
Pagi ini Nayla, Orion dan Arga ke Bali menggunakan jet pribadi Orion.
Pukul 15.00 WITA mereka sudah sampai di Bandara internasional Ngurah Rai, melanjutkan perjalanan ke salah satu resort milik Orion. Walau kaka Nayla menawari untuk di menginap di villanya tapi Orion lebih nyaman jika mereka ke salah satu resort miliknya.
Mereka sampai di resort Orion pukul 16.45 WITA.
Posisi resort Orion tepat berhadapan dengan pantai indah yang tenang. Nayla yang tidak sabar turun dari mobil bergandengan tangan dengan Arga berlari kecil bersama menuju pantai di depan resort.
"Sayang, jangan lari." Orion memperingati Nayla agar tidak berlari menuju pantai
Nayla menengok Orion yang mengikutinya dari belakang hanya tersenyum bahagia dengan mata berbinar. Orion terpana melihat senyum manis yang menambah kecantikan alami Nayla yang menggunakan dress motif bunga dengan perut membulat sempurna. Ditambah aura kehamilan Nayla yang terpancar dari wajah Nayla membuat hati Orion bahagia dan bersyukur melihat kebahagiaan sederhana Nayla.
Bukan kemewahan yang selalu Nayla mau, hanya hal-hal kecil sederhana yang Nayla pinta seperti melihat pantai sudah membuat Nayla bahagia.
Orion menyusul langkah Nayla dan berjalan beriringan bertiga dengan saling berpegangan tangan Arga, Nayla dan Orion.
Nayla sangat menikmati hembusan pantai sore hari, merentangkan kedua tangan menikmati hembusan angin sore. Arga berlari kesana kemari di awasi Dirga. Orion yang berada di belakang Nayla memeluk Nayla yang merentangkan kedua tangan memejamkan mata dari belakang dengan kepala bersandar di bahu Nayla.
"Sayang, kamu bahagia?"
"Bahagia banget, yah. Makasih ya mau bawa ibu ke sini." Nayla melingkarkan kedua tangan di tangan Orion yang memeluknya dari belakang dengan tersenyum bahagia. "Kenapa di sini ga ada pengunjung, yah? Hanya ada kita." Nayla memperhatikkan sekeliling resort dan pantai yang sepi tanpa pengunjung.
"Selama kita di sini tidak akan ada siapapun yang datang."
"Kebiasaan nih ayah, mengosongkan lokasi setiap kita kemanapun. Padahal kan rame-rame itu seru, yah." Nayla terkekeh dengan sikap Orion yang menurutnya berlebihan.
"Ayah hanya ingin menikmati waktu bersama ibu, Arga dan anak-anak kita, tanpa gangguan apapun, sayang."
"Iyaiya, yah. Terimakasih ya sayang." Nayla membalikkan tubuh memeluk Orion, Orion membalas pelukkan Nayla.
Nayla, Orion dan Arga pun menikmati sunset dengan duduk di gazebo yang mengarah ke pantai.
"Indah sekali, Aga baru lihat itu bu." Arga menunjuk pada sang mentari yang memancarkan senjanya
"Iya sayang, subhanallah indah sekali ya. Aga suka?"
"Suka sekali, bu. Ayah Aga ingin selalu ke sini melihat matahari di pantai sore seperti ini."
"Boleh sayang, insya allah nanti kita ke sini lagi."
"Janji ya yah? Akan kembali ke sini bersama ibu, Arga dan baby kita?" Nayla menimpali pernyataan Orion
"Iya, insya allah sayang." Orion tidak yakin akan kembali bersama ke Bali dengan Arga, untuk itu Orion hanya bisa mengatakan insya allah.
"Setelah menikmati sunset, mereka membersihkan tubuh."
__ADS_1
"Sayang, kita mandi bersama ya??"
"Ibu mandi sendiri aja yah." Nayla bukan menolak mandi bersama tapi Nayla tahu maksud Orion mandi bersama
"Kelamaan sayang kalau saling menunggu, kasian Arga nunggu makan malam bersama."
"Tapi janji ya hanya mandi saja."
Orion hanya tertawa, tanpa menjawab menggendong Nayla ala bridal. Mengisi bathub, membukakan midi dress motif bunga yang digunakan Nayla dan menggendong Nayla masuk ke bathub bersama.
Orion sudah berada di belakang Nayla, mengusap lembut perut Nayla yang membulat sempurna. Lalu turun ke perut bawah Nayla salah satu titik sensitif selama Nayla hamil. "Aaah...aaah...yah jangan ayah janji mandi saja."
"Ayah nggak bilang janji, sayang. Boleh yah ayah tengok anak-anak kita lagi."
"Malam sudah loh, yah nanti lama kasian Arga nungguin." Nayla membalikkan ucapan Orion agar Orion mengurungkan niatnya, ia khawatir Arga bosan sendirian bersama Dirga.
"Nggak apa-apa hanya sebentar sayang. Ayah benar-benar nggak tahan melihat ibu yang semakin seksi dari tadi di pantai. Jika tidak ada Arga ayah memakan ibu di sana."
"Ya Allah ayah iih mesum." Nayla memitar bola mata
"Hahaha, mesum sama istri sendiri nggak dosa, sayang." Tangan Orion mulai tidak tinggal diam. Naylapun pasrah dengan yang Orion lakukan, ia tahu kewajibannya sebagai istri tidak boleh menolak keinginan suami yang jika ditolak akan menjadi sebuah dosa besar baginya. Orion selalu memperlakukannya dengan lembut mengetahui setiap titik-titik sensitif Nayla hingga Naylapun terbuai setiap sentuhan yang memberikan kenikmatan syurgawi.
Aktifitas membersihkan diri yang katanya hanya sebentar berlangsung selama satu setengah jam. Arga yang sudah selesi mandi dari satu jam lalu mulai kesal.
Tok...tok..tok...
"Iya, sayang tunggu sebentar." Nayla yang sedang mengenakan dress tidurnya masih diganggu oleh tangan Orion yang melingkarkan tangan besar dari belakang mengusap perutnya dengan bibir yang terus mengecup bahu terbuka Nayla, Orion benar-benar merasa kecanduang tubuh indah Nayla. "Ayah, sudah iih, kasian anaknya." Nayla mulai kesal Orion masih terus melanjutkan sentuhan-sentuhannya. Orion sendiri telah berpakaian lengkap, Nayla berpakaian lebih lambat karena memiliki aktifitas baru memberi cream anti strechmark ke perut bulatnya.
Orionpun terpaksa mengakhiri aktifitasnya, membukakan pintu untuk Arga.
*Ayah, ibu lama sekali. Aga sudah lapar."
"Ayo sayang, kita makan. Maaf ya ibu sama ayah lama." Nayla menuntun Arga ke luar kamar mereka
Mereka makan malam dengan tenang, setelahnya mengobrol santai tertawa bersama dengan cerita Arga bersa teman-temannya di Jogja di ruang depan yang menghadap pantai langsung. Hingga malam menjelang mereka beristirahat.
"Sayang," ucap Orion yang berbaring memeluk Nayla dari belakang mengusap lembut perut Nayla
"Iya, ayah?"
"Jika ayah kalah dari keluarga Belinda dan Arga tidak bersama kita, apa ibu akan marah?" Orion merasa pesimis untuk mendapatkan Arga ada suatu firasat buruk yang akan dilakukan keluarga Belinda
"Kenapa ayah bertanya yang belum tahu jawabannya? Kita kan sedang ikhtiar yah? Ayah pesimis?"
"Entahlah bu, ayah merasa firasat buruk."
__ADS_1
"Kita pasrahkan kepada Allah yah, ayah kan sedang berusaha mendapatkan hak ayah. Kita berdoa yang terbaik, yah. Jika memang Arga menjadi hak ayah semoga ayah bisa mendapatkan Arga, tapi jika ternyata ayah kalah itu artinya Arga memang sudah waktunya bersama keluarga ibunya. Ibu sendiri sedih kalau Arga tidak bisa tinggal dengan kita, tapi kita juga tidak bisa egois yah, Arga harus merasakan kasih sayang ibu kandungnya. Jika nanti keputusannya seperti itu. Ibu yakin apapun keputusan pengadilan yang terbaik untuk kedua belah pihak." Nayla menenangkan Orion yang merasa pesimis agar berpikiran jernih menerima segala keputusan pengadilan
"Sayang, ayah nggak tahu harus bilang apa. Ibu tahu nggak?"
"Enggak tahu yah, mana ibu tahu ayah aja nggak ngomong apa-apa," Nayla tertawa kecil dengan pertanyaan konyol Orion
"Hahaha, ibu nih ayah lagi serius, sayang."
"Iya ibu juga tahu, tapi ibu emang nggak tahu atas pertanyaan ayah." Nayla terkekeh
"Ibu tahu nggak bedanya keindahan pantai dengan ibu?"
"Yah mana ibu tahu yah? Emang bedanya apa? Ayah mau gombal ya??"
"Ayah nggak suka ngegombal, sayang. Bedanya kalau pantai hanya indah untuk dilihat, semakin lama yah bosen. Tapi kalau keindahan ibu semakin lama semakin dalam mengenal ibu, kecantikan ibu semakin terpancar."
"Tuhkan gombal," Nayla memutar bola malasnya
"Ayah nggak gombal sayang, ayah serius. Ayah bahagia memiliki ibu bukan hanya indah dipandang tapi segala sesuatu yang ada di diri ibu, dan pemikiran ibu dalam menghadapi situasi sulit selalu menenangkan ayah."
"Itu tugas ibu yah, menjadi penenang untuk ayah suami ibu." Nayla membalikkan tubuh menangkup kedua pipi Orion dan mengecup hidung dan bibir Orion. "Hidung ayah mancung banget sih," Nayla mengusap lembut hidung mancung Orion, Orion memejamkan mata menikmati sentuhan Nayla di hidungnya dengan tangan melingkar di tubuh Nayla mengusap punggung Nayla.
"Ibu sih ketika antri hidung mancung jalannya lambat." Orion meledek hidung mungil Nayla yang hidungnya tidak lebih mancung darinya.
"Jadi maksud ayah, ibu lambat?" Nayla memanyunkan bibirnya
"Enggak gitu sayang, maksud ayah ibu kan mungil langkahnya kecil. Kalau ayah langkahnya besar." Orion membuka mata menangkup pipi Nayla merasa gemas dengan Nayla yang merajuk.
Cup
Cup
Cup
Orion mengecup hidung, bibir, dan terkahir kening Nayla.
"Kecil-kecil tapi ayah suka."
"Hahaha itu ibu tahu, mau seperti apa ibu, ayah suka apapun yang ada di diri ibu. Termasuk marah, kesel dan merajuknya ibu, sayang." Orion menenggelamkan wajah Nayla ke dada bidang dan memeluknya erat.
Masih seneng seneng nih couple NARI siap siap mewek kesel yeees setelah empat bulanan Nayla
Kesel kesel miss mah ga tanggung jawab ðŸ¤ðŸ¤£
Biar rasa pinisirin kalian segera terjawab sok atuh LIKE, VOTE & RAMEIN KOMEN
__ADS_1
Dilapak Orange nama pena miss "Missnayla93" judul cerita pendek plus dua satunya "Jeratan Pesona Sang Duda" Ramein ya misstizen ceritanya ga berlarut ko pendek, Di VOTE dan ramein komennya ðŸ¤