Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
106. Kelahiran Baby Twins


__ADS_3

DI PART INI MENGANDUNG BAWANG MERAH


JANGAN TERPANCING EMOSI


MISS EMANG NGESELIN BIKIN PEMBACA GALAU


LANJUTKAN BACA YAAA SEBELUM UNFAV


eeh tapi hak deng mau Un atau lanjut miss ga maksa siapapun suka karya miss. suka alhamdulillah engga juga nggak apa-apa.


Moon maap nih miss nyelipin orang ketiga tapi hanya intermezo ga sedramatisir itu ko 🤣


Makanya baca sampai tuntas di part selanjutnya ya sebelum kesel dan Unfav. Miss juga wanita atuh nggak mau ada orang ketiga jadi nikmati alurnya sebelum UnFav


Menggoyangkan diri diatas bola, berjalan – jalan di lorong rumah sakit, dan diberi pijatan halus oleh Orion sebagai suami sudah dilakukan namun bukaan baru 5. Nayla terus mempraktekkan hasil yoganya menarik napas, menenangkan diri dan terkadang mengalungkan tangan ke leher Orion. Meminta Orion terus memberi pijatan halus di pinggul pinggangnya. Orion terlihat lebih tegar dengan hati terus melafadzkan do’a untuk kelancaran persalinan Nayla dan keselamatan ketiga nyawa yang berarti dalam hidupnya.


Pijatan tangan besar Orion ternyata sangat membantu bukaan Nayla. “Mas ada yang mau keluar rasanya.” Nayla memberi tahu Orion yang memeluknya dari depan terus memberikan pijatan halus di punggung bawah Nayla. Dokter yang mendengar


“Coba saya lihat kemungkinan kepala bayi mulai turun.” Dokter Elisa mengeceknya dan benar saja bukaan lengkap.


“Bagaimana dok?” Tanya Orion di samping Nayla mengenggam erat tangan Nayla


“Bukaan lengkap, bawa nyonya ke ranjang tuan. Kita akam mulai proses melahirkan.”


“Aaaa*hhhh sakiiit mas.., uuu*hh..huu*h...haaa*hh sakiit.” Orion yang berada di samping Nayla tetap mengenggam tangan Nayla dan membisikkan kalimat-kalkmat penguat dan positif


“Kamu kuat sayang, kamu bisa, mas di sini. Mas sangat mencintaimu.” Orion terus menguatkan dan memberi kecupan di kening Nayla. Nayla yang tidak tahan dengan kesakitannya mecengkram tangan Orion yang digenggamnya. Walau terasa perih Orion mengabaikannya rasa sakit Nayla jauh lebih menyakitkan di banding cengkraman kuku Nayla.


“Tarik napas nyonya, hitungan ketiga mengejan ya..., 1 2 3.”


“Euuuu***hhh..., Euuu*hhh,”


“Bagus nyonya kepala anak pertama anda sudah keluar. Tarik napas lagi.”


Nayla menarik napas menghembuskan dan mengejan


Plop


Oek...ooek...ooek..


Suara anak pertama Nayla dan Orion berhasil terlahir.


“Selamat nyonya dan tuan anak pertama kalian laki-laki terlahir dengan sempurna.” Rasa sakit Nayla terobati dengan suara tangisan merdu putra pertamanya Orion pun menangis harus mencium kening Nayla. Tak berselang lama

__ADS_1


“Dok aaa**hh...sakiiit.”


“Ok bersiap ya nyonya sekarang anak kedua anda tak sabar ingin bertemu anda menyusul kakak nya. Tarik napas, hembuskan dan mengejan.”


“Euuug***hh...euuug***h*


Plop


Ooeek ...,oooek..,ooek suara tangisan seorang putri kecil yang lebih nyaring dibanding sang kaka


Nayla dan Orion menangis haru. Orion menempelkan kening di kening Nayla. “Terimakasih sayang kamu membawa mereka ke dunia dengan selamat. Istirku kamu sangat hebat. Mas mencintaimu.”


Nayla tersenyum dengan tangisan haru kedua bayi Nayla sedang dibersihkan. Senyuman Nayla memudar karena mata Nayla mulai sayu dan blur. Nayla tak sadarkan diri. Orion memanggil Nayla dengan tangisan pecah.


“Sayang...sayang..,Nayla...Naylaa...Istriku...bangun sayang.”


Dokter dengan sigap memeriksa Nayla dan dua perawat pria memegang kedua tangan Orion untuk mundur.


“Tuan tolong kerjasamanya biarkan dokter memeriksa.”


“Lepaskan saya, selamatkan istri saya dok, saya mohon.” Orion berkata terisak menahan rasa sesak, ketakutannya menjadi sebuah kenyataan. Orion gagal membujuk Nayla untuk melahirkan caesar. Orion sering membaca tentang kelahiran ibu yang mengandung kembar dan resiko kematian sangat tinggi jika melahirkan normal. Hal itu yang membuat Orion sangat takut. Namun keyakinan Nayla yang meluluhkan keyakinannya.


Kedua perawat terpaksa menyeret Orion keluar dari ruang persalinan. Di luar sudah ada orang tua Nayla dan Orion beserta kakak – kakak Nayla.


Mereka yang melihat keadaan Orion menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan Nayla.


“Nyonya tak sadarkan diri sedang ditangani dokter. Sebaiknya keluarga mendoakan keadaan nyonya agar baik-baik saja.”


Orion merosot terduduk di lantai depan pintu tertutup menangis tersedu.


“Sayang kamu janji akan baik-baik saja, sayang mas dan anak-anak kita membutuhkanmu. Bangun Nay banguun.” Orion sangat terpukul sesosok pria berwibawa, dengan rahang tegas dan sering menampilkan tatapan datar dan dingin menjadi sesosok lelaki tak berdaya menangisi wanita yang dicintainya. Ibu Orion Riani mendekat mendekap Orion.


“Rion hentikan Nayla akan sedih melihatmu seperti ini. Kita berdoa untuk kesembuhan Nayla. Bangunlah nak. Kedua anakmu membutuhkanmu.”


“Maaf dengan suami nyonya Nayla?” Tanya salah satu perawat wanita


“Iya saya, “ucap Orion masih dengan air mata mengalir namun menahan isakannya


“Kedua bayi anda sudah dibersihkan, silahkan untuk mengadzani dan menqomahinya.” Orion dengan hati yang bercampur aduk berjalan lunglai ke ruang bayi mengadzani anak lelaki dan mengqomahi anak perempuannya dengan terbata menahan rasa sesak akan keadaan Nayla.


Hancur, sesak, sakit hati Orion saat menatap kedua balita yang baru terlahir satu jam lalu. Demi melahirkan kedua buah hatinya yang sangat dinantikan Nayla wanita yang selama ini ia cintai dan tak mudah mendapatkannya harus berkorban nyawa demi keinginan Orion memiliki anak dari rahim Nayla. Rasa bersalah dan penyesalan melingkupi hati Orion. Jika bukan karena dirinya yang ingin Nayla mengandung dan jika bukan karena dirinya yang tidak tegas dengan keras kepala Nayla untuk melahirkan normal. Mungkin Nayla tidak akan terbaring lemah. Orion atau siapapun belum diperbolehkan memasuki ruangan Nayla.


Dokter ataupun perawat masih belum memberitahu apa yang terjadi kepada Nayla. Hal itu membuat Orion marah dan murka jika pak Hendra ayah Nayla tidak menahan emosi Orion. Dokter meminta waktu untuk melakukan yang terbaik. Karena kasusu yang dialami Nayla sangat jarang. Tidak mengalami pendarahan namun tak sadarkan diri.

__ADS_1


“Sayang mas janji jika kamu kembali sehat, mas tidak akan memintamu mengandung anak mas kembali cukup Fariz dan Freya saja.” Ucap Orion menatap sendu Nayla dari kaca di kuar ruangan Nayla yang gerbaring lemah. Kedua anak kembar Orion telah di beri nama. Orion berniat memberi surprise kepada Nayla untuk kini Nayla tak sadarkan diri.


Orion menghubungi perusahaan z di negara x meminta bantuan untuk mencarikan dokter obgyn terbaik. Orion ingin Nayla tersadar dan mengetahui penyebab ketidaksadaran Nayla. Karrna jarak tempuh negara x ke indonesia sekitar 18-19 jam. Orion harus menunggu besok sampai dokter ahli tersebut datang.


**


Keesokkan harinya dokter ahli obgyn terbaik dari negara x sudah berada di rumah sakit tempat Nayla melahirkan. Selama satu jam sang dokter yang bernama William melakukan serangkaian pemeriksaan.


“Tuan bisa kita bicara sebentar?” Tanya William kepada Orion


“Bisa dok.” Orion pun mengikuti William ke ruangannya


“Apa yang terjadi dengan istri saya dok?”


“Istri anda hanya mengalami shock saat melahirkan. Ini di sebabkan karena kehamilan pertama dan kembar ditambah kekurangan darah dan pasokan oksigen saat melahirkan. Dia berusaha menggunakan semua tenaganya untuk melahirkan secara normal. Dengan kondisi riwayat methorhargia dan anemi tidak dianjurkan melahirkan normal apalagi mengandung bayi kembar “


“Lalu kapan dia akan tersadar dok?”


“Untuk tepatnya saya tidak bisa memastikkan tapi ini hanya sementara. Berdo’a saja kepada TuhanMu semoga Dia memberi keajaiban. Ajaklah istrimu berkomunikasi dengan menceritakan moment--moment bahagia kalian yang telah lalu dan rencana ke depannya. Dengan begitu di bawah alam sadarnya dia akan terdorong untuk membuka matanya “


“Baik dok ,saya akan mencobanya . Saya sudah bisa masuk dan menunggu di ruangannya?”


“Iya sudah tuan silahkan. Tapi tidak disarankan untuk bersedih ataupun menangis di hadapannya. Karena akan mempengaruhi mental di bawah alam sadarnya.”


“Baik dok, saya permisi.” Dengan bahagia Orion yang tidak sabar sudah bisa masuk ke ruangan Nayla berlari dan mengabaikan panggilan keluarganya dan Nayla.


“Sayang mas datang, anak kita sudah terlahir ke dunia. Mereka sangat mirip dengan kita. Apalagi bibir dan matanya sangat mirip denganmu. Bangun yaa mereka ingin kamu peluk sayang. Mas juga sangat merindukanmu.”


“Sayang masih datang ke sini bersama kedua anak kita mas beri nama Fariz Alif Hardiardjo dan Freya Putri Hardiardjo. Apakah kamu suka nama itu? Kehidupan kita sudah lengkap sayang. Setelah kamu sadar mas akan menuruti apapun maumu. Mas tak akan membatasi ruang gerakmu. Mas janji sayang.” Ucap Orion di hari ke tiga setelah pemeriksaan oleh dokter William masih tak ada respon dari tubuh Nayla.


“Sayang mas sangat merindukanmu, bangunlah sayang. Mas, Faris dan Freya membutuhkanmu. Kelak kita akan mengantar Fariz dan Freya berangkat ke sekolah bersama, berlibur bersama dan menghabiskan waktu bersama.” Sudah hari ke sepuluh Orion selalu menjaga, menemani dan mengajak Nayla berkomunikasi meskipun tidak ada respon dari Nayla. Orion yakin Nayla mendengar setiap ucapannya.


“Sayang maafkan mas hari ini mas akan menikahi Lisa. Fariz dan Freya sangat membutuhkan sesosok ibu. Maafkan mas sayang.” Tepat satu bulan Nayla terlelap Orion mengutarakan saran dari orang tuanya. Tanpa Orion duga Nayla menggerakkan kedua tangannya dan mengerjapkan mata. Orion yang frustasi mengusap kasar wajahnya, menutup mata dnegan satu tangannya dan menahan suara isakannya setelah mengatakan hal yang terpaksa tadi


“Mas...,” panggil Nayla


Orion membuka mata dari tangan yang menutup wajahnya. Membulatkan mata, tertegun dengan Nayla yang sadarkan diri.


Penasaran kelanjutan ucapan Orion????


Lah Nayla sadar terus mau nikahin Lisa???


Gimana dong kelanjutannya???

__ADS_1


Mau tau?


Like, VOTE, Hadiah 🌹 dan ramaikan komennya dulu atuh. Baru miss up lagi. Daripada penisisrin kan 🤣


__ADS_2