
Setelah Haris menghubungi Gina melalui bawahnnya. Gina yang membutuhkan banyak uang terpaksa menerima penawaran orang suruhan Haris.
Hari ini hari libur Gina ia akan bertemu dnegan orang suruhan Haris. Haris tak menampakkan batang hidungnya, karena ia tak mau kejahatan Hanum terendus Orion. Orion tau Haris adalah salah satu bawahan Hanum di Perusahaan Hanum. Meskipun Orion tak tau jika Haris merupakan tangan kanan Hanum yang bertameng staff biasa di Perusahaan Hanum.
"Saya sudah di restoran N, tuan." Gina yang sudah masuk ke restoran N menelefon Herdian orang suruhan Haris
"Saya di kursi pojok sebelah kanan." Ucap Herdian di sebrang telefon tak jauh dari pintu masuk restoran. Gina pun berjalan menuju tempat duduk Herdian.
"Selamat siang, tuan."
"Siang, duduklah. Saya perkenalkan diri saya secara langsung, nama saya Herdian. Kamu akan menjalankan tugas pertama dan tugas selanjutnya bos saya yang akan menghubungi kamu. Panggil beliau dengan sebutan nyonya besar."
"Baik tuan, apa yang harus saya lakukan di tugas pertama saya?"
"Saat kamu ditugaskan memasuki kediaman utama, gunakan parfum ini di tubuhmu atau pakaian yang kamu kenakan, itu tugas pertamamu, sangat mudah bukan?"
"Maaf tuan, apakah saya boleh bertanya?"
"Silahkan."
"Mengapa saya harus memakai parfum ini?"
"Seperti perjanjian yang sudah saya bahas, kamu hanya boleh bertanya hal yang tidak kamu mengerti saat menjalankan tugas, bukan bertanya tujuan apa yang nyonya kami mau."
"Maaf tuan, maafkan kelancangan saya tuan."
"Ok, kali ini saya maafkan tapi tidak untuk selanjutnya. Dan ini separuh bayaran tugas pertamamu, nyonya saya yang akan mentransfer sisanya jika tugas kamu berhasil. Laporkan apapun yang terjadi di kediaman utama tuan Orion dan nyonya Nayla."
"Baik, tuan. Saya mohon kepada nyonya besar anda untuk melindungi keamanan saya."
"Baik, akan saya sampaikan." Herdian pun pergi dari restoran N.
***
Keesokkan harinya Gina bekerja seperti biasa. Ia selalu bertugas membersihkan ruang keluarga dan ruang dapur di kediaman utama. Ia berencana membersihkan ruangan keluarga sebelum Nayla selesai memasak di dapur.
Seperti kebiasaan Nayla setelah menikah dengan Orion Nayla yang selalu memasak makanan untuk sarapan, makan siang atau malam untuk Orion dan Arga. Ia sendiri yang ingin memasakkan makanan yang dikonsumsi Orion dan anak-anaknya kelak.
__ADS_1
Nayla dan Orion selalu menghabiskan waktu di ruang keluarga setelah sarapan. Untuk itu Gina akan membersihkan ruang keluarga sebelum Orion dan Nayla selesai sarapan, agar aroma parfum yang ia gunakan tertinggal di ruang keluarga saat mereka memasuki ruangan itu.
Gina sendiri tak tau hal apa yang akan terjadi jika ia menggunakan parfum pemberian orang suruhan Hanum. Ia pun tak tau nyonya besar yang dimaksud adalah Hanum mantan nyonyanya terdahulu di kediaman lama Orion di Jakarta.
"Sayang, jadikan kita check up sekarang? Ayah udah janji loh mau check up hari ini."
"Iya, sayang. Nanti siang setelah dzuhur kita check up ya. Ayah hubungi dokter Elisa dahulu."
"Iya, ayah sayang." Nayla sudah membiasakan diri menyebut Orion dengan kata sayang, bukan atas kemauan Orion melainkan Nayla yang merasa mulai nyaman dengan panggilan sayang kepada Orion. Setiap kali mereka menimati kenikmatan syurga Nayla selalu memanggil Orion dengan kata sayang. Dari aktifitas itu lah Nayla merasa nyaman dengan panggilan sayang untuk Orion.
"Kita ke ruang keluarga, sayang." Orion menggenggam tangan kanan Nayla. Gina yang sudah selesai membersihkan ruang keluarga berpapasan dengan Orion dan Nayla.
Baru Nayla mendudukan diri di sofa panjang bersama Orion. Nayla terbatuk-batuk, merasa sesak di dada dan keluar ruam merah dari tubuhnya.
"Sayang, kamu kenapa?" Orion memegang kedua bahu Nayla
"Uhuk..uhuk..sak..it..yah..," Nayla memegang dada yang terasa sakit menyesakkan.
Orion yang sangat panik dan khawatir, berlari ke kamar utama mengambil sweater hoodie kebesaran untuk menutupi tubuh Nayla yang menggunakan dress selutut tanpa lengan. Ia segera pakaikan dan langsung menggendong Nayla ala bridal style menuju mobil yang terparkir di garasi. Supir yang siap sedia melihat Orion keluar dari pintu utama dengan menggendong Nayla langsung mendekat.
"Uhuk...uhuk.." Nayla terus terbatuk dengan ruam merah yang semakin jelas di bagian tubuhnya yang terlihat.
"Sabar, sayang. Pa percepat lajunya." Titah Orion dengan tegas
"Baik, tuan." Pa jajang mempercepat laju kemudinya. Orion menyandarkan kepala Nayla di dada bidangnya, dengan tangan kirinya dan tangan Nayla memegang dada Nayla dan tangan kanan mengelus perut Nayla yang menyembul semakin jelas. Orion benar-benar khawatir dengan keadaan Nayla saat ini. Ia merasakan sakit luar biasa di hatinya melihat keadaan Nayla yang kesakitan.
Mobil sampai lebih cepat dari biasanya. Saat mobil di depan loby Orion sudah di sambut oleh para pekerja medis yang akan menangani Nayla di RS B salah satu Rs ibu dan anak yang Orion miliki. Mereka telah siap sebelum kedatangan Orion, mereka telah dihubungi kepala pelayan, bahwa nyonya mereka mengalami sesak napas.
"Tangani istri saya sebaik mungkin, jika sampai terjadi apa-apa dengan istri dan calon anak saya. Lisensimu sebagai dokter akan hilang." Orion berucap penuh dengan ketegasan dengan tatapan mengintimidasi.
"Ba..aik, tuan." Sang dokter berlalu masuk ke ruang penanganan.
Orion mondar-mandir di depan ruangan. Ia merogoh saku celana mengambil telefon genggam dan menghubungi Dirga.
"Dirga, cek CCTV general dan tersembunya apa ada sesuatu yang mencurigakan."
"Baik, tuan." Orion baru akan mematikkan telefon Dirga melanjutkan ucapannya "Tuan apakah nyonya muda memiliki alergi terhadap sesuatu?"
__ADS_1
"Nayla memiliki alergi terhadap parfum beraroma peach. Kenapa kamu bertanya tentang alergi Nayla, Ga?"
"Kepala pelayan menemukan aroma baru di ruang keluarga. Kemungkinan aroma itu mengandung salah satu bahan peach tuan. Saya masih mencari tahu darimana asal aroma itu, dan jika saya sudah menemukan siapa yang memakai atau menyemprotkan aroma parfum baru itu akan saya pastikkan parfum tersebut mengandung aroma peach atau bukan,"
"Saya tunggu kabar kamu Dirga, jika memang seperti itu, kamu tau apa yang harus kamu lakukan."
"Baik, tuan. Iya tuan saya tau apa yang harus saya lakukan."
Dokter yang menangani Nayla pun keluar dari ruang penaganan.
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dalam kandungan istri saya, dok?"
"Sudah membaik tuan, istri anda mengalami alergi. Sudah kamu berikan obat antialergi yang aman untuk ibu hamil, dan alhamdulillah bayi dalam kandungan ibu Nayla aman. Apakah memang sebelumnya memiliki alergi terhadap sesuatu?"
"Iya istri saya memiliki alergi terhadap aroma peach."
"Jadi memang benar alergi istri anda disebabkan oleh aroma yang memacu alerginya kambuh. Hindari parfum, pewangi ruangan, make up, skincare atau dari apapun yang mengandung aroma peach. Karena sangat bahaya untuk ibu Nayla dam kandungannya jika terjadi lagi. Saat ini alerginya masih ringan jadi masih bisa kami atasi."
"Baik, dok. Apa saya sudah boleh masuk?"
"Silahkan, tuan. Saya pamit."
"Baik, dok. Terimakasih banyak." Orion masuk ke ruang rawat Nayla. Ia duduk di kursi sebelah Nayla, menggenggam sebelah tangan Nayla yang tidak terinfus.
"Sayang maafkan ayah tidak menjaga kamu dan calon bayi kita dengan baik. Ayah janji akan lebih mewaspadai sekitar kita. Lekas bangun, sayang." Orion mengecup punggung tangan Nayla.
Bab ini agak flat ya?? Gapapa permulaan Cara licik Hanum
Maafin miss ada yg mulai jengkel nih sama Hanum apalagi misi balas dendamnya.
Nanti ada bab yang menjelaskan tentang Hanum, Orion, Rio dan bayi yang sempat di gugurkannya ya. Bikin mereka bahkan kalian terkejud 😂😅
Nikmati alurnya aja misstizen. Cerita ini hanya fiktip belaka. Kalian bisa ambil sisi baik dari kesetiaan Orion & Nayla nantinya 🤠Walau badai akan menghadang 🤫🤣
Ga sabar ya???
KENCENGIN VOTE &LIKE nya dong. Serius kalau kenceng miss crazy up
__ADS_1