Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
81. Satu Pasang Buah Hati Kami


__ADS_3

Orion dan Nayla telah sampai rumah sakit pilihan Orion. Mereka disambut hangat oleh kepala rumah sakit. Orion menanam saham di rumah sakit tersebut baru-baru ini agar kelak jika ia menetap di negara ini tak sulit untuk menggunakan fasilitas rumah sakit jika dibutuhkan.


“Silahkan tuan nyonya,” Dokter Mariana mempersilahkan Orion dan Nayla memasuki ruangan pemeriksaan kandungan


“Apa di usia kehamilan nyonya sekarang ada keluhan?” Tanya dokter Mariana kepada Nayla


“Untuk saat ini tidak dok, masih baik-baik saja. Hanya terasa sering pegal di bagian pinggang dan agak ngilu di punggung saat malam tiba.”


“Baik nyonya itu hal wajar karena kandungan kembar membuat tubuh sang ibu yang mungil seperti nyonya tidak nyaman. Untuk mengatasi ketidaknyamanan itu nyonya biasa melakukan apa? Atau ada obat yang dikonsumsi?” Dokter memastikkan apa yang dilakukan Nayla atau mengonsumsi obatkah karena sang dokter sering kali menemukan warga Indonesia mengonsumsi obat herbal berupa minuman untuk mengatasi ngilu dan pegal.


“Saya tidak mengonsumsi apapun untuk menghilangkan rasa ngilu dan pegalnya. Saya hanya membutuhkan tangan besar suami saya saja dok.” Nayla dengan tersipu malu dengan tersenyum manis karena memang sampai saat ini Nayla masih sangat membutuhkan elusan dan usapan tangan besar Nayla untuk mengurangi rasa ngilu pegal dan untuk menenangkan tendangan aktif kedua bayinya.


“Syukurlah sang ayah sangat berperan besar dalam proses kehamilan nyonya.” Dokter Mariana tersenyum menanggapi ucapan Nayla. “Mari kita periksa kondisi janinnya, apakah sudah mengetahui jenis kelaminnya?”


“Belum, dok.” Ucap Orion


“Baik kita lihat apakah kedua anak tuan dan nyonya mau memperlihatkan jenis kelaminnya. Silahkan naik ke ranjang nyonya.”


Nayla naik ke ranjang khusus pasien dibantu oleh Orion, dokter memeriksa perut Nayla yang sudah diolesi gel oleh perawat. Orion berada di sisi Nayla menggenggam tangan Nayla.


“Lihatlah tuan nyonya, kedua bayinya sangat sehat, cukup besar. Wah ini wajahnya mirip ke siapa nih? Coba kita lihat jenis kelaminnya. Puji Tuhan bayinya laki-laki dan perempuan, selamat tuan nyonya bayinya satu pasang.”


“Alhamdulillah, Nayla dan Orion mengucapkan rasa syukur bersamaan mereka terharu dengan keadaan dan jenis kelamin anaknya. Di kedua ujung mata Orion menetes air mata haru, sedangkan Nayla menangis haru tanpa suara. Cairan bening keluar begitu saja dari mata sipit Nayla.


“Terimakasih sayang telah menjaga diri dan kedua anak kita, anak kita tumbuh dengan sehat.” Orion sangat terharu mencium punggung tangan Nayla


Nayla hanya tersenyum bahagia, dia masih spechless bisa mengandung kedua bayi kembar satu pasang. Pernikahan bersama lelaki yang ia kagumi dan cintai disertai dengan kelengkapan kedua buah hati yang kembar lelaki dan wanita sungguh anugerah terindah yang Nayla dapatkan. Tidak ada kata yang mampu melukiskan rasa bahagia dan syukur Nayla kecuali menjaga dan mempertahankan apa yang telah dimilikinya sebagai titipan sang Ilahi. “Ya Allah aku berjanji akan menjaga merawat suami dan kedua buah hatiku yang telah engkau anugerahkan.” Janji Nayla di dalam hati

__ADS_1


Setelah pemeriksaan kandungan Orion yang memang tidak paham kapan harus menyiapkan kebutuhan bayi mereka berniat ke mall bersama Nayla.


“Sayang kita mau kemana? Ini bukan ke arah rumah kita.” Nayla merasa heran dengan Orion yang yerus melaju tidak berbelok ke arah kediaman mereka


“Kita ke mall sayang, ayah ingin kita mempersiapkan dan memilih kebutuhan baby twins bersama.”


“Ayah sayang usia kandungan ibu masih lima bulan, orang tua bilang pamali yah beli di usia kandungan belum matang sepenuhnya.”


“Memang usia kandungan berapa sayang kita mempersiapkan segalanya?”


“Sebagian orang mempersiapkan di usia kandungan tujuh bulan ada juga yang mempersiapkan di usia kandungan delapan bulan.”


“Baiklah, kita tunda dahulu. Ayah ikut baiknya ibu.”


“Terimakasih suamiku.” Nayla memeluk lengan kanan Orion karena Orion mengemudi di sebelah kiri


“Kiss sayang.” Nayla pun memberi kecupan sekilas saat lampu merah.


“Bukan kecupan sayang, kiss.”


“Di jalan ayah.”


“Ayah tahu ini kan lagi merah.”


“Malu yah terlihat pengemudi kiri kanan.”


“Dari luar tidak akan terlihat sayang, mobil ini sudah ayah lengkapi kaca tak terlihat dari luar.”

__ADS_1


“Benar ya,yah.” Tanpa menjawab pertanyaan Orion, Orion yang tak tahan melihat bibir tebal seksi Nayla langsung mencium ******* bibir candu Nayla


Setelah sampai di kediaman Orion tidak langsung masuk ke kamar utama Nayla. Orion masuk ke ruang kerja karena telah dinantikan Dirga. Sedangkan Nayla masuk ke kamar, Nayla memasukkan foto hasil USG nya ke album khusus selama kehamilan Nayla.


Dalam album itu tersimpan hasil USG, foto – foto Nayla dengan berbagai OOTD dengan pose hampir sama menghadap ke kaca posisi Nayla menyamping mempelihatkan perutnya dengan tangan memegang perut, ada foto Nayla rebahan memperlihatkan perutnya saja, foto bersama Orion yang menghadap cermin dengan posisi Orion memeluk Nahla dari belakang menyentuh perut besar Nayla dan masih banyak foto lainnya. Album foto itu dikhususkan menyimpan memori kehamilan pertama Nayla.


Seperti impian Nayla saat ia mengandung ia ingin mengabadikan perubahan perutnya yang menggemaskan saat mulai membesar dari bulan ke bulan. Suatu hari nanti Nayla ingin menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa ia menyimpan memori tentang mereka sebelum terlahir di dunia hingga hadir di dunia. Dan betapa Nayla bahagia dan bersyukur atas kehadiran buah hati dan suami yang ia cintai.


Orion pun sangat menyukai foto-foto yang menyimpan memori bersama dengan Nayla. Orion memang cukup posesif terhadap Nayla tetapi untuk mengabadikan suatu moment Orion memang cuek. Prinsip Orion lebih baik menyimpannya dalam memori ingatan daripada mengabadikan dalam sebuah foto, Orion memang tidak begitu menyukai di foto. Namun Nayla membuka pandangan terhadap prinsip Orion bahwa moment yang dilewati tak akan pernah terulang bukan hanya dibutuhkan memori ingatan namun jejak media yang kelak akan menjadi reminder perjalanan mereka.


Untuk itu Orion mulai menyesuaikan diri dengan Nayla mau sering berfoto dengan Nayla bahkan terkadang berinisiatif sendiri memotret berdua saat Nayla di depan kaca sering memeluk tiba-tiba dari belakang dan memotret dari pantulan cermin. Hingga album khusus kehamilan Nayla dipenuhi foto bersama di depan cermin. Seperti saat ini Orion yang baru masuk dari ruang kerja tiba-tiba memeluk Nayla dari belakang.


“Ayah ingin kamu, sayang.” Orion memeluk Nayla yang sedang mencoba dress rumahan yang baru di dapatnya dari membeli online dari Bali. Nayla mulai merasa tidak nyaman menggunakan dress panjang apalagi berbahan kurang adem. Untuk itu Nayla membeli dress rumahan khas Bali yang adem dan nyaman dengan kondisi perut yang mulai menyesakkan.


“Ayah mau ibu? Tapi ibu lapar yah.” Nayla menggunakan jurus terampuh agar lolos dari serangan Orion memperlihatkan puppy eyes nya di pantulan cermin.


Orion yang tidak tega pun mengurungkan niatnya terlebih dahulu. “Baiklah sayang, mau makan apa?” Orion menekan tombol maid untuk menyiapkan makanan, sebelum pulang mereka sempat makan dahulu. Namun karena kehamilan Nayla yang semakin besar membuat nafsu makan Nayla bertambah dan sering merasa lapar. Orion pun tidak mempermasalahkan itu selama Nayla dan anak-anak dalam kandungan Nayla sehat.


Ciiiie sekali goals dua kembar seoasang lagi 🤭


siapa yang mau punya anak kembar??


miss sih No 🤣


Tatuuut ngelahirinnya 🤭


Btw ini misstizen makin banyak tapi ko VOTE nya dikit amet yaa???

__ADS_1


Pada adakan??? Sayang sayangku jangan lupa VOTE, LIKE, BUNGA hadiah nya dan ramaikan komen untuk megapresiasi karya miss ini loh 🤭


Terimakasih sebelumnya yang telah mengapresiasi karya miss. Silahkan join grup chat miss juga ya boleh kalau mau bahas apapun 🤭


__ADS_2