Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
76. Rahasia Terungkap (1)


__ADS_3

Siang ini Nadira adik kandung Ibu Nayla sudah berada di negara singapore. Nadira akan melakukan pertemuan Rio di salah satu private room di restoran N.


Rio yang sudah datang menunggu kedatangan Nadira di private room di restoran N.


Srt..,


Sura pintu di geser oleh pelayan restoran mempersilahkan Nadira masuk


“Selamat datang nyonya Nadira Chaira Philips”, sapa Rio mengulurkan tangan kanan menyambut Nadira untuk berjabat tangan


“Thanks Rio,” Nadira menerima uluran tangan Rio membalas jabat tangan Rio


“Silahkan duduk, nyonya. Kita makan siang dahulu.”


“Ok,” merekapun memesan makan siang sebelum ke pembicaraan


“Bagaimana kabar keponakan anda nyonya?”


“Dia sangat baik,” jawab Nadira dengan singkat, padat dan jelas karena sebenarnya Nadira juga belum bertem Nayla setelah menikah hingga saat ini


“Syukurlah, semoga selalu seperti itu.” Ucap Rio dengan senyum seringai


“Apa maksudmu, Rio? Jangan pernah sekalipun mencoba melukai keponakanku.”


“Tenanglah nyonya, anda sepertinya salah orang, orang yang perlu anda kecam adalah menantu anda sendiri.”


Nadira mencoba mengendalikan emosinya karena pelayan datang menyajikan makan siang mereka.


“Terimakasih,” ucap Nadira dan Rio bersamaan


“Silahkan nyonya menikmati makanannya,” sebagai rasa hormat Nadira yang menjunjung etika memakan makanannya dalam diam. Walau dirinya terpaksa karena ingin mengetahui dengan cepat apa yang dirahasiakan Orion


Merekapun selesai dengan makanan pembuka dan makanan besar.


“Katakan apa yang kamu katahui Rio, saya tidak banyak memiliki waktu.”


“Baiklah nyonya, anda bisa melihat dokumen ini. Saya cukup tahu anda merupakan orang sibuk. Bukalah nyonya.” Rio memberikan dokumen beramplop coklat ke hadapan Nadira

__ADS_1


Nadira membuka amplop coklat besar itu. Beberapa lembar kertas dikeluarkan. Nadira membaca lembaran demi lembaran. Saat lembaran pertama mata Nadira membelalak namun ia mencoba menahan rasa marah, sakit hati dan kesalnya. Nadira mencoba setenang mungkin agar tidak terpancing Rio sebelum tahu apa tujuannya memberikan ini semua. Karena dari tangan kanannya Nadira tahu Rio berada dalam kubu yang sama dengan Hanum. Dan beberapa kali terpegok bersama saat masih di Jakarta.


“Seperti yang anda lihat nyonya, menantu kesayangan dan kebanggan Wijaya telah menutupi rahasia besar itu. Dan lihat lah dua lembar terakhir.”


Nadira baru membalikkan kertas betapa terkejutnya Nadira dengan apa yang ada di kertas tersebut selain kenyataan Hanum yang belum bercerai secara hukum. Nadira dikejutkan dengan foto Hanum yang sedang hamil besar dan foto USG bayi kembar.


“Apa maksud informasi mengenai Hanum ini?”


“Seperti yang anda lihat Hanum sedang mengandung saat ini usia nya 8 bulan dan bulan depan ia akan melahirkan kedua bayi kembar milik menantu kesayanganmu itu, nyonya.”


“Maksudmu Orion menalak Hanum yang sedang mengandung anaknya 8 bulan lalu?”


“Iya nyonya seperti di lembar ketiga dia telah menalak istrinya saat mengandung, Hanum merasa sakit hati untuk itu ia melarikan diri bersama kedua anak dalam kandungannya tanpa diketahui menantu kesayanganmu itu, nyonya.” Rio yang melihat Nadira terdiam dengan ekpresi terkejutnya tersenyum menyeringai.


Rio dan Hanum memang merencanakan seapik mungkin agar memojokkan Orion dan membuat kehidupan rumah tangga Orion hancur tanpa langsung campur tangannya. Tapi melalui tangan keluarga besar wanita yang dicintai Orion.


Nadira benar-benar tidak menyangka Orion telah menyembunyikan perceraiannya dengan rapi, memalsukkan dokumen perceraian hingga menalak istri yang sedang mengandung darah dagingnya tanpa alasan yang jelas.


“Lalu apa tujuanmu dengan memberi informasi ini kepada saya?”


Nadira menatap tajam Rio, Nadira sudah di kuasai oleh emosi namun tidak berkata-kata. Ia masih merasa janggal dengan Rio yang berbaik hati memberikan informasi rahasia. Nadira yakin ada udang dibalik batu. Tidak mungkin seorang pengusaha di bidang yang sama dengan Orion memberikan informasi ini dengan mudah. Sebelum keluarga Wijaya mengetahuinya Nadira sudah memikirkan rencana apa yang harus ia ambil dengan menyelidiki kebenaran informasi yang berada di tangannya.


“Thanks untuk infonya, jika tidak ada yang ingin kamu katakan atau imbalan yang kamu dapatkan, saya pamit.” Ucap Nadira dengan tatapan tajam, ucapan yang dingin dan datar.


“Ok welcome, nyonya. Pastikkan saja anda membawa keponakan kesayangan anda dan cucu-cucu anda bersama anda. Jangan biarkan mereka terluka ditangan menantu anda.”


Nadira hanya mendengarkan tanpa mau merespon, Nadira pun keluar dari ruangan tersebut. Rio menyeringai saat Nadira keluar dari ruangan tersebut.


“Selamat menikmati permainanku, Orion Hardiardjo. Waktu indahmu akan segera berakhir. Game over.” Rio bermonolog dengan tersenyum menyeringai


Drt.. drt...


Suara panggilan dari gawai Rio menampilkan nama My Honey


“Hallo honey?”


“Sudah bertemukah dengan tante Nadira?”

__ADS_1


“Sudah honey, rencana awal kita selesai. Kita tunggu apa yang akan dilakukan Nadira akan langsung memberi tahu keluarga Wijaya kah? Atau mencari kebenarannya dahulu? Jika dalam satu hari keluarga Wijaya belum mengetahuinya, aku akan melakukan rencana kedua.”


“Good Job baby, aku dan twins kita menunggumu di sini.”


“Ok, honey dan baby tunggulah daddy pulang.” Rio pun menutup sambungan telefon dengan Hanum


Sebelum Rio pergi dari Singapore Rio meminta anak buahnya mengikuti setiap gerak-gerik Nadira. Jika Nadira tidak bertindak dan memberi tahu keluarga Wijaya, Rio akan melakukan rencana kedua.


Rio dan Hanum telah merencanakan beberapa rencana untuk membuat Orion terpojok dan memohon kepada Hanum untuk menyelesaikan perceraiannya dengan sebuah kesepakatan yang menguntungkan Hanum.


Rio tidak tahu jika sejak ia berada di private room tersebut telah terpasang CCTV dilengkapi audio yang sudah di pasang Dirga. Dirga dan Orion telah mengetahui letak pertemuan Rio dengan Nadira dari percakapan Hanum dan Rio di ruang kerja Rio dari CCTV rahasia yang di pasang Irdian.


***


Di kediaman Orion tepatnya di ruang kerja Orion, Orion sedang mendengarkan percakapan Rio


"Kamu bermain-main dengan saya Rio. Baik lihatlah hari esok kamu apa yang akan kamu dapatkan." Batin Orion


"Ga lakukan yang saya minta. Buatlah saham perusahaan di negara K jatuh." Dengan adanya rekaman suara dan CCTV terpasang di kediaman Rio akan dijadikan bukti mempermudah Orion memproses perceraian tersebut. Namun Orion melakukan cara menurunkan saham perusahaan kedua yang berpengaruh besar dalam bisnis Rio di negara K untuk mengalihkan keberadaannya sementara. Orion melakukan itu untuk bertemu langsung dengan Hanum, tanpa Rio berada di sampingnya.


"Baik, tuan." Dirga melaksanakan perintah Orion saat ini juga ia memegang tablet perusahaannya berusaha menurunkan saham Rio di negara K. Perusahaan kedua Rio yang berpengaruh besar untuk karir dan kehidupannya.


Mulai ruwet ya???


Dinikmati alurnya misstizenku🤗


Nanti ada titk terang setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan


Tapi mohon maaf miss mohon dengan sangat untuk misstizenku mari sedikit bersedekah dengan klik LIKE, VOTE / Hadiah bunganya biar miss Crazy Up nih mumpung lagi semangat


Ko jadi nurun begini nih Likenya 😭


Apalagi Vote nya


Apresiasi karya miss jika masih mau miss up yees 🤭


oh ya satu lagi yang mau join grup chat langsung join aja ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2