Suami Penggantiku Masih Beristri

Suami Penggantiku Masih Beristri
122. Candaan Tak Berakhlak


__ADS_3

Sore harinya Nayla bangun terlebih dahulu. Nayla membersihkan diri dan keluar dari kamar suite tanpa membangunkan Orion. Karena ini satu -satunya kesemoatan agar Nayla tidak terkurung kembali dan berakhir di ranjang dengan Orion.


Nayla menuju ruang gazebo lantainya saat mendengar candaan suara para sahabatnya. Siapa lagi jika bukan adinda yang suaranya gordes alaias gorowok desa. Yang terdengar memenuhi lorong menuju gazebo.


“Eeh ibu ratu baru keluar singgasana, pasti diikat tali oleh sang raja ya?.” Ucap Reyhan yang baru melihat Nayla masuk ke gazebo


“Bukan diikat tali han, dikukung tubuh atletis si om. Nggak liat apa walau perut besar si om nggak bisa lepas dari pesona mungil bocah montok Nayla kita nih.” Cerocos Adinda yang biasa ceplas ceplos dengan nada ala melayu


“Bagi-bagi rahasianya dong Nay bikin betah om-om tajir macam om Rion.” Tanya Ella


Sahabat-sahabat Nayla memang sering bercanda dan menggoda Nayla tanpa maksud menyindir ataupun menyudutkan. Mereka menjadikan candaan sebagai hiburan semata. Karena kedekatan dan candaan seperti itulah yang membuat mereka terus langgeng bersahabat.


“Serius mau pada tahu rahasianya?” Ucap Nayla yang mulai berani menjawab candaan para sahabatnya


“Waah kemajuan guys seorang istri sultan mau ngeladenin candaan kita.” Semua orang terheran namun langsung tertawa oleh ucapan Reyhan


“Apa-apa Nay rahasianya bilang dong?”Suara Ella


“Rahasianya...., ya rahasia.”


“Euuuh...,huuuh.., dasar bocil.” Sorak oara sahabat Nayla


“Ssstt jangan teriak-teriak, mohon maaf hadirin bocil ini sudah tidak bocil. Bocil ini sudah bisa bikin bocil.”


Semua para sahabat Nayla tertawa terbahak mendengar perkataan Nayla yang jarang sekali frontal dan membalas candaan mereka.


“Nay om Rion ngasih makan apa sampe kamu bisa jawab candaan kita ?” Kali ini suara dewasa Ardianto yang dari tadi hanya menyimak ucapan para sahabatnya


“Di kasih makan cinta.” Nayla semakin sengaja menjawab pertanyaan Ardianto. Nayla yang biasa pendiam dan tidak menggubris candaan sekarang menjadi lebih hangat dan santai menghadapi candaan oara sahabatnya

__ADS_1


“Waah gila...gilaa...lu Nay jadi bucinnya om Rion. Oh noooo Nayla kita yang polos dijejelin apa sama si om?” Ucap Adinda dengan mendramatisir


“Jejelin Cinta.” Ucap Ella yang ketawa kecil menyindir Nayla


“Aah jejelin cintanya si om mah udah oaket lengkap lah, cinta plus cuan-cuan dan asetnya. Kayak pesiar ini nih Nayla punya sekarang.” Ucap Reyhan yang tanpa sengaja membocorkan kepemilikan kapal pesiar yang dia ketahui dari papahnya yang merupakan rekan bisnis Orion plus teman yang memiliki bisnis kapal pesiar. Papah Orion mengetahui salah satu kapal pesiar termewah Orion atas nama Nayla saat berkunjung ke kapal pesiar teman bisnisnya. Dan kebetulan di sebelah kapal pesiar teman papah Reyhan terparkir kapal pesiar milik Orion yang berpindah tangan kepada Nayla. Sang teman bisnis mengatakan Orion baru-baru ini mebalikkan nama kapal pesiar termewahnya atas nama istrinya Nayla. Dari sang papahlah Reyhan tahu.


“Wah serius..,serius.., han? “ Tanya para sahabat Nayla bersamaan


“Uups keceplosan, sorry Nay.” Reyhan cengengesan ke arah Nayla


“Nay asli beneran kapal pesiar ini milik kamu?” Tanya Ardianto


“Pantesan makin bucin lu Nay cintanya ditambah aset-aset mehong sultan.”


“Ya ampun kalian nih ya, cinta aku bukan karena apa yang diberikan mas Riin. Tidak pernah sedikitpun aku minta apapun ke mas Rion. Dia selalu memberikan sesuatu tanpa aku minta dan tanpa aku ketahui. Tahu-tahu sudah ada di depan mata.”


“Teman-teman yang budiman lihatlah Nayla kita yang terlalu seriu kembali lagi.” Ucap Ella


“Nayla ...,Nayla.., kita mah bercanda kali Nay. Itu mah emang sudah rezeki kamu jadi istri sultan. Wajarlah om Rion ngasih apa yang dia punya buat kamu. Orang kamu istri tercintanya. Jelas banget si om BUCIN TINGKAT DEWA.” Ucap Ardianto dengan bijak


“Iya Nay lu mah serius amet. Kita juga paham kali Nay. Bucinnya om Rion untuk si bocil Nayla yang sudah bisa menghasilkan bocil-bocil emes om Rion. Pasti diberikan apapun untukmu zheyenk.” Ucap Adinda dengan suara cemperngnya


“Btw Nay aset apa aja yang di kasih hot daddy?”Tanya Ella penasaran


“Ahh lu mah nanyanya salah La, soal itu mah ga ada abisnya aset om Rion ga ke tampung. Mungkin udah beliin pulau juga buat si Nay. Pertanyaan yang berbobot tuh gini. Nay si om kalau di ranjang lebih hot ga? Sekali main berapa ronde?”


Blush pipi Nayla langsung memerah seperti kepiting rebus. Nayla yang malu akan oertanyaan itu menundukkan wajah. Ingin rasanya Nayla kabur saat Adinda memulai pertanyaan frontal karena kan berkepanjangan kalau tidak ada yang memberhentikkan.


“Ehem..”Suara deheman terdengar dari arah masuk gazebo. Siapalagi jika bukan lelaki bucin Nayla, Orion yang saat bangun tak mendapati Nayla dan segera membersihkan diri. Lalu keluar mendengar suara canda tawa di lorong. Orion sempat mendengar candaan para sahabat Nayla karena suara mereka yang keras. Saat pertanyaan yang terlalu privasi, Orion takut kepolosan Nayla keluar langsung berjalan cepat berniat menghentikkan pertanyaan dan jawaban yang akan terlontar dari mulut para sahabat Nayla dan Nayla.

__ADS_1


“Eh om Rion. Selamat sore om.” Sapa Adinda yang terkejut namun mencoba menetralkan keterkejutannya akan kedatangn Orion yang tiba-tiba


“Sore, asyik sekali kalian sampai suaranya terdengar ke ujung lorong.”


“Iya om, om denger obrolan kita om?” Tanya Dinda dengan pura-pura lugu karena takut Orion mendengar semua ocehan ngaak berbobotnya


“Tidak hanya terdengar suara tawa kalian.” Bohong Orion dia tidak ingin membuat malu sahabat Nayla


Adinda mengelus dadanya merasa lega. Berbeda dengan sahabat Nayla lainnya yang menhan tawa menertawakan Adinda yang bercanda nggak berakhlak dari tadi. Akhirnya kena batunya.


“Mas kita ke luar yuk, aku ingin menghirup udara sore hari.” Nayla mengalihkan pembicaraan agar tidak berkelanjutan. Orion melihat jam di tangannya.


“Ok kita keluar masih ada setengah jam sebelum jam lima. Ayo pamali kamu diluar saat menuju maghrib.” Orion mengulurkan tangannya untuk mengenggam tangan Nayla


Nayla mengedipkan satu matanya ke arah para sahabatnya sebagai kode saat Nayla dan Orion berbalik ke arah luar gazebo.


Setelah dirasa Nayla dan Orion keluar. Mereka tertawa terbahak menertawakan Adinda.


“Wekdor puas ku Dinda, langsung sang raja datang.” Reyhan merasa puas mengejek Adinda


“Parah emang pesona si hot daddy. Panon alias matana mengintimidasi euy. Ngomongnya mah biasa eta matanya beuh ngerasa nyekek (mencekik leher).” Masih cerocosan Adinda yang keluar bahas ibunya bahasa sunda 🤭


“Makanna sekolahin tuh mulut. Geulis-geulis (cantik-cantik) mulut nggak berakhlak.” Ucap Ardianto dengan tertawa kecil


“Hayu aah kaluar oge.” (Ayo aah keluar juga) Ajak Reyhan kepada yang lain.


Seru nggak??? Masih mau lanjut? Atau mau miss tamatin??? 🤭🤣


Langsung nih DOUBLE UP

__ADS_1


KENCENGIN dong LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH 🌹


DI tunggu KOMEN LANJUT / TAMATIN??? 🤭🤣


__ADS_2