Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
102. Bertemu Sang Mantan


__ADS_3

Keesokkan harinya setelah sarapan Orion mengajak Nayla berjalan disekitaran taman komplek kediaman Wijaya. Sudah dua puluh menit mereka berjalan berkeliling. Selama berjalan Orion menggenggam tangan Nayla terus. Terkadang merangkul bahu atau melingkarkan tangan di pinggangnya. Ia tidak suka saat melewati para lelaki yang sedang berolahraga memandang Nayla dengan tatapan lapar. Padahal sudah sangat jelas Nayla berjalan bersamanya dengan perut besar.


Memang tubuh Nayla yang sedang mengandung besar membuat tubuh Nayla terlihat sangat seksi ditambah aura yang terpancar dari wajah baby face Nayla. Meskipun Nayla memakain pakaian tertutup yang sopan dengan hijab pashmina yang menutup bagian dada Nayla. Tapi tetap saja Nayla menjadi pusat perhatian. Inilah yang Orion beci saat ke tempat umum


Sebelum mereka ke taman Orion menghubungi Dirga untuk mengosongkan taman, namun Nayla merajuk tak ingin berlebihan. Ingin membaur dengan orang sekitar lainnya. Orion pun pasrah mengikuti keinginan Nayla dibanding harus melihat Nayla merajuk dan dirinya tak bisa menyentuh tubuh Nayla yang membuatnya candu.


“Sayang, ibu llelah” Nayla sudah mulai kelelahan dan merasa pegal dipunggungnya.


*Ya sudah kita duduk sayang.” Orion mengajak Nayla duduk di kursi memanjang di taman tersebut


“Ibu haus yah.” Ucap Nayla setelah mereka duduk


Orion menengok ke kiri kanan apakah ada penjual minuman atau tidak. Orion hanya menemukkan toko aprilmaret di sebrang taman.


“Sayang kita beli di sana yuk? Kamu masih kuat berjalan ke sana kan?” Orion menunjuk ke toko aprilmaret


“Ibu nggak kuat yah, ibu lelah.”


“Sayang ayah nggak mau membiarkan kamu sendiri di sini.” Orion tetap khawatir meninggalkan Nayla walau sebentar. Padahal keamanan di jarak aman sudah ditempatkan oleh banyaknya anak buah Orion.


“Ayah sayang jangan khawatir ibu di sini ga akan ada apa-apa. Ayah tenang saja. Ayahkan hanya sebentar ke sana.” Nayla meyakinkan Orion


“Ya sudah ayah ke sana dulu. Jangan kemana-mana. Jika ada apa-apa hubungi ayah.”


“Iya ayah sayang.”


Setelah punggung Orion menghilang dibalik pintu toko. Seseorang yang sejak Nayla memasuki taman memperhatikkan mendekati Nayla.


“Nay..,” ucap sang lelaki yang sudah berada di hadapan Nayla yang menunduk mengusap perut besarnya. Nayla mendongakkan wajah, Nayla sungguh terkejut dengan kehadiran Hari. Ya Hari sang mantan calon suami yang kabur dari pernikahannya.


“Mas Hari?”


“Iya Nay ini aku Hari. Bolehkah aku duduk di sampingmu? Ada yang ingin aku bicarakan.”


Nayla merasa sungkan, dia juga merasa tidak enak harus berduaan dengan lelaki lain selain Orion. Terpaksa Nayla mengiyakan keinginan Hari.


“Silahkan mas.”


“Berapa bulan usia kandunganmu Nay?”


“Bulan ini jalan sembilan bulan mas.”


“Untuk tubuh mungilmu kandungan usia sembilan bulan sangat besar Nay.”

__ADS_1


“Alhamdulillah mas, bayi Nay kembar “


“Serius kamu Nay?”


“Iya mas.”


“Pantas saja perutmu sangat bulat besar sempurna, cukup khawatir aku melihatmu Nay. Pasti sangat tidak nyaman.”


“Alhamdulillah mas dinikmati.”


“Ya syukurlah kamu menikmatinya. Apakah kamu bahagia hidup bersama dengan suami penggantimu Nay?”


Deg


Nayla sungguh merasa tidak nyaman dengan percakapan Hari yang mulai menjurus privasi.


“Alhamdulillah Nay bahagia mas.”


“Syukurlah Nay, maaf saya bertanya seperti ini. Sungguh saya tak ada maksud apapun. Saya sempat bertemu dengan para sahabatmu dan menanyakan keberadaanmu untuk meminta maaf. Tapi sepertinya mereka salah paham tak membiarkan saya menjelaskan tujuan saya bertemu denganmu.”


“Ms sendiri bagaimana dengan kekasih mas? Apa sudah menikah?”


“Itulah Nay ini seperti balasan untuk sikap buruk saya padamu. Wanita yang saya cintai tidak menerima saya saat saya melepaskan fasilitas kedua orang tua saya. Dia memilih pergi bersama lelaki yang mapan. Saya ingin meminta maaf padamu Nay. Jujur saya menyesal telah menyia-nyiakan kamu Nay. Tapi waktu tak bisa terulang dan nasi sudah menjadi bubur. Tapi saya ikut bahagia karena kamu berbahagia dengan lelaki yang menggantikanku. Maafkan saya Nay?”


“Nay sudah memaafkanmu mas. Mas yidak perlu menyesal karena memang mungkin kita tidak berjodoh. Dan hal yang mas lalui adalah sebuah pembelajaran besar untuk mas ke depannya. Dan Alhamdulillah Nay memang bahagia bersama lelaki pengganti mas. Nay juga cukup mengenalnya, Nay menikmati masa – masa menjadi istri dan bisa mengandung anaknya.”


Deg


Nayla semakin tak nyaman dengan ucapan Hari.


“Sayang,” panggil Orion yang sejak Hari meminta maaf telah berada di belakang mereka namun tak mendekat dahulu. Salah satu pengawal Nayla menghubungi Orion namun Orion memberikan izin untuk tidak mengganggu mereka. Membiarkan mereka menyelesaikan permasalahan dahulu. Orion yakin Nayla tidak akan goyah akan perasaannya kepada dirinya.Sudah cukup bukti pengorbanan Nayla mengandung anaknya dan sabar atas dirinya yang telah membohonginya. Namun Nayla tetap bertahan di sisinya.


“Mas Rion,” Nayla cukup terkejut dengan kedatangan Orion yang tiba-tiba.


“Hallo mas,” sapa Hari dengan ramah


“Kenapa kamu bisa berada di sini?” Tanya Orion dengan dingin dan datar duduk di samping Nayla dan melingkarkan tangan di pinggang Nayla


“Hanya kebetulan sedang olahraga mas.” Hari memang tidak berbohong dia sedang jogging pagi dan secara tak sengaja melihat Nayla dan Orion masuk ke taman yang sama. Hari merasa ini kesempatan untuk dirinya meminta maaf kepada Nayla


“Bisakah saya meminta waktunya berbicara dengan mas?” Tanya Hari kepada Orion


“Kita bicara di sini. Sayang masuklah ke mobil Dirga sudah menunggu. Tunggu di sana di sini sudah mulai terik.”

__ADS_1


“Iya yah.”


“Saya antar Nayla dahulu.”


“Ok mas saya tunggu di sini.” Orion mengantarkan Nayla ke mobil dahulu.


“Ayah ke sana dahulu ya.”


“Tapi yah..,” Nayla khawatir ada keributan


“Tenang saja sayang, nggak akan ada apa-apa.” Orion mengerti maksud kekhawatiran Nayla


Orion pun kembali ke taman tempat Hari berada.


“Apa yang ingin kamu bicarakan?” Tanya Orion yang sudah berada disamping Hari


“Saya hanya ingin meminta maaf mas, karena saya mas harus menggantikan saya menjadi suami Nayla.”


“Saya tidak peelu maafmu, saya yang berterimakasih kepadamu karenamu saya bisa hidup bersama wanita yang telah lama saya cintai.”


“Maksud mas sebelum saya mengenal Nayla mas sudah memiliki perasaan kepada Nayla?”


“Ya seperti itu kenyataannya. Jauh sebelum kamu mengenal Nayla namun keadaan rumit mengharuskan saya terikat dalam hubungan yang terpaksa dan tanpa cinta.”


“Apa mas berhubungan dengan Nayla saat bersama saya?”


“Nayla bukan wanita yang suka mempermainkan sebuah hubungan Ri. Mungkin selama berhubungan denganmu Nayla tulus menerimamu. Dia tidak menjalin hubungan apapun dengan saya. Kami hanya sebatas om dan keponakan, itupun saya telah lama tidak bertemu Nayla. Dan bertemu kembali saat pernikahanmu dengannya.”


“Jujur saya menyesal menyia-nyiakan kebaikan dan ketulusan Nayla. Diam-diam saya masih menjalin hubungan dengan kekasih saya. Tapi memang mungkin Nayla bukan jodoh saya dan memang jalan hiduo saya harus seperti ini. Terimakasih mas telah menyembuhkan luka yang saya torehkan. Saya harap mas selalu menjaga, melindungi dan mencintainya.”


“Tanpa kamu minta saya akan melakukannya.” Ucap Orion dengan tegas dan merasa teesinggung dengan ucapan Har


“Sorry..,sorry..,mas saya nggak bermaksud. Saya bisa lihat ko dari body language mas dan Nayla yang saling mencintai. Saya ikut berbahagia untuk mas dan Nayla. Tujuan saya tadi berbicara dengan Nayla hanya untuk meminta maaf mas, tidak ada maksud lain. Apalagi merebut Nayla dari mas. Saya tidak berniat menjadi pebinor alias perebut bini orang.” Hari tertawa kecil dengan ucapan terakhirnya


Orion hanya tersenyum tipis masih dengan ekprsei datar dan dinginnya.


“Kamu memang harus tahu diri, bocah.” Ucap Orion meledek Hari


“Hahaha kacau mas. Bocah bisa bikin bocah gini juga mas. Cuman partner aja yang belum ada.” Hari tertawa geli dengan perkataannya


“Berusahalah, jika tidak ada yang dibicarakan lagi saya pamit. Kasian Nayla sudah kelelahan.” Oriin menepuk bahu Hari dan berlalu menuju mobilnya.


Miss mau nanya nih lebih suka ada permasalahan klimaks atau ringan-ringan kayak gini namun berkesan di setiap episodenya?

__ADS_1


Miss mau nambahin sedikit bumbu-bumbu dari konsep awal nih karena banyak yang minta miss lanjut dengan kehiduoan couple NaRi🤭


Btw jangan lupa VOTE, LIKE, KOMEN dan give miss 🌹🤭


__ADS_2