
Setelah kepulangan Nayla dari rumah sakit. Ke posesifan Orion semakin bertambah. Ia sangat memperhatikkan apapun yang Nayla makan, pakaian yang Nayla kenakan, peralatan mandi sampai skincare Nayla. Seperti malam ini Nayla baru akan menggunakan step pertama skincare nya.
"Bu..,"panggil Orion yang baru keluar dari walk in closet
"Iya, yah." Nayla yang baru saja akan menggunakan toner ke wajah, tangannya ditahan Orion.
"Jangan dipakai, sayang."
"Kenapa, yah?"
"Ayah konsultasikan dahulu ke dokter Elisa ya, skincare yang bisa digunakan ibu hamil."
"Oh ya, ibu lupa ini skincare sebelum ibu tau hamil."
"Iya enggak apa-apa, sayang. Kamu kan lupa. Malam ini ga usah pakai apa-apa saja dulu ya, bu?"
"Iya, yah. Ayah dokter Elisa kan dokter kandungan bukan dokter kecantikan loh ya." Nayla mengingatkan Orion dengan terkekeh
"Ayah meminta dia menjadi dokter kandungan pribadi ibu dengan segala kebutuhan ibu. Yah juga meminta dia bekerja sama dengan dokter gizi dan dokter kecantikan. Kayak gini nih perlu tahu tentang skincare yang bisa digunakan ibu, makanan yang sehat buat ibu sampai make up yang boleh ibu pakai. Jadi ga perlu khawatir."
Sebelum Nayla pulang ke rumahnya Orion mendatangi ruang dokter Elisa.
Flashback on
"Selamat siang, dok."
"Siang tuan Orion."
"Silahkan masuk, ada yang bisa saya bantu?"
"Begini dok, saya mendapat rekomendasi dari ibu mertua saya untuk menjadikkan dokter kandungan pribadi istri saya Nayla dok. Apakah dokter bersedia?"
"Dengan senang hati saya bersedia, tuan." Elisa merasa terhormat menjadi dokter kandungan istri seorang pengusaha muda di bidang IT dan teknologi.
__ADS_1
"Terimakasih dok untuk kerja samanya. Untuk soal salary jasa dokter, nanti asisten saya yang akan mengurusnya."
"Baik, sama-sama tuan. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk nyonya muda."
"Iya semoga dok, saya harap dokter siap siaga ketika ada hal urgent."
"Baik, tuan. Itu sudah kewajiban saya, tuan."
"Mohon bantuannya dok, agar dokter juga bisa bekerja sama dengan beberapa dokter yang akan mengurus semua kesehatan Nayla. Mulai dari dokter gizi yang mengatur makanan apa saja yang bisa dan boleh istri saya konsumsi dan dokter kecantikan untuk merekomendasikan skincare dan make up aman untuk ibu hamil. Orion berkata dengan tegas dan dengan wajah datarnya
"Baik, tuan. Saya akan bekerja sama dengan dokter gizi dan kecantikkan mengenai kebutuhan gizi dan perawatan nyonya Nayla." Ujar sang dokter kepada Orion. "Ya Tuhan, beruntung sekali nyonya Nayla memiliki suami seperti tuan Orion." Batin dokter Elisa
Flashback Off
Satu bulan satu minggu berlalu usia kandungan Nayla sudah beranjak dua bulan. Selama itu juga Nayla dan Orion bekerja dari rumah. Nayla tetap memantau usahanya dari rumah sedangkan Orion sering mengerjakan pekerjaannya di sofa kamarnya atau di ruang kerjanya. Masih dengan ke posesifannya kepada Nayla. Orion sangat menikmati waktu-waktu bersama Nayla. Ia selalu siap siaga saat waktunya Nayla harus meminum susu hamil dan vitaminnya. Selalu ia yang membuatkan susu hamil dan memberikan vitamin kepada Nayla.
"Sayang, ayah mau berenang." Ucap Orion kepada Nayla yang sedang memasak cookies dan puding untuk cemilan siang mereka, ia memeluk Nayla dari belakang dengan mengelus perut Nayla yang sedikit menyembul dan mulai mengeras.
"Tumben mau renang hari ini. Biasanya ayah renang weekend. Ya sudah sana renang saja."
"Ayah serius? Bareng ibu?"
"Iya, ayah entahlah ayah lagi mau banget renang bareng ibu. Bawaan baby ayah nih kayaknya."
"Hahaha jadiin anaknya alasan, ya. Ibu aja ga mau apa-apa loh, yah."
"Ibu tau sendiri yang ngerasain morning sickness ayah, nah ayah juga nih kayaknya ngerasain ngidamnya."
"Haha, dasar ayah. Tapi yah nanti kita renang gimana ada pelayan laki-laki yang lewat ke rumah belakang atau ke depan."
"Engga akan, ayah udah minta kepala pelayan memastikkan tak ada yang masuk keluar dan melewati kolam renang. Jadi ibu pakai pakaian renang, yah."
"Iya, yah kan sudah ada baju renang hijab yang ayah baru belikan di walk in closet."
__ADS_1
"Jangan pakai yang itu, sayang. Pakai yang tak berhijab, kan hanya berdua dengan ayah."
"Iya iya, lepasin dulu tangan ayah. Biar ibu siap-siap dulu." Orionpun melepaskan pelukan mengikuti Nayla masuk ke kamar mereka yang dilantai satu. Setelah tahu kehamilan Nayla, Orion merenovasi salah satu ruang di lantai satu menjadi kamar utamanya yang kedua dengan suasana yang lebih nyaman lengkap dengan walk in closet baru dan satu ruang kosong pintu transparan untuk ruang bayi mereka nanti.
Setelah bersiap Orion dengan celana pendek bertelanjang dada menggunakan handuk kimono. Dan Nayla menggunakan baju renang potongan pendek, dengan handuk kimono juga. Ia dan Orion ke belakang kolam renang. Orion menggenggam tangan Nayla saat turun ke kolam renang.
Saat telah didalam kolam renang, Orion memeluk Nayla dari belakang. Ia senang sekali mengelus perut Nayla yang menyembul masih kecil. Mereka tak berenang, melainkan berjalan. Lebih tepatnya Orion ingin merasakan sensasi berpelukkan dan saling bertukar salivar di kolam renang, tanpa Nayla tahu alasan utama Orion mengajaknya berenang.
"Sayang perut sudah sedikit menyembul, ayah ga sabar lihat kamu dengan perut semakin membesar." Orion mengelus lembut perut Nayla, tangan Nayla pun menyentuh punggung tangan Orion yang sedang mengelus perutnya.
"Ayah hobi banget ya mengelus perut ibu? Ibu juga ga sabar yah nengok anak kita setelah usianya emoat bulan mulai terbentuk sempurna"
"Ayah juga ga tau, sayang. Ayah selalu ingin mengelus perut kamu. Sepertinya anak kita perempuan, maunya di elus ayah terus kayak ibunya." Orion terkekeh saat mengatakannya. Memang tak dipungkiri setiap sebelum tidur Nayla meminta Orion mengelus kepalanya. Jika tidak ia tak bisa tidur. Setelah Nayla tertidur Orion akan beralih mengelus perut Nayla.
"Memang ayah maunya anak kita perempuan?"
"Engga juga, sayang. Ayah bagaimana dikasihnya saja, mau laki-laki lagi atau perempuan sama saja, asal itu terlahir dari rahim kamu. Yang terpenting kamu dan anak kita sehat." Nayla yang selalu terharu dengan ucapan Orion membalikkan tubuh. Ia memeluk Orion yang bertelanjang dada.
Orion membalas pelukkan Nayla, untuk beberapa saat mereka berpelukkan. Orion merenggankan pelukannya, ia memegang dagu Nayla mencium lembut bibir Nayla memangutnya lebih dalam dengan tangan sebelah memeluk pinggang Nayla. Ia mencium Nayla dengan rakus, dengan tangan yang tak tinggal diam. Mengelus punggung Nayla yang terbuka. Turun ke leher jenjang Nayla mencium memberi tanda kepemilikan disana.
Nayla yang terangsang mengeluarkan suara lenguhannya. Tangan Orion membuka resleting belakang baju renang Nayla.
Mas, jangan dibuka
"Mas mau sayang"
"Disini? Didalam air?" Orion yang sudah dipenuhi dengan kabut gairah tak menjawab hanya menganggukkan kepala.
Merekapun melakukan hal yang diinginkan dalam keadaan berdiri di dalam air. Orion benar-benar ingin merasakan sensai bercinta di dalam kolam renang bersama Nayla. Seluruh pelayan dilarang keluar masuk sebelum tombol pemanggil pelayan ditekan Orion
Percintaan mereka berulang dua kali, meskipun Orin ingin melakukannya berkali-kali tapi ia sadar dengan kondisi kandungan Nayla yang masih di satu semester. Orion menggendong Nayla yang sudah kelelahan dibalut kimono handuknya ke kamar utama mereka.
Miss ga janji sehari bakal up double saad nih miss likenya kurang kenceng
__ADS_1
miss double up kalau LIKE dan VOTE nya makin kenceng 🤭🥰
Jangan lupa baca cerita miss kedua yang menguras emosi dan air mata klik profil miss aja yaa 😍🤗