Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
87.Luka Pertama yang Kau Goreskan Untukku


__ADS_3

Di desa Grindelwald Nayla sedang asyik sedang merangkai bunga hasil dari kebun bunga belakang rumahnya untuk di simpan di beberapa titik bagian rumahnya.


Selain rajin merawat bunga dan tanaman di kediamannya Nayla juga senang merangkai bunga hasil dari kebun bunganya. Membuat kediamannya terasa hidup dengan bunga asli.


Seorang maid berlalri tergopoh menghampiri Nayla.


“Nyonya ada paket untuk anda.” Sebuah paket besar berukuran dus in****e diberikan maid kepada Nayla


Nayla pun membuka paket yang penuh dengan potongan-potongan kertas dan sebuah amplop coklat besar di dalamnya. Nayla melihat kembali bagian luar dus memastikkan nama pengirim paket namun tak hanya bertuliskan hamba Allah dari negara x tempat Orion dan Nayla sebelum ke Swiss.


Saat Nayla akan membuka amplop tersebut dering gawai Nayla menghentikkannya.


“Assalamu’alaikum, sayang lagi apa? Hari ini ibu nggak kabari ayah sedang apa dan dimana.” Ucap Orion panjang lebar, biasanya Nayla mengirim apapun aktifitasnya sekalipun hanya di ruang keluarga ataupun halaman. Namun hari ini Nayla belum mengabari Orion


“Walaikumsalam ayah, satu satu nanyanya. Ibu lagi ngerangkai bunga hasil dari kebun kita. Ibu lagi keasyikan jadi lupa mengabari ayah, maaf ya sayang.”


“Iya sayang nggak apa-apa. Jangan terlalu lelah, apakah anak kita sangat aktif selama ayah tidak ada?”


“Alhamdulillah nggak yah sampai hari ini mereka masih anteng, gerakannya aktif hanya tidak seaktif ada ayah.”


“Alhamdulillah anak-anak ayah memang mengerti keadaan kita.”


“Iya yah, ayah ko tumben sih menelefon bukan video call? Biasanya selalu video call ibu. “


“Ayah sedang curi-curi waktu di sela-sela meeting sayang.” Orion berbohong kepada Nayla karena sebenarnya ia berada di halaman rumah sakit karena merindukan Nayla ia keluar sebentar sambil menunggu proses pengambilan sampel darah kedua anak Hanum.


“Oh pantesan, ya sudah sana lanjut lagi meetingnya. Ibu matiin ya?”


“Iya sayang, jaga kesehatan kamu dan anak-anak kita ya? Ayah akan segera menyelesaikan urusan di sini.”

__ADS_1


“Iya ayah sayang, yang makin bawel.” Nayla terkekh di sebrang telfon sana


“Assalamu’alaikum.”


“Walaikumsalam,” jawab Nayla pun mematikkan sambungan telefonnya


Nayla melanjutkan membuka dokumen di amplop coklat besar tersebut, namun salah satu maid datang menghampiri Nayla.


“Nyonya makan siangnya sudah siap.”


“Ok, terimakasih,” karena Nayla yang mudah lapar dia memilih ke ruang makan dengan membawa amplop dokumen tadi yang belum sempat mengeluarkan dokumen di dalamnya.


20 menit Nayla menikmati makan siangnya. Dia kembali ke kamar utama untuk merebahkan tubuhnya yang mulai sering merasa sakit di punggung karena kandungan yang semakin membesar. Ketika di USG dari postur tubuh kedua bayinya menuruni tubuh Orion yang besar. Untuk itu kedua bayinya termasuk bayi besar yang tumbuh di rahim Nayla yang memiliki postur mungil.


Nayla meletakkan amplop coklat di nakas samping ranjangnya. Ia merebahkan tubuh dan mengusap-usap perutnya karena sang bayi terus memberi tendangan-tendangan kecil dari tadi.


“Hallo sayang-sayangnya ibu anteng ya, insya allah esok atau lusa ayah akan segera pulang. Jadi anak-anak ibu sabar ya, cukup nendang kecil saja.” Kedua bayi Nayla memberi respon di perut Nayla dengan tendangan


Nayla sungguh terkejut dengan isi dokumen surat ilegal pemalsuan perceraian Orion di lembar pertama.


Nayla yang shock merasa sesak seakan tak ada pasokkan udara di kamarnya saat membaca halaman pertama dokumen tersebut. Tanpa diminta cairan bening keluar dari kedua matanya. Saat halaman kedua dan ketiga semakin membuat hati Nayla sesak.


“Ya Allah apa dokumen ini asli?? Aku duri dalam rumah tangga orang lain? Mas Rion dan tante Hanum belum bercerai. Apa yang harus aku lakukan? Nayla terbata terisak bertanya bermonolog, lalu memegang dadanya yang sesak seakan duri menusuk ke relung hatinya.”


Nayla menangis tersedu mengutarakan rasa sakitnya. “Mas kamu jahat, jahat kamu mas. Kenapa kamu melakukan ini padaku? Mengapa mas? Sakit hatiku sakit mas. Jika memang kenyataan seperti ini harusnya kamu tidak menjadi penyelamat di pernikahanku, hiks.” Nayla menangis tersedu berkata terbata-bata memukul-mukul pelan dadanya yang terasa sesak. Menangis sendiri di dalam kamar besar yang kedap suara sehingga tidak ada maid yang mendengar suara tangis Nayla yang menyayat hati.


“Nak, apa yang harus ibu lakukan? Ibu jahat telah mencintai ayah kalian yang masih milik orang lain.” Tangis Nayla semakin tersedu mengingat berbagai perlakuan Orion kepadanya. Selama enam bulan lebih memang bukan waktu yang singkat untuk memberikan hidup Nayla kepada lelaki yang ia percayai akan hidupnya dan sekarang telah membuatnya mengandung kedua bayi kembarnya.


Nayla terus menyalahkan dirinya, menangis tersedu, siapapun yang mendengarnya suara tangisan Nayla terdengar sangat amat menyayat hati. Kedua anak Nayla di dalam kandungan seperti mengerti keadaan Nayla. Mereka hanya memberi tendangan kecil, namun mampu mengejutkan Nayla yang melamun terus memikirkan nasib kehidupan rumah tangganya bersama Orion.

__ADS_1


“Aku tak bisa terus berbahagia menikmati semua yang mas Rion berikan untukku, sedangkan aku tak tahu bagaimana kehidupan tante Hanum selama ini. Mengapa kisah cintaku selalu penuh dengan luka? Mas Rion apa yang harus aku lakukan di saat kedua benihmu tumbuh di rahimku? Maafkan ibu nak, kalian hidup diatas luka orang lain. Ibu benar-benar bersalah untuk kalian dan tante Hanum. Ibu harus memutuskan jalan hidup kita anak-anakku. Ibu tidak bisa terus menjalani kehidupan seperti ini dengan merebut milik orang lain. Maafkan ibu...maafkan ibu nak. Kita harus bisa hidup tanpa ayah kalian. Ibu harap kalian menuruti ibu, terus tenang di dalam perut ibu.” Ucap Nayla dengan terisak terpikir untuk mengakhiri hubungan pernikahannya dengan Orion dan pergi dari kehidupan Orion dengan membawa kedua buah hatinya.


Nayla menangis berjam-jam hingga ia tertidur, maid yang khawatir sejak tadi karena Nayla tidak keluar dari kamar utama terpaksa menelefon Orion. Orion yang khawatir mencoba menelefon Nayla berulang kali namun tidak ada jawaban.


Hingga Nayla terbangun karena dering suara yang tidak berhenti. Nayla yang terganggu membawa telefon di nakas saat nama Orion yang muncul Nayla membiarkan telefonnya dia masih belum siap dan bisa berpikir jernih atas apa yang sudah dia ketahui. Bersalah, menyesal, marah, sedih, semua bercampur menjadi satu. Walau seperti itu Nayla tidak tega mengabaikan telefon Orion. Nayla memang belum mau berbicara dengan Orion, namun karena tak tega membuat Orikn khawatir Nayla membalas Orion dari pesan.


"Ibu baik-baik saja, yah. Ibu sedang tidak ingin berbicara yah. Ibu lelah ibu mau istirahat. Maaf ibu ketiduran.,"


Di negara L sana Orion merasa heran dengan jawaban Nayla yang tidak pernah biasanya.


"Iya sayang ayah hanya khawatis saja. Bersitirahatlah."


"Iya."


Jawaban Nayla sungguh tidak seperti biasanya untuk itu Orion memastikkan kepada maid di kediamannya apa gang tejadi sebelum Nayla masuk kamar utama.


Dapet ga sih feelnya?


Nyesek ga? Kasih komennya dong misstizen 🤭


Ada yang nanya cara VOTE kamu tinggal liat dibagian akun ada Voucher setiap hari senin besok pakai untuk Vote di cerita miss yaa atau kasih hadiah miss


Ini gambarannya



Beri Vote di situ dan hadiahnya dari koin yang kamu miliki 🤭🙏🏻


Jangan lupa Likenya

__ADS_1


Dan yang butuh koko/ kemeja lebaran couple ayah anak atau family cek Isntagram akun kerabat mis di @kokoandriana.2014


__ADS_2