Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
84. Pencarian


__ADS_3

Herdian mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Nayla dan Orion. Karena sudah marah besar dan rasa sakit hati akan informasi yang belum benar adanya. Herdian tidak menyelidiki kebenaran seluruh informasi yang didapatnya.


Herdian juga mengumpulkan semua anak lelaki dan sahabta-sahabat Nayla untuk membantu mencari keberadaan Nayla.


Walau Herdian mengerahkan anak buah, anak-anak dan sahabat-sahabat Nayla tapi Herdian menjaga agar kekacauan yang diakibatkan oleh Orion tidak tercium media. Karena jika sampai terciun media bukan hanya Orion saja yang rusak namanya di depan publik nama keluarga besar terutama Nayla akan menjadi bahan hinaan masyarakat. Karena dianggap sebagai perusak hubungan orang lain.


Anak buah Herdian melaporkan keadaan di hunian b****y h**s di negara x tidak ada siapapun. Keamanan yang super extra sudah menjadi lenggang dan tidak ada informasi apapun yang di dapat. Bahkan ketika meminta izin melihat rekaman CCTV jalan utama anak buah Herdian tidak diizinkan karena peraturan di negara x yang berbeda jauh dengan negara kita.


Herdian mencoba mengubungi Nadira ke kediamannya.


“Hallo bisa berbicara dengan Nadira?”


“Maaf tuan nyonya dan tuan sedang melakukan perjalanan sosial ke negara H.” Nadira dan sang suami yang tidak dikarunai anak memiliki hobi yang sama melalukan kegiatan sosial ke negara-negara yang kekurangan. Mereka akan turun langsung memberikan bantuan materi, jasa dan waktu bersama sesama yang membutuhkan apalagi jika di tempat yang mereka kunjungi banyak anak-anak. Bukan saja memenuhi kebutuhan materi, Nadira dan sang suami sering mengajari anak-anak di toaf yang mereka kunjungi karena kesenangannya mereka terhadap anak-anak.


“Adakah kontak yang bisa saya hubungi? Apakah kamu tahu kapan ia kembali?”


“Nyonya menggunakan kontak biasa tuan, hanya saja nyonya dan tuan ke daerah yang tidak terjangkau teknologi. Kemungkinan bisa dihubungi saat memasuki pusat kota di negara H, untuk waktunya saya tidak tahu tuan.”


*Ok, thanks.” Herdian menutup telefon


“Ya Rabb Dira sedang seperti ini kamu tidak bisa dihubungi. Apakah dia sudah memliki informasi atau belum mengenai Nayla dan Rion.” Herdian bermonolog.


**


Di kediaman Belinda


“Pah apakah sudah ada hasil untuk tujuan Rio dan Hanum?” Belinda bertanya pada sang papah


“Rio dan Hanum memiliki dendam terhadap Rion. Rion telah berhasil mendapatkan tender bersama beberapa perusahaan sasaran Rio sejak dulu ditambah perusahaan no 1 di negara x di tahun ini. Hanum memang sedang mengandung anak Rio, mereka memiliki hubungan jauh sebelum pernikahan dengan Rion. Kemungkinan alasan Rion menikahi Hanum pun disabotase oleh keduanya.”


“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membantu Rion dan Nayla?”


“Saat ini kita harus siap siaga saja di kediaman Nayla dan Rion. Meskipun Rion dan Nayla sudah tidak berada di hunian negara x.”


“Maksud papah Rion dan Nayla sudah tidak di negara x?”


“Iya ada kemungkinan Rion membawa Nayla untuk menghindari keluarga Wijaya jika urusan dengan Hanum diketahuinya.”


“Ya Allah urusannya menjadi serumit ini, kenapa Rion membuat semua ini jadi sulit. Aku tidak tahu pah bagaimana jika nanti Nayla mengetahuinya, pasti sangat terpukul. Apakagi dengan keadaannya yang sedang mengandung.”


“Papah sudah menempatkan keamanan di kediaman Rion di negara x, Indonesia, orang tuanya dan kediaman Hanum di negara x dan L. Semoga kita mendapatkan informasi keberadaan Nayla dan Orion.


“Aamiin, semoga pah. Oh ya darimana papah tahu Hanum memiliki kediaman di negara L?”

__ADS_1


“Anak buah kita mengikuti maid mereka yang menuju negara L, dan ternyata Hanum dan kedua bayinya tinggal di sana sementara waktu.”


“Syukurlah pah, papah mengetahui keberadaan Hanum. Lalu apa yang akan papah lakukan?”


“Kita lihat saja dari kediaman mana ditemukan informasi keberadaan Orion dan Nayla.”


“Iya pah Belin dan Ericko siap kapanpun membantu Nayla dan Rion.”


**


Di kediaman Orion Nayla


Sore hari setelah Orion menemani Nayla berjalan-jalan sekitar Grinderwald, mereka bersantai di gazebo belakang dengan kepala Orion di paha Nayla.


“Ayah sudah selesai pekerjaannya dengan Dirga?” Nayla bertanya setelah Orion mengakhiri ciumannya


“Sudah sayang, ayah jadi ingat besok ayah ke negara L ada kerja sama bisnis di sana. Hanya beberapa hari saja. Tidak apa-apa ayah tinggal sendiri di sini?”


*Enggak apa-apa, yah. Asal ibu boleh keluar ya seperti biasa hanya berjalan-jalan dan sesekali ingin ke pusat perbelanjaan.”


“Boleh sayang, kamu harus hati-hati ya “


“Iya ayah sayang.”


Orion memberi pengertian kepada anak-anak dalam kandungan Nayla untuk tenang selama ia pergi ke negara L dan menjaga Nayla untuknya. “Anak-anak ayah yang sholeh dan sholehah, jaga ibu untuk ayah ya, kalian tenang selama ayah tidak di sisi ibu, jangan membuat ibu kesusahan. Jika merindukan ayah jangan membuat ibu kesakitan ok. Do’a kan ayah bisa menyelesaikan semua urusan ayah dan kita semua bisa hidup dengan nyaman dan damai.” Ucap Orion dalam hati


Tendangan kedua anak Orion di dalam perut Nayla semakin aktif saat Orion terus memberi kecupan dan berbicara dalam hari mereka seperti merespon ucapan dalam hati Orion.


“Aaauuw, ayah anaknya jangan digituin mereka seperti menjawab ucapan ayah loh. Ayah bilang apa sih?”


“Ko ibu tahu sih ayah lagi ngomong sama anak-anak? Padahlkan dalam hati.”


“Ya tahulah, orang kalau ayah ajak ngobrol bersuara mereka seperti ini. Ngomong apa hayo??”


“Ayah hanya bilang kepada kedua anak kita untuk tenang selama ayah pergi sayang.”


“Masa itu saja?”


“Iya sayang, selama ayah pergi ibu foto dan kirim aktifitas ibu ya?”


“Memang nggak akan ganggu ayah?”


“Enggak sayang apalagi itu istri ayah. Sebisa mungkin ayah akan membalas pesan ibu, ok?”

__ADS_1


“Iya nanti ibu kirim semua aktifitas ibu.”


Merekapun membersihkan diri bersama sebelum waktu maghrib tiba.


Setelah makan malam Orion merenung di ruang kerjanya.


"Besok aku akan memulai menyelesaikan segalanya, semoga tidak ada apapun yang menghalangi niat baikku. Jika aku berhasil aku bisa meredam kemarahan papah Herdian dan keluarga." Orion dalam hati


Drt...drt...


Telefon Orion berdering


"Assalamu'alaikum hallo sayang, ini mamah." Orion hanya memberikan nomornya kepada orang tuanya di negeri J. Orion memutus hubungan kedua orang tuanya dengan keluarga Wijaya dengan kekuatan Teknologi dan IT yang dimilikinya sehingga keluarga Wijaya tidak dapat menghubungi dan mendeteksi keberadaan keluarga Orion.


"Walaikumsalam, iya mah."


*Apa kabarmu, menantu dan kedua cucu mamah sayang?"


"Alhamdulillah semuanya sehat mah, kedua cucu mamah sudah memperlihatkan jenis kelaminnya." Ucap Orion dengan nada bahagianya


"Alhamdulillah apa sayang jenis kelaminnya?"


"Alhamdulillah satu pasang mah, laki-laki dan perempuan."


"Alhamdulillah mamah ingin bertemu menantu mamah Rion, pasti tubuhnya semakin menggemaskan dan...., seksi." Ucap mamah Orion dengan tertawa menggoda Orion


"Hahaha itu jelas mah, istri siapa dulu." Orion bisa berbicara lepas hanya kepada Nayla dan Iriani mamahnya


"Iya iya yang cerdas dapat istri cantik, sholeh, dan..., seksi." Mamah Orion semakin tertawa terbahak menggoda Orion


"Mamah bisa saja, nanti jika urusan Orion sudah selesai kami akan mengunjungi mamah dan papah ya."


"Baiklah, mamah sangat merindukan mantu dan kedua cucu mamah nih."


"Iya mah sabar ya."


"Iya sayang ,mamah tutup dulu ya salam untuk mantu seksi mamah assalamu'alaikum." Mamah Orion terkekeh di sebrang sana


"Iya mab Rion sampaikan nanti, Wa'alaikumsalam."


Kan miss ga boong double up nih


Geura atuh LIKE, VOTE, beri Hadiah bunganya kaka

__ADS_1


dan ramaikan Komennya kalau mau lanjut up 🤭


__ADS_2