Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
174. Menuju Waktu Yang Dinanti


__ADS_3

LIKE, VOTE dan BUNGANYA zheyenx 🤗


Miss akan post beberapa kegiatan Couple aa Fariz dan Fiana di instagram miss @missnayla93, jadi jangan lupa follow juga ya intstagram miss 🤭


Saat pengantin baru akan menghabiskan waktu malam pertamanya di hotel. Fariz memilih membawa Fiana ke suatu temoat yang sudah disiapkannya jauh-jauh hari.


Sebelum mantan kekasih Fariz datang ke hidupnya dan Fiana pergi studi, Fariz yang telah memiliki penghasilan dari hasil bekerja bersama Orion membuat sebuah rumah impian yang akan ia tinggali kelak bersama Fiana. Namun studi Fiana mengurungkan niatnya hingga masuk wanita lain ke hidupnya. Tapi tak ada sedikitpun niat Fariz untuk memberikan rumah impian dirinya bersama Fiana kepada mantan kekasihnya tersebut.


Dan di sinilah Fariz hanya butuh waktu lima belas menit sampai ke hunian mewahnya untuk sang istri tercinta. Sejak tadi mata Fiana telah di tutup oleh kain penutup.


“Aa ini rumah siapa?” Fiana membelalakan mata melihat rumah mewah modern clasic dengan halaman luas dilengkapi gazebo depan sama seperti kediaman Nayla dan Orion namun lebih modern dan kekinian


“Rumah kita.”


“Rumah kita?” Tanya Fiana kembali meastikkan bahwa rumah di depannya milik mereka


“Iya sayang sebelum kamu studi aku berniat melamarmu dan menjadikan rumah ini kejutan. Namun saat kamu pergi tanpa pamit aku mengurungkan niatku. Karena aku tahu kamu ingin melanjutkan studimu.”


“Apakah mantanmu mengetahui rumah ini?"


Fariz menggeleng, melingkarkan kedua tangan dipinggang Fiana memelukmya dari belakang dengan kepala bersandar di bahu Fiana. “Tidak sama sekali ada niatku menggantikan pemilik hunian ini yang ku siapkan untukmu sayang.”


Fiana meneteskan air mata bahagia. Ia merasa ini sebuah mimpi, perjuangannya mengagumi mencintai lelaki yang menjadi suaminya saat ini dari kanak-kanak hingga dewasa benar-benar terbalas dengan kesungguhan dan ketulusan seorang Fariz.


“Terimakasih untuk segalanya aa. Aku tak memberikan apapun untukmu dan untuk pernikahan kita.”


“Tidak sayang, dengan kamu menerima lamaran dan menjadi istriku sudah anugerah terindah dalam hidup seorang Fariz Hardiardjo. Kamu lebih berharga dari apapun yang aku miliki. Tak ada yang bisa menandingi betapa berharganya dirimu. Mari kita sama-sama saling melengkapi melangkah kehidupan baru di sini.”

__ADS_1


Fariz mengajak Fiana memasuki rumah mewah milik mereka berdua. Bukan untuk berkeliling namun Fariz langsung mengajak Fiana masuk ke dalam lift yang berada di dalam menuju lantai tiga kamar utama mereka.


Saat Fariz membuka pintu mata Fiana dibuat terbelalak kembali, kamar dengan lampu pencahayaan remang hanya lampu tidur dan bagian samping. Sepanjang jalan telah dihias hamparan bunga mawar menuju ranjang dengan mawar yang bertaburan di atas ranjang berbentuk love.


Fiana melangkah semakin dalam mendekat ke ranjang. Fariz mematikkan semua lampu hanya menyisakan pencahayaan dua lampu tidur dan menekan satu tombol.


“Lihatlah ke atas sayang.”


Fiana mengikuti arahan Fariz dan mengenadahkan wajahnya ke atas. Atap atas terbuka memperlihatkan bintang-bintang dilangit yang bertaburan dibatasi kaca transparan di atas kamar mereka


Fariz memeluk Fiana dari belakang saat dirinya menatap keindahan langit bertaburan bintang di atas. “Apakah kamu siap malam ini sayang?” Tanya Fariz ingin memastikkan kesiapan Fiana untuk melakdanakan kewajibannya sebagai istri. Fariz tak akan memaksa jika Fiana belum siap.


Fiana menyentuh kedua tangan Fariz yang melingkar di pinggangnya dan berbalik. “Jika aa menginginkannya malam ini insya allah aku siap.”


“Baiklah kita membersihkan tubuh dahulu sayang.”


“Ki..,ta..” jawab Fiana dengan gugup Fiana sudah berpikir dirinya akan mandi bersama


“Oh iya aa, jawab Fiana dengan canggung karena malu, ia berlalu ke kamar mandi Fariz pun ke kamar sebelah melewati pintu penghubung kamar miliknya dengan Fiana.


Jika kalian ingin tahu kamar utama milik Fariz dan Fiana seperti apa? Kamar mereka dilengkapi kecanggihan teknologi yang tak dimiliki siapapun. Dinding bisa kedap suara saat mode diaktifkan.


Kaca transparan dilangit-langit yang dilapisi tiga lapisan lapisan pertama penutup seperti langit-langit kamar biasanya, lapisan kedua lapisan penahan jika kaca terkena goncangan dan pecah, pecahan akan tertahan dan lapisan ketiga kaca transparan yang memperlihatkan langsung ke atas langit.


Tersedia ranjang kingz, sofa lipat kasur di depan ranjang, Walk in closet Fariz dan Fiana dibalik meja rias yang akan tergeser saat tombol remote ditekan. Balkon yang cukup luas dihiasai tanaman hias dengan pemandangan lengsung ke halaman belakang yang dilengkapi kolam renang.


Fiana sama seperti Nayla dan Freya yang menyukai tanaman hijau yang membuat rumah lebih hidup. Untuk itu Fariz membuat rumah modern bernuansa alam demi mewujudkan keinginan sang wanita tercintanya.

__ADS_1


Fariz sudah bersandar di sisi ranjang menunggu Fiana yang sudah tiga puluh lima menit di kamar mandi, namun masih tak ada tanda-tanda keluar.


“Sayang kenapa lama sekali?" Fariz mengetuk pintu


Fiana sejak tadi sangat gugup ditambah gaun modern cinderellanya tak bisa dibuka sendiri. Fiana bingung jika harus meminta Faris yang membukakan karena akan terlihat punggungnya.


Untuk itu Fiana masih terdiam duduk di atas closet tertutup dengan gaun indahnya tanpa hijab. Karena Fiana sudah membuka siger dan hijabnya. Rambut hitam legam panjang di bawah bahunya tergerai begitu saja. Kedua tangannya memainkan gaun mewah tersebut karena ia bingung dan gugup melewati malam ini.


“Sayang kamu baik-baik saja.” Fariz kembali mengetuk pintu kamar kedua kalinya


Ceklek


Fariz terpana dengan penampilan Fiana yang tanpa hijab dengan rambut legam hitamnya terurai semakin membuat kecantikkan alami Fiana teroancar, apalagi leher jenjang terlihat menggoda Fariz untuk dikecupinya.


"Aa..," Panggil Fiana dengan menunduk


"Iya sayang, kenapa belum mandi?" Fariz mencoba biasa saja walau jantungnya berdetak tak biasa naluri lelakinya muncul


"Aku tak bisa membuka resleting nya aa." Ucap Fiana menunduk karena malu


"Kenapa nggak bilang dari tadi sayang. Berbaliklah aa bantu." Fiana pun menurut dengan berbalik


"Tapi aa..," Tangan Fiana sempat menahan pergerakkan tangan Fariz


"Nggak apa-apa sayang. Aa hanya akan membukanya. Aa akan meminta hak aa setelah kita selesai berjamaah." Fariz memang berniat melaksanakan sholat isya berjamaah terlebih dahulu


"Iya aa, terimakasih." Fiana berlalri kecil masuk kembali ke kamar mandi setelah Fariz berhasil membuka resleting hingga pinggang Fiana tanpa menoleh kepada Fariz.

__ADS_1


Jangan tanyakan bagaimana perasaan Aa Fariz yang menahan hasrat melihat punggung mulus putih milik Fiana. Sang Rajawalinya sudah mode on, namun aa Fariz menahan diri untuk tak menyerang sang mangsa.


.


__ADS_2