
Di Kediaman Rio,
“Indra segera dapatkan kontak adik kandung ibu Nayla, aku tidak bisa membiarkan Orion tenang. Kita lihat seberapa besar cinta keduanya, hahaha.” Rio tertawa dengan terbahak
“Baik, tuan.”
“Dalam satu jam ke depan sudah dapatkan kontaknya.”
“Baik, saya pamit tuan.”
Rio kembali ke ruang bersantai seperti biasa menghampiri Hanum yang sedang bersantai duduk berselonjor di sofa.
“Baby kamu seksi sekali, tak sabar aku melihat mereka terlahir di dunia ini satu bulan lagi.”
“Yes honey, aku pun tak sabar dengan kehadiran mereka. Bukan satu bulan lagi honey tapi satu bulan lebih.”
“Ok baiklah yang pasti sebentar lagi aku akan melihat kedua bayiku yang lebih dominan siapa, haha.” Tawa kecil Rio dengan mengusap lembut perut besar Hanum lalu mengecupnya berulang kali
“Honey, aku tak ingin melahirkan normal. Aku tak ingin merusak kewanitaanku dan bisa membuatmu berpaling dariku.”
“Astaga baby aku tak pernah berpaling darimu bagaimanapun perubahan tubuh darimu. Tapi aku juga tak ingin memaksakan kehendak melahirkan dengan caesar lah. Aku juga khawatir dengan keselamatanmu melahirkan kedua bayi kita.”
“Terimakasih honey,” Hanum mencium lembut bibit Rio
Suara dering gawai Rio mengakhiri ciuman mereka.
“Hallo tuan, nomornya sudah saya kirim ke surel anda.”
“Ok thank, Indra.”
“Honey aku tinggal dahulu ya, aku kembali ke ruang kerjaku. Memulai rencana kita melalui adik kandung ibu wanita kesayangan mantan Rionmu, hahaha.” Tawa Rio menggema di ruangan tersebut
“Ok honey, semoga rencana kita berhasil.” Rio pun pergi ke ruang kerjanya dengan mencium Hanum sekilas
“Rionku, sayang lihatlah apa yang akan kamu dapatkan. Rasa sakit yang tidak seberapa, kamu akan kehilangan istri tercinta dan kedua anak yang belum pernah melihatmu.” Hanum bermonolog dengan seringai di bibirnya. Hanum mengetahui jika anak Nayla kembar sama sepertinya dari Dius tangan kepercayaannya
**
Di ruang kerja Rio
Rio yang mendapat email di surelnya dari Indra menyimpan nomor Nadira, adik kandung ibu Nayla.
Rio mendial tombol yes menelefon Nadira
__ADS_1
“Hallo selama siang nyonya,” sapa Rio kepada Nadira di sebrang negara Indonesia. Rio tau di sana masih siang hari dari perbedaan jam di negara x
“Hallo selamat siang, saya berbicara dengan siapa? Ada keperluan apa?”
“Perkenalkan saya Riogardo CEO Perusahaan IT & Teknologi M, bisakah saya menganggu waktu anda untuk bertemu?”
“Mohon maaf tapi saya belum memperluas kerja sama dengan Perusahaan IT & Teknologi. Ada keperluan apa sampai anda ingin bertemu dengan saya?” Nadira sudah menduga jika Rio akan menghubunginya, namun ia mencoba memancing maksud Rio.
“Saya tidak akan mengajukan proposal kerja sama nyonya, saya salah satu teman Orion Hardiardjo menantu anda. Saya hanya ingin menyampaikan hal yang perlu anda tahu mengenai rahasia Orion kepada istri dan anda yang mungkin belum bisa Orion ungkapkan.”
“Apa maksudmu dengan rahasia Orion yang tidak Nayla atau keluarga kamu ketahui? Dan mengapa kamu memberi tahu saya? Jika memang kamu teman Orion?”
“Saya hanya tak ingin keponakan kesayangan anda terluka semakin dalam jika mengetahuinya, sebagai teman yang baik. Dan jika anda ingin mengetahuinya kita bisa bertemu di negara Singapore. Untuk waktu dan tempatnya akan saya berikan nanti jika anda bersedia.”
“Saya tidak akan mudah percaya dengan ucapanmu jika kamu tidak memiliki bukti apapun.”
“Tenanglah nyonya saya memiliki buktinya, anda akan bertemu dengan saya tanpa tangan kosong. Anda bisa melaporkan saya atas pencemaran nama baik Orion jika bukti ini palsu.”
“Ok, kabari saya waktu dan tempatnya.”
***
Di hunian Orion, Orion yang tidak ke Perusahaan karena beberapa hari ini ia selalu ingin berdekatan dengan Nayla. Ada perasaan takut kehilangan Nayla tanpa alasan yang pasti. Orion bekerja dari rumah. Bahkan Nayla merasa aneh karena Orion terus saja menempelinya saat melakukan aktifitas apapun.
“Sayang kamu nggak ke Perusahaan lagi? Ko jadi manja gini?”
“Entahlah sayang, ayah ingin bareng-bareng ibu terus.”
“Ya Allah, yah ibu nggak kemana-mana. Sepulang ayah kerja pun ibu selalu ada ko, nggak kemana-mana.”
“Biarkan ayah menikmati waktu berduaan saja dengan ibu, sayang. Mungkin nanti ayah akan disibukkan dengan pekerjaan selagi belum ada hal urgent.”
“Baiklah, aah..aah...yah jangan ibu masih motongin ini.” Bibir Orion mencium leher jenjang Nayla dengan kedua tangan mengelus sensual bawah perut Nayla yang merupakan titik sensitif selama kehamilannya
Dari arah belakang tiba-tiba datang Dirga dengan tergopoh-gopoh.
“Tuan maafkan saya mengganggu waktu anda.” Ucap Dirga mengagetkan Orion dengan posisi sangat intim
“Apa apa Dirga?” Orion melepaskan pelukkannya mebalikkan badan menghadap Dirga
“Bisakah saya berbicara di ruang kerja?”
“Ok tunggulah kamu di sana.” Dirga pun berlalu menuju ruang kerja Orion
__ADS_1
“Sayang, ayah ke ruang kerja dahulu ya. Jangan terlalu lelah.”
“Iya, ayah sayang. Kenapa masih di sini ayo sana temui Dirga. Pasti ada hal urgent.” Orion sedang tidak ingin membiarkan Nayla sendiri, tapi akhirnya ia pun terpaksa menemui Dirga ke ruang kerjanya.
“Ada apa Dirga?”
“Irdian telah berhasil memasang CCTV audio di ruang kerja tuan Rio. Dan dia mengirimkan rekamannya melalui surel saya tuan. Ini salinan rekaman videonya.” Dirga memberikan benda pipih penyalin data rekaman kepada Orion. Orion menyalakan rekaman CCTV dan mendengar ucapan Rio dari telefon kepada Nadira. Walau Orion tidak tahu jawaban Nadira namun ia paham yang dibicarakan Rio kepada Nadira
Brak
“Kurang ajar, darimana dia mengetahui Ibu Nadira adik kandung ibu istriku? Bukankah informasi mengenai keluarga Nayla dan Wijaya sudah kamu putihkan agar tidak bisa dideteksi selain mereka sendiri?”
“Maaf tuan, sepertinya tuan Rio menemukan celah menemukan data nyonya Nadira.”
“Saya tidak bisa menghentikkan pertemuan mereka. Saat ini yang harus pertama saya lakukan adalah memindahkan Nayla ke hunian pribadi saya di Swiss. Tidak ada siapapun yang mengetahui saya memiliki hunian di sana termasuk orang tua saya. Kamu tahukan Dirga apa yang harus kamu persiapkan untuk kepindahan Nayla tanpa ada siapapun yang mengetahuinya.”
“Tuan apakah nyonya muda tidak akan mencurugai pemindahan yang secara tiba-tiba?”
“Biarkan itu menjadi urusan saya, saya akan memikirkan alasan logis untuk saya katakan kepada Nayla. Apapun komunikasi yang Nayla miliki tutup sementara dari orang – orang terdekat Nayla.”
“Baik, tuan. Termasuk sosial media milik nyonya tuan?”
“Ya, tutup sementara. Saya tahu apa yang akan dilakukan keluarga Nayla jika mereka mengetahui kebohongan yang saya lakukan. Mereka akan membawa Nayla secara paksa, seperti janji ayahnya pada saya sebelum pernikahan.”
Hallo misstizenku????
gimana pada kangen miss ga??? 🤭
Miss udahan aah pundungnya kasian misstizen di gantungin
Makannya jangan bikin miss pundung atuh, jadi pembaca yang baik dengan menagpresiasi penulis dengan sedikit vote dam hadiahnya 😉
Nah kan vote hadiahnya naiklah alhamdulillah maacih misstizenkuuuu ketcup baseuh online dari miss 😘
Btw miss kan baek nih miss mau bagi2 hadiah aaah tapi kalian nanti join di grup chat miss dulu ya langsung join aja
Oh ya untuk pembaca setia miss dari awal episode sampe episode selanjutnya miss harap kalian ramein komen dengan "lanjut thor aku pembaca setia" nanti miss pilih diantara kalian buat dapetin hadiah dari miss
Spam komen kalo bisa dari episode awal 🤭
Jangan lupa teken tombol like dan hadiahnya ya zheyeng zheyengku miss double up nih 😍
Ramein komen juga saran, kritik ,atau mau nanya nanya miss jg boleh 😅
__ADS_1