Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
185. Season 3 - Kejutan Tak Disangka & Perubahan Magic


__ADS_3

Negara terakhir yang Fariz janjikan, dan tak ada klue apapun untuk Fiana. Seperti biasa Fiana sudah tahu-tahu di atas jet pribadi maharnya dalam keadaan tertidur. Ulah siapa lagi jika bukan suami bucinnya yang membopong dirinya tengah malam melakukan oerjalanan malam ke negara yang tak tahu tujuannya.


“Aa sekarang kemana?”


“Bersihkan dirimu sayang sebelum sampai.”


“Udah bersih-bersih nanti diserang lagi.” Protes Fiana karena sudah sering terjadi Fariz terpancing hanya karena Fiana yang habis membersihkan diri terlihat seksi di matanya


“Nggak sayang, kali ini aa akan tahan selama di sana. Kamu pakai pakaianmu di kamar mandi ya. Ini pakaian yang harus kamu pakai “ Fariz memberikan paper bag berisi dress panjang putih di dalam paper bag lengkap dengan hijabya


“Tumben nyuruh dibaju di kamar mandi.” Gumam Fiana oelan sambil masuk ke kamar mandi


Saat landing dan keluar dari pesawat jelas Fiana terbelalak mereka berada di bandara KAIA (King Abdulaziz International Airport) .


“Aa kita mau..,”


“Iya sayang penutup honeymoon kita umroh.”


Pantas saja pakaian yang disiapkan Fariz serba putih, ternyata tujuan mereka akan umroh bersama.


“Terimakasih aa, “ Fiana memeluk tubuh Fariz tetharu dengan kejutannya kali ini. Fiana memang selalu terharu saat landing di negara-negara sebelumnya. Namun kali ini keyerharuan dan jebahagiaannya sangat membuncah.


Fiana tak menyangka Fariz masih memikirkan negara terindah untuk menyempurnakan ibadah mereka dengan umroh bersama.


“Ini memang imlian aa sayang, bisa umroh bersamamu. Ayo kita ke hotel sudah ditunggu.” Fariz mengenggam tangan Fiana menuju mobil jemputan ke hotel mereka. Fiana mengikuti dengan beriringan. Fiana ingin bertanya maksud impian Fariz namun ia urungkan saat Fariz mengajaknya ke mobil


“Aa apa maksudmu ke sini adalah impianmu bersama denganku?” Tanya Fiana setelah berada di mobil


“Kamu ingat dahulu saat kita masih kuliah kamu, aa, Eya, Rifat, Farhan, dan adiknya Hania memiliki negara impian yang ingin dikunjungi?”


“Iya ingat. Aa memang bilang ingin ke beberapa negara dan berakhir umroh di Mekkah.”


“Tapi saat itu di hati aa, aa katakan ingin mengunjunginya bersamamu jika Allah mengizinkan. Dan do’a itu Allah kabulkan bisa bersamamu menginjak tanah sucinya dengan status suami istri.” Fariz mencium punggung tangan Fiana


“Aku tak tahu harus berkata apalagi aa, ternyata kamu memiliki impian masa depan bersamaku sejak dulu. Terimakasih aa.., terimakasih..,” Fiana memeluk Fariz dari samping


“Maaf aa terlambat mengatakannya, dahulu aa terlalu gengsi dan pe cun dang.”


“Nggak aa, ini sudah jalan kita untuk sampai bisa bersama seperti saat ini. Tak perlu menyesali apa yang terjadi sebelumnya."


“Aku mencintaimu sayang.” Fariz mencium jening Fiana


“Aku pun mencintaimu sangat aa.”


Hari ini mereka langsung memulai ibadahnya hingga beberapa hari ke depan. Setiap harinya Fariz dan Fiana memanfaatkan waktu beribadah dengan khusu. Bersyukur akan apa yang mereka miliki dan dapatkan.


Semua yang terjadi atas kehendakNya. Tak ada daya dan upaya apapun kita sebagai manusia jika Allah tak berkehendak.


Jangankan materi bergelimpangan yang bisa hilang dalam satu hari karena sebuah bencana banjir. Ketika Allah tak mengizinkan jemari kita tak bergerak saja, tak ada daya dan upaya kita untuk menggerakkannya. Maka bersyukurlah dengan apa yang kalian miliki dengan tetap membagi kebahagiaan kalian walau sedikit.


Terdapat hak orang yang yang membutuhkan dari rezeki yang kita miliki. Kesombongan, kearoganan dan kebanggaan terhadap materi bisa menghancurkannya secara perlahan. Kamu telah mendzholimi dirimu dengan mempertahankan sifat negatif padamu. Untuk itu cintailah dirimu dengan berusaha menghilangkan kesombongan, kearoganan, iri dan dengki yang mampu melahap semua amal baikmu.


"Sayang ini waktunya kita bisa berkeliling, kamu mau jalan-jalan membeli oleh-oleh?"

__ADS_1


"Nggak aa aku ingin mengunjungi tempat bersejarah lainnya."


"Baiklah," Fariz akan memberikan apapun permintaan dang istri yang sederhana. Fiana tak sedikitpun meminta yang muluk-muluk seperti shopping fashion dan tas branded yang ia inginkan hanya mengunjungi alam dan temoat bersejarah di mana ia berada


Tapi Fariz bukanlah lelaki tang cuek dan tak peka. Wanita mana yang tak senang jika dengan inisiatif sendiri sang pasangan membelikannya barang-barang kesukaan wanita.


Tanpa Fiana minta Fariz dengan inisiatifnya meminta dang asisten dibawah Dirga, Ferdinan membelikan oleh-oleh di negara-negara tempat mereka honeymoon. Pakaian, aksesories, tas, dan sepatu branded Fariz meminta Ferdinan membelikannya, ia hanya memberikan ukuran dan detail kesukaan Fiana saja.


Semua yang Fariz lakukan tidak diketahui Fiana sama sekali. Fariz langsung mengirim dengan jet pribadi ke kediamannya bersama Fiana di Jakarta. Biarkan menjadi kejutan sepulang mereka umroh.


Hal yang lain yang mungkin tak akan Fiana sangka, Fariz meminta Ferdinan membelikan kebutuhan bayi lelaki dan perempuan di negara-negara yang telah dikunjungi. Fariz pikir tak ada salahnya membelikannya dahulu. Walau belum tentu Fiana hamil tapi ia sudah menyiapkan kebutuhan bayinya sebelum mereka hadir di rahim Fiana.


"Aa sudah kakiku pegal."


"Baiklah ayo sayang."


"Aa ingin nasi padang."


"Ya Rabb permintaan random lagi nih masih jauh ke hotel." Batin Fariz. "Nanti di hotel ya sayang, aa minta chefnya buatkan nasi Padang kumplit."


"Nggak mau aa, temenku bilang di daerah sini ada restoran Indonesia yang menyediakan nasi Padang."


"Ya Rabb Ferdinan belum datang lagi." Jerit hati Fariz


"Aa nggak tahu tempatnya sayang " Kilah Fariz


"Temenku bilang deket ko kita jalan sebentar."


.


"Sayang ini cukup jauh loh."


"Yang pentingkan sampai."


"Tafi katanya pegel, jalan jauh gini masih bisa." Gumam Fariz pelan tak terdengar Fiana mereka duduk di kursi yang tersedia.


Setelah memesan dan makanan datang, Fiana melahap makanan dengan nikmatnya.


'"Ini enak sekali aa, "


"Iya tapi pelan-pelan makannya sayang nggak akan ada yang minta makananmu."


"Habis , mau menu rendangnya lagi aa kayak tadi." Pinta Fiana kepada Fariz padahal sudah makan beberapa menu habis tak bersisa


"Sayang sudah ya perutmu bisa sakit jika makan terlalu banyak."


"Aa please, aku beneran masih lapar." Mata Fiana sudah berkaca-kaca


"Makin aneh saja nih istri kecilku, badan kecil makannya rakus amat." Batin Fariz yang melihat istrinya memesan menu yang sama kedua kalinya


Setelah menu kedua kalinya datang Fiana memakan dengan lahap disuapan pertamanya.


"Aa ko rasanya jadi beda sih?" Protes Fiana

__ADS_1


"Masa sih?" Fariz mengambil alih sendok Fiana dan menyendokkan makanan Fiana ke mulutnya. "Ini sama sayang seperti tadi. Indera perasa kamu memang bermasalah deh sayang."


"Siapa yang bermasalah sih? Aa kan tadi lihat aku habis memakan makanan pertama." Kesal Fiana dengan wajah juteknya


Fariz menghela napas. "Di Raja Ampat terjadi lagi. Nih istriku kenapa lagi dikit-dikit bahagia, marah,. kadang manja, bahkan kadang tiba-tiba melow?" Suara hati Fariz.


"Ya sudah jangan dimakan." Fariz mengalah daripada harus beradu mulut dengan istri mungil yang emosinya labil


"Tapi sayang aa mubadzir. Aa abisin gih."


"Aa sudah kenyang sayang."


"Aa jijik abisin makanan bekas aku?" Lagi-lagi Fiana berucap dengan mata berkaca-kaca.


"Ya Rabb, apa yang salah dengan istriku." Jerit hati Fariz memijit pelipisnya yang tetiba pusing


"Bukan gitu sayang. Aa nggak jijik, nih aa habiskan ya." Terpaksa Fariz mengambil piring di hadapan Fiana dan memakan makanannya


Jelas Fiana yang sudah berkaca-kaca berubah menjadi berbinar bahagia.


"Kan aneh, tadi mau nangis sekarang senyum sumringah." Batin Fariz. Perubahan kilat ekpresi Fiana tak sedikitpun luput dari pandangan Fariz


"Alhamdulillah habis, yuk kita pulang ke hotel sayang. Besok kita sudah harus pulang ke Indonesia." Fariz mengelus perutnya yang terasa begah karena menghabiskan satu piring nasi padang keduanya


"Besok?


"Iya sayang, hari ini terakhir waktu honeymoon kita."


"Masih jam segini tadi aku lihat tempat oleh-oleh kita ke sana yuk aa?"


"Apa? Oleh-oleh sudah aa minta Ferdinan yang belikan, sudah ada di pesawat sayang."


"Ko aa nggak bilang? Aku ingin pilih sendiri. Aa anggap aku apa? Tak menanyai pendapatku sama sekali." Kini air mata lolos begitu saja di pipi mulut Fiana


"Duh salah lagi," Suara hati Fariz yang kali ini menggaruk kasar rambutnya yang tak gatal


"Aa pikir kamu tak ingin membeli oleh-oleh seperti di negara sebelumnya sayang, bukan aa tak menganggapmu atau meminta pendapatmu. Ya sudah ayo kita cari oleh-oleh lagi?"


"Katanya sudah terus yang sudah beli di gimanain?"


"Bisa kita bagikan ke anak-anak di rumah singgah ibu sayang."


"Oh iya benar, sekalian beli lagi aja ya aa. Kamu nggak beli banyak kan sebelumnya?" Fiana menghapus air matanya begitu saja dan berubah ceria kembali


"Bener-bener nggak beres nih apa istriku ke sambet penghuni raja ampat? Perubahan mood dan ekpresinya magic sekali." Batin Fariz dengan menggelengkan kepala dengan sikap sang istri yang sudah menarik tangannya keluar resto makanan Indonesia


Mana dukungannya nih buat Aa Fariz dan Fiana?


Boleh dong kasih kopinya nih selagi pagi-pagi maulah miss ngopi 🤭


KENCENGIN LIKE, VOTE dan ramaikan komennya ya 🤗


Boleh banget kalau ada yang mau share karya miss di sosial media miss yang sudah berteman dengan miss di instagram @missnayla93 miss repost ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2