkanku? Tak semudah itu Hanum, kamu tak tau sedang berhadapan dengan siapa." Batin Orion yang tersadarkan dengan ketukan pintu
Tok...tok..tok
"Saya dirga, tuan" suara Dirga dari luar kamar yang baru saja izin bertemu dengan orang suruhan Orion di parkir basement hotel
"Masuk. Apa yang kamu dapat tentang Hanum Dirga?"
"Apa tuan sudah melihat isi pesan yang dikirimkan nomor dari negara xxx itu kepada nona?"
__ADS_1
"Belum, saya hanya menghapus pesannya di hape Nayla. "
"Anda bisa lihat dari koneksi yang terhubung ke hape anda."
"Ok, saya lihat dulu"
"Nayla Chaira Wijaya, saya Hanum yang masih menyandang status istri resmi secara hukum Orion. Kamu telah merebut suami saya, kami masih saling mencintai, tinggalkan dia. Jangan pernah berharap kehidupanmu bahagia bersamanya selama saya masih menjadi istrinya. Saya harap setelah kamu membaca pesan ini kamu sadar diri dan bisa melepaskan Orion."
Setelah Orion membaca pesan yang dikirimkan Hanum, ia sangat murka.
"Kurang ajar, dia benar-benar wanita ular. Sudah melenyapkan nyawa tak bersalah dan saat ini ingin membuat Nayla meninggalkanku. Dirga, informasi apa yang kamu dapat."
"Permasalahan perusahaan yang pernah terjadi diakibatkan oleh Hanum dan Rio, tuan. Ada kemungkinan mereka mempunyai hubungan lebih dari sekedar rekan bisnis. Tapi saya masih belum bisa melacak keberadaan keduanya. Dari deteksi lokasi terakhir mereka di Indonesia. Beberapa bulan lalu mereka melakukan pemberangkatan di waktu yang sama ke negara xxx. Kita belum memiliki akses untuk bisa melewati keamanan IT & Teknologi di sana. Kita bisa mendeteksi jika mengerahkan kemampuan IT & Teknologi di cabang negara xxx tuan. Jadi cukup sulit mendeteksi keberadaan mereka dari sini. Kecuali kita mendeteksi secara langsung keberadaannya di cabang negara xxx, tuan."
"Ok, kamu terus selidiki ada hubungan apa mereka? Dan apa motifnya. Jika memang perlu mengerahkan kemampuan IT & Teknologi di cabang negara xxx lakukam dengan segera. Saya tak ingin berlama-lama mengikuti permainan Hanum. Apalagi sampai ada celah untuk menghubungi Nayla kembali.
"Baik, tuan. Ini dokumen dan foto kebersamaan mereka saat di Indonesia."
"Thanks, Dirga"
"Sama-sama tuan, saya pamit."
"Ok, beristirahatlah."
"Terimakasih, tuan."
Tanpa menjawab ucapan Dirga, Orion membuka dokumen foto kebersamaan Hanum dan Rio. Ia mengepalkan sebelah tangannya dengan rahang mengeras. Dalam beberapa foto terlihat kebersamaan Hanum dan Rio di salah satu loby, parkiran dan restoran apartemen mewah di Jakarta.
"Saya tak tau berapa lama kamu bermain di belakang saya. Tapi ini sudah cukup untuk mempermudah menjadi bukti proses perceraian kita Hanum." Pikir Orion
Udah mulai menuju klimaks nih sok geura LIKE, VOTE & kencengin dong komennya
Biar miss makin rajin updatenya ðŸ¤
__ADS_1
Jujur miss semangat banget ketika jumlah like bertambah, sok biar makin makin semangat tekan tombol like dan vote nya yaa. Peluk hangat dari miss yang kedinginan ujan terus di Bandung ðŸ¤ðŸ¤—