
Dua puluh lima menit Orion dan Nayla menunggu kedatangan mamah dan papahnya.
"Mah pah tidak apa-apa jika Arga dengan mamah papah?" Nayla bertanya kepada mamah papah Orion
"Engga apa-apa sayang. Mamah dan papah ingin menghabiskan waktu dulu dengan Arga sebelum pulang ke Jerman." Ibu Riani menjawab pertanyaan Nayla yang ditujukan untuknya dan suaminya.
"Kamu dan Orion makannya cepet-cepet kasih Orion adik, biar ga rebutan ginikan." Ujar pak Heryawan ayah Orion dengan terkekeh
"Iya pah do'ain Orin dan Nayla agar segera diberi momongan." Orion merespon ucapan pak Heryawan sambil menidurkan Arga di kursi belakang mobil bu Iriani dan pak Heryawan. Nayla yang mendengar itu hanya tersipu malu dengan pipi yang sudah merah merona.
"Aamiin..aamiin alluhmaamiin. Ya sudah hati-hati ya kalian, jangan lupa bawa oleh-oleh mamah dan papah cucu." Ujar ibu Riani dengan terkekeh.
Merekapun berlalu dengan mobil masing-masing secara beriringan. Saat memasuki pertigaan komplek mewah, mereka berpisah. Orang tua Orion menuju kediamannya. Orion menuju jalan lain melewati rumah kediaman orang tuanya.
"Mas masih jauh? Kenapa berhenti??" Nayla bertanya karena masih heran dengan arah tujuan mereka. Orion meminggirkan mobilnya dan memberhentikkannya.
"Mas, kenapa berhenti?"
"Mas mau menutup mata kamu, karena ini surprise sayang, mas tutup ya?"Oriin menunjukkan penutup mata yang dikeluarkan dari sakunya
"Lagi??? Mau ngasih surprise apalagi coba mas? Udah banyak sekali yang kamu kasih mas." Ucap Nayla dengan senyum hangatnya
"Untuk orang yang paling berharga dan paling mas cintai dalam hidup mas, mas ga akan berhenti memberi sesuatu yang akan membuat kamu bahagia, sayang." Ucap Orion yang sudah menutup mata Nayla dengan kain penutup sambil mengelus kepala Nayla yang tertutup hijab Pashmina maroonnya.
"Ya Allah mas ga boleh berlebihan gitu loh, mas. Nay tuh hanya manusia yang tidak bisa kamu cintai berlebihan, Nay titipan saja untuk mas. Cukup cinta luar biasa mas untuk Allah saja, maka cinta mas ke Nay tak akan berlebihan. Nay sudah sangat bahagia berada di sisi dan bisa mendampingi mas." Nayla menenggelamkan wajahnya di dada
"Kan mas makin cinta nih sama istri mas yang sholehah ini, jangan pernah ninggalin mas ya?" Orion membalas pelukkan Nayla dengan erat dan mencium pucuk kepalanya
"Yaampun mas mau ninggalin kenapa coba? Mana mau Nay ninggalin mas. Mas nih udah bikin Nay jatuh terlalu dalam." Nayla menjawab dengan terkekeh
"Janji ya sayang, tidak akan pernah meninggalkan mas. Apapun yang akan kita hadapu di depan sana."
"Insya Allah mas Nay akan selalu di sisi mas, mendampingi mas hingha JannahNya, aamiin...aamiin yarobbal'alamin." Ucap Nayla sepenuh hati masih dengan posisi berpelukan.
"Aamiin..aamiin..yarobbal'alamin. Mata kamu mas tutup gini ga pusingkan?" Orion bertanya dengan melepaskan pelukkan dan membenarkan posisi kain penutup matanya
"Engga mas."
__ADS_1
"Ya sudah kalau gitu mas lanjutkan ya perjalanannya."
"Iya mas." Merekapun melanjutkan perjalanannya. Dan hanya memerlukan waktu lima belas menit untuk sampai ke tempat tujuan.
Orion melepas sealt belt dirinya dan kemudian Nayla.
"Tunggu ya, sayang. Mas bukakan pintu kamu." Orion keluar dari kursi kemudinya dan membukakan pintu Nayla. Menuntun Nayla tepat di depan pintu tempat yang ia akan tunjukkan.
"Mas sudah sampai?"
"Sudah, sebentar sayang." Orion mengambil sebuah kotak di dalam sakunya. Ia sembunyikan di belakang tubuhnya. "Sekarang boleh kamu buka."
Nayla membuka kain penutupnya dan untuk kesekian kalinya ia terkejut dan terpana dengan tempat yang ada di hadapannya. Sebuah rumah sangat mewah di lihat dari depan saja.
"Mas rumah siapa ini?" Nayla bertanya masih dengan keterkejutannya terpana dengan setiap sudut bagian luar rumah yang jauh lebih mewah dari rumah di Bandung
"Ini rumah kita, sayang."
"Rumah kita? Mas ga salahkan? Mas, Nay dan Arga hanya bertiga tapi rumah ini terlalu besar dan sangat mewah."
"Ini rumah utama untuk kamu yang pertama mas cintai sepenuh hati. Insya Allah ini untuk keluarga besar kita, sayang."
"Jika Allah meridhoi mas mau mempunyai anak yang banyak dari kamu, dan rumah ini akan ramai dengan kehadiran mereka." Orion mengatakannya tersenyum hangat dengan tangan kanan mengelus lembut pipi kanan. Tangan kirinya masih menyembunyikan kotak merah di belakang tubuhnya.
"Iya mas semoga Allah mengizinkan Nay mengandung banyak anak mas, aamiin..aamiin yarobbal'alamin."
"Aamiin...aamiin yarobbal'alamin. Kita masuk yuk sayang. Merekapun masuk ke dalam rumah. Seperti dugaan Nayla rumahnya kali ini lebih mewah dari rumah di Bandung dari depan saja pondasi rumahnya sudah berukiran bak kerajaan. Jangan ditanya lagi bagian dalam sangat mewah dengan perabotan yang tak kalah mahal dari rumah di Bandung. Jangan lupakan setiap sudut bagian ruang tamu, ruang tengah yang berhadapan langsung dengan kolam renang dan gazebo. Semuanya masih sama dengan impian Nayla bahkan di luar ekpektasi Nayla.
Ketika Nayla masuk ke kamar utama mereka luasnya lebih besar dari kamar di Bandung, lengkap dengan walk in closet pria dan wanita yang telihat dari label tulisan di luar pintu, kamar mandi, ruang kerja yang terhubung dengan kamar dan satu lagi ruangan yang masih kosong tanpa ada perabotan apapun.
"Mas satu ruangan ini untuk apa? Kenapa masih kosong?"
"Ruang untuk baby kita nanti sayang, nanti jika ada baby di sini dan ia telah terlahir ruangan ini akan dibuat terhubung dengan sekat transparan jadi kita masih bisa memantaunya, saat ia tertidur." Orion menjelaskan sambil mengelus perut rata Nayla.
"Ya Allah mas Rion sangat mengharapkan malaikat kecil dariku, semoga engkau beri kami kepercayaan untuk segera menimangnya." Batin Nayla menatap sendu Orion
"Tidak harus buru-buru sayang kita ikhtiar ya malam ini?" Orion meminta persetujuan Nayla untuk mengambil haknya
__ADS_1
Nayla hanya mengangguk, ia tersipu malu karena ucapan Orion. Kemudian Nayla duduk di sofa depan ranjang king sizenya. Orion mengikuti dari belakang.
"Untuk wanita cantik yang mas cintai." Lalu Orion bersimpuh di hadapan Nayla memberikan sebuah kotak merah buludru kecil. Nayla sungguh terkejut dengan isi kotak buludru itu sebuah kalung berlian yang indah.
"Ya Allah indah banget mas, pasti ini mahal sekali, mas." Nalya berucap dengan mata berkaca-kaca karena terharu
"Barang ini tak lebih berharga dari kamu, sayang." Orion memakaikan kalung berlian di leher Nayla yang tertutup hijab, ia menyingkap bagian bawah hijabnya.
"Terimakasih mas untuk semua yang kamu berikan." Nayla memeluk Orion yang telah selesai memasangkan kalungnya.
"Tak perlu berterimakasih, sayang. Kamu pantas mendapatkan apapun dari mas. Mas sangat bersyukur bisa memiliki kamu, Nayla Chaira Hardiajo, istriku." Orion membalas pelukkan Nayla mengelus lembut punggung Nayla, "Kita bersihkan diri dulu ya, sebentar lagi adzan maghrib." Orion merenggangkan pelukan menatap Nayla
"Iya mas. Tapi Nay ga bawa pakaian ganti."
"Di walk in closet sudah tersedia semua kebutuhan adek."
"Adek ke kamar mandi dulu ya."
"Iya sayang, mas di kamar sebelah ya."
"Iya mas"
Merekapun membersihkan diri di kamar mandi yang berbeda.
Nungguin ya????
Eiiits maaf miss prank 😂😂ðŸ¤
Bagian malem pertamanya bab setelah ini yaa
Dag dig dug seer eung
Serius miss lagi sad nih si sang calon lagi labil bikin miss aah sudahlah
Maafkan miss yang banyak curcor
Tapi jujur miss sadnya plus plus yang like turung dong ðŸ˜
__ADS_1
Please kencengin LIKE, VOTE dan tinggalin komen dong biar miss CRAZY UP di tengah-tengah kesibukkan real life nih 😉