
Sabtu jadwal arisan diadakan kebetulan itu di mansion Nayla dan Orion.
Saat arisan dimulai Orion hanya menyapa para teman arisan Nayla saja. Lalu ia masuk kembali ke ruang kerjanya.
Setelah acara utama dimulai mereka saling bersenda gurau, ada yang mengobrol dan ada juga yang menikmati hidangan.
Sedangkan sang nyonya rumah sedang beraksi menjalankan misinya.
"Tante Dara." Panggil Nayla kepada Andara yang sedang mengambil minuman
"Iya Nay. Kamu semakin cantik saja."
"Ah tante bisa saja. Tante malah yang tambah cantik."
"Kamu nih bisa saja. Anak-anakmu pada sibuk ya Nay?"
"Iya tante mereka sudah memiliki kesibukannya masing-masing. Fariz sibuk sekali dengan amanat sang ayah di perusahaan, Freya sedang melanjutkan studi di negeri sakura, Fakhri dan Fadhil sedang les musik tante."
"Pantas saja sepi."
"Kalau Fania apa kabarnya tante?"
"Fania baik-baik saja. Dia sedang sibuk menjadi karyawan di perusahaan orang lain."
"Loh ko nggak kerja di perusahaan ayahnya sendiri?"
"Fania tuh seperti Freya Nay, dia tak mau bekerja di perusahaan keluarganya. Ia ingin mandiri. Tapi tante cukup khawatir dengan Fania. Perusahaan tempat Fania bekerja sangat terasa persaingannya. Sikut menyikutnya itu loh. Tante iak ingin Fania terlamu bekerja keras karena bagaimanapun dia perempuan dan kelak akan menjdi seorang ibu."
"Oh gitu, bagaimana jika Fania kerja di perusahaan yang dipimpin Fariz saja? Semuanya bisa terkontrol langsung oleh Fariz. Dari dahulukan mereka bersama, jadi tak sulit untuk menyesuaikan diri lagi di perusahaan Fariz tan."
__ADS_1
"Iya ya tante nggak terpikir. Padahal sudah satu tahun Fania di negera ini. Tapi tak masalah jika Fania masuk ke perusahaan Fariz? Apakah Fariz akan menyetujuinya?"
"Tenang saja tante, Fariz pasti setuju."
"Baiklah tante akan bicarakan ini dengan Fania."
"Baik, tante." Ucap Nayla dengan senyum manisnya. "Langkah pertama berhasil." Batin Nayla
**
"Ayah sayang..," panggil Nayla saat memasuki ruang kerja Orion.
"Ada apa sayang senyam senyum sendiri? Kamu dapat arisannya?"
"Lebih dari menang arisan yah. Sepertinya Allah mendukung ide ibu. Ada jalan untuk kita menyatukan Fariz dan Fania."
"Maksudnya bagaimana?"
"Oh seperti itu. Bu tapi ayah khawatir Fariz nggak nyaman Fania dimasukkan atas rekomendasi kita."
"Ayah sayang ibu nggak akan mengajarkan KKN ko, Fania masuk sesuai dengan bidangnya melalui tes. Ibu yakin dengan kemampuan Fania bisa masuk perusahaan kita. Kemarin ibu sempat lihat di layarnya Fariz sedang dibutuhkan staff keuangan dan sekretaris. Nah kan Fania bisa menjadi staff keuangan. Walau tak selalu berhubungan dengan Fariz tapi beberapa waktu bisa bertemu saat pelaporan atau meeting dengan bagian keuangan misalnya."
"Ayah mengerti maksud ibu jadi ibu mau mempertemukkan mereka seolah kebetulan."
"Nah gitu maksud ibu yah. Semoga semuanya berjalan lancar. Tante Andara mau membujuk Fania melamar pekerjaan di perusahaan Fariz."
"Fania sendiri tahu itu perusahaan Fariz?"
"Nggak lah yah. Tante Andara kan bilang Fania nggak mau melalui koneksi, jadi Tante Dara akan bilang itu perusaah yang cukup bagus dan sehat tanpa bilang ada hubungannya dengan keluarga kita. Seolah dia mendapat informasi melalui internet gitu yah. Ibu juga yakin dulu Fariz cukup kehilangan Fania. Ayah inget nggak Fariz sempat menjadi pendiam ketika Fania tiba-tiba tak ada tak datang ke rumah atau berhenti mengirimi masakannya?"
__ADS_1
"Ayah pikir bukan karena itu. ayah pikir Fariz merasa terbebani dnegan tanggung jawab yang ayah beri di usia sangat muda."
"Ayah salah, Fariz itu merasa kehilangan wanita yang memperhatikkannya. Walau cuek dan terlihat kesal tapi ibu sering memergoki dia tersenyum saat Fania tak melihatnya. Ibu rasa Fariz memiliki perasaan juga pada Fania tapi egonya yang menutupi itu."
"Jika memang analisis ibu seperti itu, ayah ikut baiknya ibu."
"Terimakasih suamiku sayang." Nayla memeluk erat Orion yang dibalas lenih erat oleh Orion si bucin.
"Mau sayang."
"Mau maghrib yah pamali."
"Darimana pamalinya? Yang ada kamu sayang pamali menolak permintaan suami."
Nayla memutar bola mata malasnya, mau tak mau berakhir pergulatan panas di ruang kerja Orion.
**
"Nggak mah Fania di perusahaan ini saja "
"Tapi sayang perusahaan kamu sekarang tuh nggak sehat. Kalau di perusahaan yang mamah temukan infonya di internet punya nama yang baik loh sayang. Bertaraf internasional lagi. Karir kamu akan berkembang dengan baik."
"Fania akan pikirkan baik-baik."
"Oh ya ada salam dari tante Nayla, lama tak melihatmu katanya. Kapan-kapan kamu main ke sana pasti merindukan Farizkan?"
"Enggak ko mah. Lain waktu saja, Fania masih sibuk." Sebelum pergi studi Fania memutuskan menghentikkan cinta bertepuk sebelah tangannya dan berjanji tak akan mengejar Fariz kembali. Untuk itu saat kembali ke Indonesia Fania tak ingin bertemu keluarga Fariz sama sekali walaupun Freya.
Miss up di sini jangan lupa LIKE VOTE 🌹 dan komennya ðŸ¤
__ADS_1
Agak santuy yah di sini ðŸ¤