Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
86. Menjalankan Rencana


__ADS_3

Malam hari di hotel tempat Orion menginap, Orion menghubungi Nayla dengan Video Call.


“Assalamu’alaikum, istriku sayang.”


“Walaikumsalam, ayaah baru bisa hubungi ibu seharian ini?” Nayla bertanya di sebrang sana, Nayla sedang memakai skincare malam rutin terlihat di layar yang disandarkan dihadapannya yang sedang duduk di meja rias.


“Iya sayang, maafkan ayah. Apakah anak kita rewel?”


“Alhamdulillah nggak yah, sepertinya mereka mengerti ayah nggak ada di sini. Jadi cukup anteng nggak tahu besok.” Nayla tertawa kecil


“Iya semoga anteng terus sampai urusan ayah selesai, kalau ibunya gimana? Rindu ayah nggak?”


“Big No.” Kilah Nayla walau kenyataannya sangat merindukan Orion. Nayka yang sudah biasa tidur bersama Orion di peluk, di elus dan kadang sering mendapat kecupan-kecupan sebelum tidur sangat merasa kesepian. Begitu juga Orion sangat merasa hampa tidur tanpa Nayla.


“Beneran nggak? Ya sudah ayah agak la di sini ya??” Goda Orion kepada Nayla


“Oh ayah mau gitu? Ya sudah ibu juga mau pergi ya? Ayah pulang ibu nggak ada loh.” Nayla menggoda Orion kembali menahan senyumnya


“Jangan macam-macam bu, awas saja kalau berani.” Orion menanggapinya dengan serius


Nayla tertawa terbahak-bahak. “Siapa yang mau pergi yah disaat perut ibu makin besar ditambah anak buah ayah banyak banget jagain ibu. Berasa ratu di kerajaan aja ibu, kemana-mana diikuti.”


“Iya memang, ibu itu ratu di hidup ayah yang harus selalu ayah jaga walau jarak ayah tidak dekat dengan ibu.”


“Bisa aja nih ya suamiku.”


“Serius sayang, ayah sangat merindukanmu, ayah terbiasa meluk kamu saat tidur. Sekarang tanpa ibu, hampa sekali sayang.” Keluh Orion kepada Nayla

__ADS_1


“Ibu juga merindukan ayah dari anak-anak di perut ibu ini nih.” Nayla mengelus perut besarnya terlihat jelas di layar gawai karena gawai di sandarkan di meja rias yang memperlihatkan tubuh Nayla hingga paha. “Biasanya ayah meluk ibu sambil ngelus dan menyapa anak kita.” Nayla tersenyum manis kepada Orion di layar gawai


“Sabar ya istriku dan anak-anakku, ayah di sini menyelesaikan sesuatu yang sangat berarti untuk masa depan kita sayang.” Orion mengatakannya dengan serius


“Iya ayah sayang, ibu dan anak-anak insya allah sabar menunggu ayah. Jaga diri dan kesehatan ya sayang?”


“Iya sayang. Hari ini ibu nggak kemana-mana?”


“Enggak yah belum mau kemana-mana.”


“Ya sudah istirahat ya sayang sudah malam nggak baik ibu hamil tidur malam-malam.”


“Iya ayah sayang.” Orion pun menutup VC nya sebelum dimatikan ia memberi ciuman online untuk Nayla dan kedua anaknya.


**


Orion dan Dirga sudah berada di kediaman Hanum


Menunggu Hanum bersiap ke rumah sakit. Orion yang berada di ruangan kedua anak Hanum mendekati dua box bayi tersebut. Menyapa kedua bayi tersebut, walau Orion tahu mereka bukan anaknya namun Orion tidak bisa membenci kedua balita tak bersalah yang dijadikan tameng untuk kedua rencana orang tuanya.


“Hallo bayi-bayi, saya paman kalian. Maafkan kedua orang tua kalian ya yang telah memanfaatkan kehadiran kalian.” Ucap Orion pelan-pelan karena di pojok dekat pintu ruangan ada maid kemarin yang menunggu, dia seperti biasa merekam dan memotret Orion saat berinteraksi dengan bayi Hanum. Dirga yang ada di depannya menghadap Orion tidak sadar bahwa maid mengambil foto secara diam-diam.


Saat Hanum telah bersiap kedua bayi dimasukkan ke box dorong oleh baby sitter dan di bawa keluar diikuti Orion dan maid. Dirga sengaja berada paling belakang. Saat semua tidak ada yang menyadari dirinya, dari awal masuk ke kediaman Hanum hingga mau keluar ruangan bayi kembar Hanum Dirga telah memanipulasi tampilan semua CCTV yang ada di kediaman Hanum. Dirga membawa sisir, satu pasang sarung tangan yang telah dilepas dan diganti sebelum pergi kedua bayi yang telah dipakai barusan oleh baby sitter dengan sarung tangan dan dimasukkan ke plastik yang sudah disiapkan dan diberi identitas sesuai box bayi. Hari sebelumnya Dirga sudah melihat identitas nama bayi yang tertera di box sehingga ia dengan mudah menyiapkan plastik dengan identitas masing-masing.


Saat tugasnya selesai Dirga mengikuti mereka, ia mengantarkan Orion dengan mobil yang berbeda dengan Hanum.


“Kamu berhasil mendapatkannya Ga?”

__ADS_1


“Alhamdulillah sudah tuan, Dirga mengeluarkan dua kantong plastik di jaket bagian dalamnya.”


“Bagus setelah menemaniku pergilah, lakukan tes DNA di rumah sakit negara yang telah kita rencanakan. Rumah sakit yang aku sebutkan semua milok Eros jadi keamanannya terjamin.”


“Baik tuan.” Dirga akan tes DNA dari ketiga benda yang di dapat sepsang sarung tangan bayi dan sisir di tiga rumah sakit di tiga negara sebagai bukti otentik. Selain itu bukti transaksi dan rekaman permintaan pemalsuan dokumen yang diberikan Eros sudah menjadi salah satu bukti kuat.


Eros seorang dokter yang profesional namun penuh perhitungan. Ia selalu diam-diam merekam obrolan penting bersaka siapapun agar suatu hari jika ia memerlukannya bisa dijadikan sebagai bukti. Dan saat Orion bercerita tentang niatnya untuk test DNA Eros merasa Orion dan Hanum ada hubungannya sehingga ia memperlihatkan rekaman video saat dirinya bersama Hanum dan Rio di ruangannya. Orion sangat terkejut karena ia merasa Allah mempermudah jalannya untuk menyelesaikan semua ini. Meskipun dia harus lebih bersabar mengikuti permainan Hanum dan Rio terlebih dahulu.


**


Rio di negara lain telah memberi perintah menyelidiki kedatangan Orion darimana. Dengan mengecek kedatangan jet pribadi di bandara. Dan anak buahnya menemukan kedatangan Orion dari negara Swiss. Dengan cepat Rio meminta bantuan pihak IT perusahaan x dinegara x yang memiliki kekuatan Teknologi dan IT canggih kedua setelah Perusahaan Z di negara x yang bekerjsama dengan Orion untuk menemukan tempat tinggal Orion dan Nayla di negara Swiss.


Rio tidak bisa mengeceknya sendiri karena tidak memiliki kekuasaan untuk memasuki negara yang bukan kekuasaannya. Berbeda dengan perusahaan x dan z yang memiliki kekuasaan internasional karena kecanggihan dan pengakuan dunia terhadap mereka.


Karena kekuasaan perusahaan x dinegara swiss tidak sebesar kekuasaan perusahaan z yang bekerja sama dengan Orion. Mereka hanya bisa mendeteksi kota besar Orion berada saja tidak bisa memasuki lebih detail.


Rio pun mengerahkan anak buahnya untuk menemukan kediaman Orion dan Nayla untuk mengirimkan dokumen yang berisi surat perceraian palsu hanya dokumen itu. Tidak dengan foto Hanum saat hamil. Rio dan Hanum akan mengirim secara berangsur membuat istri kesayangan Orion terluka secara batin perlahan dan memutuskan untuk pergi dari Orion.


Bukan hanya Rio yang menyelidiki darimana Orion datang. Suruhan Belinda pun menyelidikinya, Belinda dengan kekuasaan sang papah menemukan kediaman Orion dan Nayla lebih cepat dari Rio. Dengan sigap Belinda mengirimkan keamanan dari jarak aman pantauan keamanan Orion. Berbeda dengan Rio yang memiliki maksud jahat, Belinda menempatkan keamanan untuk melindungi Nayla jika sewaktu-waktu membutuhkan pertolongannya melalui sang para anak buah.


Nah kan gift bunganya bertambah kalau miss pundung teh


please misstizenku jangan buat miss pundung dulu baru nambah gift bunganya 😂


Kalau MAKIN SERU please KENCENGIN LIKE, VOTE & ramein KOMEN nya


Miss bakal CRZY UP nih tinggal masukkin semua episode dan up kalau Misstizenku berbaik hati mengapresiasi karya miss

__ADS_1


Rencananya kalau ini selesai akan ada skuel yang mengejutkan tentang keluarga Orion dan Hanum 🤭


__ADS_2